Evil Spirit Hunter

Evil Spirit Hunter
Chapter 24 Hampir kalah


__ADS_3

Di sisi Izami, karena mereka berdua penasaran, mereka pun menghampirinya dan saat berada tidak jauh di dekatnya, mereka terkejut karena roh itu berbadan kekar dan berotot dan juga tinggi, dan kelihatannya dia juga sedang menunggu seseorang. karena mereka belum ketahuan, mereka bersembunyi di balik pintu gerbong untuk menyusun rencana lagi. setelah selesai, mereka bersiap-siap untuk menjalankan rencana itu


Yon mengeluarkan tekniknya yaitu kabut di sekeliling roh itu, dia yang melihat kabut itu pun langsung berwaspada dan memasang kuda-kuda sambil melihat sekelilingnya. kabut itu tebal, sehingga dia tidak bisa melihat mereka


"Sial, kabut ini terlalu tebal, aku tidak bisa melihat dimana mereka. seandainya saja aku membawa tingkat bawah mungkin tidak akan jadi begini" ujar dirinya sambil melihat sekelilingnya


"Eh? ku kira kau bisa mencari kami walaupun berada di kabut setebal ini, sepertinya aku terlalu menilai dirimu terlalu tinggi" Yon bersuara dan mengejeknya di dalam tebalnya kabut itu


Roh itu kebingungan setelah mendengar suara itu, dia berpikir bahwa suara itu tidak jauh dari tempatnya berdiri. dia tetap waspada dan tidak lengah, Yon yang melihat itu dari tebalnya kabut pun meringis


"Sekarang!!" Yon memerintahkan Izami untuk menyerangnya sekarang dengan suara yang keras sehingga suara itu terdengar oleh roh itu


Izami berlari dan melompat keatas sambil memegang pedangnya dengan kedua tangan dengan pedangnya yang diselimuti api biru dari arah belakang roh itu, roh itu langsung menyadari hal tersebut dan berbalik badan, dia melihat Izami yang sedang memegang pedang untuk menyerangnya


*Sial!! aku tidak menyangka bahwa mereka akan menyerang ku dengan serangan dadakan, dia sudah bersiap diri* ujar dirinya sambil melihat Izami yang melompat kearahnya


...[Teknik api biru: Ayunan biru]...


Izami mengayunkan pedangnya dari samping sambil mengucapkan tekniknya dengan wajah yang sengit, pedang itu melukai bagian dada roh itu dan muncul api biru di dadanya sehingga tubuhnya pun roboh ke bawah. Izami mendarat dengan aman


"Ghak!!"


*Tubuhnya sangat keras, sampai-sampai itu tidak bisa di tebas ataupun di belah menjadi dua. pedang ku saja hampir patah* ujar Izami di hatinya sambil melihat pedangnya


"Wah, hebat, seperti yang ku harapkan dari adik Privaron Guard, kau sangatlah kuat ya" ujar Yon sambil memuji Izami dengan tepuk tangan


"Tidak, ini biasa saja, ini hanya tingkat menengah bukanlah tingkat tinggi" ujar Izami


"Benar, dan juga ini masih belum berakhir Lo.."


"Apa maksudmu Yon?"


"Drrgghh!"


Roh itu beregenerasi dan bangun lagi, lalu membalas mereka dengan tinjuannya ke bawah. Izami terkejut akan hal itu sementara Yon masih saja santai dan tidak terkejut. Izami melompat ke belakang sedangkan Yon ke depan, roh itu memandang mereka dengan wajah benci


*Sial, aku lupa jika jantungnya belum musnah maka dia belum mati, bodohnya aku!* keluh Izami di hatinya dengan merasa bersalah


Roh itu mengulurkan kedua tangannya ke arah mereka dan tangannya berubah seperti mencengkeram kuat, mereka terkejut dan sebuah tentakel hitam muncul dari bawah tempat mereka berdiri dan tentakel itu menangkap mereka


*Tentakel?! apa ini kekuatannya? jika iya, maka ini akan menjadi sulit sekali, dia pun menangkap Yon ya, aku harus cepat membebaskan diri* ujar Izami saat di tangkap tentakel itu


Izami berusaha membebaskan dirinya dari tentakel itu, namun tangan roh itu tetap mencengkeram kuat namun dia cengkram kuat lagi, tentakel itu pun bereaksi langsung pada tangannya dan tentakel itu mengikat erat mereka


*Sial!! tentakel ini mengikat kami berdua dengan sangat erat, dia pasti tidak ingin lawannya terbebas* ujar Izami dihatinya saat dirinya sedang di cengkram erat oleh tentakel

__ADS_1


"Kalian tidak bisa kemana-mana, dengan begini kalian kalah." ujar roh itu sambil memandangi mereka berdua yang terikat oleh tentakelnya


"Ahahaha..." Yon tertawa terbahak-bahak sambil terikat


"Apa yang lucu?" tanya roh itu sambil menghadap ke arah Yon


"Kau ini lucu sekali ya, kami tidak lah kalah, tapi kau lah yang kalah." ujar Yon sambil membuka kedua matanya


"Ha?" tanya roh itu dengan kebingungan


Mereka berdua langsung hilang dari sana, dan yang tadi tentakel itu tangkap hanyalah sebuah kabut berbentuk manusia dan area sekitarnya menjadi berkabut tebal lagi


*Apa?! tadi itu hanyalah kabut saja?! ini tidak mungkin! apa mereka sudah merencanakan ini dari awal?!* ujar roh itu di hatinya sambil bertanya-tanya


"Kau ini tidak waspada ya, padahal kami ini hanyalah pemburu biasa, bukanlah seorang kapten. jika kau tidak waspada atau tidak memperhatikan gerak-gerik musuh mu maka kau akan kalah" ujar suara Yon dari kabut tebal itu


Sebuah bayangan muncul dari belakang tubuh roh itu tanpa dirinya sadari, bayangan itu langsung meninju tubuhnya dengan kedua tangannya. setelah di tinju, roh itupun sadar dan berbalik badan namun bayangan itu menghilang


*Apa itu tadi? aku merasa bahwa ada yang memukul lalu ada bayangan di belakang tepat tubuhku terpukul, apa jangan-jangan ini ulah bayangan itu?* ujar roh itu di hatinya


Bayangan itu terus bermunculan dan itu berwujud manusia, dia selalu terbingung kan dengan itu. roh itu mengira bahwa salah satu dari bayangan itu adalah mereka. dia mengeluarkan tentakelnya dan langsung menghajar bayangan itu dengan tentakelnya, namun tidak ada satupun dari mereka di bayangan itu. setelah dia lengah, Izami langsung datang dari arah belakang roh itu sambil berlari cepat dengan menggenggam pedangnya yang diselimuti api biru dan dia langsung menebas bagian belakang tubuhnya


"Ghak!!!"


*Dia....... bisa menahan tanganku?! tangan kecilnya itu bisa menahan tanganku yang besar ini? jangan bercanda!* ujar dirinya dihatinya dengan kesal


"Oi, ada apa? kau tercengang dengan ini? padahal ini hal biasa Lo, tapi kau malah tercengang ya. kau ini melawan dirimu sendiri Lo jadi pantas saja aku bisa menahannya" ujar Yon sambil mengatakan itu kepada roh itu


"Apa yang kau maksud?"


...[Teknik kabut: tipu muslihat kabut]...


Yon yang menahan tangannya berubah menjadi wujud roh itu sendiri, dia melihat bahwa dirinya sedang bertarung dengan dirinya sendiri di dalam tebalnya kabut itu. karena dia kesal, dia pun memukulinya dan dia langsung membalas pukulan roh itu, itu terus berlanjut sampai roh itu kewalahan sedangkan dirinya yang lain tidak kewalahan


"Hah... hah... kenapa kau sama seperti diriku?!" tanya roh itu sambil terjatuh kewalahan


"Tentu saja, saat ini kau sedang bertarung dengan dirimu sendiri jadi pantas saja jika kekuatan kita sama." jawab dirinya yang lain


"Jika kita sama, mengapa kau tidak kewalahan? seharusnya stamina kita sama, dan saat bertarung melawan mu seharusnya kita menggunakan semua stamina yang ada untuk bertarung." ujar roh itu


"Karena kita sama bukan berarti kita sama dalam hal fisik, stamina, tenaga dan kekuatan" jawab dirinya yang lain


"Siapa namamu?" tanya roh itu


"Huh?" tanya balik dirinya yang lain

__ADS_1


"Ku bilang siapa namamu?"


"Nama? bukannya kita sama namanya?"


"Jika sama, maka buktikanlah siapa nama mu"


"Emmm..."


"Sudah kuduga kau ini bukanlah diri ku, melainkan seorang bayangan." ujar roh itu


Roh itu mendekati ke dirinya yang lain lalu mengeluarkan tentakel dan menusuknya menggunakan tentakel itu, dirinya yang lain pun menghilang setelah di tusuk. Yon yang melihat itu pun terkejut


*Tidak kusangka dia akan cepat menyadari itu, sepertinya teknik ku ini masih belum cukup* ujar Yon di hatinya sambil terkejut melihat itu


Dengan cepat, roh itu mengetahui keberadaan mereka bersembunyi di tebalnya kabut itu dia langsung memukul tempat dimana mereka berdiri, mereka berdua terkejut dengan hal itu. mereka menjauh dari sana, dan roh itu mengeluarkan tentakelnya dan terpental keatas kebawah seperti zig-zag kabut pun hilang. Izami dan Yon berdiri ditempat yang sama, Izami hampir terkena tentakelnya itu namun dia berhasil menghindar


Roh itu mendatangi mereka dengan sangat cepat


*D....Dia ini....cepat!!!!!* ujar mereka berdua sambil terkejut melihat roh itu datang dengan cepat secara tiba-tiba


"Jdhurr..."


"Ghakkkkk!!!"


Mereka di pukul oleh satu tangan roh itu dan mereka pun terpental dari kursi penumpang sampai pintu gerbong hancur. mereka terjatuh dan terluka berdarah dan muntah darah


"Sial!! dia lebih kuat dari dugaan kita Yon!!" ujar Izami sambil mencoba bangun


"Kita tidak meremehkannya dan juga kita sudah waspada tapi,,, kekuatannya jauh lebih kuat dari dugaan kita!!" jawab Yon sambil mencoba bangun


Mereka mengelap mulutnya yang berdarah itu dengan tangannya masing-masing, mereka mencoba berdiri dan saat berdiri mereka tertangkap oleh tentakel hitam itu dan mereka di hantam kan kebagian tembok pintu gerbong dengan keras dua kali, dan mereka terluka lagi dan muntah darah lagi


"Sial!!!... tidak kusangka dia akan sekuat ini, ini melebihi dugaan kita" kata Yon sambil dirinya terikat oleh tentakel dan kesal


"Dia ini... semacam monster saja" ujar Izami sambil mengatakan roh itu monster


"Kita ini adalah veteran, kita tidak boleh membiarkan para pemula menertawakan kita karena kalah melawan roh tingkat menengah yang kuat saja, maka dari itu kita harus menang apapun yang terjadi." ujar Yon sambil menyemangati dirinya


"Ya kau benar, kita tidak boleh kalah hanya dengan melawan tingkat menengah saja" jawab Izami dengan penuh semangat


Mereka bersemangat lagi dan membebaskan diri dari tentakel yang mengikatnya, walaupun sudah terluka parah dan muntah darah, mereka masih tetap bersemangat untuk melanjutkan pertarungan. di saat yang sama, roh itu datang ke tempat mereka berada dan bersiap-siap untuk menyerang


Mereka berdua yang melihat itu langsung memasang raut wajah yang berbeda-beda, Yon memasang raut wajah tidak tersenyum dengan matanya yang terbuka dan menyimpan rasa semangat. sementara Izami memasang raut wajah yang tersenyum lebar seperti dirinya sedang tergila-gila dan menyimpan rasa semangat sambil memegang pedangnya


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2