
Masih di tempat yang sama, pada saat itu ketika mereka berdua terbaring di tanah, seseorang yang bersembunyi itu segera menelepon polisi dan ambulan guna mengecek keadaan, mereka berdua masih tak sadarkan diri setelah pertarungan selesai
Tak lama kemudian, suara sirine polisi dan ambulan terdengar hingga area 6, tempat mereka terbaring tak sadarkan diri. di kala itu Claver sempat tersadar lalu mencoba bangkit berdiri sedikit sambil tubuhnya merasa kesakitan
"Duh.. duh.. sakit sekali tubuh ku jika ku gerakkan" ujarnya sambil mencoba berdiri
Setelah berdiri ia melihat keadaan sekitar dan mendengar suara sirene polisi dan ambulan dari kejauhan secara samar-samar
"Sialan.. disaat seperti ini malahan ada polisi, aku harus mundur terlebih dahulu. jika mereka ku lawan hanya membuang-buang waktu" ujar Claver
"Lagi pula Mana ku hampir habis gara-gara pertarungan tadi dan kondisi tubuh ku juga seperti ini" sambungnya sambil melihat keadaan tubuhnya
Claver pun terpaksa mundur dari tempat kejadian meninggalkan Kapten sendirian yang masih terbaring, ia tidak mau membunuh Kapten terlebih dahulu dikarenakan Mana-nya yang hampir habis
...****************...
Tak lama kemudian setelah kepergian Claver, Kapten mulai tersadarkan diri lalu mencoba membuka matanya, di hadapannya terlihat seorang polisi yang sedang mengecek tempat itu
"Polisi kah?.." tanyanya sambil mencoba bangkit dari jatuhnya
Polisi itu melihat ke arah Kapten lalu menghampirinya
"Loh, bukannya engkau dari organisasi ESH?." tanya polisi itu.
"Iya.. emang." jawab Kapten
Polisi itu mengamati kondisi tubuh Kapten yang badannya terdapat banyak luka gores dan pakaiannya rusak
"Apa yang terjadi dengan mu?," tanya polisi itu lagi.
"Ahh bukan apa-apa, tadi ada sedikit kendala" jawabnya memasang wajah santai dan berpura-pura menyembunyikan kejadian sebenarnya
"Tidak mungkin seorang dari organisasi itu datang kesini tanpa ada alasan apapun, dan juga kami menerima laporan terdapat pembunuhan massal disini, dan lihatlah semua tempat disini banyak mayat dan genangan darah" polisi itu mencoba menjelaskan keadaan sekitar dan memaksa Kapten untuk jujur
"Yah.. sebenarnya aku telah melawan si pembunuh itu, namun sepertinya ia melarikan diri. aku tidak sempat untuk menyelamatkan yang lain, maaf." ujar Kapten mengatakan yang sebenarnya dan meminta maaf atas kejadian ini
"Sejujurnya sebelumnya beberapa polisi menerima laporan yang sama untuk ke sini namun tampaknya mereka di bunuh juga" ujar polisi tersebut
"Ayo cepat, kami akan mengantarkan mu ke ambulan untuk di periksa" ajak polisi
"Baiklah, namun ada beberapa anggota ku jauh dari sini, sebaiknya kalian menyelamatkan mereka dulu" balas Kapten meminta bantuan
"Oke, tunjukkan pada ku" polisi itu membalas perkataan Kapten
Lalu mereka pun menuju tempat Yukimura dan Zousei yang sedang pingsan untuk membawanya, polisi itu mengajak beberapa yang lainnya juga. dan pada akhirnya mereka bertiga di bawa ke ambulan dulu untuk di cek keadaan sementara polisi lainnya dan pihak medis mengamankan banyak mayat
Tak lama kemudian setelah sampai di ambulan, mereka ditanyai banyak pertanyaan mengenai kejadian ini oleh para polisi dan tim medis, sampai akhirnya mereka akan diantarkan pulang menggunakan mobil polisi ke markas
♦️
Sementara itu di markas, mereka semua telah menunggu kepulangan Kapten dan dua anggota lainnya, sementara itu hujan disana sudah reda lalu Miori Futaka pun terbangun dari tidurnya
"Humm??" Futaka terbangun dari tidurnya di sofa sambil mengucek-ucek matanya untuk melihat dengan jelas
"Ehh..? dimana aku?" tanyanya yang bingung setelah melihat sekitar
Ia melihat Izami dan anggota lain yang tertidur di lantai, sementara Izami tidur di sebuah kursi tepat sebelah sofa, kondisi itu membuat Futaka makin bingung
Saat dirinya mulai berdiri dari sofa ia melihat wajah Izami menjadi teringat kejadian sebelumnya, "Loh, bukannya dia orang yang tadi pagi mengunjungi pameran lukisan?" tanya Futaka yang kaget melihatnya
Izami pun secara tak sengaja terbangun tiba-tiba "Huh?"
Sama dengan Futaka, waktu pertama kali bangun ia langsung mengucek-ucek matanya untuk melihat dengan jelas, Futaka pun kaget karena Izami terbangun saat ia berada pas depan matanya
"Oh kau sudah bangun rupanya" ujar Izami baru bangun tidur dengan nada suara kecil
"Maaf, apakah aku membangunkan mu?" tanya Futaka yang meminta maaf karena suatu hal
"Tidak, hanya saja aku bermimpi buruk tadi, makanya aku tiba-tiba terbangun" jawabnya
"Eh.. begitu ya" balas Futaka
"Pasti pertama kali bangun kau kaget bukan dimana ini?" tanya Izami
"Ah iya, dimana aku? bukannya aku di sekolah tadi?," tanya balik Futaka sambil menjawab pertanyaannya tadi.
"Setelah pertarungan waktu itu, aku ijin dengan kepsek mu untuk membawa mu ke tempat ini, ada sesuatu yang menarik dari mu," jawab Izami.
"E-ehh??.." Futaka merasa malu-malu dan pipinya menjadi memerah akibat malu-malu
"Tenang, bukan suatu yang mencurigakan kok" ujar Izami sambil menyakinkannya
"Lalu tempat apa ini? sepertinya bagus sekali" tanya Futaka lagi
"Ini adalah markas organisasi ESH cabang Tokyo" jawab Izami
"Ohhh... jadi kau anggota organisasi ini ya?" tanya Futaka lagi dan lagi
"Iya, benar" jawabnya
*Bocah perempuan ini banyak tanya, ku kira dia hanya bocah yang selalu diam diri ternyata salah,* Izami bergumam didalam hatinya sambil merasa kesal karena ditanyai terus menerus.
"Lalu... mereka semua ini rekan-rekan mu?" tanya Futaka lagi
"Iyaaa......" Izami mulai sedikit kesal dan menjawab pertanyaan itu dengan wajah tersenyum kesal dan mata terpejam.
*Tampaknya dia kesal karena ku tanyai terus..* Futaka bergumam di hatinya sambil melihat ekspresi Izami yang sedikit kesal.
Izami mencoba bangkit berdiri dari duduknya lalu melihat kearah luar, hujan sudah reda dan cuaca mulai kembali cerah. Ia segera membangunkan anggota lainnya
"Hei kalian... bangun lah bangun..!!" Izami mencoba membangunkan mereka semua dengan suara keras
Mereka pun terbangun lalu mengucek matanya untuk melihat dengan jelas, lalu Kirisaki bertanya saat terbangun, "Huh?? ada apa Izami-san?" Kirisaki sambil menguap ngantuk mengatakannya
^^^*Kata -san adalah untuk panggilan orang yang lebih tua atau baru dikenal^^^
"Cepatlah bangun, cuaca sudah mulai terang." jawab Izami.
Mereka pun mencoba berdiri lalu melihat kearah Izami dan gadis SMP itu, Fudo pun bertanya padanya, "Ehh? gadis itu sudah terbangun, apa yang kau lakukan padanya saat kami tidur, Izami?" Fudo mencoba mencurigai Izami melakukan sesuatu aneh kepada gadis SMP itu
__ADS_1
"Tidak, tidak ada," jawab Izami dengan tatapan datar.
Fudo pun mencoba menyangkal jawaban Izami dan masih mencurigainya lalu ia bertanya kepada gadis SMP itu
"Oi, apakah dia melakukan sesuatu aneh kepada mu?" tanya Fudo
"Tidak kok, justru saat dia bangun dia langsung membangunkan kalian," jawab Futaka.
"Oke baiklah aku percaya," Fudo pun akhirnya percaya dengan jawaban Izami.
"Izami-san, apakah Kapten, Zousei dan Yukimura belum kembali daritadi?" Kirisaki menanyakan itu kepada Izami.
"Aku tak tahu, tapi sepertinya mereka belum kembali," jawab Izami.
"Hah... lama sekali mereka, sudah berapa jam ini mereka belum kembali," Kirisaki tidak sabaran menunggu mereka kembali.
♦️
Di suatu jalan menuju ke markas, Ryuujiki sedang berjalan di jalan itu, sepertinya Ia hendak menuju markas,
"Jalan raya masih tetap ramai mau apapun cuacanya," Ryuujiki berbicara sendiri sambil berjalan di pinggir jalan.
"Tujuan ku adalah markas cabang Tokyo untuk membawa gadis SMP, lagipula emangnya mereka memiliki anggota seorang gadis SMP?" Ryuujiki mempertanyakan sesuatu sambil berjalan, Ia sedikit ragu tentang apa yang ditugaskan padanya.
"Hanreil mungkin hanya mengada-ada saja, tak mungkin bukan seorang gadis SMP menjadi anggota organisasi itu, jika pun dia hanya mengarangnya aku mungkin akan bersenang-senang sedikit dengan mereka," sambung Ryuujiki dengan tatapan senyum licik.
Ryuujiki tetap berjalan menuju markas mereka, entah apa yang ditugaskan olehnya sehingga bersangkutan dengan organisasi.
...****************...
Tak lama kemudian, Ia pun sampai pada tujuan, dia menunggu tepat di depan gedung sambil kedua tangannya memegang saku celana lalu berdiri dengan tubuh condong kedepan sedikit,
Ryuujiki mencoba melihat kearah kaca untuk mengecek keadaan didalam sebelum Ia masuk, saat Ia melihatnya dia terkejut
*Ternyata benar kata Hanreil ada seorang gadis, apa yang sebenarnya mereka ingin lakukan?* Ryuujiki bertanya dalam hatinya dengan tatapan curiga.
Sementara itu di dalam markas mereka sedang asyik mengobrol, lalu Kirisaki tak sengaja melihat kearah kaca lalu melihat Ryuujiki yang sedang melihat mereka melalui kaca, "Eh?? siapa dia ya?" tanyanya melihat ke kaca
"Ada apa Kirisaki?" tanya Shito menengok kearah Kirisaki.
"Ada seseorang yang memperhatikan kita dari luar melalui kaca," jawabnya.
Shito pun juga melihat ke kaca dan ternyata benar apa yang Kirisaki katakan, Ia pun langsung bilang ke Izami
"Izami-san, ada seseorang yang mengamati kita diam-diam," ujar Shito menghadap ke Izami sambil menunjukkannya.
Ryuujiki yang dari luar menyadari bahwa dirinya telah ketahuan oleh mereka, Reflek Ia pun langsung menghindar dari kaca tersebut.
"Sepertinya telah ketahuan ya." ujar Ryuujiki yang menyadarinya.
Izami yang berada di dalam langsung terkejut jika Ryuujiki datang untung mengawasi diam-diam,
"Kenapa Ryuujiki datang kemari?" tanyanya dengan tatapan khawatir.
"Ryuujiki?" tanya Kirisaki yang penasaran.
"Untuk apa dia datang kesini?" tanya Kirisaki lagi.
"Entah, namun firasat ku tidak enak jika dia datang kesini," jawab Izami dengan tatapan sama.
"Futaka, berlindung lah di belakang kita." perintah Izami yang sedikit menyadari sesuatu.
Futaka pun mundur berlindung ke belakang mereka semua, lalu Ryuujiki pun masuk dari pintu depan secara langsung dengan badan yang condong ke depan lsedikit, itu adalah kebiasaannya.
"Hei hei hei... kenapa organisasi yang bertugas menghabisi roh jahat malah menculik gadis SMP?" Ryuujiki bertanya kepada mereka sambil memancing sedikit emosi.
"Untuk apa kau datang kesini, hah?" tanya Izami dengan tegas.
"Serahkan gadis itu, aku membutuhkannya," pinta Ryuujiki dengan lantang.
"Untuk apa? apakah si Doktor gila itu ingin melakukan sesuatu padanya?" tanya Izami.
"Entah lah, aku hanya di tugaskan untuk itu," jawabnya.
"Tidak akan! mau apapun perbuatan mu, aku tetap tidak akan menyerahkannya," Izami menolak dengan tegas.
"Fiuhh.. sepertinya memang harus secara kasar ya." Ryuujiki berkata itu seolah-olah dirinya dari awal emang ingin bertarung.
Tiba-tiba angin kencang berhembus ke dalam gedung itu, sangat kencang hingga mereka semua hampir terhempas ke belakang, bahkan barang-barang lainnya pun terhempas karena angin itu.
"Sialan.. angin apa ini??" tanya Kirisaki yang berusaha bertahan dari angin itu.
"Ini adalah salah satu kemampuannya, Ia dapat mengendalikan angin, ledakan, dan sebuah penghalang." jawab Izami yang menjelaskan kemampuan dari Ryuujiki
Angin itu berhembus sangat kencang, mereka semua pun akhirnya terlempar ke belakang mengenai tembok "Dakk.."
Mereka pun berusaha untuk berdiri namun Ryuujiki makin mendekati mereka semua,
"Cepat serahkan gadis itu sebelum salah satu dari kalian terbunuh!" pinta Ryuujiki dengan tegas dan tatapan tajam.
Tangan kanan Ryuujiki Ia angkat dengan jari-jarinya merapat lalu menciptakan sebuah angin spiral sebagai senjatanya, lalu Ia arahkan ke tepat wajah Izami.
Izami hanya bisa terdiam, Kirisaki yang melihat itu tak hanya diam Ia pun langsung dengan amarah mengeluarkan pedangnya lalu melancarkan serangan cahayanya ke Ryuujiki,
"Singgg..."
"Darr.."
Serangan Kirisaki hanya mengenai sebuah penghalang tak terlihat milik Ryuujiki, Ryuujiki yang mengetahui hal itu langsung menengok kearah Kirisaki,
"Jika Izami-san mengatakan tidak, jangan kau paksakan bodoh!" seru Kirisaki dengan tatapan berani.
"Siapa kau? kenapa ada bocah ingusan di organisasi ini?" tanya Ryuujiki sambil mengejek Kirisaki..
Kirisaki yang tidak terima langsung berlari kearahnya lalu mengayunkan pedangnya kearah Ryuujiki namun lagi-lagi hanya mengenai penghalang tak terlihat miliknya, "Dzing.."
*Apa?! kenapa serangan ku tidak mengenainya?!* Kirisaki kaget dengan kejadian itu dan bergumam dalam hatinya.
"Kau ini keras kepala sekali ya." ujar Ryuujiki.
__ADS_1
"Hah?!" Kirisaki bingung apa yang Ryuujiki katakan.
Kirisaki pun langsung melangkah mundur menjaga jarak dari Ryuujiki,
"Sepertinya aku akan sedikit bermain-main dengan mu, bocah." ujar Ryuujiki dengan tatapan semangat.
Tangan kanan Ryuujiki memegang bahu kiri Kirisaki, lalu menggenggam erat bajunya kemudian Ia lempar hingga menuju keluar bangunan, "Wuzz..."
*Dia bahkan kuat untuk melempar orang hanya dengan satu tangannya, sungguh kekuatannya diluar batas,* kata Izami didalam hatinya dengan tatapan terkejut
Kirisaki yang terlempar hingga keluar langsung menancapkan pedangnya ke tanah untuk menghentikannya dan Ia lakukan itu berhasil, kemudian Ryuujiki langsung melakukan Fast teleport menuju ke sana dalam waktu yang sangat singkat dan jarak yang sangat jauh, itu membuat Kirisaki kaget pada saat dirinya langsung muncul tiba-tiba dihadapannya.
Di belakang Kirisaki adalah jalan raya, bisa bahaya jika mereka melakukan pertarungan ditengah jalan.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanyanya sambil memasang kuda-kuda menyerang dan menggenggam erat pedangnya.
"Biar ku tebak, pedang itu Excalibur bukan?" tanya balik Ryuujiki melihat pedang tersebut.
"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Kirisaki bertanya balik.
"Aku membaca buku sejarah tentang 4 Pemegang pedang roh, lalu jika tidak salah bentuk Excalibur memang begitu rupanya." jawab Ryuujiki.
"Sepertinya hanya kau yang pertama mengetahuinya," ungkap Kirisaki.
"Baguslah, ini akan lebih menyenangkan." balas Ryuujiki dengan memasang wajah semangat.
"Apa maksudmu?—" Kirisaki bingung dengan apa yang Ryuujiki katakan.
"Set..."
*Cepat sekali!!* Kirisaki terkejut dalam hatinya.
Tiba-tiba Ryuujiki menggunakan fast teleport kearah Kirisaki dari bawah lalu telapak tangan kanannya menempel di tengah dada Kirisaki, dan seketika "Wuz..." Kirisaki pun terhempas akibat serangan dadakan dari Ryuujiki
...****************...
Salah seorang warga yang mengendarai mobil lalu sedang berhenti di lampu merah sedang melihat keadaan sekitar sambil menunggu lampunya hijau,
"Hm.. hmm...." orang itu bersenandung sambil melihat sekitarnya.
Tiba-tiba saat melihat ke kanan, Ia melihat orang yang terlempar menuju kearahnya dari kaca mobil, "Hah?!! apa yang—"
"Duzzz..."
Kirisaki menabrak mobil orang tersebut mengenai kaca dan pintu mobil, bagian itu pun rusak,
Pengendara itu langsung keluar dan marah-marah, "Hei!! apa yang kau lakukan?!" tanyanya dengan nada marah-marah.
Kirisaki mencoba bangun lalu segera meminta maaf padanya, "Maafkan aku, nanti akan ku ganti rugi, namun untuk sekarang pergilah dari sini!!!" ujar Kirisaki sambil menyuruhnya pergi.
"Hah?" pengendara itu pun bingung apa yang di maksud dengan perkataannya.
Tiba-tiba Ryuujiki datang mendekat Kirisaki dengan hembusan angin kencang, "Wuzz..." sekitarnya pun terkena angin itu.
Pengendara itu langsung berlari ke belakang segara menjauh dari sana namun Ryuujiki langsung menggerakkan kedua tangannya kearah depan seperti mendorong sesuatu, angin kencang langsung berhembus dan menghempaskan mobil tersebut beserta kendaraan di sekitarnya sementara Kirisaki menancapkan pedangnya ke tanah untuk tidak ikut terhempas.
Semua bangunan disekitarnya menjadi rusak akibat ulah Ryuujiki, sementara jalanan langsung kacau lalu macet karena beberapa orang berlarian panik.
"Sialan kau!!" Kirisaki marah sambil melihat keadaan sekitar.
"Jangan libatkan para warga yang tidak ada hubungannya!!" sambungnya.
"Tugas ku bukanlah melindungi, namun membawa gadis itu!" balas Ryuujiki membantah perkataan Kirisaki.
Kirisaki mendadak emosi lalu Ia langsung berlari menuju Ryuujiki kemudian mengayunkan pedangnya kearah Ryuujiki,
"Dzingg..."
Namun lagi-lagi serangannya hanya terkena sebuah penghalang tak terlihat miliknya, "Yang kau lakukan itu percuma saja, Excalibur!!" bantah Ryuujiki dengan menyebut Kirisaki sebagai Excalibur.
Kirisaki hanya terdiam sambil memasang wajah marah di dekat Ryuujiki, Ryuujiki pun menggerakkan jari tangan kanannya lalu menunjuk kearah Kirisaki sambil mengucapkan,
..."Tornado whirl"...
"Swuzz..."
Seketika Kirisaki langsung terhempas kearah gedung lalu menabrak kaca gedung, "Pyar.."
Ryuujiki menciptakan sebuah pusaran tornado melalui jari telunjuknya yang kemudian menyerang Kirisaki dan menghempaskan tubuhnya.
"Akhh..." Kirisaki mencoba bangkit dan badannya sedikit terluka.
"Dia sangat kuat dan cepat!" ujarnya dengan memasang wajah merasa kesal.
Kemudian Ryuujiki datang mendekat kearahnya sambil berjalan badan setengah condong ke depan,
"Apa hanya segini saja kemampuan pemegang pedang roh Excalibur? sepertinya yang di gadang-gadang dalam ramalan itu salah." ucap Ryuujiki.
"Ghh!!" Kirisaki merasa kesal karena dirinya diejek oleh Ryuujiki sambil menggertakkan giginya.
"Hah? ada apa? Ayo cepat coba serang aku lagi!!" pinta Ryuujiki sambil memancing emosi Kirisaki.
"Buatlah diri ku terhibur, Excalibur!!!" sambungnya dengan nada lantang sambil memanas-manasi Kirisaki.
Kirisaki pun terbawa emosi dan kemudian tanpa pikir panjang bangkit berdiri dan langsung menerjang lompat kearah Ryuujiki dan kemudian mengayunkan pedangnya,
Ryuujiki pun menghentikan serangan itu dengan dua jari tangan kanannya memegang pedang Excalibur dan seketika penghentian serangan itu menimbulkan sebuah angin kencang disekitar, "Wuzz...."
...****************...
Izami, Fudo, Shito, dan Yon pun keluar dari markas dan melihat pertarungan mereka berdua yang berada di gedung sebrang jalan dengan wajah khawatir kepada Kirisaki dari kejauhan,
"Tampaknya ini akan menjadi kekacauan di kota," pikir Fudo memandang mereka.
"Kita harus cepat-cepat menghentikan mereka!" usul Yon dengan lantang.
Mereka pun langsung pergi menuju kearah mereka berdua itu, sementara Futaka berlindung di dalam markas.
Bersambung....
__ADS_1