Evil Spirit Hunter

Evil Spirit Hunter
Chapter 52 Distrik Setagaya


__ADS_3

♦️


Tiga hari berlalu saat Lovtrasde berangkat ke Jepang, kini malam hari jam 02.30 sedangkan di Jepang jam 10.30. di malam itu semua orang tertidur kecuali Lovtrasde yang sedang melihat kearah luar pesawat melalui jendela, dia terus memandanginya dari pagi hari


*Untung saja pesawat ini memiliki program auto-pilot, jadi pesawat ini akan tetap terbang meskipun para pilot sedang beristirahat, dan juga terdapat dua pilot dan kopilot yang saling bergantian mengemudikan pesawat* ujar Lovtrasde sambil melihat kearah jendela


"Dan juga, sepertinya ada seseorang yang mengawasi ku selama tiga hari ini, aku tidak tau siapa orangnya, yang pasti aku merasa ada yang mengawasi ku selama penerbangan ini" ujar Lovtrasde dengan nada lirih dan was-was


"Dan juga, kenapa penumpang di sampingku ini mendengkur keras sekali?!" tanya Lovtrasde dengan nada sedang yang terheran dengan penumpang sebelahnya


Penumpang sebelahnya yang berbadan gemuk dan besar mendengkur dengan suara yang keras hingga membuatnya terganggu


"Seharusnya aku beli yang VIP saja agar tidak terganggu" ujar Lovtrasde


"Yah aku tidak peduli sih" kata Lovtrasde


"Sekarang, aku harus melihat-lihat keadaan dalam pesawat ini" sambung Lovtrasde


Lovtrasde menggigit jempolnya hingga keluar darah lalu dengan darah itu, ia menggambar sesuatu di pesawat dengan jempolnya, yang ia gambar adalah sebuah makhluk bermata satu kecil, lalu makhluk tersebut keluar dan berlari mengelilingi seluruh penumpang yang sedang tertidur. Lovtrasde menutup mata kirinya dengan tangan kirinya lalu mata kanannya yang terbuka itu bisa melihat apa yang dilihat oleh makhluk kecil tadi


"Disini tidak ada yang mencurigakan, semua orang tertidur" ujar Lovtrasde sambil melihat-lihat seluruh penumpang melalui mata makhluk kecil tadi


"Yah… lagipula siapa juga yang masih bangun jam segini? hanya aku saja" sambung Lovtrasde yang membicarakan dirinya sendiri


Setelah Lovtrasde melihat-lihat seluruh penumpang, ia tidak melihat ada yang mencurigakan satu pun, lalu makhluk kecil tersebut kembali pada dirinya. agen rahasia yang mengikutinya pun terpaksa pura-pura agar tidak ketahuan olehnya


*Dia menggunakan makhluk ciptaannya untuk melihat-lihat keadaan dalam pesawat ya, jika aku tidak tidur pasti aku akan ketahuan olehnya. aku baru tau bahwa dia bisa menggambar tanpa menggunakan kanvas dengan darahnya* ujar si agen rahasia dihatinya yang dirinya masih pura-pura tertidur


♦️


Tokyo, distrik Setagaya. kapten dan dua lainnya sudah sampai, mereka langsung mencari tau dimana lukisan itu berada. mereka sedang berada di tempat yang jauh dengan jalan raya


"Kapten, kita akan mencarinya dimana?" tanya Yukimura


"Jangan tanya aku, kita tidak punya informasi satu pun" jawabnya


"Hah… lagi-lagi kita kesini tanpa informasi sekali pun" balas Yukimura yang terlihat sedikit kesal


"Kapten, kau bilang jika setiap distrik atau kota memiliki satu lukisan saja kan? kalau begitu, kenapa kemarin ada dua makhluk dari lukisan dalam satu distrik? kau melawan monster setengah burung kan?" tanya Zousei


"Benar juga, mungkin ada beberapa lokasi yang terdapat dua lukisan aneh tersebut" jawab kapten


"Kita akan mencarinya dimana kapten???… percuma saja jika kita keliling distrik ini tapi tidak menemukannya" tanya Yukimura


"Sudah ku bilang aku tidak tau…" jawab kapten


Saat mereka sedang berjalan, ada seseorang berjaket hitam yang wajahnya di tutupi oleh topeng lewat tepat disamping mereka sambil berlari dengan cepat membawa sebuah tas


"Pencuri!!"


"Siapa saja tolong aku! ada seorang pencuri!!"


Teriak seorang ibu-ibu sambil jari salah satu tangannya menunjuk kearah orang berjaket hitam tadi


Semua orang yang disekitarnya hanya bisa diam dan melihat ibu itu menangis, sementara mereka bertiga menoleh kebelakang


"Kapten, sepertinya itu pencurinya" ujar Yukimura


"Begitu, ku serahkan pada mu, Yukimura" balas kapten


Yukimura mengambil pistolnya dari pinggangnya, ia membidik kearah pencuri tadi yang tidak jauh dari mereka, lalu dia menembakkan pelurunya kearah kakinya


"Dor!"


Pencuri itu terjatuh, beserta tasnya. kapten mengambil tasnya dengan kekuatannya sementara Zousei dan Yukimura menghampiri pencuri itu, kapten berjalan kearah ibu-ibu tadi lalu menyerahkan tasnya


"Ini" ujarnya sambil menyerahkan tasnya


"Ah, terima kasih" balas ibu tadi


"Ya ampun, kenapa siang-siang begini malah berurusan dengan pencuri?" tanya kapten yang berbicara sendiri


"Hei kau, kenapa kau mencuri hah?!" tanya Zousei


"E…" pencuri itu ketakutan hingga bingung menjawabnya


"Cepatlah jawab bodoh!" kata Yukimura


"Aku hanya disuruh oleh seseorang saja, tolong ampuni aku…" jawabnya dengan ketakutan


"Kau disuruh? kau mau disuruh seseorang untuk melakukan ini?" tanya Yukimura


"Aku terpaksa, karena keluarga ku dijadikan sandera olehnya, jika aku tidak melakukannya maka mereka akan dibunuh!" jawabnya


"Begitu… lalu siapa namanya?" tanya Yukimura lagi


"Namanya… adalah… Claver Argant, dia memiliki dua pedang di punggungnya" jawab pencuri itu sambil memberitahu namanya


"Nama itu bukan dari Jepang" ujar Zousei


"Kalau begitu, dia dari luar Jepang?" tanya Yukimura ke Zousei


"Mungkin saja" jawab Zousei


Pencuri itu merangkak pelan-pelan untuk melarikan diri dari mereka, Yukimura menyadari hal itu


"Oi, kau tidak boleh pergi dari sini, jika pergi ku tembak lagi" kata Yukimura


Pencuri itu berhenti merangkak lalu kembali kearah Yukimura


"Zousei, panggil polisi" pinta Yukimura


"Baik"

__ADS_1


Zousei mengambil ponselnya yang berada di saku celana lalu menelpon polisi, beberapa menit kemudian polisi itu datang dan memasukkan pencuri itu ke mobilnya


"Kenapa kita malah berurusan dengan pencuri?" tanya Zousei


"Entah, ayo kita pergi ke kapten" ajak Yukimura


Mereka kembali ke kapten


♦️


Diatas atap sebuah gedung yang tidak jauh dari mereka bertiga, seseorang sedang berdiri disana sambil melihat mereka bertiga yang sedang berjalan


"Jadi mereka itu organisasi ESH ya, aku harus melaporkannya kepada Lovtrasde" ujar seseorang itu yang bernama Claver Argant


Claver mengambil ponselnya lalu menelpon Lovtrasde


"Lovtrasde, aku sudah melihat anggota ESH di Tokyo. kemungkinan mereka sedang mencari lukisan mu itu, mereka juga memiliki kemampuan masing-masing" lapor Claver di telpon


"Kerja bagus, Claver, ikuti mereka lalu cari tau tentang kekuatan mereka dengan cara melawan mereka, aku mengandalkan mu, tangan kiri ku Claver Argant"


"Baiklah, serahkan pada ku"


Lalu dia menyudahi panggilannya


♦️


"Kapten, bagaimana jika kita mencari informasinya di kantor polisi?" tanya Yukimura


"Boleh juga" balas kapten


Mereka mencari kantor polisi terdekat dan mencari informasi tentang lukisan tersebut, namun para polisi tidak memiliki informasi tersebut


"Sialan, kita mau mencarinya dimana lagi?" tanya Zousei yang kesal


"Hanya polisi saja sebagai sumber informasi, tapi mereka tidak tau, kita harus kemana lagi?…" tanya Yukimura yang bingung dan merasa putus asa


"Untuk sementara kita tanya saja kepada penduduk sekitar, jika tidak tau kita berpindah ke museum seni" ujar kapten


Mereka lanjut untuk menanyai penduduk sekitar, satu persatu yang ada di dekat mereka mereka tanyai. alhasil tidak ada satupun yang tau


"Tidak ada yang tau juga…" ujar Yukimura yang terlihat putus asa


"Jangan menyerah bodoh" kata Zousei


"Yah mau bagaimana lagi… kita sudah menanyai penduduk sekitar dan mereka pun tidak tau" balas Yukimura


"Kalau begitu kita harus ke museum seni yang ada disini" ajak kapten


"Ah, baiklah" balas mereka berdua bersamaan


Mereka lanjut berjalan lagi menuju ke museum seni meskipun tidak tau lokasinya, ditengah perjalanan, mereka menemukan sebuah tanah runcing yang berada di permukaan tanah depan jalan mereka


"Kenapa ada tanah beginian disini?" tanya Yukimura


"Semua orang pandangannya melihat kearah batu tersebut, yang berarti ini bukan ulah roh jahat, melainkan makhluk yang ada di dalam lukisan" ujar kapten yang mengamati batu tersebut


"Zousei, hancurkan ini agar tidak menghalangi jalan" pinta kapten yang sedikit menoleh kebelakang


Zousei menghancurkan tanah tersebut dengan cakarannya, tanah tersebut menjadi kecil-kecil lalu berserakan di jalan, semua orang yang melihatnya langsung pergi. sebuah api berbentuk anak panah di tembakkan kearah mereka bertiga yang sedang berdiam diri dari sebuah gang yang sangat sempit yang berada tepat disamping mereka


"?!?!?!" (efek di perlambat)


"Menghindar!!" suruh kapten


Kapten yang matanya melirik kesamping lalu melihat sebuah panah api dengan cepat menyuruh mereka menghindar, Zousei menghindar kebelakang sementara dua lainnya menghindar ke depan


"Apa tadi itu?" tanya Yukimura


"Sebuah api yang berbentuk anak panah, jika kita terkena itu maka kita akan terbakar" jawab kapten dengan wajah serius


"Begitu, darimana asalnya?" tanya Yukimura lagi


"Gang sempit samping kita tadi, aku tidak melihat siapa yang menembakkannya yang jelas serangannya itu mendadak sekali" jawab kapten


"Kalau begitu kita hanya perlu menemukan pelakunya kan?" tanya Zousei yang lalu berjalan masuk ke gang sempit tersebut


"Jangan masuk dulu, jika kita masuk kita mungkin akan masuk kedalam jebakannya!" ujar Yukimura yang lalu menahan lengan Zousei untuk pergi


"Lepaskan bodoh" pinta Zousei


"Tidak akan" jawab Yukimura


"Hah?! kau ngajak berantem?!" tanya Zousei yang mendekatkan wajahnya kedepan Yukimura sambil memasang wajah kesal


"Oh, ayo! lagipula kau akan kalah duluan!" jawab Yukimura yang melakukan hal sama seperti Zousei


Mereka beradu mulut sambil mendekatkan wajahnya masing-masing


"Kalian berdua, berhentilah sebelum ku hempas kan kalian ke kota Saitama!!" ujar kapten dengan memasang wajah marah yang matanya memancarkan sinar merah dan tanah sekitarnya bergetar


"Baik" jawab mereka berdua yang memasang wajah datar namun di dalam hatinya ketakutan


Amarah kapten pun mereda


"Kalau begitu ayo cepat ke museum seni" ajak kapten


Mereka mengikuti kapten dari belakang menuju museum seni


♦️


"Sepertinya dia lumayan berbahaya, ketika dia mengeluarkan amarah tanah sekitarnya bergetar dengan sendirinya" ujar Claver yang mengamati kapten


"Dia tidak merapal kan mantra apapun namun bisa mengeluarkan kekuatannya, jadi ini yang Lovtrasde bilang, "lawan yang kita hadapi akan memiliki konsep kekuatan yang berbeda dari kita", menurut ku ini akan menarik" sambung kata Claver sambil mengingat kembali perkataan Lovtrasde

__ADS_1


♦️


Mereka bertiga sampai di museum seni terdekat, mereka berbicara kepada penjaga terlebih dahulu


"Dimana orang yang memiliki museum ini?" tanya Yukimura


"Kenapa kau ingin menemui bos kami?" tanya salah satu penjaga balik


Para penjaga memakai tuksedo dan bertubuh kekar dan berotot, lalu mereka memakai kacamata hitam


"Kami ingin menanyakan sesuatu kepadanya, kalian mungkin tidak akan mengerti" jawab Yukimura


"Apa anda tamu bos kami atau teman dekat bos kami?" tanya penjaga tadi lagi


"Kami bukan siapapun bagi bos mu, namun kami ada hal penting yang harus kami bicarakan" jawab Yukimura


"Begitu, kalau begitu tidak kami izinkan" balas penjaga tadi


"Eh? kenapa?" tanya Yukimura


"Kamu bilang bahwa kalian bukan siapa-siapanya bos kan? jika kalian berkata seperti itu mau alasan sekuat apapun tidak akan kami izinkan" jawabnya


*Aduh sialan, kenapa aku malah berkata seperti itu ya* kata Yukimura dihatinya yang kesal dengan dirinya sendiri


"Ada masalah apa ini?" tanya seseorang yang sedang berjalan menuju mereka dari belakang


Lalu dua penjaga itu menengok kebelakang, seseorang itu ternyata adalah bos mereka sekaligus pemilik museum, para penjaga menutupi mereka bertiga dia memakai kacamata dan berambut kuning keemasan


"Anu… bos, ada orang luar yang anda tidak kenal mau bertemu dengan anda" jawab salah satu penjaga


"Siapa? perlihatkan pada ku" tanya pemilik tersebut


Lalu mereka menyingkir dan membiarkan bosnya lewat


"Oh organisasi ESH toh, aku kira siapa" ujar dirinya yang agak terkejut


"Siapa kau?" tanya kapten


"Aku pemilik museum ini, sekaligus bos mereka dan juga aku adalah mantan kepala distrik Setagaya" jawab dirinya


"Nama ku, Futaro Minami" sambung Futaro sambil menyebutkan namanya


"Oh begitu, pantas saja anda tau tentang organisasi ESH" ujar kapten


"Kalian kesini pasti mau membicarakan hal penting kan?" tanya Futaro


"Iya, ini penting" jawab kapten


"Baiklah, akan ku antar kalian ke ruangan ku" ajak Futaro


"Hei, menyingkir lah kalian berdua, jangan halangi aku, mereka tamu penting ku" perintah Futaro


Dua penjaga menyingkir dan membukakan jalan untuknya, mereka bertiga mengikuti Futaro ke ruangannya. sesampainya di ruangannya Futaro menyeduh teh dan mulai berbicara


"Apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya Futaro


"Apa anda tau tentang lukisan aneh?" tanya kapten


"Lukisan aneh? aku pernah melihatnya, seseorang memaksa ku untuk lukisannya di museum kan olehnya, lalu lukisan itu di beli oleh seseorang" jawab Futaro sambil menjelaskannya


"Bagaimana gambar lukisan tersebut?" tanya kapten lagi


"Jika tidak salah, gambarnya manusia berkepala tiga didalam satu tubuh, itu saja" jawabnya


"Lalu siapa yang memaksa anda untuk memasukkan lukisannya ke museum tersebut?" tanya kapten lagi


"Aku lupa, itu sudah lama" jawabnya


"Dan juga, siapa yang membeli lukisan tersebut?" tanya kapten lagi dan lagi


"Sudah kubilang aku lupa, dia membelinya seharga 1 juta Yen (sekitar 130 jutaan rupiah) aku tidak tau dia dapat uangnya darimana yang pastinya, aku rela menyerahkan lukisannya karena aku tidak meresmikannya, dia memasukkannya dengan cara paksaan sebelum aku meresmikannya" jawab Futaro sambil menjelaskannya


"Begitu… sepertinya itu saja yang aku tanyakan, terima kasih sudah memberikan informasinya meskipun tidak lengkap" ucap kapten sambil bangkit dari duduknya


Yukimura meminum tehnya dengan cepat lalu habis, mereka bangkit dari duduknya dan hendak keluar


"Tunggu dulu, ada informasi yang aku ingin beritahukan" ujar Futaro sambil menghentikan mereka


Mereka berdiri dan terdiam lalu mendengarkan apa yang Futaro ingin bicarakan


"Jika tidak salah, yang beli lukisan tersebut adalah orang-orang yang mengadakan wahana 'mystery maze' di sebuah taman hiburan. permainan mereka terkenal karena labirinnya yang amat besar dan juga membingungkan namun itu membuat mereka ketagihan. didalam labirin itu juga terdapat suasana horor yang lumayan menakutkan" sambung Futaro sambil menjelaskannya


"Cepat katakan apa nama taman hiburan itu?" tanya kapten


"Namanya adalah, Setagayapark land" jawab Futaro


Singkat cerita, mereka langsung pergi dari museum tersebut, mereka cepat-cepat menuju ke taman hiburan yang bernama, Setagayapark land


"Yukimura, dimana arah jalan tamannya?" tanya kapten sambil berlari


Yukimura berlari sambil membuka ponselnya dan melihat map, lalu ia berhenti sejenak untuk melihatnya lalu yang lain pun ikut berhenti


"Kita lurus saja lalu akan ada perempatan jalan raya, kita jalan lagi ke kiri lalu lurus terus sebanyak 100M lalu disana tempatnya" jawabnya sambil memberitahu arahnya


"Oke, ini masih buka kan?" tanya kapten lagi


"Iya masih" jawab Yukimura


"Baiklah, ayo cepat kita bergegas kesana! tidak ada waktu lagi!" ajak kapten lalu dirinya lari begitu juga dengan mereka berdua


Mereka bergegas menuju kesana, mereka mengikuti arah jalan yang berasal dari ponselnya Yukimura, sekitar 15 menit mereka sampai, mereka kelelahan setelah berlari sepanjang jalan


Taman hiburan tersebut sangat amat besar dan luas, banyak orang-orang yang berkunjung hingga parkiran mobil dan motor penuh

__ADS_1


"Jadi ini tempatnya, kita harus berhati-hati jika membawanya keluar, banyak orang yang ada disini" ujar kapten


Bersambung………


__ADS_2