Evil Spirit Hunter

Evil Spirit Hunter
Chapter 28 Melawan roh inti


__ADS_3

Sebelum saat Kirisaki menyerang jantung Golem salinan, kapten dan Kirisaki sedang berbicara disaat Zousei sedang berusaha memojokkannya


"Kirisaki, kau tau apa yang sedang Zousei lakukan?" tanya kapten


"Tidak, emangnya apa?"


"Hadeh... dia itu sedang berusaha memojokkan roh inti itu kearah mu, dan jika dia berada dekat denganmu maka musnahkan lah jantungnya. karena jantung itu adalah inti dari kehidupan jika seorang makhluk hidup tidak memiliki jantung maka dia tidak akan hidup. maka dari itu kau harus memusnahkan jantungnya dulu"


"Tapi, bisa saja dia adalah Golem salinan jadi usaha yang ku lakukan akan menjadi sia-sia"


"Apa kau mau dia terus menghalangi mu?"


"Tidaklah, lagipula kekuatannya sama seperti saat kami bertarung di ruang perawatan dan yang ada di ruang perawatan itu adalah Golem salinan jadi kemungkinan sama, dan juga pasti kekuatan yang aslinya akan lebih kuat daripada Golem salinannya dan kemungkinan dia akan memegang palu yang agak besar" jawab Kirisaki sambil memberi alasan


"Palu? apa yang kau maksud?"


"Saat kami bertarung di ruang perawatan, dia menunjukkan senjatanya yaitu sebuah palu yang agak besar dan dia mulai menari tidak jelas untuk mengumpulkan kekuatan" jawab Kirisaki sambil menjelaskannya


"Oh, begitu. jadi yang asli akan datang memakai palu ya?"


"Ya, jika dia sudah memegang palunya yang berarti dia sudah mengumpulkan kekuatannya dan kita harus berhati-hati dalam mengambil tindakan"


"Hmmm baiklah yang penting sekarang kau hanya harus memusnahkan jantung Golem salinan itu"


"Baiklah"


"Saat dia sudah berada di dekatmu maka belah saja tubuhnya menjadi dua dengan cahaya tangan mu itu, jika kau tidak bisa memusnahkannya maka tangan ku ini akan menusuk jantungnya"


"Oke, baiklah!"


Disaat ini


*Palunya itu lumayan besar, hanya pegangannya saja yang panjang dan juga mungkin ringan. hal itu bisa membuat dia lebih mudah dalam memegangnya dan mengayunkannya sedangkan kepala palunya besar, sekali kami terkena itu maka kami akan langsung terluka parah. dia memiliki kelebihan yang banyak dalam pertarungan kali ini, kekuatannya besar dan juga palunya itu yang ringan* Kirisaki sedang berpikir tentang roh inti itu dihatinya


"Oh iya, sebelum kalian mati, aku akan memperkenalkan namaku. namaku Yamazaki, yah tidak ada gunanya juga sih memberitahu namaku kepada manusia yang akan mati" kata Yamazaki sambil memperkenalkan dirinya


"Hah, bodoh sekali kau ya, memperkenalkan diri mu sebelum kau mati" ujar kapten dengan sombong


"Angkuh sekali kau manusia, akan ku tunjukkan bahwa diriku lah yang lebih kuat dibandingkan dengan dirimu" ujar Yamazaki


...[Stone hammer big: Shock wave]...


Yamazaki mengayunkan palunya kebawah dengan keras, itu menghasilkan gelombang yang berbentuk batu runcing yang mengarah ke mereka bertiga,


"Menghindar lah dari sana!" seru kapten untuk menyuruh mereka menghindar


Mereka langsung menghindar dari sana seperti yang kapten perintah


...[Teknik Gravitasi: Tendangan gravitasi]...


Kapten menghilang dari tempatnya berdiri lalu muncul di samping kepala Yamazaki, lalu dia menendangnya dengan kaki kanan sambil tangannya berada di saku celana dengan keras sampai Yamazaki terpental lalu menghantam ke tembok gerbong sambil membawa palunya


"Ughh... Ghakk"


Yamazaki mencoba bergerak dari tembok itu sambil muntah darah lalu dia mengelap mulutnya yang berdarah


"Ada apa? apa hanya segitu saja kemampuan mu?" tanya kapten sambil terbang


"Ckh... bagaimana kau bisa menendang ku dengan mudah? seharusnya tubuh ku itu berat" tanya Yamazaki sambil memuntahkan darahnya


"Itu mudah, aku hanya mengubah tubuhmu menjadi ringan lalu aku memperberat kaki kananku dan juga ku ringankan gravitasi tubuh ku agar aku bisa terbang dan tidak jatuh karena beratnya kaki kanan ku" jawab kapten sambil terbang


"Oh terimakasih karena sudah menjelaskannya" kata Yamazaki sambil mengucapkan terima kasih


...[Stone hammer big: Pounding hammer]...

__ADS_1


Yamazaki menghentakkan pegangannya dengan keras di lantai gerbong, lalu sebuah batu panjang muncul dari lantai gerbong dan tembok. mereka bertiga langsung menghindari itu dengan cepat


*Cih, batu-batu ini menghalangi pengelihatan ku saja* kata Zousei di hatinya


"Kau lengah, manusia"


"!!!!"


Yamazaki muncul tepat di belakang Zousei lalu dia memukulnya dengan palunya sampai terpental lalu menghantam tembok


"Ghakk"


...[Teknik Gravitasi: Pembentukan, jarum batu]...


Kapten membuat bentuk jarum besar menggunakan batu yang ada disana sambil melayangkan batu itu, lalu dia arahkan dengan tangan kanannya kearah Yamazaki,


...[Teknik batu: Rock wall]...


Yamazaki yang mengetahui itu langsung membuat tembok batu untuk mencegah jarum batu itu mengenai dirinya


"Sekarang, Kirisaki!!!!" seru kapten untuk Kirisaki dengan suara yang keras


Kirisaki muncul dari bekalang Yamazaki dengan tangan cahayanya, dia langsung menusuk tubuhnya hingga menembus jantungnya


"Cih,, kurang ajar kau!!"


...[Teknik batu: Sharp rock arise]...


Sebuah batu yang tajam ujungnya muncul dari bawah tempat Kirisaki berdiri lalu menusuk perutnya


"Ghakkk,, kau, belum mati?!" tanya Kirisaki sambil terjebak di batu itu


"Tentu saja, yang kau tusuk tadi itu adalah jantung batu saja bukan jantungku yang sebenarnya"


"Cshhhh..."


"Hah?!"


*Sial, aku terus terkena serangannya!*


...[Stone hammer big: Rising meteor]...


Yamazaki mengayunkan palunya keatas dan sebuah batu muncul secara bersamaan, Zousei langsung menghindarinya lalu Yamazaki mengayunkan palunya lagi kebawah dan menghasilkan getaran yang membuat Zousei terpental cukup jauh


*Ada apa ini? aku merasakan ada yang aneh, kenapa mereka bisa kearah ku dengan cepat padahal luka mereka cukup parah seharusnya mereka kearah ku dengan lambat karena luka yang diterimanya, namun ini berbeda. aku merasa ada yang membantu mereka untuk menyerang ku. tunggu, kapten yang bersama mereka berkekuatan gravitasi jadi apa dia menerbangkan mereka berdua lalu saat aku menyerang mereka, dia terbangkan kearah ku lagi? hmmm... cukup masuk akal juga* ujar Yamazaki dihatinya sambil berpikir dan berdiam diri ditempat


"Hyaaakkk!!"


Kirisaki dan Zousei menyerang secara bersamaan dari arah yang berbeda, Kirisaki dari samping sambil melayang dan Zousei dari depannya. saat mereka hendak menyerangnya, Yamazaki langsung menyerang Kirisaki dengan palunya kearahnya keatas sebelum dia mengayunkan tangannya ke dirinya,


Sedangkan Zousei, saat cakarnya hampir mengenai tubuh Yamazaki, Yamazaki mundur menjauh dari Zousei dan Yamazaki langsung menyerangnya menggunakan palu dari samping dan mengenai perutnya dan terpental jauh.


"Aku tidak akan membiarkan mu bertindak seenaknya lagi, kapten!!!" seru Yamazaki


Yamazaki langsung berlari kearah kapten dengan membawa palunya namun saat berada di dekatnya, Yamazaki di lempar oleh kapten dengan kekuatan gravitasinya hingga menghantam tembok kereta. Di saat yang bersamaan, kapten melayangkan dan melempar Kirisaki kearah Yamazaki disaat terbang, Kirisaki bersiap-siap untuk menyerangnya dan saat berada didekatnya dia langsung mendarat dan melancarkan serangannya. Kirisaki mengayunkan tangannya ke tubuh Yamazaki saat tubuhnya sedang terdiam


..."Tebasan Cahaya Suciii!!!"...


Kirisaki membelah tubuh Yamazaki dari kepala hingga menembus jantungnya dan menjadi dua . namun yang diserang Kirisaki adalah Golem salinannya dia langsung terkejut akan hal itu,


*Apa?! hanya Golem salinan saja?! yang benar saja! dia bisa membuat Golem dalam waktu secepat ini?!* ujar Kirisaki dihatinya dengan terkejut


"Hah, apa kau terkejut?"


"Hah?!"

__ADS_1


Yamazaki muncul di belakang Kirisaki dengan menanyakan itu kepada dirinya. Kirisaki yang mendengar itu, dia langsung menoleh kebelakang dan terkejut wajah Kirisaki berubah menjadi ketakutan dan tubuhnya gemetaran


Yamazaki langsung menyerangnya dengan palunya dan mementalkannya hingga tembus ke gerbong belakang. kapten yang melihat itu langsung terkejut


*Dia... tidak bisa diremehkan, aku yang seorang diri ini pasti bisa mengalahkannya tapi, aku ingin mereka merasakan bagaimana suasana saat bertarung melawan seorang roh inti. ini.... mengingatkan ku saja pada saat itu, saat kami sedang–


Pembicaraan kapten berhenti mendadak karena dirinya melihat Yamazaki yang berada didekatnya


"Ada apa dengan mu? kenapa kau hanya melamun saja, kapten?" tanya Yamazaki yang berada di depan matanya


"Tidak apa-apa, apa kau mendatangi diriku hanya untuk dibunuh oleh diriku?" tanya kapten sambil dirinya terbang


"Tidak, justru kau lah yang akan mati disini"


"Oh begitu kah?...


"!!!!!!"


...[Teknik Gravitasi: tekanan berat 10x gravitasi]...


Yamazaki langsung jatuh dan tertunduk karena beratnya gravitasi


..... Bagaimana caramu jika kau saja tidak dapat bergerak tapi mau membunuhku?"


"Grhgghhh!! sialan kau!!"


"Aku saat ini masih belum serius, ini saja hanya 5% dari kekuatan ku"


"Huh, seperti yang ku harapkan dari seorang kapten"


"Sebelum mereka bangun, alangkah baiknya kita berbicara dulu...


....apa kau mengetahui siapa kapten pengkhianat itu?"


"Aku tau, karena dialah yang– hahhh?!"


"Ada apa? coba jelaskan tentangnya jika kau tau"


*Rasa kematian ini lagi, walaupun aku belum mengatakan sedikit tentangnya namun aku merasa ada sebuah tangan yang akan memegang jantungku* ujar Yamazaki dihatinya dengan rasa ada yang mengancam dirinya


"Oi, ada apa? katakanlah jika kau mengetahuinya"


"Tidak bisa"


"Apa?!"


"Aku tidak bisa, karena jika aku memberitahukannya maka aku akan mati"


*Hmmm... ini, rasanya pernah ku dengar, apa deja vu?*


"Mau sebanyak apapun yang kau minta atau kau mengancam ku, aku tetap tidak bisa mengatakannya"


"Ah, baik-baik~ sayang sekali, padahal ku beri kesempatan untuk berbicara tapi mereka sudah terbangun dan berlari kesini untuk membunuhmu" ujar kapten dengan nada bicara santai


Yamazaki menoleh melihat kebelakang dan dia melihat Kirisaki dan Zousei yang sedang berlari kearahnya dengan wajah yang diselimuti aura membunuh


"Bagus, sekarang semuanya akan berjalan sesuai rencana ku" ujar Yamazaki dengan wajah yang tersenyum


"Apa yang kau maksud?" tanya kapten dengan kebingungan


Kirisaki dan Zousei hampir mendekati Yamazaki, dan saat berada cukup dekat dengan Yamazaki, mereka hendak menyerang tubuhnya dengan tangan mereka namun,


...[Pengendalian ruang: pertukaran tempat]...


Terdapat sebuah cahaya putih yang terang disaat mereka berdua akan menyerang Yamazaki. cahaya itu pun semakin lama membesar lalu mereka bertiga kecuali Yamazaki menghilang dari sana

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2