Evil Spirit Hunter

Evil Spirit Hunter
Chapter 41 Pertarungan di rumah keluarga Mikazura


__ADS_3

Blood painting Arc


Di markas cabang Tokyo, setelah pergi dari pemakaman mereka ke markas terlebih dahulu lalu semua anggota pergi ke rumahnya masing-masing kecuali Kirisaki, Shito dan kapten. Kirisaki dan Shito menanyakan tentang Shinji ke kapten


"Kapten, bagaimana keadaan organisasi jika masih ada Shinji?" tanya Kirisaki dengan wajah murung


"Kami akan terbebani oleh orang itu, dia sekarang hanya bisa sombong dan angkuh padahal dirinya tidak bisa apa-apa dan menyuruh orang lain untuk menjaga dirinya agar tetap aman, dulu… saat dia umurnya masih 14 tahun saat sebelum aku menjadi kapten dan masih berumur 19 saat itu masih menjadi anggota, dia memiliki sifat baik dan ramah kepada semua orang, namun seketika dia berubah drastis saat berumur 16 tahun saat aku menjadi kapten dia bersikap sombong dan angkuh dia bahkan suka memanfaatkan anggota pemula dan sering bergabung dengan para pemula dalam menjalankan misi, para pemula mengira dia hanyalah orang yang hebat namun mereka salah dan akhirnya mati sementara Shinji meninggalkan mereka begitu saja dengan tega, saat aku menjadi kapten dan mendengar hal itu, semua kapten pun langsung menghakiminya lalu memutuskannya untuk memasukkan dia ke penjara selama 10 tahun, namun kami tidak bisa karena dia memiliki hak spesial untuk di lindungi oleh pemerintah dan negara, dan kami juga di salahkan karena menghakiminya tanpa membawanya ke pihak yang berwenang. kami tidak bisa menolaknya karena jika menolak itu maka kami akan menjadi musuh negara" jawab kapten sambil bercerita tentang masa lalu


"Apa saat ini dia pernah melakukannya lagi?" tanya Kirisaki lagi


"Ya, setelah dia terselamatkan oleh pemerintah dan negara, dia malah sering melakukan itu tanpa sepengetahuan kami dan aku mengetahui itu dari Izami." jawab kapten


"Jadi begitu, pantas saja Izami-san mengatakan jika kita menolongnya maka kita yang akan mati. oh ya omong-omong saat itu Izami-san sudah bergabung?" tanya Kirisaki lagi


"Ya, saat dia bergabung tiga tahun lalu sebelum aku menjadi kapten dan saat itu dia masih pemula, dia dari cabang Tokyo sedangkan saat itu aku dari cabang Nagoya, saat aku terpilih menjadi kapten, aku di pilih menggantikan posisi kapten Tokyo yang akan pensiun jadi ku terima saja" jawab kapten


"Oh, begitu. ada yang ingin ku tanyakan lagi, dimana rumah keluarganya?" tanya Kirisaki lagi dan lagi


"Jika tidak salah ada di Shibuya, tidak jauh dari taman Yoyogi, dekat dengan sebuah Gang kecil lalu rumahnya besar dan lebar menghadap ke Utara alias depannya jalan raya, setelah itu… aku lupa, yah pokoknya kalian cari saja yang ada papan nama di tembok rumahnya 'Mikazura' ku sarankan kalian naik mobil dan lewat jalan tol agar lebih cepat" jawab kapten sambil mengatakan letak rumah keluarganya Shinji


"Oh baiklah, Shito, ayo kita kesana" balas Kirisaki sambil mengajak Shito


"Oke…"


Mereka berdua keluar dari markas dan menuju mobilnya Kirisaki lalu langsung menuju ke rumah keluarganya Shinji tanpa lama-lama, mereka kesana dengan lewat jalan tol agar lebih cepat, saking cepatnya mereka tidak terasa 25 menit berlalu di tol itu dan tidak tersadar sudah sampai di Shibuya, mereka berjalan dengan mobil ke taman Yoyogi seperti yang kapten katakan, dalam perjalanan mereka melihat banyak rumah-rumah di pinggir jalanan dan melihat banyak orang-orang sedang lari pagi di tepi jalanan, jalan raya itu tidak ramai dan tidak sepi, ada mobil dan motor yang berlalu-lalang. lalu mereka menemukan sebuah rumah besar dan lebar lalu di sampingnya ada sebuah gang kecil, mereka menepi ke situ lalu keluar dari mobil dan melihat rumah tersebut


"Ini rumahnya kan?" tanya Shito yang melihat rumah itu


Rumah itu besar dan berwarna biru muda, ada balkon yang lumayan lebar di rumah itu, jendelanya tertutup rapat dan di tutupi oleh gorden lalu ada sebuah garasi mobil yang tertutup juga dan papan nama di tembok sebelah kanan pintu masuk yang bertuliskan 'Mikazura', di samping kirinya ada bel


"Sepertinya ini, lihat ada papan namanya bertuliskan 'Mikazura'." jawab Kirisaki


"Jadi begitu, baiklah aku akan memanggil mereka dengan bel" ujar Shito


"Terserah mu sih, mau manggilnya pake apa" kata Kirisaki


Shito membunyikan bel itu satu kali, namun tidak ada jawaban, dia membunyikan bel lagi dan tidak ada jawaban lagi. Shito kesal, lalu dia membunyikan belnya berkali-kali dan masih tidak ada jawaban, Kirisaki yang melihat Shito membunyikan belnya berkali-kali menghentikannya dan menyuruhnya tenang


"Tenang lah, mungkin mereka sedang tidak ada di rumah" kata Kirisaki yang menenangkan Shito


"Huh... tidak mungkin, seharusnya mereka pagi-pagi belum pergi" ujar Shito yang emosinya menurun dan tidak percaya dengan perkataan Kirisaki


Karena tidak ada jawaban saat membunyikan belnya, Shito berganti mengetuk-ngetuk pintu rumah satu kali dan tidak ada jawaban, dia mengetuknya lagi dan tidak ada jawaban, dia kesal lagi lalu ia mengetuk-ngetuk pintu berkali-kali, Kirisaki menenangkannya lagi tapi tiba-tiba pintu itu terbuka sendiri karena ketukan pintu dari Shito berkali, mereka berdua heran. di dalamnya sangat gelap sekali saat melihatnya dari luar, mereka langsung ketakutan dan Kirisaki bersembunyi di balik Shito dan memegangi pundak Shito saking takutnya


"Oi, kenapa saat mau masuk saja sudah gelap begini" kata Shito yang melihat kedalam rumah dari luar


"Ya, kau benar, ini seperti memasuki rumah hantu saja" ujar Kirisaki yang pegangan pundaknya Shito


"Kenapa kau ketakutan begitu sampai memegangi pundak ku? kau seperti anak kecil saja" ujar Shito yang menoleh kebelakang


"Hehe… maaf-maaf" balas Kirisaki sambil menyingkirkan tangannya dari pundak Shito


"Kirisaki, kau maju duluan, aku akan mengikuti mu dari belakang" ujar Shito


"Eh… kenapa aku?" tanya Kirisaki


"Kau kan yang punya Excalibur, jadi… yang kuat harus di depan" jawab Shito


"Aghh… baik-baik…" Kirisaki menuruti Shito


Kirisaki memasuki rumah itu dengan pelan-pelan di ikuti Shito dari belakang, dia pertama-tama mencari saklar lampunya dulu, karena sangat gelap tidak sadar dia menabrak sesuatu, dia melanjutkan jalannya dan akhirnya ia menemukan saklar lampu tersebut, ruangan tersebut pun terang, ternyata ruang tersebut adalah ruang tamu dan ruangan itu sudah berantakan, kotor dan juga berdebu


"Kenapa ruangannya berantakan begini? dan juga kotor dan ada debu" tanya Kirisaki yang melihat-lihat sekeliling


"Entah lah, yang pasti kita harus menyalakan ruangan lainnya dulu agar tidak gelap lalu membuka gordennya" ujar Shito


Mereka menyalakan semua lampu yang ada di rumah itu dan Shito menyalakan lampu di dapur dan dia melihat sebuah tangga untuk ke lantai dua, Shito langsung naik ke lantai dua. dilantai dua, dia menyalakan lampu di tangga lalu ia melihat ke barat karena depannya ada tembok dan dia melihat sebuah saklar lampu di samping kanan tembok, lalu berjalan di lantai yang sangat luas dan kotor lalu terdapat empat kamar yang saling berhadapan satu sama lain, dua kamar ada di arah Utara dan duanya lagi ada di selatan, tembok kamar tersebut diberi jarak yang tidak jauh. Shito mengecek semua kamar tersebut dan membuka pintu kamar satu persatu, di setiap kamar terdapat sebuah balkon yang pintunya tertutup dan bekas cakaran yang besar di dinding dan di kasur dan juga di pintu ke balkon. semua barang yang ada di setiap kamar rusak semua, Shito kembali menutup semua pintu kamar. Shito kembali berjalan di lantai dua dan menemukan banyak lukisan yang terpajang rapi di tembok-tembok dan dua jendela yang tertutup rapat setelah melewati kamar, semua lukisan-lukisan itu rusak dan berdebu, di setiap lukisan terdapat bekas cakaran yang berukuran sedang


"Kenapa banyak bekas cakaran di lantai dua? apakah ada roh jahat? dan juga semua barang-barang rusak sementara semua jendelanya tertutup rapat hingga berdebu" tanya Shito berbicara sendiri


"Lantainya juga kotor, tempat ini tidak di tinggalkan kemarin, tapi ini sudah begitu lama. apa keluarganya Shinji pergi ke luar negeri? tidak-tidak… jika mereka pergi keluar negeri maka seharusnya pintunya tertutup dan tidak berantakan serta ada bekas cakaran, lalu apa yang terjadi disini?" tanya Shito lagi sambil berbicara sendiri


Shito berjalan kembali ke tangga untuk ke lantai pertama usai berjalan sambil melihat-lihat di lantai dua. saat dia dilantai satu di dapur, Kirisaki memanggilnya dengan suara keras


"Oi, Shito!! kemari lah!!" panggil Kirisaki dengan suara keras


Shito pun langsung cepat-cepat kesana, dia mencari sumber suara Kirisaki dan dia melihat Kirisaki berada di sebuah ruangan yang ada tempat duduk dan meja untuk bekerja. Kirisaki melihat terus sebuah lukisan yang tidak rusak, berdebu, dan tidak ada bekas cakaran di atas dinding, Kirisaki berbalik kebelakang dan melihat Shito


"Shito, kau sudah menyalakan semua ruangan dan lantai dua kan ya?" tanya Kirisaki

__ADS_1


"Ya, lalu ada apa kau memanggilku kesini?" tanya Shito balik


"Baiklah, jika kau sudah menyalakan semua lampunya kau tau kan bahwa setiap ruangan atau barang-barang yang ada di rumah ini ada yang rusak, berantakan dan ada bekas cakarannya bukan?" tanya Kirisaki sambil memastikannya


"Ya, aku mengira-ngira bahwa rumah ini di serang oleh seorang roh jahat, dan mungkin dia berkekuatan cakar ataupun hewan" jawab Shito sambil mengira-ngira


"Kau juga mengira-ngira sama seperti ku ya, oh ya… saat aku menyalakan semua lampu di ruangan lantai satu, saat aku masuk keruangan ini tuk menyalakan lampu dan aku tidak sengaja melihat sebuah lukisan yang tidak berdebu, rusak dan ada cakarannya. lalu aku manggil mu kesini" ujar Kirisaki


"Oh jadi begitu, apakah itu lukisan yang kau maksud?" tanya Shito menunjuk keatas kearah lukisan


Lalu Kirisaki menoleh kebelakang keatas lukisan lalu kembali semula


"Ya, lukisan ini aneh, tidak… ini sangat aneh, jika di tanya apa anehnya, lukisan itu aneh karena tidak berdebu, rusak dan tidak ada bekas cakaran. jika rumah ini sudah di tinggalkan dalam waktu yang lama dan terjadi penyerangan disini seharusnya lukisan itu berdebu atau rusak ataupun meninggalkan bekas cakaran, terlebih lagi lukisan itu bergambarkan harimau yang berapi kuning jadi ada kemungkinan jika harimau itu roh jahat yang tinggal di dalam lukisan" ujar Kirisaki


"Memang benar lukisan yang satu ini cukup aneh tapi kau tidak gila kan? mana ada roh jahat yang tinggal di sebuah lukisan ataupun objek dan juga memangnya dia pernah meninggalkan bekas kebakaran salah satu ruangan yang ada disini?" ujar Shito yang kurang yakin lalu bertanya


"Pernah, ada di kamar mandi lantai satu, karena tembok kamar mandinya memakai keramik putih jadi ada bekas kebakaran dan itu sangat hitam" jawab Kirisaki sambil berjalan ke kamar mandi untuk menunjukkannya


Kirisaki berjalan sambil berbicara ke kamar mandi di lantai satu untuk membuktikannya, Shito pun mengikutinya. sesampainya di kamar mandi, Kirisaki menunjukkannya kepada Shito, bekas kebakaran itu dekat sekali dengan bak mandi dan bekas itu sangat hitam hingga keramik putih yang terkena itu tidak terlihat dan bekas kebakaran itu mengenai sedikit bak mandi


"Buset… bekas kebakarannya hitam hingga menutupi keramik putih yang kena dan juga bak mandinya juga" ujar Shito terkejut melihat itu


"Sudah percaya kan? baiklah kita ke ruang tadi lagi" kata Kirisaki yang kembali ke ruangan tadi di ikuti Shito


Mereka kembali ke ruang tadi


"Baiklah, jadi… kita harus apakan lukisan itu?" tanya Kirisaki


"Hancurkan, hancurkan saja, kau kan punya pedang Excalibur, jadi tidak masalah" jawab Shito


"Eh… baiklah"


Kirisaki memunculkan pedangnya di tangan kanan lalu memegangnya dengan kedua tangan lalu ia arahkan keatas dan mengayunkannya ke bawah kearah lukisan itu dari bawah, ayunan pedang Kirisaki menghasilkan cahaya kuning yang melengkung, saat cahaya tersebut hampir mengenai lukisan, harimau dari lukisan itu keluar dari lukisan tersebut lalu serangan itu mengenai lukisan yang kosong dan menghasilkan sebuah asap usai menghancurkan lukisan itu


"Fiuh… untung aku bisa mengendalikan kekuatan cahaya ku tidak seperti saat menyerang Yama saat dirinya menjadi Titan" ujar Kirisaki dengan lega


"Kirisaki, jangan bersantai-santai dulu, apa kau tidak melihat sebuah bayangan dari asap itu? tanya Shito yang melangkah mundur


"Huh?"


Sebuah bayangan harimau muncul di asap yang dihasilkan usai menghancurkan lukisan itu, saat asap itu mulai menghilang sebuah api kuning terlihat lalu saat asap itu menghilang sepenuhnya seekor harimau berapi kuning muncul


"Grrrghhhh..." suara harimau


"Oi, Kirisaki, cepat lari!!" ajak Shito


"Eh?" Kirisaki menoleh kebelakang dan kebingungan


"Cepat lari, sebelum menyerangnya, kita harus tau dulu apa yang dia punya" ujar Shito


"Ah, baik"


Kirisaki mengikuti perintah Shito, mereka pun lari, dan harimau itu pun mengejar mereka, mereka berdua keluar dari ruangan kerja tadi, Kirisaki mengusulkan untuk keluar dari rumah ini saat mereka sedang berlari


"Shito, bagaimana jika kita lari saja, lalu kesininya kapan-kapan?" tanya Kirisaki yang berlari menuju ke pintu keluar


"Hmm… boleh" jawab Shito


Mereka berlari kearah pintu, lalu saat hampir mendekati pintu, sebuah api muncul di depan hadapan mereka dalam jumlah besar, mereka terhenti lalu Kirisaki menoleh ke belakang dan melihat harimau itu keluar dari ruangan tadi, harimau itu melihat mereka dan langsung mengejarnya. Kirisaki langsung memberitahukannya kepada Shito


"Shito, kita harus cepat-cepat lari dari harimau itu, dia sudah keluar dari ruangan tadi dan berlari kearah kita!!" kata Kirisaki


"Huh?" Shito panik lalu menoleh kebelakang dan melihat harimau itu berlari cepat kearah mereka


Mereka langsung lari lagi namun mereka berpencar, Kirisaki kearah kamar mandi yang berada di barat sedangkan Shito berlari ke arah timur ke dapur lalu naik ke tangga untuk ke lantai dua, harimau itu memunculkan api kuning di sebelah barat lalu membentuk harimau sepertinya, mereka berpencar harimau asli kearah timur alias ke Shito sedangkan harimau api itu kearah barat alias ke Kirisaki.


Di Kirisaki, dia bersembunyi di kamar mandi karena tidak ada pilihan lain, dia mengunci pintu kamar mandi. dia jongkok di sebelah bak mandi dengan perasaan panik


"Aku harus bagaimana ini? kami tidak bisa keluar dari rumah ini karena ada api di depan pintu, terlebih lagi harimau itu masih mengejar kami, kau harus tenang, kau harus tenang Kirisaki, jangan panik… jangan panik…" ujar Kirisaki berbicara sendiri sambil panik lalu menenangkan dirinya


Saat Kirisaki menenangkan diri, terdengar suara keras cakaran dari pintu


"Eh? dia tau kalau aku ada disini? jika dia ada disini, maka Shito aman? aghh… sialan, sepertinya hewan itu tau mana yang kuat dan mana yang harus di kalahkan pertama" ujar Kirisaki


"Tsring... tsring..." suara harimau mencakari pintu kamar mandi


Suara cakaran itu terdengar terus-terusan dan akhirnya berhenti, Kirisaki yang mengetahui itu lega


"Fiuh… sepertinya dia sudah pergi ya" ujarnya dengan lega

__ADS_1


Harimau api itu menyentuh pintu itu dengan dua kaki depannya tanpa mencakarinya, dengan kakinya yang berapi kuning dan seluruh tubuhnya tidak disangka hanya dengan dua kaki depannya saja bisa melelehkan pintu kamar mandi yang terbuat dari plastik


"Untung saja pintu ini mempunyai tiga lapisan, dua lapisan luar satu lapisan dalam atau inti, dua lapisan itu terbuat dari plastik sementara lapisan dalam atau inti menggunakan besi untuk memperkuat ketahanan pintu ini" ujar Kirisaki dengan lega


Setelah pintu plastik itu di lelehkan, ada bagian lagi yang terbuat dari besi, karena apinya adalah api kuning jadi sulit untuk melelehkannya, namun harimau itu tetap maju lalu menyodorkan kepala ke besi itu berkali-kali hingga terdengar di dalam kamar mandi


"Apa dia menyodorkan kelapanya ke pintu ini? seharusnya dia bisa melelehkan pintu plastiknya karena apinya adalah kuning, tunggu… jika dia menyodorkan kelapanya ke pintu dan suaranya terdengar sampai dalam yang berarti dia berada di lapisan dalam atau inti alias di bagian besi, aghh… sialan, sepertinya aku akan terjebak disini" ujar Kirisaki


Harimau itu terus menyodorkan kelapanya ke pintu besi dan setelah banyak menyodorkan kelapanya besi itu pun terlubangi, lalu dia melelehkannya dengan kedua kaki depannya


"Sepertinya aku harus membunuhnya dengan Excalibur ku ini" ujar Kirisaki yang pasrah dengan pilihan itu


Setelah beberapa menit lapisan plastik terakhir pun berhasil di lelehkan lalu harimau itu masuk ke dalam kamar mandi, saat di dalamnya Kirisaki yang melihatnya masuk langsung mengayunkan pedangnya yang ia angkat ke atas ke bawah arah harimau itu yang masuk


"Hyakk!!"


"Jdghss..."


Harimau api itu lenyap dan ayunan pedang Kirisaki menghasilkan asap, setelah dia mengayunkan pedangnya ia menghilangkannya. lalu melihat kebawah harimau yang dia serang dan lantai kamar mandi menjadi rusak


"Eh? kok tidak ada mayatnya? seharusnya dia sudah masuk Lo, apa kau hanya menyerang angin? tidak, tidak. itu saja ada bekas dia melelehkan pintunya" ujar Kirisaki yang terkejut karena tidak ada mayatnya


"Ah peduli setan, yang penting aku terbebas darinya" kata Kirisaki yang membuka pintu kamar mandi lalu keluar dari sana dan menuju ke pintu keluar


Kirisaki berjalan kearah pintu keluar namun depan pintu itu masih ada apinya yang menghalangi


"Eh… kenapa apinya belum hilang? seharusnya jika serangan, jebakan, objek yang dihasilkan oleh roh, saat roh itu mati seharusnya apa yang dia buat sudah menghilang, namun kenapa ini masih ada?" kata Kirisaki yang bingung


Di Shito, dia masih di kejar harimau itu hingga ke lantai dua, lalu dia melihat kebelakang sedikit lalu bersembunyi di kamar bagian Utara arah kanan tangan kanannya, dia langsung mengunci pintu kamar


"Sialan, harimau itu masih mengejar ku saat aku melihat sedikit kebelakang, semoga saja dia tidak tau jika aku di sini, jika dia mengejar ku berarti Kirisaki hanya bersantai-santai saja karena tidak terkejar, awas saja kau Kirisaki!!" ujar Shito berbicara sendiri dengan suara lirih


Harimau itu berjalan pelan-pelan ke kearah pintu kamar yang Shito tempati, harimau itu mengetahui Shito ada disana, dia langsung mencakari pintu itu dengan keras hingga terdengar ke dalam kamar


"Yang benar saja… bagaimana dia bisa mengetahui ku?! apa ada yang mengendalikannya? tidak, tidak, sampingkan itu dulu lalu fokuslah cara menghadapinya saat dia masuk kesini, Shito!!" kata Shito dengan nada lirih


"Aku harus menyegelnya saja jika aku tidak bisa melawannya, tapi dia itu tingkat apa? rendah, menengah, atau tinggi? saat ini aku hanya bisa menyegel tingkat rendah karena aku belum melatih kekuatan ku lebih lanjut, karena dia bentuknya adalah harimau bukan mirip manusia, kemungkinan dia adalah tingkat rendah atau menengah, tapi apa mungkin jika tingkat rendah memiliki kekuatan? aku tidak tau sih, tapi aku harus mencoba menyegelnya sekalian mencoba kekuatan ku" ujar Shito yang berpikir keras


Setelah beberapa menit, harimau itu berhasil membuat lubang dengan cakarannya yang berapi sebelum dia masuk, Shito cepat-cepat ke kasur lalu bersiap-siap. harimau itu masuk dan dia melihat Shito yang berada di atas kasur lalu langsung lompat hendak menerkamnya, (efek di perlambat) dengan cepat Shito langsung menggunakan kekuatannya, dia mengingat perkataan kapten cara menggunakan kekuatannya


"Bayangkan sebuah kertas persegi panjang di kepala" ucap Shito dengan nada lirih sambil memejamkan kedua matanya saat akan di terkam oleh harimau yang sedikit lagi mengenai kepalanya


Sebuah kertas persegi panjang dan terdapat tulisan aneh di kertas itu muncul di dekat seluruh tubuh harimau itu tanpa terbakar oleh apinya, lalu Shito membuka matanya dengan cepat sambil mengatakan


..."SEALING"...


(Efek kembali normal) semua kertas itu langsung menempel pada seluruh tubuh harimau itu dan harimau itu langsung terjatuh saat hendak mengenai kepala Shito lalu menerkamnya, harimau itu tidak bergerak sekali pun. Shito pun meninggalkannya lalu pergi ke lantai satu dan melihat Kirisaki yang berada di depan pintu keluar, api yang menghalangi pintu itu menghilang


"Wah sudah menghilang" ujar Kirisaki


"Oi, Kirisaki, kenapa kau hanya berada di pintu keluar ini dan justru tidak membantu ku?" tanya Shito yang berada disampingnya


"Eh? aku tadi melawan harimau itu kok, justru kau yang hanya bersembunyi dan malah tidak membantu ku" jawab Kirisaki


"Apa yang kau bicarakan, jelas-jelas kau yang hanya menunggu di pintu depan dan bersantai-santai dan malah tidak membantu ku" ujar Shito


Lalu mereka bertengkar sambil keluar dari rumah itu, lalu Kirisaki menyuruh untuk melupakannya dan ia melihat-lihat kanan kiri agar tidak ketahuan siapa-siapa lalu masuk ke mobil dan kembali ke Tokyo, mereka keluar dari rumah itu pada pukul 09.30


♦️


Di Manchester, tanggal 24 jam 01.30 malam, di rumah Lovtrasde, sebelum dia menerima telpon tentang misi organisasi ESH


"Harimau ku di kalahkan hanya oleh dua orang saja ya, sepertinya aku harus menggambar sesuatu yang lebih kuat daripada yang sebelumnya" ujar Lovtrasde


Setelah Lovtrasde menerima misi untuk menghadapi organisasi ESH, dia berjalan ke bandara sambil membawa lukisan beserta semua alat untuk melukisnya. tanpa ia sadari, ada seseorang yang mengikutinya sampai masuk ke pesawat dan menuju ke Jepang, semua peralatan melukisnya dan lukisannya di taruh di bagasi pesawat. orang yang mengikutinya duduk di belakang agak jauh darinya, dia duduk dengan dua orang disebelahnya sedang tertidur, lalu dia berkomunikasi dengan seseorang


♦️


"Sekarang, aku sudah mengikuti target hingga masuk ke pesawat, kini kami dalam perjalanan menuju ke Jepang, Over" ujarnya sambil berkomunikasi dengan seseorang di teleponnya


"Bagus, sekarang ikuti target secara diam-diam, over" ujar seseorang yang ada di teleponnya


"Baik, sekarang akan ku tutup teleponnya agar tidak membuat berisik orang lain" ujarnya


"Oke"


Lalu dia menutup teleponnya


Lovtrasde berangkat ke Jepang pada jam 10.00 pagi sementara, di Jepang sudah jam 18.00, pada jam itu semua orang sedang menikmati malamnya dengan bersantai-santai karena lelah setelah bekerja keras

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2