
Di saat sebelum Yamazaki mengeluarkan para Golem tanah, di alam bawah sadar Izami. Izami saat itu dirinya sedang tertidur di gelapnya tempat itu, lalu dia membuka kedua matanya
"Hah! di-dimana aku?, ini.... kenapa gelap sekali?"
"Kau berada di alam bawah sadar mu untuk kedua kalinya, Izami" terdengar sebuah suara di tempat itu
"Siapa kau?"
"Ya ampun, padahal hanya tidak bertemu satu tahun saja kau sudah lupa tentangku" jawab suara itu sambil memperlihatkan wujudnya
Suara itu memperlihatkan wujudnya, semua tubuhnya diselimuti oleh api biru dan rambutnya yang acak-acakan. Izami yang melihat itu terkejut
"Oh, rupanya kau, Ifrit. lalu kenapa kau membawaku kesini lagi?"
"Aku akan meminjami mu 25% dari kekuatan terakhir ku, saat sebelum kau melakukan pertukaran jiwa, aku hanya meminjami mu 5% dari kekuatan saja. lalu saat melakukan pertukaran jiwa, aku menggunakan 40% dari kekuatan ku lagi. jadi ini adalah 25% terakhir dari kekuatan ku, kau harus menggunakan ini secara baik-baik setelah itu tubuhmu akan tertidur selama tiga hari. jadi gunakan ini baik-baik! walaupun hanya sedikit itu bisa saja melukai roh inti" jawab Ifrit sambil menawarkan kekuatannya
*Di pinjami dan menguasai itu berbeda, jika di pinjami berarti roh berkekuatan meminjami mu kekuatannya sedangkan menguasai yang berarti kau bisa menguasai kekuatan dari roh berkekuatan. jadi singkatnya aku belum menguasai kekuatan roh ku? tidak-tidak, seharusnya aku bisa menguasainya tidak mungkin selama 3 tahun ini aku tidak bisa menguasai kekuatan roh ku. ku tanyakan saja deh* pikir Izami di kepalanya
"Hei, Ifrit. apa kau tau aku sudah menguasai berapa persen dari kekuatan mu?"
"Hanya 30% saja"
*Eh?! jadi, selama aku bekerja di organisasi ini aku hanya menguasai 30% dari kekuatannya saja?! aku kira aku sudah menguasai 50% dari kekuatannya, ternyata selama ini aku hanya dipinjami olehnya* ujar Izami dihatinya
"Bagaimana, apa kau mau?"
"Tentu saja, tidak mungkin aku akan tiduran saat dalam keadaan genting" jawab Izami
"Baiklah, setelah kau bangun, sekeliling tubuh mu akan mengeluarkan sebuah aura api biru"
"Ah, baiklah"
Kembali disaat para Golem bermunculan, mereka semua sedang dalam keadaan terdesak
"Cih, Golem-Golem ini tidak ada habisnya!" ujar Zousei dengan kesal
"Oi, kapten. kau bisa menggunakan kekuatan mu untuk menghabisi mereka bukan?" tanya Kirisaki
"Tidak bisa"
"Ha?"
"Mereka setelah hancur akan kembali utuh lagi, jika aku menggunakan kekuatan ku seperti itu maka sama saja kau membuang-buang kekuatan. untuk apa kau menggunakan kekuatan mu jika mereka bisa utuh kembali?" jawabnya sambil menanyakan balik kek Kirisaki
"Oh iya juga ya"
Para Golem itu berjalan menuju kearah mereka dalam jumlah yang banyak. mereka pun menjadi terdesak lagi. disaat yang bersamaan, Izami terbangun dan mencoba berdiri. dirinya terkejut karena sekelilingnya di kelilingi oleh Golem
*Ini kan..... Golem dan bentuknya pun seperti manusia tapi ini jumlahnya banyak. dan.... ah! kapten dan lainnya pun terdesak dan Yon... terbang? sepertinya aku harus menolong mereka, para Golem ini tidak menyadari aku kan ya?* ujar Izami dihatinya
...[Teknik api biru: pedang api biru]...
...[Teknik pedang api biru: Putaran kebiruan]...
Izami memutarkan tubuhnya sambil memegang pedangnya yang mengeluarkan api biru kearah Golem itu lalu Golem itu musnah. para Golem yang lain menoleh kebelakang dan melihat Izami memusnahkan Golem lain dia langsung diincar oleh mereka,
Izami langsung melakukan hal itu lagi lalu menebas mereka satu-persatu dengan pedangnya namun Golem itu kembali utuh
*Oh, aku lupa jika Golem yang satu ini bisa menjadi utuh kembali. jadi aku harus mencari sang pencipta* ujar dirinya dihatinya
Izami terus menebas para Golem dengan wajah yang memancarkan kebencian, dia terus dan terus menebas mereka tanpa pandang bulu
...[Teknik api biru: Tusukan api biru]...
Izami menghentakkan kaki kanannya dengan keras sehingga menimbulkan getaran lalu memejamkan kedua matanya dan langsung menusukkan pedangnya ke tubuh satu Golem dengan kencang. Golem itu pun lenyap dan Golem yang berada dibelakangnya pun ikut lenyap sehingga membuat jalan lurus
Kirisaki yang melihat sebuah api biru dari celah sekumpulan Golem itu terkejut
"Kapten, Zousei, aku sepertinya melihat sebuah api biru"
"Apa katamu?"
"Aku melihatnya dari celah sekumpulan Golem itu, kemungkinan Izami-san berada disana!" usul Kirisaki
"Zousei, apa kau melihatnya?" tanya kapten
Saat Zousei ditanyai, dia melihat api biru dari celah sekumpulan Golem
"Ya, aku melihatnya" jawabnya sambil melihat celah sekumpulan Golem
"Jika kalian melihatnya, dimana arahnya?"
"Ah, kapten tinggal lurus kedepan saja" jawab Kirisaki
"Oh baiklah"
Mereka berjalan lurus kedepan sambil kapten membukakan jalannya dengan menyingkirkan para Golem. mereka pun menemukan Izami yang sedang menghabisi para Golem sambil berjalan maju
"Izami-san!" seru Kirisaki
Izami menoleh kebelakang, dia melihat Kirisaki dan lainnya
"Oh Kirisaki!"
Izami pun berhenti dan mereka menghampirinya
"Tubuhmu sudah bisa bergerak?" tanya kapten
"Sudah, ini berkat roh kekuatan ku, dia meminjamkan kekuatan terakhirnya untukku dan seketika tubuh ku menjadi berenergi" jawabnya
Disaat mereka berbicara, para Golem memukul mereka dengan kepalan tangan batunya
"Aduh-duh, walaupun hanya Golem tapi sakit juga ya" ujar Kirisaki sambil kesakitan
"Maka dari itu kita harus cepat-cepat mencari sang penciptanya!" kata Izami sambil menebas para Golem yang mendekatinya
Mereka menyerang para Golem yang mendekatinya terus menerus lalu berjalan sambil membuat jalan. di tengah jalan Kirisaki mengangkat tangan kanannya yang bercahaya keatas lalu cahaya itu semakin membesar, Kirisaki pun langsung mengayunkannya kebawah dan mengenai para Golem sampai ke barisan belakangnya. sehingga sebuah jalan terbuka karena Kirisaki, mereka langsung cepat-cepat berjalan. Kirisaki dan Izami terus menerus membukakan jalan bagi mereka secara bergantian dan para Golem pun mengejar mereka,
"Izami-san, apa kau tidak merasa area ini menjadi lebih luas?" tanya Kirisaki
"Tidak"
*Gerakan para Golem itu lambat, walaupun lambat tapi serangannya itu sakit apalagi jumlahnya banyak begini. meskipun lambat, tapi mereka ada banyak dan bisa utuh kembali itulah yang membuat istimewanya Golem* ujar Izami dihatinya sambil menengok kebelakang
*Hmm? apa perasaan ku saja? tapi sepertinya area ini tampak lebih luas daripada yang sebelumnya. bahkan ini lebih luas lagi, karena luasnya area ini para Golem pun gampang mengejar kami* ujar Kirisaki dihatinya
"Semuanya, berhenti dulu" suruh kapten untuk berhenti
"Apa kalian sadar jika area ini lebih luas daripada sebelumnya?" tanyanya
"Emm... tidak" jawab Zousei dan Izami sambil melihat sekelilingnya
"Aku tidak tau ini benar atau tidak, tapi area ini lebih luas daripada sebelumnya" ujar Kirisaki
"Oh Kirisaki, kau menyadarinya juga ya"
"Ya, setelah kita berjalan terus dan terus hingga di kejar para Golem area ini sedikit berbeda, dan juga para Golem berjalan dengan rapi tidak berdempet-dempet seperti tadi" ujar Kirisaki
"Memang benar sih, aku juga melihat para Golem itu berjalan dengan rapi seperti membentuk sebuah barisan" kata kapten
"Oh ya kapten, dimana Yon?" tanya Izami
"Oh ku terbangkan dia, dan kita..... meninggalkannya" jawab kapten
"Di area luas seperti ini dia sangat berguna, dengan kabutnya yang menutupi area ini membuat kita mudah untuk berjalan dan dapat membingungkan para Golem" usul Izami
Izami dan kapten pun mengobrol saat berhenti, Zousei dan Kirisaki hanya melihat mereka. lalu Kirisaki melihat para Golem berjalan kearah depan mereka, para Golem itu bertumpuk-tumpukan menjulang tinggi keatas hingga membentuk sebuah manusia dari kejauhan,
...[Pelepasan batas: patung Buddha Tian Tan batu]...
Kirisaki yang melihat itu langsung memberitahukan kepada yang lainnya
"Oi, semuanya!"
"Hmmm? ada apa Kirisaki?" tanya Izami
"Lihatlah depan kalian!"
"Ha? emangnya ada apa di depan........ kita......???? woi apa-apaan itu?! para Golem bertumpuk-tumpukan? yang benar saja!" ujar Izami dengan terkejut
__ADS_1
"Para Golem itu bertumpuk-tumpukan untuk menjadi satu, dan mereka hampir membentuk sebuah manusia" ujar Zousei sambil melihat itu
*Aku yakin ini adalah pelepasan batas miliknya, jadi dia menggunakan para Golem untuk bertumpuk-tumpukan dan menjadi satu lalu membentuk suatu makhluk, tidak ini bukan makhluk, mereka bertumpuk-tumpukan bukan untuk menjadi raksasa, tapi.... jika dilihat dari bentuknya ini seperti manusia yang sedang bertapa. bentuk ini..... seperti menyerupai patung* pikir kapten dihatinya sambil memegang dagunya dan melihat keatas
"Oi, apa tidak ada yang bisa kita lakukan kapten?" tanya Kirisaki
"Akan ku coba untuk mengganggu mereka" ujar kapten
Kapten membawa salah satu Golem sambil melayangkannya dan merubah bentuk Golem itu menjadi sesuatu
..."Teknik Gravitasi: Pembentukan, Tombak besar"...
Kapten membentuk Golem itu menjadi sebuah tombak yang besar lalu dia melemparkannya ke Golem yang sedang bertumpuk-tumpukan. tombak itu mengenai mereka dan mereka hancur, namun menjadi utuh kembali dan langsung bersatu dengan yang lainnya
"Sial, sepertinya percuma saja" ujar kapten dengan kesal
"Kapten, aku terpikir sesuatu tentang apa yang mereka akan bentuk" ujar Kirisaki
"Apa yang kau pikirkan Kirisaki?" tanya kapten sambil yang lainnya menghadap ke Kirisaki
"Dari bentuk kakinya yang bersila, dan tangannya. ini seperti sebuah patung Buddha Tian Tan, aku pernah melihatnya secara tidak sengaja di internet" jawab Kirisaki
"Hmmm... jadi begitu ya, patung Buddha yang terkenal pantas saja aku pernah melihatnya. hah????..... apa??? tidak mungkin!!! patungnya sudah selesai?!" ujar kapten sambil menengok kebelakang dan terkejut
Mereka yang mendengar itu langsung melihatnya dan benar, patung itu sudah selesai dibentuk
*Yang di dunia nyata saja sudah besar, apalagi yang ada disini. ini lebih besar dari yang di dunia nyata!!* kata Kirisaki dihatinya
Mereka semua terpukau dengan patung itu hingga terdiam, tidak lama kemudian, Yamazaki pun muncul dari depan patung itu
"Ah, tidak kusangka, aku bisa membuat patung Buddha sebesar ini. lebih besar dari yang ada di dunia nyata!! dan juga terbuat dari semua kekuatan ku!!! ku kira pelepasan batas ku hanya membuatnya menjadi lebih kecil dari yang ada di dunia nyata" kata Yamazaki sambil melihat kebelakang dan keseluruhan patung itu dengan terkagum-kagum
Kapten yang melihatnya langsung menghampiri dia
"Apa ini pelepasan batas milikmu, roh inti Yamazaki?" tanya kapten
Lalu dia berbalik dan menjawabnya
"Iya, ini adalah pelepasan batas milikku. indah bukan? aku bisa membuat patung ini lebih besar dari yang ada di dunia nyata!!" jawabnya
*Sudah kuduga, jika saja patung ini menyerang kami dan kami terkena, maka kami akan mati. bentuknya yang besar begitu juga tangannya* kata kapten dihatinya
"Nah, sekarang akan ku buktikan jika akulah yang lebih kuat daripada kau, kapten" ujar Yamazaki dengan wajah yang sombong
...[Hantaman telapak tangan Buddha]...
"!!!!!!"
"Jdhur...."
Patung itu menggerakkan tangan kanannya dan menghantamkannya kearah Kitsurugi yang sedang berdiri dengan keras sehingga menimbulkan angin kencang. Kitsurugi yang mengetahuinya langsung menjauh darinya sebelum terkena
"Oi, oi, apa-apaan itu?! dia mengendalikan patung itu?! sekali kena serangannya saja mungkin kau akan mati" ujar kapten dengan terkejut
Mereka bertiga yang melihat itu langsung tercengang dan tubuhnya bergetar
"Walaupun cukup jauh dari kita, namun anginnya berhembus kencang sampai sini" kata Izami sambil tercengang
"Sekali terkena serangannya kita mungkin akan mati bersama" ujar Kirisaki sambil tercengang
"Aku ingin bertarung dengannya, tapi aku kebodohan ku itu memiliki batas" ujar Zousei
"Hei Kirisaki, apa kau memiliki rencana untuk mengalahkannya?" tanya Izami
"Tidak ada, tapi kita harus menghancurkannya sebelum dia membunuh kita, tapi patung itu terbuat dari sekumpulan Golem yang menjadi satu. jika di hancurkan maka akan utuh kembali, jadi kita harus menyerang roh inti dulu karena dialah yang membuatnya" jawabnya
"Tapi Yamazaki berada didekat patung itu, jika saja ada Yon disini, maka kabutnya akan berguna untuk membuat kita tidak terlihat dalam kabut" ujar Izami
"Ya ampun, teganya kalian meninggalkan aku"
Yon datang dari belakang mereka
"Yon! apa kau baik-baik saja?" tanya Izami
"Ya, tenaga dan kekuatan ku sudah terisi penuh sejak aku diterbangkan. kalian membutuhkan bantuan ku bukan?" jawabnya sambil bertanya balik
"Wah, hebat sekali. patung Buddha sebesar ini dapat di buat olehnya, sungguh luar biasa" ujar Yon dengan mata yang berkilauan terkagum-kagum
"Oi, Yon!!" Izami menepuk bahunya Yon
"Apa kau bisa menggunakan kekuatan kabut mu untuk membantu kami?" tanya Izami
"Tentu saja, kita adalah rekan satu tim bukan?"
"Iya, kau benar juga"
...[Perluasan teknik: Medan kabut tebal]...
Sebuah kabut tebal menutupi area itu dan yang terlihat hanyalah patung itu saja
"Kabut apa ini?! kabut ini tebal sekali!!" keluh Yamazaki
"Swooshhh..."
"!!!!"
Sebuah api biru datang dari depan matanya Yamazaki, dia pun dengan cepat langsung menghindar
*Api biru? apa mereka menyerang ku secara diam-diam? tapi bagaimana? di dalam tebalnya kabut ini*
"!!!!!"
Sebuah cahaya menyerang Yamazaki yang sedang kebingungan dari sampingnya
*Tch, sepertinya aku harus membebaskannya*
"Kau sekarang boleh bergerak bebas, Buddha!!"
"!!!!"
"Jdhurr..."
Patung itu bergerak dengan sendirinya dan perlahan-lahan berdiri, sekali dia melangkahkan kakinya angin kencang pun muncul dan membuat kabut itu sedikit demi sedikit menghilang. mereka berempat yang melihat itu terkejut dan langsung waspada
"Oi, kau bercanda kan?! tidak mungkin patungnya bisa berjalan sendiri!!" ujar Izami
"Cih, sekarang ini menjadi semakin gila saja, bukannya menyenangkan" ujar Zousei
*Aku tidak menyangka jika patungnya akan bisa bergerak dengan sendirinya, sekali dia melangkahkan kakinya angin kencang pun muncul dan membuat kabut ini hilang. apalagi jika terkena maka akan mati* ujar Kirisaki dihatinya
Patung itu terus melangkah maju kedepan dan mencari mereka dan kabut pun menghilang. disaat kabut hilang, dia melihat mereka berempat dan langsung berjalan menuju kesana,
...[Teknik Gravitasi: tendangan gravitasi]...
"Drrrughhh...."
Kapten hendak menendang patung itu dengan kaki kanannya dengan keras dari arah samping kanan kepalanya. patung itu pun menahan tendangan kaki kapten disaat yang bersamaan dengan tangan kirinya
*Apa?! tidak bisa?!*
"Hmmph"
Patung itu menyentil dahi kapten dengan keras dan kapten pun terpental hingga menghantam tembok gerbong
"Ghakkk!!"
*Apa?! kapten saja bahkan tidak mampu?!* ujar Izami dihatinya sambil terkejut
"Izami-san, menurut mu patung Buddha itu akan berada ditingkat berapa?" tanya Kirisaki
"Tinggi, tingkat tinggi. meskipun dia bukan roh, tapi dia setara dengan tingkat tinggi, kekuatan fisiknya yang kuat dan juga badannya yang besar dan tinggi" jawab Izami
"Kabut ku tidak berguna untuk membantu kalian, karena patung itu kabut ku pun jadi bisa dihilangkan hanya dengan melangkahkan kaki" ujar Yon
"Yon, kau bisa menggunakan teknik tipu muslihat kabut mu itu kan? jika bisa gunakan lah untuk meniru dirinya" ujar Izami
"Tidak bisa"
"Hah?! kenapa?!" tanya Izami balik
__ADS_1
"Kekuatan ku yang saat ini belum cukup sepadan dengannya, untuk menggunakan teknik tersebut kekuatan ku harus sepadan atau lebih besar darinya. dan kekuatan ku yang sekarang tidak sepadan, kekuatannya lebih besar dariku" jawab Yon
"Sialan!! kita tidak bisa melakukan apa-apa sekarang!!" ujar Izami dengan kesal
Patung itu menatap mereka dengan wajah yang ingin membunuh, mereka yang melihatnya langsung ketakutan, patung itu berjalan kearah mereka dengan perlahan
"Akhhh sialan!!! aku punya rencana sih, tapu tidak tau ini akan berhasil atau tidak. yang pastinya ayo kita coba dulu!!" ujar Izami
"Jadi begini rencananya, Aku dan Zousei akan berjalan berlari dari kakinya hingga sampai ke kepalanya, saat dia menyadari kami berdua pastinya dia akan menghentakkan kedua kakinya dengan keras secara bergantian agar kita terjatuh dan pada saat kami berada di kepalanya kami berdua akan menyerang matanya, aku mata kanan Zousei mata kiri. pada saat itu, Yon kau gunakan teknik tipu muslihat kabut mu itu pada Kirisaki seperti menyalin tubuhnya dan Kirisaki, kau gunakan kedua tanganmu itu menjadi cahaya yang besar seperti tadi jika kau melakukan seperti itu maka tubuh tipuan mu juga akan begitu, setelah itu kau langsung belah perutnya menjadi dua. kau pasti bisa kan?" usul Izami sambil menjelaskannya
"Ya, akan ku usahakan" jawabnya
"Baiklah, seperti itu rencananya. aku tidak tau ini akan berhasil atau tidak" kata Izami
"Tapi bagaimana caranya kita akan berlarian sampai ke kepalanya? bukankah secara alami kita akan terjatuh karena gravitasi?" tanya Zousei
"Kau tau kan, kita punya kapten yang bisa mengendalikan gravitasi bumi"
"Memangnya dia tau rencana kita?"
"Tentu saja, benar bukan kapten?!!!?!!" jawab Izami sambil berteriak ke kapten
Kapten yang mendengar itu pun langsung menjawab
"Iya!!!!!!" jawabnya dengan suara yang keras sambil mencoba bergerak setelah terkena hantaman
"Tuh kan apa ku bilang" ujar Izami
*Lah?! emangnya dia bisa telepati apa?!* tanya Kirisaki dihatinya dengan terkejut
"Cepatlah bersiap-siap, Kirisaki, aku mengandalkan mu" ujar Izami
"Iya, tapi sebentar, bagaimana cara melenyapkannya?"
"Kita hanya perlu melakukan itu terus-menerus walaupun dia akan utuh kembali, bukan melenyapkannya. jika melenyapkannya serahkan kepada kapten saja"
"Oh okelah"
Patung itu hampir mendekati mereka, Izami dan Zousei pun langsung berlari kearah kakinya lalu langsung menuju kepalanya dengan cepat sambil gravitasinya diringankan oleh kapten. patung itu pun menyadarinya dan langsung menghentakkan kedua kakinya dengan keras secara bergantian, mereka berdua hampir jatuh namun kembali lagi berlari, setelah sampai di kepalanya mereka langsung menusuk matanya seperti yang direncanakan. patung itu pun menghentakkan kedua kakinya lagi dengan keras secara bergantian dan lantai kereta pun bergetar,
Getaran itu membuat Kirisaki terhempas keatas dan langsung merentangkan kedua tangannya sambil jari-jarinya dirapatkan, Kirisaki mengambil napas dalam-dalam lalu mengucapkan tekniknya,
..."TWO HAND LIGHT!!!"...
...[Teknik kabut: tipu muslihat kabut]...
Kirisaki menjadi tiga karena teknik Yon dan gerakannya pun sama dengan tubuh yang aslinya. Kirisaki dan dirinya yang lain dengan wajah yang benci langsung membelah perutnya menjadi dua dengan tangan bercahayanya itu secara bersamaan dan berhasil. semua yang mereka serang pun menjadi utuh kembali namun mereka serang lagi dan utuh lagi, mereka melakukan itu terus dan terus
Kapten yang melihat mereka sedang melakukan itu langsung berdiri dan berjalan kearah Yamazaki sambil tangan kirinya memegangi tubuhnya yang sakit dan sambil membentukkan batu yang dia ubah menjadi tombak menjadi pedang raksasa yang besar, Yamazaki yang melihat itu langsung berwaspada
*Sialan, apa dia akan membunuhku?! aku harus waspada dan tidak lengah, akan ku gunakan palu ku..... tidak, aku yang sekarang ini tidak bisa menggunakannya karena semua kekuatan ku sudah ku seluruh kan untuk membuat patung itu, sialan!! apa aku akan mati disini?!!* ujar Yamazaki dihatinya dengan kesal
"Kau kalah, Yamazaki" ucap kapten sambil membawa pedang itu di hadapannya
"Apa?!"
"Sekarang, matilah!!!"
"Jreshhhh...."
Kapten melemparkan pedang itu ke jantungnya dan tubuhnya pun ikut terkena dan terbelah menjadi dua beserta jantungnya
"Hah.... hah.... hah...." nafas Kitsurugi yang terengah-engah
Yamazaki perlahan menjadi partikel kecil-kecil dan juga patung itu pun hancur. mereka berempat kelelahan setelah melakukan itu dan mereka langsung menuju ke Yamazaki
"Kau kalah, Yamazaki!" ujar Izami
"Hah... hah... kau... kalah brengsek!!" ujar Zousei
"Sekarang bisa kau beritahukan dimana anak yang bernama Kentaro Misaki itu? dan juga nama orang yang telah membebaskan mu" kata Kirisaki sambil menanyainya
Yamazaki yang perlahan menjadi partikel kecil-kecil pun menjawabnya
"Anak yang bernama Kentaro Misaki itu sudah berada ditangan orang itu dan nama orang itu adalah Ka– Ghakkk!!!"
"Oi, ada apa dengan mu? cepat beritahukan kami!" ujar kapten
"Jika kau memberitahukannya maka aku akan langsung menghilang"
"Bukankah itu bagus?"
"Cih, manusia sialan"
"Apa maksudmu dengan Kentaro Misaki berada ditangan orang itu?" tanya Kirisaki
"Maksud ku adalah, Kentaro Misaki, dia sudah menjadi miliknya" jawabnya
"Apa katamu?!?!"
"Drrrughhh...."
Tempat itu hampir roboh dan semua yang ada disana berjatuhan
"Oi, Kirisaki. cepat selesaikan pembicaraan mu itu, jika tidak maka kita akan mati disini. mati kejatuhan atap gerbong kereta!" ujar Izami
"Sebentar, cepat beritahukan!!"
"Sudah ku bilang dia sudah menjadi miliknya"
"Cih!!! sialan kau!!!" ujar Kirisaki dengan emosi
"Ya ampun dasar tukang lambat" kata Kapten
Kapten menyeret Kirisaki untuk keluar dari sana begitu pula mereka, setelah semuanya keluar dari sana, ada seseorang yang datang menghampiri Yamazaki
"Yamazaki, kau itu adalah yang terlemah diantara semuanya, namun kau sudah bekerja keras jadi aku hargai usahamu itu" ujar seseorang itu dengan nada tenang
"Yah aku tidak peduli jika aku lemah" jawabnya
Seseorang itu langsung pergi meninggalkan Yamazaki
3 hari kemudian setelah mereka berhasil mengalahkan roh inti kereta, kehidupan berjalan seperti biasa lagi. orang-orang yang naik kereta pun tidak takut akan hal itu lagi
Di markas, Kirisaki kembali ke markas saat akan menjelang siang karena rekan-rekannya berada disana, dia berjalan untuk menemui kapten
"Ah, kapten!!" seru Kirisaki sambil berlari kearahnya
"Ada apa?" tanyanya
"Ahahaha.. aku tidak sengaja memenangkan lotre dan dapat tiket ke festival hutan pohon tinggi" jawabnya
"Ha? kau memenangkan lotre? dan kau dapat tiket festival? apa-apaan itu? kau tidak dapat hadiah yang lebih berguna apa?" tanyanya balik
"Karena ini salah satu dari hadiah utamanya dan aku mendapatkan tiket festival ini" ujar Kirisaki
"Jadi kau mau mengajak ku?"
"Tentu saja, sama anggota lain juga kok" jawabnya
"Aku tidak ikut"
"Eh?! kenapa?"
"Palingan hanya tiket festival saja kan?"
"Iya, tapi katanya harga asli untuk masuk festival ini adalah 1.500 Yen (198.000 rupiah)
untuk satu orang saja, sedangkan tiket ini bisa 4-6 orang" jawabnya
"Tidak, pokoknya aku tidak ikut"
"Ya sudah lah" kata Kirisaki dengan putus asa
...ARC 1\= INFINITE TRAIN...
...TAMAT...
Bersambung.....
__ADS_1