
Mereka bertiga pergi meninggalkan tempat itu dan ke mobil Kirisaki, Kirisaki ingin mengantarkan Ren ke tempat tinggalnya menggunakan mobilnya
"Ren, dimana sekarang kau tinggal? rumah mu yang disana kan sudah tidak bisa ditinggali lagi, apalagi nanti kau di ganggu sama makhluk tak kasat mata itu" tanya Kirisaki sambil mengemudi mobilnya
"Aku menginap di rumah teman ku, jaraknya tidak jauh dari gang itu" jawabnya
"Oh begitu, kalo begitu ku antar ya"
"Ummm.... Kirisaki" Ren memanggil Kirisaki dengan gugup
"Ada apa?" tanya Kirisaki balik
"Sebenarnya ada yang ingin ku beritahu kepada kalian, tapi.....
"Tapi apa?" Kirisaki menyela perkataan Ren
"Tapi ini sangat lah berbahaya" jawab Ren
"Berbahaya? berbahaya bagaimana?" tanya Kirisaki balik
"Jika ku beritahu ini... maka aku.... akan mati"
Mereka berdua terkejut dengan apa yang Ren bilang
"Apa katamu?!" tanya Shito dengan kaget
"Sebenarnya yang saat itu, saat kalian menanyakan aku baik-baik saja atau tidak aku berbohong"
"Ha? apa maksudmu?" tanya balik Shito
"Saat itu, aku tidak sadarkan diri dan aku ternyata di undang oleh orang itu ke alam bawah sadar ku dan dia mengatakan "Jika kau memberitahukan indentitas ku kepada orang lain, sedikit ataupun sampai akhir kau pun akan mati" itu yang dia katakan, jadi ini adalah pengorbanan ku" jawabnya dengan percaya diri
"Dasar bodoh! kau pikir hanya dengan mempertaruhkan nyawa mu kami akan mengalahkannya begitu saja?! tentu saja ada tantangan sendiri yang akan kami lewati untuk menemukan orang itu walaupun sudah ada petunjuk tentang dirinya!" ujar Kirisaki dengan tegas sambil mukanya menoleh kebelakang dan tidak fokus menyetir
Saat Kirisaki memarahinya, ada sebuah mobil yang mendekati mobil Kirisaki yang berhenti di tengah jalan dengan kecepatan yang cukup cepat, Shito yang menyadarinya dia pun menyuruh Kirisaki untuk membelokkan mobilnya
"Oi Kirisaki! cepat belokkan mobil mu!" kata Shito dengan suara kencang
"Ada apa?" tanya Kirisaki sambil dirinya menoleh kebelakang
Kirisaki pun menyadari itu dan mobil itu sudah membunyikan klaksonnya 3x saat hampir berada di dekatnya
"Sial!!!" ucap Kirisaki sambil cepat-cepat memegang kemudi
Kirisaki berhasil menghindari itu dengan cepat dengan membelokkan mobilnya ke tepi jalan. mobil itu berhenti setelah Kirisaki membelokkan mobilnya ke tepi jalan, pemiliknya pun keluar dari mobilnya dan berjalan ke mobil Kirisaki
"Sial, sepertinya kita akan dimarahi" ujar Kirisaki dengan panik
"Ini salah mu sih!" kata Shito
"Kau benar juga sih, tapi ini gara-gara Ren"
"Eh? kok jadi salah ku? kan ini salah mu, kau malah mengalihkan pandangan mu kepada ku"
Kirisaki dan Ren pun bertengkar mengenai siapa yang salah satu sama lain dan Shito pun menghentikan mereka
"Kalian berdua, berhentilah, lihat orangnya mau kesini sedikit lagi" ujar Shito sambil memisahkan mereka
Orang itu pun mengetuk jendela mobil Kirisaki dan Kirisaki membukanya, Kirisaki menjawabnya "Ahahaha... maaf-maaf tentang yang tadi aku hanya tidak sengaja tertidur dan saat sadar sudah begitu" dengan wajah yang santai dengan tertawa. Kirisaki menutup kembali jendelanya dan orang itu kembali ke mobilnya tanpa menjawab apapun
"Ha? apa-apaan itu? orangnya tidak memarahi mu?" tanya Shito dengan kebingungan
__ADS_1
"Entahlah, mungkin dia sudah mengerti dengan penjelasan ku tadi lalu dia memaafkannya dan pergi" jawab Kirisaki
"Kau menjelaskan kejadiannya dengan cara berbohong ya?" tanya Shito lagi
"Yah mau bagaimana lagi, kita harus cepat-cepat mengantarkan Ren ke tempat temannya bukan?"
Ren mendengarkan pembicaraan mereka sambil melihat langit dari jendela mobil, Ren terkagetkan dengan langitnya yang berubah menjadi merah disana, dia pun langsung memberitahukan itu kepada mereka berdua
"Kalian berdua! lihatlah langitnya!" kata Ren
"Ada apa?" tanya mereka berdua balik
"Cepatlah lihat! ada sesuatu yang aneh"
"Ada apa memangnya?" tanya mereka berdua sambil melihat kearah jendela mobil
"Ada yang aneh bukan?" tanya Ren kepada mereka lagi
"Aneh? aneh apanya?" tanya Kirisaki sambil kebingungan
"Iya, langitnya baik-baik saja kok, tidak ada yang aneh" ujar Shito sambil menengok kearah Ren
"Ha? kalian tidak tau? bukankah warna langitnya berubah menjadi merah?"
Mereka kebingungan dengan apa yang Ren katakan itu, Ren pun keluar mobil ke tepi jalan dan dia mengangkat tangan kanannya 1 jari dan menunjuk kearah langit
"Langit nya aneh bukan?" tanya Ren lagi kepada mereka
Mereka berdua keluar juga dari mobil dan berjalan ke arah Ren, mereka tidak paham dengan apa yang Ren katakan. mereka selalu kebingungan setelah Ren berkata seperti itu
"Ya ampun, kalian tidak lihat apa?"
"Ren, kenapa kau menjadi aneh? kami tidak melihat langitnya berwarna merah. yang kami lihat normal-normal saja" ujar Kirisaki
"Berpura-pura? kami tidak berpura-pura, apa yang sebenarnya kau lihat? bisakah kau menjelaskannya kepada kami?" tanya Kirisaki
Ren tidak mendengar apa yang Kirisaki katakan, dia seperti tuli dan juga suasana di kota itu menjadi sepi dan hanya ada mereka bertiga
*Kenapa aku tidak bisa mendengar kan suara Kirisaki? dan juga kenapa suasana di kota menjadi sepi? perasaan tadi ramai. apa yang terjadi padaku?* tanya Ren di hatinya
"Kau sudah lupa ya dengan peringatan ku?"
Sebuah suara datang dan bertanya kepada Ren, Ren kebingungan dengan suara itu, dia bertanya "Bagaimana aku bisa mendengarkan suara ini sedangkan suara mereka berdua tidak bisa? dari mana arah suara ini?"
"Kau tidak mengingat ku ya, ya ampun dasar, padahal sudah ku peringatkan padamu untuk tidak memberitahukan indentitas ku kepada orang lain. tapi kau malah melakukannya"
"Suara ini, kau!! apa kau yang memanggil ku kesini?"
"Ya, aku mengundang mu kesini karena kau sudah melanggar peringatan ku, jadi kau harus menerima bayarannya"
"Apa yang kau maksud? aku melanggar? bukankah aku tidak melanggar peringatan itu?"
"Tidak, kau melanggarnya"
"Ha?" Ren tiba-tiba terbingung kan dengan apa yang dia katakan
"Kau menulis indentitas diriku di sebuah kertas yang berada di mobil itu kan? walaupun hanya sebagian saja aku bisa mengetahuinya"
"Kau..... menyadarinya?" kata Ren sambil terkejut
"Tentu saja, kau menulisnya saat sebelum orang itu datang menghampiri teman mu dan dia menjawabnya, kau menulis sebagian dari indentitas ku. penyebab orang itu langsung pergi adalah aku menjauhkan dia dari teknik ku. jika manusia biasa ikut kesini maka akan berbahaya, maka dari itu aku mengusirnya"
__ADS_1
"Kau...."
"Sekarang, kau tau bayaran dari memberitahukan indentitas ku bukan?"
"Tentu saja, yaitu mati, sejak awal aku sudah siap untuk mati. tapi mereka menolaknya akhirnya ku putuskan untuk mengorbankan nyawa ku demi mereka" jawab Ren dengan tersenyum ragu
"Sungguh pertemanan yang menakjubkan, tapi sayangnya kau harus mati sebelum kau meraih cita-cita mu itu dan juga usaha mu akan sia-sia karena mereka juga akan mati di sebuah kereta"
"Apa katamu?!"
"Apa ada pesan terakhir sebelum kau mati untuk disampaikan kepada mereka? aku bisa mengembalikkan mu kembali ke dunia nyata sebentar"
"Ada" jawab Ren dengan percaya diri
"Baiklah berbicara kepada mereka sebentar saja"
Dia mengembalikkan Ren ke dunia nyata dan Ren mengatakan pesan terakhirnya
"Ren, apa kau mendengar perkataan ku Ren?!" tanya Kirisaki dengan tegas
"Semuanya, terima kasih sudah menjadi teman ku, walaupun ini hanya sebentar, tapi ini tidak akan ku lupakan dan satu hal lagi, setelah aku pergi aku menuliskan sesuatu di kertas kursi belakang itu" ujar Ren
"Apa yang kau maksud dengan pergi? kemana kau akan pergi?" tanya Shito balik
"Sebenarnya, aku akan mati karena sudah melanggar peringatan yang orang itu berikan padaku" jawab Ren
"Oi, oi, jangan bercanda!! kau akan mati? ke-kenapa kau harus mengorbankan dirimu?! bukankah kau masih memiliki masa depan!" tanya Kirisaki dengan marah-marah
"Maaf, tapi waktu ku hanya segini saja. maka dari itu, selamat tinggal" ucap perpisahan Ren
Ren pun kembali ke dunia itu lagi, dan orang itu sudah menyiapkan pedangnya. dia berlari kearah Ren dan Ren pun pasrah. Ren di tusuk bagian jantung nya dan dia mati
Di dunia nyata
"Sialan!! kenapa dia malah melanggar peringatan yang orang itu katakan?!" tanya Kirisaki dengan marah
"Tunggu, dia bilang dia menuliskan sesuatu di kertas kursi belakang, bagaimana jika kita cek saja?" tanya Shito sambil menenangkan Kirisaki
Mereka menuju mobil dan segera mencari kertas yang Ren maksud di kursi belakang. Shito menemukan sebuah kertas dan dia memberitahukannya kepada Kirisaki, Kirisaki pun kesana
"Kirisaki, lihatlah ini"
"Ya, jangan-jangan ini kertas yang dia maksud?" tanya Kirisaki sambil melihat kertas tersebut
"Mungkin saja, coba baca dulu"
Mereka berdua membaca kertas tersebut dan mereka mengetahui ciri-ciri orang yang Ren maksud tapi hanya sebagian saja
"Jadi ciri-cirinya begini, tapi ini hanya sebagian saja" ujar Kirisaki
"Sebagian saja?" tanya Shito yang bingung
"Ya, dia menuliskan bahwa ada banyak ciri-ciri orang yang dia maksud, tapi dia hanya mengetahui 7 ciri-ciri saja dan yang sekarang dia tulis hanya 3, yang berarti masih ada 4 lagi yang harus kita cari" jawab Kirisaki
"Kau benar" usul Shito
"Sedangkan besok adalah hari kami akan menyerang kereta tak terbatas itu"
"Bagaimana jika kita memberitahukan ini kepada kapten?" tanya Shito lagi
"Kau gila ya? Ren mengatakan bahwa jika ada seseorang yang mengetahui indentitas dirinya lalu di ceritakan kepada orang lain maka orang tersebut akan mati, buktinya saja Ren sudah menjadi korbannya" jawab Kirisaki
__ADS_1
"Sepertinya kita harus mencari tau sendiri ya..." ujar Shito sambil menatap langit
Bersambung....