
♦️
Disaat mereka bertiga berpisah
"Kapten…!! Zousei…!! kalian berdua ada dimana?!" tanya Yukimura yang memanggil mereka dengan suara keras sambil berjalan
Dia sudah melakukan itu selama 7x namun tidak ada jawaban dari mereka dan ini yang ke delapan kalinya, Yukimura putus asa dan terpaksa melanjutkan jalannya sendirian tanpa mereka
"Sialan…!! gara-gara kabut tadi itu yang membuat kami terpisah begini, sialnya nasib ku!!" ujar Yukimura berbicara sendiri dan kesal sendiri
Yukimura melihat sekelilingnya baik jalannya ataupun dindingnya, di dinding itu terdapat semacam karpet yang bertempelan dan juga jalannya yang lumayan luas dan lebar
"Di dinding sepanjang jalan ada karpet yang bertempelan, jadi percuma saja jika mau teriak keras-keras atau bergema tidak akan kedengaran" kata Yukimura sambil melihat kearah dinding
"Mereka berniat untuk membuat kami terpisah dan tidak bisa ditemukan lagi sebelum keluar dari sini ya… merepotkan sekali" sambungnya
"Dan juga…"
"Seluas apa labirin ini?! dan juga angin yang berhembus disini lumayan dingin"
Yukimura terus mengoceh sepanjang jalan sambil berjalan, dia seperti ingin membuat suasana disana menjadi ceria dan gembira meskipun suasana aslinya disana adalah hening dan sepi tanpa siapapun. sambil mengoceh sendiri dia tanpa sadar melewati jalan yang berbelok-belok dan tidak tau sudah sampai mana, saat tengah mengoceh sendiri tanpa memperhatikan jalan kakinya tidak sengaja menendang sedikit sesuatu yang ada di tanah
"Tuk…"
"Hmm? sepertinya kaki ku menendang sesuatu di tanah" ujar Yukimura yang penasaran dan berhenti mengoceh
Ia penasaran dan pandangannya melihat kebawah arah kaki kanannya, kakinya tidak sengaja menendang sesuatu yang berbentuk bola hitam, dia mengambilnya dan bola itu memiliki wajah, ternyata itu adalah kepala yang putus dan itu hanyalah mainan namun dia menganggapnya nyata
"Ehhh??!?! kenapa ada kepala yang putus disini?! apa ada roh jahat?!" tanya Yukimura yang panik lalu melepaskan genggamannya dari kepala itu
Ia panik lalu was-was sambil melihat sekelilingnya untuk berhati-hati, dia hendak mengeluarkan pistolnya yang berada di sabuk sarung pistol disabuk pinggang kanan
"Tidak mungkin kan ditempat ini ada roh jahat?" tanya Yukimura berbicara sendiri sambil was-was dan melihat keadaan sekitarnya
Disaat ia sedang was-was dengan memasang wajah serius, sebuah tangan memegang pergelangan kaki kirinya dari belakang, Yukimura menoleh kebelakang kiri dan melihat sebuah tangan yang memegang kakinya dan juga sebuah tubuh yang wajahnya menghadap kebawah tanah, tubuhnya bergerak sendiri hendak bangun Yukimura membiarkannya, ia melepaskan tangannya dari kakinya dan menunjukkan wajahnya yang seram terluka berdarah-darah saat berdiri dan Yukimura melihat wajahnya, Yukimura terkejut dan langsung mengeluarkan lalu menodongkan pistolnya kearah samping wajahnya
"Jangan bergerak!" pinta Yukimura dengan nada tegas
"Oi, jangan todongkan pistol ke warga sipil lah! kami hanya di tugaskan untuk menakut-nakuti orang yang masuk, tidak ada maksud lain" jawab orang itu yang sempat panik
"Apa jangan-jangan kau perampok ya? dari tadi gerak-gerik mu mencurigakan" tanya orang itu yang curiga
Yukimura menurunkan pistolnya lalu memasukkannya kembali ke sabuknya
"Tidak kok, aku tadi hanya kaget lalu panik dan langsung mengeluarkan pistol ku tanpa menanyai mu dulu" jawab Yukimura
"Ku kira kau itu adalah roh jahat" sambung jawaban Yukimura
"Begitu, lain kali jangan langsung mengambil tindakan sebelum bertanya dulu" kata orang itu yang memperingatkannya
Yukimura berbalik badan ke depan dengan perasaan lega sementara orang tadi pergi meninggalkannya kearah belakang
"Ya ampun, ada-ada saja orang itu, padahal dia sudah besar dan lebih tua dari ku" ujar orang tadi dengan perasaan kesal sambil berjalan
"Ujung-ujungnya aku malah dimarahi dan dinasehati oleh orang yang lebih muda dari ku" kata Yukimura yang merasa menyesal
Dia lanjut berjalan sambil melupakan itu, ditengah jalan Yukimura melihat sebuah jalan yang dindingnya terdapat sebuah cermin yang berjejeran disepanjang jalan
"Cermin?" tanya dirinya yang kebingungan
"Kenapa ada cermin di tempat seperti ini? lebih lagi cermin-nya berjejeran disepanjang jalan" sambung Yukimura
Dia berjalan kedepan ke jalan yang banyak cermin itu, ia memberanikan dirinya untuk jalan, cermin itu memantulkan bayangan dirinya disaat Yukimura berjalan, ia berjalan sambil melihat-lihat cermin tersebut
"Banyak sekali cermin-nya" ujar Yukimura sambil berjalan melihat-lihat cermin-nya
"Untuk apa cermin ditempat labirin?" sambungnya sambil bertanya dan terpana melihat cermin-cermin itu
Dia terus berjalan sambil melihat ke semua cermin, namun ada salah satu cermin yang aneh, cermin itu memantulkan bayangan Yukimura dengan orang lain dibelakangnya, ia mendekati cermin itu dan melihatnya secara teliti orang lain itu memakai jubah dan bertudung cokelat wajahnya tertutup oleh tudungnya, Yukimura menoleh kebelakang dan tidak melihat siapapun lalu kembali melihat cermin itu
*Siapa dia? kenapa dia daritadi hanya melihat ku dari belakang terus sementara pas ku cek tidak ada* tanya Yukimura yang merasa kesal dalam hatinya
Ia menoleh lagi kebelakang dan tidak melihat apapun, lalu saat kembali melihat cermin-nya orang itu semakin dekat dengan Yukimura
"Tempat ini semakin seram..." ujar Yukimura
Yukimura mengingat kembali perkataan dari Futaro yang berkata bahwa tempat itu menampilkan suasana horor
"Yang Futaro katakan itu cukup benar, tapi suasana seperti ini tidak mungkin membuat ku ketakutan, lagi pula aku sudah dewasa!" ujar Yukimura berbicara sendiri sambil mengingat perkataan Futaro dan berpikir positif
Disaat dia sedang berbicara sendiri didepan cermin, terdengar suara langkah kaki samar-samar dari arah belakangnya, Yukimura tidak mendengarnya karena suara langkah tersebut kecil sedangkan suara pembicara dia keras, suara langkah tersebut tenyata orang yang memakai jubah dan bertudung cokelat, ia mendekati kearah Yukimura saat ia berada didekat punggungnya, ia menepuk pundaknya dengan tangan kanan secara lembut. Yukimura sadar ada yang menepuknya, kepalanya ia gerakkan kebawah lalu matanya melirik kearah cermin dari bawah dan melihat seseorang berjubah dan bertudung cokelat menepuk pundaknya, jantungnya berdetak kencang. Yukimura menenangkan dirinya lalu berhenti melirik ke cermin dan mengangkat balik kepalanya keatas lalu menoleh ke kanan dengan wajah datar dan terheran
"Siapa kau?" tanya Yukimura
Dia hanya terdiam saja setelah ditanyai
__ADS_1
"Oi, jawablah" sambung kata Yukimura
Dia tidak menjawab lagi dan menyingkirkan tangannya dari pundak Yukimura, Yukimura berbalik kebelakang untuk melihatnya secara jelas
"Ada apa dengan kau ini??" tanya Yukimura lagi
Orang itu membuka tudungnya lalu memperlihatkan wajahnya yang ternyata dia adalah perempuan yang memakai make-up menakutkan
"Oh, perempuan toh" ujar Yukimura yang paham
"Duh…!!!! kenapa kamu tidak takut lalu lari sih?!" tanya perempuan itu
"Kamu pikir aku akan ketakutan setelah pundaknya ditepuk oleh seseorang berjubah dan bertudung lalu dia memperlihatkan wajahnya yang seram karena makeup-nya?? tentu saja tidak, lagipula aku sudah dewasa dan sudah tidak takut lagi dengan hal beginian" jawab Yukimura sambil menjelaskannya
Disaat Yukimura selesai menjelaskannya ada seorang laki-laki yang berjalan menuju kearahnya dari belakang, lalu menepuk pundaknya
"Dimana toilet?" tanya laki-laki dengan wajahnya yang memakai make-up menyeramkan
Yukimura menoleh kebelakang dan melihatnya, ia kaget dan menjauh darinya
"Hiiii… apa-apaan wajah mu itu?! kenapa begitu menyeramkan?!" tanya Yukimura yang kaget dan agak ketakutan
"Namanya juga dipakai kan make-up" jawabnya
"Toilet? jika bertanya itu bukankah seharusnya kau tau?" tanya si perempuan
"Aku staff baru, jadi belum terbiasa dengan labirin ini" jawabnya
"Oh begitu, pantas saja. ya udah ku antar kan" kata si perempuan dengan senang hati
"Eh… anu… bisa tunjukin jalan keluarnya?" tanya Yukimura yang cengar-cengir
"Cari sendiri lah! mana mungkin aku akan menunjukkannya" jawab si perempuan
"Cih, baik-baik~" balas Yukimura yang memalingkan wajahnya dari si perempuan
Yukimura berbalik kedepan dan melanjutkan perjalanannya sementara mereka berdua hendak ke toilet
"Entah mengapa firasat ku tidak enak tentang laki-laki tadi" ujar Yukimura sambil berjalan
"Kau tidak boleh menuduh orang Yukimura! jangan menilai orang hanya dari luarnya saja!" kata Yukimura sambil menepuk-nepuk kepalanya untuk membuatnya sadar
Disaat sedang berjalan, saat akan memasuki jalan yang sangat gelap kakinya tidak sengaja mengenai sesuatu saat tengah berjalan yang gelap
"Apa lagi kali ini?" tanya Yukimura
"Bukankah ini kaki?" tanya Yukimura yang merasakannya dari sentuhan tangannya
Karena tau itu adalah kaki, dia langsung menariknya dengan kedua tangannya untuk satu kaki dan itu sangat berat, saat menariknya keluar dari kegelapan tersebut dan melihat wajahnya, ternyata dia adalah laki-laki tadi, tubuhnya terluka dan dia dalam keadaan tidak sadarkan diri
"Oi, apa kau baik-baik saja?!" tanya Yukimura yang menggerak-gerakkan tubuhnya agar bangun
"Sadar lah!!"
Yukimura sempat panik, dia menenangkan pikirannya sejenak lalu mengecek kondisinya lagi, dia mengecek kondisi nafasnya
"Dia masih bernafas, belum mati" ujar Yukimura
"Aku harus menelpon seseorang" kata Yukimura yang lalu mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang
Saat ia ingin menelpon, disana tidak ada sinyal
"Sialan, disini tidak ada sinyal!" kata Yukimura yang kesal
"…jar" suara laki-laki itu
"Ha?" Yukimura bingung
"Kejar, kejar dia" sambungnya dengan perkataan jelas
"Siapa?" tanya Yukimura
"Kejar makhluk tadi, dia peniru, dia meniru seluruh tubuh ku lalu menghajar ku hingga terluka begini dan pingsan" jawabnya
Yukimura mengingat kembali saat dirinya bertemu dengan laki-laki itu beberapa menit lalu di benaknya yang sekarang sedang bersama perempuan tadi untuk ke toilet
"Baiklah, lalu bagaimana dengan mu?" tanya Yukimura lagi
"Cepat kejar dia! jangan pedulikan aku, aku masih sanggup untuk berjalan" jawabnya sambil bangkit dari tanah lalu berdiri
"Dia mengincar seluruh pekerja wanita yang ada disini lalu melampiaskan hasrat bejatnya kepada mereka, jangan sampai dia bertemu salah satunya" sambungnya
"Barusan kami tadi bertemu dan dia mengantarkan diri mu yang palsu ke toilet" balas Yukimura dengan wajah datar
"Cepat kejar bodoh!! kejar selagi mereka akan ke toilet! toilet berada di luar, sedangkan labirin ini berbelok-belok, jadi mungkin susah untuk kesana lebih lagi disini banyak pekerja yang ditugaskan untuk menakut-nakuti orang, jadi mereka tidak mungkin melakukannya ditengah jalan!" ujar laki-laki itu dengan tegas lalu menjelaskannya
__ADS_1
Yukimura dengan cepat berlari dan mencarinya, meskipun dia tidak tau jalan untuk ke tempat awal tapi dia terus lari dan lewat jalan asal-asalan meskipun menemui jalan buntu
*Jadi firasat ku tadi benar ya, andai saja aku mencurigai laki-laki itu saat beberapa menit lalu!!* kata Yukimura yang kesal dihatinya sambil berlari
Ditengah perjalanan, Yukimura yang terus berlari sembari mencarinya terkepung oleh sekumpulan golem yang muncul dari tanah
"Cih, golem-golem ini menganggu saja!" ujar Yukimura yang kesal
Yukimura menerobos keluar dari sekumpulan golem tersebut tanpa melawannya
*Karena senjata ku tipe jarak jauh, maka aku tidak diuntungkan saat melawan mereka, jumlah mereka banyak, sedangkan aku perlu menembakkan peluru ke mereka berkali-kali lalu mengisinya saat habis* ujar Yukimura dihatinya sambil berlari
Setelah berlari sepanjang jalan, dia menemukan mereka yang akan melewati belokan ke kanan, Yukimura mengarahkan pistolnya ke laki-laki itu lalu menembakkannya tepat kakinya, lalu ia terjatuh, perempuan yang disampingnya kaget lalu mendekatinya untuk menolongnya
"Jangan dekat dengan dia!! dia palsu!!" suruh Yukimura dengan suara keras
Perempuan itu terdiam diri lalu menengok kearah Yukimura dan menanyainya
"Kenapa?! bukankah dia terluka?!" tanya perempuan itu
"Turuti saja! pergi menjauh dari sana!" jawab Yukimura
"Tidak!" tolaknya
"Cih!!" Yukimura kesal sambil menggertak kan giginya
Perempuan itu malah menolong laki-laki itu, ia jongkok lalu saat tangannya akan menyentuh kakinya, sebuah tanah runcing yang panjang muncul dari bahu kiri laki-laki itu lalu menusuk ke bahu kanannya si perempuan
"Sialan!!" ujar Yukimura yang kesal lalu berlari kearahnya
Perempuan itu hanya terdiam saja setelah tertusuk, lalu si laki-laki itu ternyata adalah golem salinan yang terbuat dari tanah lalu hancur begitu saja, Yukimura yang lari sempat bingung namun dia tidak memperdulikannya dan fokus ke si perempuan untuk menolongnya
"Oi, kau tidak apa-apa?" tanya Yukimura yang khawatir
"Tidak apa-apa, ini bukan luka serius kok" jawabnya sambil menutupi luka di bahu kanannya dengan tangan kiri
*Yang tadi hanya golem salinan saja? lalu dimana pengguna golem itu?* tanya Yukimura dihatinya sambil was-was melihat-lihat sekelilingnya
Seseorang dengan tangan kirinya yang di kepalkan dan terselimuti oleh tanah yang terdapat retakan berlari kearah Yukimura dengan cepat, lalu dia lancarkan pukulannya ke punggung Yukimura dengan keras lalu lompat mundur kebelakang guna menjaga jarak darinya
"Akhhh!!"
Ia berbalik kebelakang dan melihat orang tersebut
"Siapa kau?" tanya Yukimura
"Teran" jawabnya
"Jadi kau yang membuat sekumpulan golem dan golem salinan tadi?" tanya Yukimura
"Benar, lalu apa yang ingin kau lakukan?" tanya Teran
"Menghabisi mu langsung tanpa basa-basi!" jawab Yukimura yang lalu mengangkat pistolnya kearah dada bagian tengahnya
...[Instant death Shot]...
"Percuma saja!!" ujar Teran yang menyeringai
..."Ground Shield"...
Yukimura menembakkan pelurunya kearah bagian tengah dadanya, Teran langsung mencegahnya dengan membuat perisai dari tanah yang ada di labirin itu, namun sayangnya peluru itu malah tembus perisai tersebut dan melubangi bagian tengah dadanya
"Akhh!!"
"Bagaimana bisa, pelurunya tembus perisai ku?!" tanya Teran yang terjatuh ketanah
"Instant death Shot ku bisa menembus apa saja demi mengenai targetnya, jadi serangan atau pelindung apapun akan tetap di tembus oleh peluru ku ini dan juga mau ditargetkan ke mana pun pasti akan mati dalam satu tembakan" jawab Yukimura sambil berjalan menuju kearahnya yang terjatuh
"Sialan, aku kalah, dan juga dengan satu serangan" ujar Teran yang kesal dengan dirinya sendiri
Teran hilang dan wajahnya terjatuh ketanah lalu menyatu dengan tanah agar tidak di ketahui Yukimura
"Kau bisa berjalan?" tanya Yukimura sambil mengulurkan tangannya ke perempuan itu
"Tenang saja, ini hanya luka kecil saja" jawabnya sambil bangkit dari jongkoknya lalu berdiri
"Begitu, kalau begitu, bisakah kau tunjukan jalan keluarnya?" tanya Yukimura sambil cengar-cengir
"Jadi tujuan mu menolong ku untuk minta jalan keluar ya?!" tanya balik si perempuan dengan wajah menyeringai
"Tidak kok" jawab Yukimura
"Yang benar" katanya sambil memastikannya
Mereka akhirnya berjalan bersamaan, Yukimura pun dibimbing untuk kearah jalan keluar oleh staff perempuan tadi, Yukimura tidak melupakan salah satu. peraturan organisasi yang menyuruhnya untuk tidak berhubungan dekat dengan orang yang mereka tolong
__ADS_1
Bersambung……