
♦️
Tokyo, distrik Meguro, di sebuah taman dekat dengan sungai dan banyak pepohonan, siang hari sebelum tengah hari. mereka sedang berjalan sambil mencari informasi
"Kapten… dimana kita bisa menemukannya?" tanya Yukimura yang kepanasan dan wajahnya berkeringat
"Entahlah, aku tidak punya informasi apapun mengenai lukisan itu disini" jawab kapten
"Lalu kenapa kita harus ke sini?… disini panas sekali… ku harap ada hujan di musim panas ini" ujar Yukimura
"Ada apa dengan mu ini Yukimura? begini saja kau kepanasan?" tanya Zousei yang wajahnya bersimbah keringat
"Tidak panas katamu? kau tidak sadar apa wajah mu yang bersimbahan keringat?" tanya balik Yukimura melihat kearah wajah Zousei yang bersimbah keringat
"Diam lah, ini bukan apa-apa bagi ku" balas Zousei
"Omong-omong kapten, kenapa kita berada di taman?" tanya Yukimura
"Aku hanya ingin lewat saja, tidak ada maksud tertentu" jawabnya
"Eh… kukira ada maksud tertentu, cepat lah ke tempat dimana lukisannya sebelum aku mati kepanasan" ujar Yukimura
"Aku tidak tau dimana lukisannya berada, kita perlu bertanya ke polisi ataupun orang-orang penting disini" balas kapten
"Kalau begitu cepatlah ke kantor polisi terdekat untuk menanyakannya" kata Yukimura
Mereka pun pergi dari taman dan menuju ke kantor polisi terdekat, mereka menemukan kantor polisi tidak jauh, kantornya bertingkat dua, mereka langsung masuk dan menanyakannya ke salah satu polisi yang ada di dalam
"Pak, apa kalian tau tentang lukisan aneh?" tanya kapten
"Hmmm…? lukisan aneh? apa itu, aku belum pernah mendengarnya. omong-omong kalian bertiga siapa?" balas polisi itu sambil menanyakannya
"Kami adalah organisasi ESH dari cabang Tokyo, kami sedang menyelidiki kasus lukisan aneh" jawab kapten
"Ah, jadi begitu, kalau begitu tanya saja pada pak kepala saja" balas polisi
"Lalu dimana dia?" tanya kapten
"Sebentar, aku panggil"
Polisi itu pergi untuk menemui pak kepala, sementara mereka melihat-lihat sekeliling kantor polisi, ada banyak polisi yang berbicara bertiga atau berdua, ada polisi yang sedang mengangkat telepon, ada polisi yang naik ke lantai dua dan turun ke lantai satu. setelah menunggu beberapa menit, polisi yang tadi datang ke mereka bersama pak kepala
"Oh, itu mereka" kata Yukimura yang pandangannya mengarah ke mereka berdua yang sedang berjalan ke mereka bertiga
"Ini pak, tamunya" ujar polisi tadi, lalu dia pergi
"Ah, kenapa kalian datang kesini tanpa memberitahu ku dulu?" tanya pak kepala
"Aku lupa memberitahu anda karena ini mendadak, ada yang ingin aku tanyakan ke anda" jawab kapten
"Begitu, baiklah, sebaiknya kalian bicaranya ke ruangan ku dulu, tidak enak jika bicaranya di sini sambil berdiri dan menganggu polisi lainnya" ujar pak kepala
Lalu pak kepala itu mengajak mereka bertiga ke ruangannya, sesampainya di dalam, pak kepala langsung menutup tirai kayu lalu mempersilahkan mereka duduk di sofa, di dalamnya terdapat lemari yang berisi banyak piala, terdapat meja besar dan ada papan namanya, ada dua sofa yang saling berhadapan dan tengahnya ada meja yang lumayan panjang
"Jadi, ada apa kalian kesini?" tanyanya
"Apa anda tau tentang kasus lukisan aneh?" tanya balik kapten
"Kasus lukisan aneh? aku tidak tau apa itu, tapi jika tidak salah aku dengar dari salah satu warga sekitar yang katanya melihat lukisan lalu apa yang ada di dalamnya keluar dan mengejar dia sampai kerumahnya" jawab pak kepala
"Ah jadi begitu, lalu kapan kejadian itu terjadi?" tanya kapten lagi
"Jika tidak salah itu, satu bulan yang lalu" jawab pak kepala
*Satu bulan yang lalu? jadi lukisan ini sudah ada dari lama? kenapa kami baru mendengarnya sekarang?* tanya Yukimura dihatinya dengan terkejut
"Lalu, dimana orang itu? jika bisa pak kepala antar kan kami langsung ke sana" pinta kapten
"Tidak usah panggil aku begitu, panggil saja aku Fukuro Teru, kalian bisa panggil aku Fukuro" balas pak Fukuro
"Ah baiklah"
"Soal permintaan mu tadi, kami seluruh polisi sedang berusaha untuk mencarinya, tapi masih tetap tidak menemukannya. sudah berminggu-minggu mencarinya tapi masih belum menemukannya…
Lalu pak Fukuro bangkit dari duduknya lalu menundukkan kepalanya ke mereka bertiga
…Kami minta maaf sebesar-besarnya" jawab pak Fukuro sambil minta maaf ke mereka
*Entah mengapa aku merasa dia menyembunyikan sesuatu dari kami, apa jangan bilang dia ingin semua polisi yang ada di distrik ini menyelesaikan kasus itu tanpa campur tangan dari siapapun?* ujar Yukimura dihatinya sambil curiga dengan pak Fukuro
Lalu Zousei marah, dan ia bangkit dari duduknya dengan cepat lalu berjalan cepat ke tempat pak Fukuro dan memegang kerah pak Fukuro lalu mengangkatnya keatas sedikit dengan tangan kanannya lalu tangan kirinya mengeluarkan cakarnya dan mengarahkannya ke pipi kanan pak Fukuro
"Kau berbohong kepada kami kan?!?!?!" tanya Zousei dengan penuh amarah
"Tunggu sebentar, turunkan aku dulu, lalu aku akan menjawabnya" ujar pak Fukuro yang panik
"Cih…" Zousei kesal
Lalu dia menurunkannya, kapten yang melihat itu langsung kecewa dan menjatuhkannya ke lantai
"!!!!!"
Zousei langsung terjatuh ke lantai dan tidak bisa bangkit lagi
"Jaga sopan santun mu Zousei, kita sedang berada di kantor polisi terlebih lagi kita berbicara langsung dengan pak kepala polisi, jadi jaga sikap mu yang selalu emosi" ujar kapten sambil menasehatinya
"Sekarang, mumpung kau masih begitu, sujud lalu minta maaf lah kepadanya" sambung kapten
"Baiklah…"
Zousei pun sujud dan minta maaf ke pak Fukuro
"Maafkan aku…"
"Yah tidak apa-apa"
Kapten pun mengembalikan gravitasi Zousei seperti semula, Zousei pun kembali ke tempat duduknya, begitu juga pak Fukuro
"Bagus, kalau begitu, bisakah anda beritahu kenapa anda berbohong kepada kami?" tanya kapten
"Pertama, kami tidak ingin adanya campur tangan orang lain. kedua, walaupun seluruh daerah Jepang mempercayai organisasi ESH, tapi kami belum percaya sepenuhnya. ketiga, kalian masih muda dan kasus ini kemungkinan berbahaya untuk kalian" jawab pak kepala
Kapten yang mendengar alasan ketiga dari pak Fukuro dia merasa tersinggung lalu tangannya memukul mejanya dengan keras lalu benda-benda disekitarnya melayang semua
"Eh…? a-apa yang terjadi?" tanya pak Fukuro yang kebingungan dan terkejut
"Jadi begitu, intinya kalian hanya ingin menyelesaikan kasus ini sendirian kan…?" tanya kapten dengan kaki kanannya naik ke meja dan matanya memancarkan sinar merah
"Eh…???"
"Oi, kapten, tenang lah, kenapa sekarang kau yang emosi, kau bilang harus menjaga sopan santun di hadapan orang penting" ujar Yukimura sambil menenangkan kapten
"Kapten… tenang lah, jika kau marah disini maka kantornya akan hancur" ujar Zousei yang berusaha menenangkan kapten
Lalu kapten menjadi tenang dan menurunkan kakinya dari meja tersebut, barang-barang yang melayang tadi terjatuh lalu berantakan dan ada yang rusak
"Eh… barang-barang ku jadi rusak semua" ujar pak Fukuro yang sedih sambil melihat barang-barangnya berantakan dan rusak
"Ah maaf karena aku emosi, sekarang cepat antar kan kami ke sana sebelum kantor ini hancur dan kalian terluka" pinta kapten sambil meminta maaf dan menyeringai
"Eh… b-baiklah, akan ku antar kalian ke tempatnya" balas pak Fukuro yang gugup
"Baiklah, mohon bantuannya"
Lalu mereka keluar menuju mobil pak Fukuro, mereka langsung berangkat ke tempat tujuan, tempat yang mereka tuju adalah sebuah rumah yang berada di tepi jalan. beberapa menit mereka sampai
"Sudah sampai, ini tempatnya" ujar pak Fukuro
Mereka bertiga keluar dari mobil
"Jadi ini tempatnya" ujar Yukimura
"Baiklah aku sudah mengantarkan kalian ke tempat tujuannya, kalau begitu aku pergi dulu—
Kapten memegang pundak pak Fukuro hendak mencegahnya kembali dengan wajah menyeringai
"Karena sudah mengantarkan sampai sini, sebaiknya anda juga ikut" ujar kapten sambil memegang pundaknya dengan wajah menyeringai
"Eh… baiklah" pak Fukuro ketakutan setelah menoleh kebelakang
"Rumahnya tampak kosong" ujar Yukimura dengan nada lirih
"Ada apa Yukimura?" tanya Zousei mendekat kearahnya
"Jika di lihat dari luar rumahnya tampak kosong" jawab Yukimura
*Hmm…? kartu gambar bintang emas menyala? dan juga ada banyak* tanya Yukimura dihatinya yang melihat kebawah dan ada kartu gambar bintang emas menyala
"Ayo kita masuk" ajak kapten
"Oke" jawab mereka berdua
Mereka berempat hendak masuk ke rumah melalui pintu, namun saat membuka pintu pintunya tidak terbuka
"Eh? kenapa tidak bisa?" tanya kapten
"Tidak bisa? coba aku dobrak pintunya" kata pak Fukuro
Pak Fukuro langsung mencoba mendobrak pintu tersebut, setelah mendobrak pintunya beberapa kali tetap tidak terbuka
"Kapten, aku ingin memberitahu mu, ada banyak kartu gambar bintang emas menyala yang menempel di tembok rumahnya" ujar Yukimura memberitahukan
__ADS_1
"Kartu?"
"Ya, liat saja" Yukimura mengajak mereka
Banyak kartu gambar bintang emas menyala yang menempel pada tembok, lalu beberapa detik setelah mereka melihat bintang emas di kartu itu redup dan tidak menyala lagi, suara bising dari dalam rumah terdengar
"Tunggu… bintang di kartunya mati, lalu ada suara bising dari dalam rumah… jangan bilang…" kapten berpikir
"Ada apa?" tanya Yukimura
"Kalian semua lari!!"
"?!?!?!"
Pintu itu hancur dan banyak makhluk-makhluk yang keluar dari sana lalu mengejar mereka, Yukimura, Zousei dan pak Fukuro cepat-cepat masuk ke mobil sementara kapten menahan mereka disana
"Cih… jadi rumah ini banyak makhluk-makhluk dari lukisan itu ya?" ujar kapten yang melihat makhluk-makhluk itu
...[Teknik Gravitasi: Medan 100 berat gravitasi]...
"!!!!!!!"
Semua makhluk yang keluar dari rumah itu langsung terjatuh ke tanah, ada banyak anjing besar yang keluar dari sana dan larinya cepat sehingga tidak terkena Medan berat gravitasi, mereka semua mengejar Yukimura dan dua lainnya, lalu keluar seorang makhluk yang amat besar dan tinggi badannya kekar dan berotot, di belakangnya terdapat sebuah sayap hitam. makhluk itu hendak terbang namun dia terkena Medan berat gravitasi, lalu keluar lagi seorang bertubuh manusia tubuhnya terdapat bekas jahit dan dia membawa tiga anjing sepeti tadi dengan lehernya yang terdapat gelang rantai berduri
"Cih… kenapa banyak makhluk yang keluar dari dalam rumah ini?!" tanya kapten sambil menahan mereka semua
Lalu kapten melayangkan mereka dengan meringankan gravitasinya lalu melempar mereka semua ke atas langit
...[Bakudo 72: spiral ring flame]...
Sebuah lingkaran muncul di tempat saat mereka akan terjatuh, lalu sebuah api spiral keatas keluar dari lingkaran tersebut dan membakar makhluk yang tadi ia terbangkan, mereka terbakar habis kecuali makhluk besar tinggi tadi, dia masih bertahan dari api itu. dia terjatuh ke tanah lalu bangun perlahan-lahan
"Oh? kau belum mati ya, yah… susah juga untuk membakar habis diri mu yang bertubuh besar dan kekar serta tinggi begitu" ujar kapten
Setelah makhluk itu bangkit dari jatuhnya, dia mengeluarkan teriakan yang begitu keras dari mulutnya yang berbentuk paruh burung dan suara teriakan itu terdengar oleh sebagian orang-orang yang berada di dekat sana
"Grrrhhhouuuughhh…!!"
♦️
"Suara apa itu? kencang sekali" tanya salah satu siswi yang berada di dekat sana
"Keras sekali, siapa sih yang teriak?!" tanya seorang ibu-ibu
"Teriakan apa itu?" tanya seorang siswa yang lewat disana
"Ada hewan yang terbebas dari penangkaran?" tanya seorang bapak-bapak
Akibat suara tersebut, lalu lintas menjadi macet karena mereka terkejut suara itu, suara itu bahkan mencapai sebuah sekolah terdekat disana, bahkan terdengar hingga ke kantor polisi
♦️
Para polisi di kantor panik semua tentang suara itu, mereka menyelidiki asal suara itu dan mengecek keadaan lalu lintas dari kamera pengawas yang ada di kota, bahkan ada yang mencari sumber suara tersebut dengan menaiki mobil
"Suara apa itu? kenapa keras sekali?" tanya salah satu polisi
"Cepat cek keadaan lalu lintas, apakah macet atau tidak, dan juga cek rekaman suara dari kamera pengawas!!" perintah salah satu polisi
Mereka berlari berlalu-lalang
"Dimana pak kepala?" tanya polisi wanita
"Aku tidak tau, tapi sepertinya dia bersama para tamu" jawab polisi itu
"Pak! di daerah Nakacho dan Takaban terdengar sebuah suara teriakan keras juga!" ujar salah satu polisi yang melaporkannya
Para polisi langsung melihat rekaman video kamera pengawas dan menyalakan suaranya, terdengar suara yang amat keras
"Tidak mungkin, bahkan dua daerah yang cukup jauh saja terdengar?!" kata polisi itu terkejut
♦️
"Cih, suara mu itu keras sekali, mungkin jika aku tidak menutup telinga ku pasti gendang telinga ku akan pecah" ujar kapten
Lalu makhluk itu maju kearah kapten dan melancarkan pukulannya kearah kapten berkali-kali
"Pergi menjauh lah dari ku!!" kapten menghempaskan tubuhnya ke tembok rumah itu dengan kekuatannya
Monster itu bangkit lagi lalu terbang dan hendak meninggalkan tempat itu, kapten dengan cepat menggunakan fast teleport ke atas untuk mencegahnya lalu menendangnya
...[Teknik Gravitasi: tendangan gravitasi]...
Kapten menendang kepalanya dengan kaki kanan, monster itu pun akan terjatuh ke tanah
...[Bakudo 89: Tanah berduri]...
Tanah yang akan di jatuhi monster itu membentuk sebuah duri ujungnya runcing, namun saat hampir berada di dekat ujungnya, dia mencegahnya dengan mengepakkan sayapnya lalu keatas
"Oh, ku kira kau akan pasrah dan mati begitu saja, ternyata pemikiran ku tidak ya" ujar kapten
...[Teknik Gravitasi: tinju berat gravitasi]...
...[Hakudo 79: kepalan tangan besi]...
Namun kapten juga mengepalkan tangan kanannya lalu saat kepalan tangan monster itu berada di dekatnya, ia langsung memukulnya dengan kepalan tangannya, hembusan angin kencang pun muncul
♦️
Sebuah mobil lewat di jalan dan anak kecil dalam mobil itu melihat mereka bertarung melalui jendela mobil
"Wah… hebat!" ujarnya terkagum-kagum
"Ayah, ibu, kak! lihat itu! ada yang bertarung diatas langit!!" panggil anak laki-laki kecil itu dengan penuh semangat
"Paling itu cuma hologram saja yang di gunakan untuk mempromosikan sesuatu" ujar ayahnya
Lalu anak kecil itu merasa putus asa
"Eh… begitu ya…"
♦️
"Oh? lumayan kuat juga ya kau!!" ujar kapten
Lalu mereka mundur menjauh untuk menjaga jarak satu sama lain
Di bawah mereka, manusia yang terdapat bekas jahit di tubuhnya belum pergi dari sana
"Ku serahkan dia kepada mu, monster setengah burung" ujar manusia itu lalu dia pergi meninggalkan mereka dan hendak menyusul mereka bertiga
*Cih… aku membiarkan satu lolos, gara-gara dia satu makhluk lolos, namun dia kuat juga* ujar kapten dihatinya yang melihat kebawah
♦️
"Oi, pak Fukuro percepat jalannya!!" pinta Yukimura yang melihat belakang melalui jendela mobil
"Emangnya kenapa?" tanyanya
"Lihat di belakang!! ada banyak anjing-anjing yang sedang mengejar kita!!" jawab Yukimura
Lalu pak Fukuro melihat sedikit di spionnya dan melihat banyak anjing-anjing yang mengejar mereka
"Oh, sialan!! kenapa mereka mengejar kita?!" tanyanya sambil mempercepat jalannya
Pak Fukuro menancap penuh gasnya dan jalan mobil itu lebih cepat, namun anjing-anjing masih mengejar mereka. sembari menyetir, pak Fukuro menelpon para polisi yang ada di kantor polisi
♦️
"Triiinngggg…" suara telpon berdering
Lalu salah satu dari semua polisi itu mengangkatnya
"Ya, halo?"
♦️
"Kepada semua polisi!! di harapkan untuk mengumumkan evakuasi ke semua daerah yang ada di Meguro, sekali lagi kepada semua polisi di harapkan untuk mengumumkan evakuasi kepada semua orang!!" perintahnya di telpon sambil menyetir mobil
Lalu pak Fukuro langsung mematikannya
♦️
"Siapa itu?" tanya salah satu polisi
"Pak kepala, dia bilang kepada semua polisi di harapkan untuk mengumumkan evakuasi ke semua orang di daerah Meguro" jawabnya
Polisi lainnya pun langsung bergegas untuk menyalakan alarm evakuasi ke seluruh wilayah Meguro lalu mengumumkan evakuasi. semua orang pun segera mengevakuasi ke tempat yang aman
♦️
Dengan kecepatan penuh pak Fukuro masih tetap bisa mengendalikan mobilnya, hanya saja dia perlu berhati-hati agar tidak menabrak mobil yang ada disana ataupun bangunan yang ada disana
"Sial!! sepertinya tidak ada pilihan lain selain menyerang mereka dari dalam mobil" ujar Yukimura yang terpaksa
Yukimura membuka sedikit pintu mobil lalu menembaki mereka dengan pistolnya sambil menengok keluar
"Oi, apa yang kau lakukan?! cepat tutup kembali pintunya sebelum nanti rusak!!" pak Fukuro memarahi Yukimura
"Karena tidak ada pilihan lain, kita harus melawan mereka meskipun berada di mobil!!" jawab Yukimura
"Sialan…!!" pak Fukuro kesal
__ADS_1
Karena melihat Yukimura melawan mereka Zousei pun tidak akan diam begitu saja, dia keluar dari mobilnya,
"Oi, apa yang kau lakukan Zousei?!?!" tanya Yukimura
"Tentu saja melawan mereka!!" jawabnya dengan penuh semangat
"Apa?! sekarang malah ada yang keluar?! sialan!! ini lah mengapa aku benci anak muda, mereka selalu berbuat nekat" ujar pak Fukuro dengan kesal sambil mengemudi mobilnya
Setelah Zousei turun dari mobil, ia menggunakan fast teleport ke atas mobil lalu menyerang mereka dari atas mobil dengan cakarannya, satu anjing melompat keatas dan hendak menyerang Zousei dengan cakar yang ada di kakinya dan memakannya, namun Zousei langsung membunuhnya lalu melempar dia ke bawah
♦️
...[Teknik Gravitasi: tendangan gravitasi]...
Kapten dan monster itu terbang melesat kearah satu sama lain lalu saat dekat mereka sama-sama mengangkat kaki lalu mengayunkannya dari samping dan mengenai mata kaki satu sama lain, hembusan angin kencang pun muncul dan menerbangkan benda-benda kecil di bawah serta kaca jendela rumah tersebut pecah. lalu mereka kembali mundur menjauh untuk menjaga jarak satu sama lain,
...[Teknik Gravitasi: tinju berat gravitasi]...
Kapten menyeringai lalu terbang melesat kearah monster itu lalu langsung memukul wajahnya dengan cepat dan monster itu terhempas ke sebuah gedung berkaca lalu kacanya hancur dan getaran yang di hasilkan pun menghancurkan kaca lainnya, untungnya tidak ada orang yang ada disana. tidak sampai disana, kapten terbang melesat lagi ke gedung itu sebelum monster itu bergerak, ia memukulinya berkali-kali hingga tembus masuk ke dalam gedung tersebut hingga keluar dari sisi lain lagi. gedung tersebut roboh dan hancur
Kapten tidak sadar bahwa dirinya telah menghancurkan satu gedung, ia tetap memukulinya berkali-kali namun dia tetap belum mati
"Ma…ti…lah… dasar… sialan…!!" ujar kapten sambil memukulinya berkali-kali
Kapten memukulnya hingga terhempas ke gedung berkaca lain lagi lalu hancur lagi, ia kelelahan namun monster itu tetap masih hidup tapi dia belum bergerak sekalipun
♦️
Mereka masih di kejar oleh anjing-anjing itu, Yukimura menembaki anjing-anjing itu hingga pelurunya habis lalu terisi lagi, sementara Zousei menyerang mereka dengan cakarannya dari jauh dan dekat, mobilnya pun tiba-tiba menambah kecepatannya. Zousei dan Yukimura keseimbangannya hampir hilang namun mereka belum terjatuh sekalipun
"Oi, pak tua, lain kali jangan dadakan kalau mau nambah kecepatannya, untung saja aku tidak hilang keseimbangan ku tadi" ujar Yukimura mengeluh ke pak Fukuro
"Pak tua?! siapa yang kau panggil itu hah?! apa kau ingin aku tambah kecepatannya lagi?!" tanya pak Fukuro dengan emosi
Saat sedang berjalan sambil menjaga mobil itu, mereka melewati gedung berkaca yang tinggi menjulang ke atas lalu salah satu kacanya pecah dan muncul anjing-anjing itu dari atas lalu mendarat di atas mobil pak Fukuro
"Cih… kenapa ada anjing lagi disini?!" tanya Zousei yang emosi lalu menyerang anjing itu hingga mati
Anjing-anjing itu masih mengejar mereka, tapi ada yang aneh, tadinya mereka bergerombolan dan sempit-sempitan namun sekarang mereka menyingkir lalu di belakangnya ada seorang manusia yang memiliki luka jahit di seluruh tubuhnya, ia telanjang dada sambil membawa tiga anjingnya yang ia rantai
"Kali ini siapa lagi?!" tanya Zousei dan Izami dengan emosi
Manusia itu lompat dan membuat jalan es keatas mobil di udara dengan anjingnya yang ada di kanan,
"Oi, Zousei! dia akan kearah mu!" ujar Yukimura yang memberitahunya
lalu saat berada diatas Zousei hanya bisa mundur dan dia entah mengapa tidak bisa menyerangnya. manusia itu langsung menendang Zousei hingga jatuh ke jalan, pak Fukuro yang melihat Zousei jatuh di jalan yang akan ia lewati berhenti mendadak
"Sialan, kenapa dia jatuh ke situ?!" tanya pak Fukuro yang terkejut melihatnya
"Sialan!! sepertinya Zousei telah di kalahkan!" ujar Yukimura kesal
Yukimura keluar dari mobil dan manusia itu turun ke bawah, lalu mereka saling berhadap-hadapan. sementara pak Fukuro di dalam mobil sedang memanggil bala bantuan
"Halo, ini dengan Fukuro. di harapkan semua polisi datang ke jalan Minamura 12 di Takaban! bawa senjata kalian dan pelindung kalian! semua polisi harus datang, karena ada serangan dari seseorang!!" perintah pak Fukuro di telponnya
♦️
"Yes, sir!" jawab semua polisi yang mendengar itu
Semua polisi bergegas menuju kesana dengan senjata-senjata mereka dan pelindungnya
♦️
"Ya ampun, tidak kusangka kalian berdua bisa mengalahkan banyak anjing-anjing ku ini" ujar manusia jahit itu
"Siapa kau?!" tanya Yukimura sambil menodongkan pistolnya
"Manusia, yah… tidak masuk akal sih jika di panggil manusia lagi. ya sudah panggil saja aku, zombie" jawab zombie
"Apa mau mu datang kesini?" tanya Yukimura lagi
"Yah… aku cuma ingin melawan kalian saja" jawab si zombie itu
"Hah? apa-apaan itu?!" tanya Yukimura yang terkejut
"Aku cuma bercanda saja, aku ingin menghabisi orang-orang yang membunuh anjing-anjing ku ini" ujar si zombie
"Oi, kau harus mengulur waktu hingga bala bantuan datang" panggil pak Fukuro dengan suara lirih
"Oke!" jawab Yukimura sambil mengangkat jempolnya keatas
"Baiklah, apa kita bisa memulainya sekarang?" tanya si zombie
"Tunggu sebentar, kekuatan ku belum penuh kembali, tidak asik bukan jika melawan musuh yang berat sebelah?" tanya Yukimura
"Ah, kau benar tidak asik juga maka dari itu ku kerahkan anjing-anjing ku dulu untuk menguji kemampuan mu" ujar si zombie
"Eh…???" tanya Yukimura yang terkejut
"Kalian semua, serang dia— eh…?? mereka semua mati" ujar zombie dengan terkejut
Semua anjing-anjingnya mati semua terkena tembakan, bala bantuan sudah datang dan mengepung dia
"Ya ampun, sepertinya aku terkepung ya…" ujarnya dengan pasrah
"Matilah kau sialan!!" pak Fukuro menembak kepala si zombie dengan pistol miliknya
Dia pun terjatuh lalu tidak lama kemudian dia bangkit kembali sambil menutupi lubang dari pistol itu dengan tangan kanannya
"Cih… sialan kau!!"
"Kenapa dia tidak mati?!" tanya pak Fukuro yang terkejut
"Asalkan kau tau, aku memiliki kemampuan yaitu, Immortal dan Fear, jadi siapapun yang menyerang ku di bagian vital, maka aku tidak akan mati. sementara Fear, aku bisa menakuti musuh ku hanya dengan tatapan ku ini" ujar si zombie sambil berjalan menuju kearahnya
Pak Fukuro mundur ketakutan dan pistolnya terjatuh, lalu dia mengambil pistolnya pada saat setelah mengambilnya wajahnya di pukul hingga mundur dan terjatuh. para polisi yang melihat itu langsung menodongkan senjatanya ke dirinya
"Bermain dengan cara mengepung itu adalah pengecut, meskipun kalian adalah polisi tapi itu tetap pengecut" ujarnya dengan sombong
"Diam kau!! bicara lagi kami tembak kau hingga dirimu tersiksa!!" kata salah satu polisi sambil mengancamnya
"Anjing-anjing ku, serang mereka!!" perintah si zombie
Ketiga anjingnya menyerang semua pasukan polisi itu, mereka mengigit badan polisi itu dan menyerangnya dengan kekuatan mereka
"Cih… sialan kau!!" kata Yukimura dengan kesal
Yukimura menembakkan pelurunya ke bagian jantung si zombie, tapi dia tidak terjatuh justru semakin mendekat ke Yukimura, Yukimura ketakutan dan dia terjatuh lalu pingsan
♦️
Setelah memukul selama 180x akhirnya monster tersebut mati, kapten kelelahan karena tenaganya sebagian besar ia gunakan untuk melawan monster itu
*Aku tidak sadar bahwa aku sudah menghancurkan tiga gedung gara-gara pertarungan ini, dia kuat juga. tapi… manusia jahit itu… sepetinya dia agak kuat, tidak… apa lebih kuat?* ujar kapten dihatinya
"Pokoknya… aku harus cepat-cepat ke Yukimura dan yang lainnya" kata kapten
Kapten terbang melesat kearah Yukimura dan lainnya sembari menggunakan fast teleport, sesampainya disana, kapten melihat sebuah api yang muncul dari sebuah mobil, ia menggunakan fast teleport kesana. saat disana kapten melihat Yukimura dan banyak polisi yang tumbang lalu ada seorang manusia yang masih berdiri lalu tubuhnya memiliki bekas jahit
"Oi, kau yang melakukan ini semua kan?!" tanya kapten dengan wajah yang marah
"Oh, kau lagi, ya memangnya kenapa?" tanya balik dirinya sambil berjalan kearahnya
"Jadi begitu, baiklah. jadi aku bisa membunuh mu disini" ujar kapten dengan wajah menyeringai
"Membunuhku? bagaimana membunuhku jika kau itu ketakutan?" tanya lagi dirinya sambil menatap wajah kapten
Kapten tidak ketakutan ataupun mundur kebelakang, dia hanya berdiri normal saja
"Tidak mungkin… bagaimana kau tidak ketakutan?!" tanya dirinya lagi dengan wajah panik dan terkejut
"Entah lah… aku tidak tau apa yang kau maksud. tapi yang jelas… sekarang amarah ku segera menjadi jika kau melawan ku" ujar kapten sambil berjalan kedepan dengan matanya bersinar merah dan si zombie itu ketakutan lalu mundur kebelakang
"Tidak mungkin… kenapa malah aku yang ketakutan?! ini tidak mungkin terjadi!! anjing-anjing ku, berikan semua kekuatan kalian kepada ku!!" ujar si zombie dengan wajah panik dan ketakutan
Ketiga anjingnya memberinya tiga kekuatan, yaitu api, es, dan air. dia melawan kapten dengan menggunakan kekuatan penuh dan juga dengan wajah yang panik dan ketakutan
"Mati lah kau!!" ujar si zombie
..."Combo: Three full power attack"...
Sebuah tornado air spiral keatas muncul di tempat berdiri kapten, lalu di dalamnya di beri tornado api spiral keatas lagi. fungsi tornado air untuk membuatnya kehabisan nafas di tornado air tersebut, lalu fungsi tornado api untuk membakar tubuhnya. setelah itu, kedua tornado itu hilang lalu tubuhnya kapten di bekukan oleh sebuah es, si zombie pun berjalan kearahnya dengan wajahnya yang menyeringai
"Hahahaha…!! rasakan itu!! kau bilang ingin membunuh ku, tapi kau sendiri terjebak dalam es!! waktunya untuk menghancurkan es mu!!" ujar si zombie dengan tertawa
Dia hendak menghancurkan es itu beserta tubuhnya kapten, namun es itu pecah duluan sebelum dirinya menghancurkan, kapten kembali dengan amarahnya yang semakin menjadi
"Baiklah, sekarang kau harus membayarnya karena amarah mu sudah semakin menjadi. kau harus membayarnya dengan kematian mu!!" ujar kapten yang tangan kanannya diangkat keatas
Wajah si zombie ketakutan, dia terjatuh lalu merangkak karena saking takutnya
..."Kido 21: Eternoth sword"...
Muncul sebuah pedang dari atas lalu di pegang oleh tangan kanan kapten, ia belum mengayunkannya kebawah
"Ada apa dengan mu? tadi kau percaya diri sekali bahwa kau akan mengalahkan ku, tapi kenapa sekarang kau ketakutan begitu?" tanya kapten sambil memasang wajah menyeramkan dan memegang pedang tersebut
"Sialan, kenapa kemampuan ku tidak berpengaruh kepada diri mu?! kau monster melebihi monster yang kau lawan tadi!!" ujar si zombie itu dengan amat ketakutan sambil merangkak kedepan
Lalu dia berdiri dan saat dirinya berdiri, kapten mengayunkan pedangnya kearahnya. tubuhnya terbelah menjadi dua, lalu dia menghilang. hujan pun turun lalu memadamkan api yang ada disana, kapten melihat ke langit yang hujan sambil merasa sedih
__ADS_1
"Kenapa ada hujan di musim panas begini?" tanyanya sambil menatap keatas langit
Bersambung………