
Di sisi Kirisaki dan lima lainnya, Yama belum memulai pertarungannya namun dia malah ingin bercerita kepada mereka
"Sebelum kita mulai pertarungannya, aku ingin bercerita tentang festival yang berada di tiket itu, dan alasan kenapa letak festivalnya aneh karena berada di dalam hutan dan alasan kenapa tiket itu bisa membuat borgol dan teleportasi ke sini" ujar Yama
"Kau ingin bercerita disaat ini?" tanya Yukimura
"Yang benar saja, kau pasti memiliki rencana lain pada saat kau menceritakannya kepada kami" kata Yon yang curiga
"Tidak ada kok" balas Yama
"Apa kami bisa mempercayai mu?" tanya Kirisaki yang ikut curiga
"Tentu saja, aku bisa di percaya pada saat bercerita atau pun membacakan dongeng" jawabnya dengan percaya diri
Kirisaki dan empat lainnya kecuali Huziure berkumpul membentuk lingkaran lalu berbisik-bisik tentang yang dikatakan Yama
"Bagaimana ini? apa kita harus mempercayainya?" tanya Kirisaki dengan nada lirih dan berbisik-bisik
"Tentu saja jangan, dia hanya ingin memancing kita pada rencana lainnya saja" jawab Yukimura dengan nada lirih dan berbisik-bisik
"Buat apa juga kita mendengarkan ceritanya, palingan itu hanya karangannya saja. dia hanya ingin ada seseorang yang mendengar karangannya" ujar Zousei dengan nada lirih dan berbisik-bisik
"Yang dikatakan Zousei memang benar jadi kita–
Pada saat Izami ingin berbicara, Kirisaki memutuskan untuk berjalan kearahnya lalu mendengarkan ceritanya
"Weh, tunggu sebentar Kirisaki!" kata Izami yang ingin mencegahnya
"Kami akan mendengarkan cerita mu itu" ujar Kirisaki kepada Yama
"Keputusan yang bagus, sekarang–
"Tunggu sebentar, kau tidak merencanakan apapun kan setelah kau menceritakan ini kepada kami?" tanya Izami yang menyela pembicaraan Yama
"Tentu saja, lagipula buat apa juga aku merencanakan rencana lain jika pikiran ku sedang fokus kepada cerita" jawab Yama
"Ini terserah kalian ingin mendengarkannya atau tidak" kata Yama
Lima orang itu tidak mau mendengar cerita dari Yama
"Baiklah, cerita ini tiga tahun lalu, sebuah festival yang terletak di luar hutan dan festival itu di kelilingi oleh pohon tinggi dan juga besar" kata Yama yang menceritakannya
*Tunggu, tiga tahun yang lalu, seingat ku ada kejadian di festival yang terletak di luar hutan ini, seingat ku kejadiannya adalah banyak orang yang hilang karena sesuatu dan di temukan nya anggota tubuh manusia yang terpisah dari tubuhnya. dan juga ada orang yang bilang 'Jika melihat keanehan, rahasiakan itu dan jangan ucapkan' namun itu hanyalah sebuah game atau permainan di festival itu* ujar Izami dihatinya yang mengingat itu
3 tahun lalu, di Narusawa, pada hari Minggu pagi (Ini fiksi bukan nyata)
Festival itu berlangsung selama 3 hari, dan ini adalah hari kedua, besok adalah hari terakhir. pada pagi hari yang cerah sekitar pukul delapan pagi, Hishima jun dan Shin kurte adalah tokoh di cerita masa lalu ini, mereka merupakan siswa SMA kelas 2 tahun pertama
"Hah... hah... hah... melelahkan juga ya lari pagi-pagi" ujar Hishima yang nafasnya terengah-engah sehabis lari pagi lalu duduk di sebuah bangku berwarna putih sambil mengelap keringat yang ada di dahinya dengan handuk yang ada di lehernya
Saat tengah mengelap keringatnya, pandangannya tidak terfokuskan karena dia tidak sengaja melihat seorang perempuan cantik yang ramping berambut warna biru muda yang panjangnya lumayan dan memakai baju olahraga, dan juga ukuran dadanya yang lumayan besar yang berlari melewatinya. dia teralihkan pandangannya ke dadanya itu, Hishima tersenyum mesum dengan pipinya berwarna pink mesum
"Wah.... dadanya itu yang lumayan besar badannya yang ramping dan rambutnya yang berwarna biru muda.... ahahaha... aku jadi ingin memacarinya. ah tidak-tidak, Hishima! kau harus berpikir positif, kau harus kuat iman dengan godaan-godaan di duniawi" ujar Hishima dengan pikiran mesum lalu sadar dan menampar pipinya dengan kedua tangannya
"Akhh sial, lagi-lagi aku tergoda dengan godaan duniawi" kata Hishima yang menyesal
"Baiklah, sekarang waktunya untuk kembali ke rumah lalu mandi dan sarapan" ujar Hishima sambil bangun dari duduknya lalu pergi pulang kerumahnya
Sesampainya di depan pintu rumah, sebelum masuk dia tidak sengaja mendengar suara ibunya yang sedang berbicara, lalu dia membuka pintu dan melihat ibunya yang sedang menelpon orang di ruangan TV dengan suara yang lumayan keras, Hishima berjalan kesana dan ibunya melihatnya lalu menyudahi teleponnya, Hishima bertanya kepada ibunya
"Siapa yang menelpon bu?" tanyanya
"Paman mu, katanya dia mau datang kesini besok" jawab ibunya
*Ah, paman ya, dia orangnya suka ribut dan juga setiap berbicara nada suaranya selalu tinggi* ujar Hishima dihatinya
"Oh begitu, baiklah aku mau mandi dulu" kata Hishima yang berjalan ke kamar mandi
Hishima mandi setelah selesai dia makan sarapan yang sudah di sediakan ibunya di meja makan lalu memakannya sampai habis, setelah selesai makan dia ke kamarnya dan hpnya berbunyi lalu dia mengeceknya dan ternyata temannya Shin kurte menelponnya, lalu Hishima mengangkatnya
"Halo, ada apa Shin?" tanya Hishima
"Ah Hishima aku lupa memberitahu mu, jika aku memiliki tiket untuk ke festival pohon tinggi itu" jawabnya
"Oh begitu" tanggap Hishima dengan biasa saja
"Kenapa kau malah menanggapinya seperti itu?" tanya Shin yang marah
"Yah habisnya itu tidak penting kan? lagian besok sudah tidak ada" kata Hishima
"Kau ini.... karena aku memiliki tiket festivalnya 2 jadi ku bagi satu ke kau, kau mau tidak? kan lumayan bisa masuk festival gratis tanpa harus bayar 1.500 Yen (198.000 rupiah) per-orang" kata Shin sambil mengajaknya
"Hmmm... boleh lah, kapan kita kesananya?" jawab Hishima yang setuju sambil bertanya
"Nah bagus, jika tidak salah di tiketnya tertulis dari jam 11 siang sampai jam 3 sore" jawab Shin
"Baiklah, dimana tempatnya?" tanya Hishima lagi
"Em... di dekat hutan Aokigahara" jawab Shin
"Hah? disana? yang benar saja, itu kan dekat dengan hutannya nanti kita tau-tau masuk dan tidak bisa keluar lagi" ujar Hishima yang mengada-ada
"Tenang saja, lagipula banyak orang kok, bahkan festivalnya terkenal di medsos juga jadi tenang saja, disana akan ramai" kata Shin yang berpikir positif
"Oh baiklah begitu" kata Hishima yang merasa tenang
"Baiklah, akan ku akhiri, eh aku lupa. nanti kita berangkatnya jalan kaki saja" ujar Shin yang mengingatnya
"Oke..."
"Baiklah, sampai ketemu lagi disana" kata Shin
__ADS_1
Hishima dan Shin mengakhiri panggilannya, Hishima yang ingin bersantai-santai di kamarnya lupa mengatakan sesuatu lalu dia nge-chat Shin
^^^"Shin, kita ketemuan dimana?" chat Hishima^^^
"Di depan Narusawa mt. Fuji museum saja" chat Shin
^^^"Oh oke, baiklah" chat Hishima^^^
Lalu Hishima mengakhiri chatnya, dia melihat jam di hpnya dan sudah pukul 08.45, Hishima bersantai-santai di kamarnya, tiba-tiba dia ingat sesuatu,
*Oh iya aku baru ingat jika kemarin ada PR dari guru yang lumayan banyak, duh... yang ku kerjakan masih 1 lagi, pas pulangnya aja lah atau tidak pas malam-malam lalu meminta jawaban ke Shin* ujar Hishima dihatinya dengan panik lalu berbuah menjadi santai
Setelah beberapa menit, ibunya datang ke kamarnya dan berkata "Jun, ibu mau pergi belanja makanan dulu ya, jaga rumah seperti biasanya ya"
"Oke.... oh ya, Bu nanti jam 10an aku mau pergi ke festival dengan temanku, jadi jangan kaget jika ibu pulang di rumah tidak ada siapa-siapa" kata Hishima
"Baiklah, hati-hati ya. jangan lupa di kunci terus menaruhnya di pot atas ya"
"Iya, ibu juga"
Ibunya pergi dari kamarnya dan keluar rumah untuk berbelanja, beberapa menit berlalu Hishima bosan lalu ke ruang TV untuk menonton acara yang dapat menghiburnya, namun tidak ada satu pun yang menghiburnya, meskipun dia menonton acara komedi dia tetap bosan dan tidak tertawa
"Kenapa semua acara TV begitu membosankan ya, huh... ini membosankan, apa aku mengerjakan PRnya saja ya, ah nanti pas pulang saja lah, malas aku mengerjakannya sekarang. oh iya kalau anime.... tidak ada yang tayang pas masih pagi dan siang ya, eh pagi ada tapi hanya anime bocah saja" ujar Hishima yang bosan dan merasa putus asa
Setelah 1 jam terlewati dengan kebosanan, kini jam menunjukkan pukul 09.45, Hishima tetap saja bosan, dia masih mencari acara di TV yang dapat membuatnya tertarik. kemudian dia dapat menemukannya, sebuah iklan promosi sebuah produk
"Ingin mendekati wanita tapi malu?"
"tenang! Dengan adanya Viczel semua wanita yang berada di sekitar anda akan mendekati Anda dengan cepat, mereka akan patuh dan mengikuti anda!"
"ingin menjadikan mereka pacar anda? bisa, ingin menikahi mereka? bisa, semua masalah cinta bisa terselesaikan dengan adanya Viczel! maka beli lah Viczel di Tokyo"
Promosi iklan itu
*Hah? Viczel bisa melakukan itu? bisa melakukan Harem dengan banyak wanita itu menyenangkan, aaakhhh.. aku ingin membelinya, berapa sih harganya* ujar Hishima dihatinya sambil membayangkan dirinya Harem dengan banyak wanita
Setelah berangan-angan, iklan itu menunjukkan harga produk tersebut. saat Hishima melihatnya ia langsung terkejut dan putus asa
"Beli lah mumpung masih tersedia, harga cuma 20.000 Yen (2.627.428 rupiah) saja!" iklan itu menampilkan harganya
*Hah?!?!?! apa-apaan harganya itu?! uang ku hanya 5.000 Yen (656.785 rupiah) saja, eh iya benar juga, jika barangnya sebegitu mahalnya berarti barangnya efektif atau berhasil. akkhh... sialan jika aku minta uang pada ibu nanti ibu marah karena minta uangnya sebegitu banyaknya* ujar Hishima dihatinya dengan terkejut dan putus asa
*Oh ya, sudah jam berapa ini?* tanya Hishima dihatinya lalu melihat jam yang berada di atas TV
Jam menunjukkan pukul 10 siang, Hishima yang mengetahuinya langsung siap-siap mulai dari memakai pakaian yang cocok dan lain-lain. setelah selesai, dia keluar rumah lalu mengunci pintu rumah lalu menaruhnya di pot atas
Dia berjalan ke Narusawa mt. Fuji museum dengan berjalan kaki, setelah sampai dia melihat Shin yang sudah ada di depan museum. seperti biasanya, dia memakai kacamata di wajahnya dan berambut merah, tinggi badannya melebihi tinggi Hishima
"Kau lama sekali Hishima" ujar Shin yang melihat kearahnya
"Lah, kenapa aku yang di salahkan? kan aku tidak tau" balas Hishima
"Hah... lupakan lah, sekarang ayo kita ke festivalnya" kata Shin
"Hishima, apa PR mu sudah selesai?" tanya Shin sambil berjalan
"Belum, bagaimana punya mu?" tanya Hishima balik
"Belum juga, aku sedang malas untuk mengerjakannya" jawab Shin
"Ku kira kau sudah, kalau sudah berikan aku jawabannya ya" ujar Hishima
"Huh.... seperti biasanya kau ini" kata Shin yang kesal terhadap Hishima
"Oh ya, omong-omong festivalnya cuma buka pas siang hari? bukan malam hari?" tanya Hishima
"Yang siang ada, yang malam juga ada" jawab Shin
"Malam ada? jika malam ada, kenapa kau malah mengajak ku ke festival pada siang hari?!" tanya Hishima balik
"Jika malam itu jam 8 malam sampai 10 malam , sedangkan besok kita berangkatnya harus pagi-pagi" jawab Shin
"Hah... ya sudah mau bagaimana lagi" ujar Hishima dengan pasrah
"Shin, apa kau sudah punya pacar?" tanya Hishima
"Belum, kenapa kau bertanya seperti itu?" jawab Shin sambil bertanya balik
"Ah tidak apa-apa sih,"
"Shin, apa yang kau lakukan jika memiliki benda yang bisa diri mu di dekati banyak wanita cantik?" tanya Hishima
Shin berhenti sejenak begitu pula Hishima
"Jika aku mempunyai itu, aku akan membuangnya, karena bagiku mempunyai banyak wanita bukan berarti mereka semua akan menyukaimu, di dunia ini kau hanya di perbolehkan memiliki satu wanita sebagai seseorang yang selalu dekat dengan mu dan mengerti semua perasaan mu" jawab Shin sambil melihat keatas kearah langit yang biru
"Jadi itu jawaban mu, jika aku memiliki itu aku akan nge-harem dengan mereka, hehehehe..." ujar Hishima sambil tertawa
"Hishima, kau ini seperti biasanya, mesum" kata Shin yang mengomentari perkataannya
Mereka lanjut berjalan, lalu berhenti berbicara. setelah 52 menit berlalu, mereka sampai ke tempat itu, banyak orang yang akan masuk ke pintu festival itu dan banyak mobil dan bus yang berparkiran disana
"Woah... hebat, tidak kusangka akan seramai ini" ujar Hishima yang terkagum-kagum
"Apa yang ku bilang, ini akan ramai, mau siang ataupun malam akan selalu ramai" kata Shin
"Yuk, kita masuk ke dalam" ajak Hishima
Mereka pun masuk kedalam festival sebelum memasukinya mereka harus membayar di tempat pembayaran yang berada di pintu masuk awal, karena memiliki tiket, mereka langsung masuk. di dalamnya, banyak orang-orang yang berjalan bersama keluarganya, dan ada yang sendiri, wahana bermainnya juga banyak dan rata-rata wahana itu memanfaatkan pohon yang tinggi disana
Mereka mencoba semua wahana dan makan makanan yang ada disana, mereka semua senang dan menikmati semua hiburan yang ada disana, saat mereka sedang berjalan, mereka berdua tidak sengaja melihat atraksi yang terdapat gorila hitam besar dan semua orang menatapi atraksi itu
__ADS_1
"Silahkan, silahkan semuanya, kalian dapat melihat atraksi hewan gorila yang jarang kalian lihat!" ujar Yama yang mempromosikan atraksinya
Izami menyela cerita Yama
"Yama, kenapa kau ada di sana juga? apa jangan-jangan kau mau mengacaukannya" kata Izami yang menyela cerita Yama
"Diam lah jangan menyela cerita ku" ujar Yama yang menegurnya
"Woah.. ayah, lihat gorila itu hebat sekali, dia bisa melempar bola sepak empat lalu melemparkannya secara berputar tanpa jatuh" ujar salah satu anak kecil kepada ayahnya dengan terkagum-kagum
"Shin, apa kau ingin melihatnya?" tanya Hishima
"Hmm... boleh" jawab Shin yang setuju
Mereka melihat atraksi itu, karena jauh dari mereka, Hishima mencoba mendekatinya dengan melalui kerumunan orang, Shin ingin menyusulnya tapi tidak bisa karena dia bingung dimana Hishima lewat
"Ya ampun dia ini..." ujar Shin yang kesal
Semua orang tertawa dan gembira melihat atraksi itu begitu juga Hishima yang terjebak dalam kerumunan orang, setelah beberapa menit mereka menyudahi atraksi itu dan semua orang pergi begitu juga Hishima, dia berjalan ke Shin
"Shin, tadi itu hebat banget" ujar Hishima yang terkagum-kagum
"Kau ini... kenapa kau malah menerobos ke kerumunan orang-orang itu?" tanya Shin dengan kesal
"Hehehe... maaf, karena begitu hebatnya aku jadi ingin melihatnya dengan dekat" kata Hishima dengan tertawa
"Baiklah, selanjutnya kita akan kem—
Tiba-tiba terdengar suara yang kencang dari tengah festival, suara laki-laki yang sepertinya sedang mengumumkan sesuatu. semua orang termasuk mereka terkumpul di sana
"Baiklah semuanya, kali ini kita akan mengadakan acara utamanya!" ujar pria yang memakai kacamata hitam dan memakai tuksedo sambil memegang mic lalu suaranya terdengar melalui speaker
Semua orang bersorak "Horeeee!!" kecuali Shin dan Hishima
"Acara utama? apa itu?" mereka berdua bertanya-tanya dengan kebingungan
"Baiklah, apa kalian sudah siap???!!?!"
"Iya!!" sorak semua orang
"Hei Shin, apa kau tau tentang ini?" tanya Hishima
"Tidak, aku tidak tau ada yang beginian" jawab Shin
"Hmmm.. apa kita nikmati saja meskipun tidak tau apa-apa?" tanya Hishima kepada Shin
"Boleh, kita hanya perlu mengikuti orang-orang jika tidak tau bukan" jawab Shin yang menyetujuinya
Mereka memutuskan untuk mengikuti acara utama itu meskipun tidak tau apa-apa
"Baiklah, Jika melihat keanehan, rahasiakan dan jangan ucapkan!" ujar laki-laki itu
Semua orang yang ada disana terdiam tanpa berbicara apapun, lalu ada suara getaran tanah terdengar semua orang namun tidak ada yang panik. Shin yang penasaran mencari tau asal suara tersebut, dia menengok kebelakang dan dari kejauhan dia melihat sebuah pohon tinggi yang bergerak,
"Hishima, lihat lah belakang mu itu, ada sebuah pohon tinggi yang berge–
"Cssttt..."
Saat Shin hendak memberitahu Hishima tentang itu, kepalanya terpenggal duluan sebelum memberitahunya. kepalanya terpenggal karena sebuah benang menyerang lehernya sampai kepalanya terputus, lalu mayatnya hilang. karena ada seperti yang memanggil Hishima, dia menengok kebelakang namun tidak ada siapa-siapa
*Hmmm.... perasaan ada yang memanggil ku, apa perasaan ku saja? ini aneh, ada yang memanggil ku tapi tidak ada orang dan sepertinya aku terlupa sesuatu, entah lah aku tidak akan mengucapkannya ke mulutku seperti peraturan orang itu* ujar Hishima dihatinya dengan merasa ada yang aneh tapi dia malah memendam rasa anehnya
Setelah lama diam, acara itu selesai dan semua orang segera pulang karena tidak sadar sudah jam 3 sore secepat itu, padahal hanya baru terasa beberapa menit saja, saat Hishima hendak meninggalkan tempat festival itu dia merasakan ada yang aneh
"Aneh, aku merasa jika aku datang kesini tidak sendirian tapi aku saat ini sedang sendirian, hmm..... entahlah seharusnya aku tidak memikirkan itu nanti bisa jadi beban pikiran lagi" ujar Hishima yang berusaha untuk tidak memikirkannya
"Dan cerita itu tamat" ujar Yama yang menyudahi ceritanya
"Hah? kenapa ceritanya hanya berakhir begitu saja?" tanya Zousei
"Nanti pertarungannya tidak di lakukan lagi dan juga ini hujan deras, nanti kalian demam" ujar Yama yang mengasihani mereka
"Lagipula kenapa kalian semua malah mendengarkan ceritanya? katanya tidak mau" lanjut kata Yama
"Cerita mu tadi sedikit menarik maka dari itu kami mendengarkannya sampai selesai" jawab Yukimura
"Kau masih memiliki hati seperti manusia ya Yama" ujar Kirisaki yang merasa terharu
"Jangan anggap aku begitu, aku hanya mengasihani kalian" kata Yama
"Yama, apa itu cerita yang kau buat-buat atau nyata?" tanya Izami
"Itu nyata (di novel ini) dan aku juga berada disana bersama Gorilla itu" jawab Yama
"Lalu bagaimana kau mendapatkan cerita itu dari sudut pandang orang yang asli mengalami itu?" tanya Izami lagi
"Ingatannya kembali berkat si pemilik kekuatan 'The rules' karena ingatannya yang kembali dia menceritakannya balik kepadanya lalu mencatatnya dan menyuruh ku untuk mengingatnya lalu menceritakannya kepada lawannya" jawab Yama
"The rules? siapa dia?" tanya Izami lagi dan lagi
"Suatu saat kalian akan mengetahuinya dan melawannya, dia sangat berbahaya untuk kalian yang sekarang" jawab Yama
"Ah, begitu. lalu bisa kah kau menjelaskan apa yang kau katakan pada saat sebelum bercerita" kata Izami
"Baik, akan ku jelaskan. di mulai dari alasan kenapa letak festivalnya disini, karena setelah di ketahui festival itu mendapatkan laporan bahwa banyaknya orang hilang dan di temukan nya anggota tubuh manusia yang terpisah dari tubuhnya, tempat itu tidak beroperasi lagi dan mulai di tinggalkan lalu di lupakan. dan suatu saat ada seorang roh yang menjadikan itu tempat para hantu dan roh jahat berada lalu dia memindahkannya kedalam hutan Aokigahara ini, aku dan adikku bersama Gorilla itu disuruh untuk menempati tempat itu" jawab Yama sambil menjelaskannya
"Kedua, alasan mengapa tiket itu bisa membuat borgol dan teleportasi adalah kekuatan 'The rules' itu, semua kata-katanya bisa menjadi peraturan yang mutlak dan tidak bisa dibantah" sambung kata Yama
*Buset, alasan keduanya sangat singkat* ujar Kirisaki dihatinya
"Baiklah waktu bercerita dan penjelasan sudah selesai, mari kita mulai pertarungannya" ujar Yama
__ADS_1
Bersambung.....
Author note: author ucapin selamat kepada kalian semua yang merayakan hari raya idul Fitri bagi Islam dan hari kenaikan Isa Al-Masih bagi Kristen. dan Katolik? maaf author tidak tau tentang agama Kristen dan Katolik jadi maklum, ini tidak ada maksud untuk menghina. karena hari ini adalah hari besar antara tiga agama, kalian yang berbeda agama harus selalu rukun dan tetap bersama meskipun berbeda agama, berbeda keyakinan. kita harus menjaga utuh kesatuan NKRI dan jangan lupakan semboyan negara kita yang berbunyi bhineka tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu jua. sekian terima kasih meskipun gak ada atau sepi yang baca, sekali lagi author ucapkan lagi selamat kepada kalian yang merayakan hari besar tersebut dan ini tidak ada maksud menghina ataupun membeda-bedakan