
"Kita sudah sampai di area 13, sekarang tinggal mencari dimana itu" ujar kapten
"Yukimura, tadinya kita masuk dari area 14 saja, bukan area 1" kata Zousei
"Jika kita masuk dari area 14, maka akan nambah jauh lagi untuk masuknya, mengapa aku milih area 1 karena jaraknya dekat dengan kita, jika kita lewat area 14 maka akan berjalan 1,7Km dari sana" jawab Yukimura
"Cih, terserah lah" ujar Zousei yang kesal
"Berhentilah bertengkar, kita harus segera mencarinya" ujar kapten sambil menoleh kebelakang
Kapten berjalan lalu mereka mengikutinya dari belakang, mereka mencari tempat itu sambil bertanya kepada beberapa orang, dan orang-orang yang mereka tanyai menjawab "Lurus saja kedepan lalu belok ke kiri" mereka mengikuti apa yang orang-orang itu jawab . saat sampai mereka melihat sebuah tenda yang besar berbentuk seperti tenda sirkus dan memiliki warna hitam, didepannya ada dua orang yang sepertinya sedang mempromosikan permainannya, diatas tenda itu ada sebuah bendera yang gambarnya seperti labirin dan ada tulisan "Mystery maze"
"Silahkan, silahkan! jangan ragu-ragu untuk masuk! labirin kami berbeda dengan semua labirin lain!" kata seorang perempuan yang ada didepan tenda itu sambil mempromosikan wahana permainannya
"Ini gratis tanpa memakai uang, kalian bisa memakai tiket kalian untuk masuk!" kata seorang laki-laki yang berada didepan tenda itu sambil mempromosikan wahana permainannya
Orang-orang berlalu-lalang tanpa memperdulikan mereka, ada beberapa orang yang ingin masuk tapi sebelumnya mereka menyerahkan tiket mereka ke dua orang itu lalu masuk kedalam
"Kapten, sepertinya disana tempatnya" ujar Yukimura yang matanya terarah ke tempat tersebut
"Omong-omong besar juga tendanya ya" kata Zousei yang menyadarinya
"Kalau begitu ayo kesana" ajak kapten
Mereka lanjut berjalan mendekat ke sana
"Kami masuk bertiga" ujar kapten
"Kalau begitu mohon tunjukan tiket masuk kalian" pinta seorang laki-laki yang tadi
Mereka menyerahkan tiket mereka ke laki-laki itu
"Silahkan masuk" kata dua orang yang tadi
Mereka pun masuk kedalam, didalam sangat luas dan lumayan gelap, mereka berjalan pelan-pelan agar mereka dapat terbiasa dengan kegelapan tersebut
"Kita harus bersama-sama, jangan sampai terpisah" pinta kapten
"Baik!" jawab mereka
Mereka berjalan lagi kedepan karena jalannya hanyalah kedepan, tanpa tersadar mereka sebuah kabut muncul menutupi mereka dan menganggu pengelihatan mereka, kabut itu membuat mereka bertiga terpisah ke sebuah jalan masing-masing tanpa mereka sadari, beberapa detik kabut itu hilang dan mereka sadar bahwa mereka terpisah dengan yang lain, kapten terpisah di jalan kanan, Zousei terpisah di jalan arah kiri sementara Yukimura terpisah ke jalan tengah atau awal tadi
"Kapten!! dimana kau?!" tanya Yukimura sambil berteriak
"Kapten!! Zousei!! dimana kalian?!" tanya Yukimura dengan nada tinggi
♦️
"Sialan, padahal kapten menyuruh untuk tetap bersama tapi ada kabut yang muncul mendadak dan membuat kami terpisah, nasib sial apa lagi ini?!" tanya Zousei yang kesal
"Biarlah, aku akan berjalan sendiri tanpa mereka" ujar Zousei
Zousei berjalan sendiri di jalan itu meskipun sendirian, ia tidak tau jalan itu akan mengarahkannya kemana tapi dia tidak peduli, suasananya sunyi dan sepi tanpa angin yang lewat itu membuat Zousei agak ketakutan, saat berjalan lurus terus ia menemukan sebuah meja yang terdapat lilin menyala didepannya lalu ada sebuah kotak kecil, Zousei menghampirinya
"Apa ini? kenapa ada lilin di tempat begini?" tanya Zousei yang penasaran
Zousei membuka kotak tersebut tanpa mengetahui apapun, didalam kotak itu ada sebuah foto yang menampilkan gambar punggung Zousei lalu dibelakangnya ada sebuah makhluk misterius
"Bukankah ini punggung ku? lalu belakangnya siapa? perasaan tidak ada siapa-siapa" tanya Zousei
Zousei jongkok lalu kaki kirinya ia mundurkan kebelakang sedikit beserta lututnya hingga menyentuh tanah, kaki kanannya dia majukan sedikit. karena dirinya penasaran ia menoleh kebelakang dan tidak melihat apapun, lalu saat berbalik seperti semula foto yang ia pegang di tangannya hilang, lalu disamping kiri wajahnya ada wajah menyeramkan yang terus menatapnya tanpa Zousei sadari, saat Zousei menyadarinya ia menoleh kesamping kiri dengan memasang wajah menyeramkan juga
"Hah?!?! siapa ku?!?!" tanya Zousei sambil memasang wajah menyeramkan
"Apa jangan-jangan kau roh jahat?!?!" tanya Zousei lagi
Wajah yang terus melihatnya seketika ketakutan lalu lari dari sana, ternyata dia adalah orang yang menyamar dengan wajah mengerikan seperti hantu Jepang, Zousei membalikkan wajahnya seperti semula
"Ya ampun, ku kira roh jahat, ternyata hanya manusia saja" ujar Zousei
Zousei bangkit dari jongkoknya lalu lanjut berjalan lagi, didepannya terdapat jalan ke kiri Zousei pun belok ke kiri lalu melihat sebuah pertigaan jalan. ia berjalan lurus lalu belok ke kanan dan belok ke kiri tapi hanya ada jalan buntu, ia kembali lagi ke jalan awalnya lalu belok ke kiri lurus lagi lalu belok ke kanan lurus lagi dan menemukan sebuah api biru yang melayang-layang di udara
"Hah? api biru?" tanya Zousei yang bingung
"Kenapa Onibi ada disini?" tanya Zousei lagi
^^^*Onibi adalah jenis cahaya hantu atmosfer dijepang, menurut cerita rakyat mereka adalah roh dari mayat manusia, hewan atau kebencian manusia, mereka bisanya muncul di kuburan, gunung^^^
Zousei mencoba mendekati Onibi tersebut, dan saat didekatnya Onibi itu hilang dan muncul lagi didepannya, ia mendekatinya lagi lalu hilang lagi, dia melakukan itu hingga seterusnya. Zousei di giring ke belokan kiri saat depannya ada pertigaan lalu belok kanan lagi dan lurus kedepan lalu belok kanan saat pertigaan lagi dan jalan lurus terus dan jalannya buntu. lalu Onibi itu hilang dan tidak muncul lagi, Zousei tidak tau dimana ia berjalan, dia hanya mengikuti Onibi tadi
"Sepertinya aku tersesat ya…" ujar Zousei
"Aku meras di giring oleh Onibi itu ke tempat ini" lanjut katanya
__ADS_1
Zousei melihat-lihat sekelilingnya hingga melihat kebelakang dan tidak ada siapa-siapa
"Aku tidak tau dimana jalan untuk kembali ke jalan tadi dan jalan keluar. sialan!!" ujar dirinya dengan perasaan kesal
"Aku penasaran apa itu Onibi asli atau hanya hologram saja" kata Zousei yang penasaran
Dia berbalik badan kebelakang lalu jalan lurus saat pertigaan jalan, saat melewati jalan untuk ke kiri ada seorang perempuan datang mendadak dan memegang lengan tangan kiri Zousei lalu memeluk tubuhnya dari samping secara tiba-tiba
"Hah?! siapa kau?! berani-beraninya memegang lengan ku dan memeluk ku?" tanya Zousei yang merasa kesal
"T-Tolong aku, disana ada makhy yang menakutkan!" pinta perempuan itu sambil memeluk erat tubuhnya
"Lepaskan aku, aku tidak bisa bergerak" pinta balik Zousei yang tubuhnya tidak bisa ia gerakkan
Lalu perempuan itu melepaskan pelukannya
"Siapa orang itu?" tanya Zousei
"Ikuti aku" jawabnya
Zousei mengikuti perempuan itu, perempuan itu berjalan kearah lurus kedepan lalu belok ke kiri dan bertemu sebuah makhluk menakutkan yang tadi Zousei jumpai yang aslinya adalah manusia, ia menghadap kearah mereka saat tiba
"Itu?" tanya Zousei
"Iya, itu makhluknya" jawabnya sambil memegang erat lengannya
*Kenapa hari ini hidup ku sial sekali?, harus di tugaskan disini, diserang saat di area 12, terpisah dengan yang lain. lalu yang terakhir adalah harus bertemu perempuan* kata Zousei dihatinya yang merasa agak kesal
"Dia hanya manusia yang berpura-pura saja, bukan sungguhan" balas Zousei
"Kenapa kau begitu santai? padahal wajahnya menyeramkan Lo!" tanya perempuan itu
"Lebih menyeramkan mana saat kau berada di ambang kematian atau melihat wajah menyeramkan seperti itu?!" tanya balik Zousei
"Lebih seram berada di ambang kematian lah!" jawabnya
"Lagian kenapa kau membahas itu disaat seperti ini?! emangnya kau mau mati?!" sambung perempuan itu sambil menanyakannya balik
Saat mereka sedang sibuk berdebat, dia mendekat kearah mereka perlahan-lahan, sebuah banjir datang tiba-tiba dari belakangnya lalu mendekati kearah mereka
*Suara ini seperti air* ujar Zousei dihatinya
Zousei berhenti berdebat dan melihat kearah samping kiri lalu terlihat sebuah banjir yang menuju kearahnya
"Kau dengar aku tidak?!" tanya perempuan itu yang masih belum selesai berdebat dengannya
"Ha? apa yang kau bicarakan?" tanyanya
"Lari lah sejauh mungkin!!" pinta Zousei dengan nada tinggi dan menatap wajahnya sambil memasang wajah serius
"Apa yang terjadi?!" tanyanya lagi sambil melihat kesamping kiri dan melihat sebuah banjir yang cepat menuju kearahnya
Perempuan itu kaget, orang yang mau mendekatinya berbalik kebelakang juga dan melihat banjir yang akan datang, mereka berdua langsung lari kecuali Zousei, Zousei terkena banjir tersebut dan dirinya terbawa arus banjir tersebut hingga banjirnya menyusul mereka berdua yang sedang berlarian dan mereka pun ikut terbawa arus
"Sialan! aku tidak bisa menyeimbangkan tubuhku di arus ini!!" ujar Zousei
"Tolong aku! aku akan tenggelam!! aku tidak bisa berenang" pinta perempuan itu yang hampir tenggelam
SFX:"Glruuupp…!!"
SFX: "Uuuupp…!!"
Zousei langsung berenang menuju kearahnya untuk menyelamatkannya. banjir itu setinggi 200 cm sedangkan tinggi Zousei adalah 175 cm sedangkan perempuan tadi 159 cm dan orang menyeramkan tadi 178 cm. saat Zousei hendak menyelamatkannya tiba-tiba banjir itu menghilang mendadak
"Hilang?" tanya Zousei yang kebingungan
"Kenapa banjir barusan hilang?" tanya perempuan itu juga
...[Water Punch]...
Sebuah air yang berbentuk pukulan menyerang punggung perempuan itu dari belakang hingga ia terjatuh ke tanah, Zousei langsung berbalik kebelakang dan melihat seseorang yang tangan kanannya diselimuti oleh air dan bahu kanannya terdapat sebuah air yang berbentuk tentakel
"Siapa kau?!" tanya Zousei
"Tareen, kau bisa memanggilku itu" jawabnya sambil berjalan mendekatinya
Perempuan itu bangkit dari jatuhnya dan berjalan kearah Zousei
"Oi, Hozuki!" panggil Tareen ke orang berwajah menakutkan tadi dan makeup nya sudah hilang karena terkena arus air tadi
"Bagaimana bisa kau mengetahui namaku?! dan juga siapa kau?!" tanya Hozuki yang ketakutan
"Jadi namanya Hozuki ya…" ujar perempuan itu sambil menganggukkan kepalanya
__ADS_1
"Lalu siapa namamu?" tanya Zousei
"Eh aku lupa memperkenalkan diri ya, namaku Ainami" jawab Ainami
"Aku sudah lama berada disini dari mu, jadi aku bisa hafal semua nama para staff di Mystery maze ini baik yang lama atau baru" jawabnya
"Lalu apa mau mu?!" tanya Hozuki lagi
"Tolong mati lah" jawabnya
"Hah? apa yang kau bica—
...[Water prison]...
Sebuah air berbentuk bola tiba-tiba muncul ditempat Hozuki berada lalu mengurungnya di dalam. tidak lama kemudian bola air yang sama pun muncul di tempat Ainami berada lalu mengurungnya, lalu Tareen membawa mereka keatas diatas udara
"Sialan! apa yang kau lakukan?!" tanya Zousei yang marah
"Tentu saja mengurung lalu membunuh mereka, tapi untuk membunuh mereka di butuhkan waktu 15 menit lagi, yang berarti mereka akan terbunuh setelah 15 menit kemudian" jawabnya
"Untuk mencegahnya kau harus membunuh ku, tapi masalahnya, apa kau bisa membunuh ku dalam waktu kurang dari 15 menit?" sambungnya sambil bertanya ke Zousei dengan memasang wajah menyeringai
"Sialan kau!!" Zousei kesal
Air yang menyelimuti tangan kanannya terbang ke udara menuju ke telapak tangan kanannya yang terbuka lalu membentuk sebuah bola, ia melemparkan bola itu ke tanah namun anehnya bolanya malah terpantul kan secara acak dari tanah satu ke tanah lainnya hingga ke dinding dan dinding lain mengikuti gerakan jari tangan kanannya. Zousei terus menghindari serangannya
*Kenapa bolanya malah terpantul kan secara acak saat menyentuh tanah?!* tanya Zousei dihatinya sambil menghindari serangannya
*Tunggu, bolanya bukan terpantul acak, tapi jari tangan kanannya yang mengendalikan arah pantulan bola tersebut!! saat jarinya keatas bolanya pun ikut terpantul keatas. yang berarti bolanya mengikuti gerakan tangannya!!* jawab Zousei dihatinya saat menyadarinya
Zousei terus menghindari serangannya lalu menggunakan fast teleport ke belakangnya lalu menyerang punggungnya dengan cakaran miliknya namun sebuah dinding air muncul menghentikan serangan itu
"Cih, sialan!!"
Tareen menyeringai saat menoleh kebelakang, jari tangannya ia gerakkan kebelakang kearah Zousei dan dinding air tadi berubah menjadi bola air, lalu bola air itu mengikutinya, bola airnya bergerak dengan kecepatan tinggi dan langsung mengenai tubuh Zousei hingga dirinya terhempas kebelakang lalu jatuh
"Ada apa dengan mu? kenapa hanya dengan begitu saja kau bisa mudahnya di kalahkan?" tanya Tareen sambil tersenyum melecehkan
"Sialan kau!!" kata Zousei yang mencoba bangkit dari jatuhnya
"Jangan ngomong "sialan" terus dari tadi sialan!!" balas Tareen yang kesal
Tareen membentuk bola air yang melayang menjadi pedang air yang melayang lalu melempar pedangnya dengan gerakan jari tangan kanannya kearah dadanya Zousei dengan amat cepat, Zousei menghindarinya lalu saat pedang itu hendak menyentuh tanah seketika berubah menjadi bola air lagi lalu terpantul mengikuti gerakan jari tangan kanannya
*Dia bisa mengubah bentuk airnya dengan cepat menggunakan tangannya?! jangan bercanda, dia membiarkan aku menjauh darinya agar dirinya tidak bisa di serang tapi saat diserang pun dia bisa membuat pelindung air yang mencegah serangan ku, dia sangat hebat dalam pengontrolan air miliknya* ujar Zousei dihatinya sambil menghindari serangannya
Tareen mengontrol airnya dengan sangat baik, ia bisa merubah bentuknya saat keadaan tertentu, saat setelah di pantul atau di lempar kan akan berubah menjadi pedang dan saat hendak menyentuh sesuatu akan menjadi bola agar bisa terpantul kan, Zousei terus-menerus menghindar hingga tubuhnya kelelahan tidak ada celah baginya untuk menyerang Tareen dari jarak dekat, Zousei menghabiskan waktu 9 menit untuk dirinya menghindari serangannya, waktu yang dia memiliki hanyalah 6 menit lagi sebelum mereka berdua terbunuh
*Jika ini terus berlanjut maka mereka berdua akan terbunuh!! aku harus mencari cara untuk keluar dari masalah ini, jika aku tidak bisa menyerang dari dekat bagaimana jika aku menyerang dari jauh? aku mengayunkan cakaran ku kearahnya dan menghasilkan angin berbentuk cakaran ku, meskipun hanya angin tapi itu akan sakit saat terkena. dan jika tidak salah liat bahwa bola airnya akan berubah bentuk menjadi dinding air atau pelindung air saat ada sebuah serangan yang menuju kearahnya, maka dari itu aku mendapatkan saja itu!* ujar Zousei dihatinya sambil menghindari terus serangannya lalu menemukan pencerahan untuk keluar dari masalahnya
Zousei menggunakan fast teleport untuk menjaga jaraknya dengan bola air tersebut, ia mengayunkan tangannya yang bercakar dari bawah keatas membentuk silang kearah Tareen dari arah jauh dan menghasilkan sebuah angin kecil berbentuk cakarannya
"Percuma saja, segala serangan yang mendekati ku akan di cegah oleh pelindung air ku" ujar Tareen dengan nada sombong
Angin itu hendak mengenai tubuh Tareen namun sebuah pelindung air yang terbuat dari bola air tadi melindungi dirinya dan menggagalkan serangan Zousei, dari belakang secara tiba-tiba Zousei menusuk perutnya dengan tangan bercakar miliknya
"Crsshh…!!"
"Akhhh!!"
"Bagaimana bisa kau ada di belakang ku?!" tanya Tareen yang menoleh kebelakang
Zousei menarik tangannya kembali lalu saat hendak melompat mundur, dirinya duluan diserang oleh air yang ada di bahu kanannya yang membentuk seperti cakaran dan mencakar tubuhnya, Zousei menggunakan fast teleport ke belakang, Tareen berbalik kebelakang
"Akhirnya kau menyerang juga ya!! hahahaha!!" ujarnya sambil tertawa keras
"Bagaimana bisa kau menyerang ku tanpa gerakan jari tangan kanan mu itu?" tanya Zousei sambil menahan rasa sakit
"Apa kau pikir air yang ada di bahu ku ini adalah hiasan saja? jika berpikir begitu maka kau salah besar, air ini adalah banjir yang barusan tadi. air ini bisa untuk menyerang lawannya, semua air bisa ku kendalikan dengan bagian kanan tubuh ku tanpa menggerakkan jari tangan ku" jawab Tareen
"Jadi begitu rupanya, banjir itu ulah mu ya" kata Zousei yang paham
"Tentu saja"
Semua air yang Tareen kendalikan berkumpul di tangan kanannya menyelimutinya, ia berlari dengan cepat kearah Zousei dan Zousei menyeringai saat Tareen berlari kearahnya. waktu yang hanya tersisa hanyalah 2 menit saja, Zousei tak ada pilihan lain selain menghabisinya langsung
*Terpaksa aku harus menggunakan ini untuk menyelesaikannya* ujar Zousei dihatinya dengan nada pasrah
...[Werewolf claw]...
Cakar di tangan kanannya Zousei tumbuh lebih panjang dan tajam lagi, lalu dengan gesit Zousei menggunakan fast teleport kearah bawah dada bagian jantungnya dan langsung menusuk bagian tersebut
"Bagaimana bisa… kau… menyerang ku dengan amat cepat tanpa terlihat di mataku?" tanya Tareen yang tidak menyangka nya
__ADS_1
Tareen mati lalu menghilang, Hozuki dan Ainami terbebaskan dari bola air yang mengurung mereka. Zousei tidak tau bahwa terdapat wajah yang berada di genangan air dan di tutupi oleh air itu, wajah itu adalah wajah Tareen, dia sebenarnya belum mati karena yang Zousei tusuk hanyalah jantung buatannya, bukan wajahnya. jika wajahnya ia serang maka Tareen akan tiada untuk selamanya
Bersambung………