
♦️
Pagi hari menjelang siang tanggal 26 Agustus 2037, terdapat sebuah perkumpulan di markas, di ruangan perkumpulan
"Kapten, ada apa lagi kau mengumpulkan kami disini?" tanya Izami
"Karena kemarin kita sudah mengalahkan dan menghancurkan lukisan-lukisan itu, aku mendapatkan laporan dari Ken Mikazura atau kakaknya dari Shinji Mikazura" ujar kapten
"Menurut laporannya, lukisan tersebut bukanlah berisikan roh jahat, saat mereka keluar mereka dapat di lihat oleh orang lain. katanya juga bahwa lukisan itu semuanya berasal dari Inggris, Manchester" sambung kata kapten
"Lukisannya bukan berisi roh jahat?" tanya Yukimura
"Yap, kau kemarin ingat bukan? bahwa pak Fukuro itu bisa menembak kepalanya dengan sebuah pistol, lalu dia pun terluka bukan? yang berarti lukisan-lukisan itu bisa membuat masyarakat dalam bahaya atau panik, maka dari itu kita harus menghancurkan atau mengalahkan mereka" jawab kapten sambil memerintah
"Kapten, kau bilang semua lukisan itu dari Inggris kan?" tanya Yon sambil bangkit dari duduknya lalu pandangannya menghadap ke kapten
"Iya, emangnya apa kau tau sesuatu?" tanya balik kapten
"Jika semua lukisannya berasal dari Inggris, lalu mengapa ada disini? apakah ada seseorang yang mengantarkannya ataupun menyebarkannya" tanya balik Yon
"Benar juga ya, aku tidak tau apakah Ken Mikazura mengetahui hal itu. yang penting kita harus menghancurkan semua lukisan itu sebelum orang yang tidak ada hubungannya dengan kita atau orang yang tidak bersalah terluka karena kita melibatkan mereka kedalam pertarungan" jawab kapten
"Satu lagi, kata Ken Mikazura, setiap distrik atau kota di Jepang hanya terdapat satu lukisan saja, karena Jepang itu luas yang berarti ada banyak" sambung kata kapten
"Baiklah!" balas mereka semua
"Kita akan mencari lukisan itu lalu menghancurkannya, kita akan berpencar dan timnya seperti kemarin, Kirisaki dan dua lainnya ke Shinagawa, Izami dan Yon ke Edogawa, aku dan dua lainnya ke Setagaya" perintah kapten
"Baiklah!" balas mereka
Mereka semua meninggalkan tempat itu lalu menuju ke tempat yang di perintahkan masing-masing
♦️
Tim Kirisaki sudah sampai ke Shinagawa setelah beberapa menit dengan mobilnya
"Jadi, dimana lukisannya?" tanya Kirisaki
"Kita harus menanyakannya kepada beberapa orang dulu untuk mendapatkan petunjuk" jawab Fudo
Tidak jauh dari mereka, seorang polisi sedang berpatroli di kota, kotanya sangat ramai dan banyak pejalan kaki yang berlalu-lalang dan juga ada kendaraan yang lewat, Shito yang melihat polisi tersebut langsung mengatakannya kepada Kirisaki
"Hei, bagaimana jika kita menanyakannya kepada polisi yang ada disana?" tanya Shito
"Hmm… baiklah" jawab Kirisaki
Kirisaki memutuskan untuk menanyakannya kepada polisi itu, mereka menghampirinya lalu bertanya
"Anu…" kata Kirisaki yang canggung
"Ada apa?" tanya polisi itu
"Apa anda tau sesuatu tentang lukisan aneh?" tanya balik Kirisaki
"Lukisan… aku sempat mendengar ada sebuah lukisan yang katanya bisa keluar sesuatu dari dalamnya, tapi aku tidak tau detail lukisan itu gimana" jawab polisi tersebut
"Begitu… lalu apa anda tau kapan kejadian itu?" tanya Kirisaki lagi
"Jika tidak salah ingat itu… satu bulan yang lalu" jawab si polisi
"Begitu rupanya… lalu apakah anda bisa bawa kami ke tempat kantor polisi terdekat?" tanya Kirisaki lagi
"Boleh, tapi kenapa kalian mau kesana? lalu siapa kalian ini? aku tidak pernah melihat kalian setelah bekerja menjadi polisi di kota ini selama 4 tahun" jawabnya sambil bertanya
"Nanti akan kami jelaskan di dalam mobil, antar kan kami ke kantornya dulu" ujar Fudo yang memaksa
"Eh…?? baiklah" balas si polisi
Mereka bertiga membawa polisi tersebut ke dalam mobil Kirisaki lalu menjelaskan tentang mereka bertiga secara terperinci kepada polisi tersebut di dalam mobil, lalu polisi itu menunjukkan arah untuk ke kantor polisi, sesampainya mereka disana, Fudo melihat seseorang yang ia kenal di dekat kantor polisi, dia mengatakannya ke Kirisaki lalu keluar dari mobil lalu menghampirinya
♦️
"Lama tidak bertemu ya, Azumi" ujar Fudo
Orang yang ia kenal ternyata adalah seorang perempuan cantik yang berambut panjang berwarna perak dan berwajah manis
"Eh…?? siapa kau?" tanya Azumi
"Kau tidak ingat dengan ku, Azumi? padahal kita SMA bareng lho" ujar Fudo
"Aku tidak ingat sama sekali, maaf ya" jawab Azumi
"Eh…?? ya sudah lah" kata Fudo yang pasrah
Fudo merasa putus asa, ia kembali ke mobilnya Kirisaki sementara Kirisaki dan yang lainnya sendiri sudah masuk ke kantor
♦️
Mereka bertiga masuk ke kantor polisi, banyak polisi yang sedang bekerja bahkan ada tertidur, salah satu polisi lewat di depan mereka lalu polisi tadi bertanya kepadanya
"Dimana pak kepala?" tanya polisi tadi ke polisi lain yang lewat di depannya
"Pak kepala katanya dia sedang pergi sebentar" jawab polisi tersebut
"Begitu ya…"
"Apa kau sudah selesai berpatroli?" tanya polisi tadi lagi
"Belum, aku kesini hanya mengantarkan mereka" jawabnya
"Begitu, baiklah aku pergi dulu, banyak kerjaan yang belum selesai" ujar polisi itu lalu pergi
"Bagaimana?" tanya Kirisaki
"Pak kepala katanya sedang pergi" jawab si polisi
"Begitu…" kata Kirisaki yang merasa putus asa
"Sembari menunggu pak kepala kembali, kalian duduk dulu di ruangannya pak kepala" ujar polisi tersebut
Mereka bertiga berjalan menuju ke ruangan pak kepala, mereka pun masuk ke ruangan itu sembari menunggu kembalinya pak kepala, mereka duduk di sebuah sofa yang tengahnya terdapat meja kaca, polisi tadi menyeduh kan teh ke mereka berdua
"Kirisaki, dimana Fudo-san?" tanya Shito
"Katanya dia mau menemui seseorang, entah kapan dia akan kembali" jawab Kirisaki
"Ah… jadi begitu"
"Jadi apa benar jika lukisan itu tersebar ke seluruh Jepang?" tanya si polisi yang duduk di sofa depan hadapan mereka
"Ya, seperti yang kami jelaskan tadi, lukisan itu sangat berbahaya bagi manusia biasa, mereka bisa dilihat oleh manusia biasa, mereka berbeda dengan roh jahat. karena mereka bisa dilihat banyak orang, mereka kemungkinan dapat menyebabkan para warga panik maka dari itu kami harus cepat-cepat menghancurkannya sebelum hal itu terjadi" jawab Kirisaki
"Begitu… lalu apa kalian tau siapa yang menyebarkannya?" tanya lagi polisi tadi
__ADS_1
"Sayangnya kami belum tau itu, kami tidak tau apa yang menyebarkan lukisan itu orang asing ataupun orang Jepang" jawab Kirisaki
Shito mengambil tehnya lalu meminumnya
"Kirisaki, kapten bilang jika laporannya mengatakan bahwa lukisan itu dari Inggris kan? jika tidak salah ingat aku membaca artikel-artikel yang berhubungan dengan Inggris. dan ada satu artikel yang mengatakan 'Inggris adalah negara para penyihir' itu membuat ku sedikit tertarik, tapi aku tidak yakin apakah itu benar atau tidak" ujar Shito sambil menerangkannya
"Penyihir katamu? tidak mungkin lah, ini jaman modern, tidak mungkin ada penyihir pada jaman sekarang, dan juga penyihir itu adalah sebuah khayalan dari orang-orang saja" ujar Kirisaki yang tidak percaya
"Benar juga, tapi artikel itu ditulis pada awal tahun ini" balas Shito
"Ah sudahlah, palingan itu hanyalah khayalan orang lain yang dibuat seolah-olah nyata" ujar Kirisaki yang tetap tidak percaya
Kirisaki mengambil tehnya lalu meminumnya, Shito menghabiskan teh itu dalam waktu singkat, setelah menunggu beberapa lama di ruangan tersebut, pak kepala akhirnya datang. dia datang bersama Fudo yang ada dibelakangnya
"Ah, pak kepala, anda sudah datang ya" ujar si polisi itu dengan gembira
"Maaf sudah membuat tamu ku menunggu lama atas kedatangan ku" ujar pak kepala sambil menundukkan kepalanya ke Kirisaki dan Shito
"Tidak apa-apa, anda tidak perlu menundukkan kepala karena hal semacam itu" balas Kirisaki dengan tersenyum
Lalu pak kepala mengangkat kepalanya lagi dan berjalan ke tempat duduk yang di duduki polisi tadi, polisi tadi pergi meninggalkan ruangan tersebut
"Oi Fudo-san, darimana saja kau? kenapa lama sekali" tanya Shito
"Ah… maaf, tadi aku bertemu dengan salah satu kenalan ku tapi ternyata aku salah orang" jawab Fudo dengan wajah yang putus asa
"Eh…?? apa jangan-jangan kau menyatakan cinta kepadanya tapi kau di tolak??" tanya Kirisaki dengan waja ngeselin
"Dasar bodoh! mana mungkin aku mengatakan itu pada saat baru pertama kali bertemu!" balas Fudo dengan kesal
"Jadi, ada apa kalian datang kesini?" tanya pak kepala
"Kami ingin bertanya tentang lukisan aneh, apa anda pernah mendengarnya?" tanya Shito
"Lukisan aneh? aku pernah mendengarnya, tapi itu kejadian satu bulan yang lalu" jawab pak kepala
"Lalu bagaimana kejadiannya?" tanya Shito lagi
"Jika tidak salah ingat… seorang kakak adik sedang berjalan-jalan lalu mereka melihat sebuah lukisan ditengah jalan, mereka melihatnya. lukisan itu bergambarkan seorang manusia yang dua matanya ada di dua telapak tangan, di dahinya terdapat sebuah tanda bekas silang lalu tubuhnya telanjang dada. ketika mereka melihat itu, sang adik meninggal lalu lukisan itu menghilang setelah sang adik meninggal. kami semua para polisi masih menyelidiki kasus tersebut, namun kami tidak menemukan petunjuk apapun" jawab pak kepala
"Hmm… lukisan yang dapat membunuh orang dari dalam lukisan ya…" ujar Kirisaki yang tertarik
Disaat setelah pak kepala menerangkan, suara gaduh muncul dari luar ruangan, lalu ada seseorang yang mendobrak pintu tersebut, dia bertubuh kekar dan berotot
"OI SIALAN!! KAPAN KAU AKAN MENEMUKAN MAYAT ADIKKU?!" tanya seseorang itu
"Sudah ku bilang aku masih mencarinya bukan?!" jawab pak kepala dengan nada tinggi
Lalu dia memukul tembok yang ada disampingnya dengan keras
"Ehhh…???" Kirisaki dan Shito ketakutan
"Ken, kenapa kau ada disini?" tanya Fudo dengan tenang
"Huh?" tanya Kirisaki dan Shito yang kebingungan melihat mereka berdua
"Fudo, apa yang kau lakukan disini?" tanya Ken
"Aku sedang bertugas, kau sendiri?" jawab Fudo sambil menanyakan
"Aku disini mencari dia!" jawab Ken sambil pandangannya melihat pak kepala
"Eh?? kalian saling kenal?" tanya Kirisaki yang kebingungan
"Eh…?? dia itu Ken Mikazura?!" tanya Kirisaki yang terkejut
"Jadi dia Ken Mikazura, tidak kusangka dia mempunyai tubuh begitu kekar" ujar Shito yang tidak menyangka
Ken berjalan maju kearah pak kepala lalu mengangkat kerahnya keatas dan bertanya
"Sampai kapan kau akan mengatakan itu terus?! ini sudah melebihi 3 Minggu!! cepat temukan adikku sebelum ku bunuh kau!!" ujar Ken sambil mengancam
"Jika kami tidak memiliki petunjuk, kami tidak akan tau apa-apa dimana letak adikmu itu" balas pak kepala
"Cih…!!"
Lalu Ken menurunkan dia
"Ken, ada apa denganmu?" tanya Fudo
"Adikku, satu bulan lalu meninggal saat bersama dengan ku, lalu saat hendak di makamkan, mayatnya menghilang. sudah 4 Minggu tidak ditemukan oleh para polisi" jawab Ken dengan wajah sedih
"Lalu siapa namanya?" tanya Fudo lagi
"Azuko Mikazura, dia adik terakhir ku, dia perempuan. dia mati setelah melihat sebuah lukisan aneh di tengah jalan" jawab Ken
"Eh… jadi yang pak kepala katakan itu adalah kejadian tentang mu?" tanya Fudo lagi
"Dia menceritakannya kepada mu?" tanya balik Ken
"Ya, baru saja dia cerita" jawab Fudo
"Begitu…" ujar Ken
"Ken, kau bilang semua lukisannya berasal dari Inggris kan? lalu kenapa lukisannya tersebar ke seluruh Jepang? apa kau tau siapa yang menyebarkannya?" tanya Shito
"Tidak, aku tidak tau apapun tentang penyebarannya" jawab Ken
"Ken… apa adikmu itu memiliki nama panggilan khusus?" tanya Fudo
"Punya, namanya adalah Azumi" jawab Ken
"Mustahil… tidak mungkin…" kata Fudo sambil bangkit dari duduknya dan terkejut
"Ada apa?" tanya Ken
"Dia… baru saja ku temui saat ke kantor polisi ini" jawab Fudo
"Apa katamu?!" tanya mereka semua dengan amat terkejut
"Rambutnya perak dan panjang bukan?" tanya Fudo
"Iya, sejak lahir rambutnya seperti itu" jawab Ken
"Jadi begitu… tidak salah lagi, itu pasti dia!! dia pasti sudah jauh dari kantor polisi tapi tidak jauh dari kota!" ujar Fudo
"Ayo kita cari dia!" ajak pak kepala
Mereka semua bergegas keluar lalu mencari mereka dengan menggunakan mobil, Ken menumpang di mobil Kirisaki sementara pak kepala menaiki mobilnya sendiri, mereka mencari Azumi di kota, didalam mobil Kirisaki Ken bertanya ke Fudo
"Fudo, kau bilang kau menemukan mayatnya kan?" tanya Ken
"Hah? mayat? kenapa kau bilangnya seperti itu? saat aku melihatnya, dia dalam keadaan hidup" jawab Fudo
__ADS_1
"Apa katamu?! kau melihatnya dalam keadaan hidup?! tidak mungkin!!" ujar Ken yang terkejut
"Aku serius melihatnya hidup" balas Fudo
Mereka mengelilingi seluruh kota meskipun banyak orang-orang berlalu-lalang, karena banyak orang berlalu-lalang mereka memutuskan untuk turun dan mencarinya dengan jalan kaki, mereka mencarinya ke seluruh penjuru kota, tidak ada satupun dari mereka yang menemukannya. pak kepala memutuskan untuk beristirahat sejenak lalu dia melihat keatas sebuah atas atap gedung dan tidak sengaja melihat Azumi sedang berdiri disana
"Tidak mungkin!! bagaimana bisa dia ada disana?!" pak kepala terkejut melihat Azumi
Pak kepala langsung menelpon tim Kirisaki dan tiga lainnya
"Halo, aku menemukan Azumi, dia berada diatas atap sebuah gedung, dia sedang berdiri!!"
"Lokasinya ada di sebelah kanan hotel Hisaka lalu ada sebuah gedung di depan jalan raya, disana lah dia" lanjut telpon pak kepala
♦️
"Baiklah, kami akan kesana!!" jawab Kirisaki
Lalu mereka menutup telponnya
"Siapa itu Kirisaki?" tanya Shito
"Pak kepala, dia bilang dia menemukan Azumi di sebelah kanan hotel Hisaka" jawab jawab Kirisaki
"Dia menemukan Azumi?! cepatlah kesana!!" perintah Ken
Mereka langsung kesana dengan cepat
♦️
"Tidak kusangka dia akan berdiri disana" ujar pak kepala dengan amat terkejut
Lalu yang lainnya sampai di tempatnya pak kepala
"Dimana dia?" tanya Ken dan Fudo
"Lihat keatas sana" jawab pak kepala sambil tangannya menunjuk keatas
Mereka semua melihat Azumi yang sedang berdiri diatas atap gedung, mereka bergegas kesana. mereka harus melewati jalan raya lalu saat masuk kedalam gedung tersebut, mereka melewati banyak tangga. gedung tersebut sudah usang dan rusak, tidak ada satupun orang yang meninggalinya. mereka pun sampai diatas atap gedung tersebut dan melihat Azumi sedang berdiri menghadap ke langit, lalu dia berbalik kebelakang
"Azumi… kemana saja kau?" tanya Fudo
"Siapa… kalian semua?" tanya Azumi memiringkan kepalanya
"Kau… tidak kenal dengan ku? ada apa dengan mu?!" tanya Fudo
"Cih… sudah kuduga" ujar Ken dengan amarah
"Apa yang kau maksud Ken?" tanya Fudo
"Karena dia mati lalu di hidupkan lagi, ingatannya hilang" jawab Ken
"Huh?" Fudo bertambah bingung
Ken berjalan kearahnya dengan amarah dan juga ia mengepalkan tangannya dengan kuat, saat berada di depan mata Azumi, Ken langsung mengarahkan tinjunya ke wajah Azumi, (efek diperlambat) Fudo dengan cepat berlari kearahnya lalu memegang tangan Ken yang akan ia lancarkan ke wajah Azumi (efek kembali normal)
"Kau tidak boleh memukulnya dasar bodoh!!" ujar Fudo
"Berisik kau!! jangan menghalangi ku!!" ujar Ken dengan penuh emosi
"Dia itu adikmu, kau harus menjaganya, bukan memukulnya!!" balas Fudo
"Adikku?! jangan bercanda!! dia yang sekarang hanyalah seorang mayat saja!! dia sudah mati, tapi dia dihidupkan lagi dan ingatannya hilang" kata Ken
"Meskipun dia sudah mati, dia tetaplah adikmu!! meskipun dia hilang ingatan, tapi kau masih mengingatnya sebagai adikmu bukan?!" tanya Fudo
"Cih… sepertinya aku harus menghajar mu!" ujar Ken
"Silahkan, aku tidak akan menyingkir meskipun kau menghajar ku ratusan kali, jika kau ingin aku menyingkir, bunuh lah aku!!" balas Fudo dengan wajah percaya diri
"Hoooo… baiklah, aku akan mengajarimu hingga kau mati!!" ujar Ken
"Oi, berhentilah kalian berdua!!" ujar pak kepala sambil menodongkan pistolnya ke mereka berdua
"Berhentilah sebelum aku menembak kalian!!" lanjut kata pak kepala
"Tembak saja!! aku tidak takut dengan mu!!" ujar Ken
"Baiklah, aku akan menembak mu" kata pak kepala
Pak kepala hendak menembak kepalanya, namun dengan cepat Ken berlari kearahnya sebelum ia menembak lalu memukulnya dengan kekuatan penuh hingga dia terpingsan
"Dhuukk!!"
"Cih… dasar polisi pengganggu saja" ujar Ken
Ken berjalan lagi kearah Fudo
"Fudo, mungkin ini adalah hari terakhir mu, jadi, tolong matilah!!" ujar Ken
Ken memukul wajah Fudo berkali-kali dengan tangannya secara bergantian, tubuhnya sempoyongan namun kesadarannya masih utuh
"Kenapa Fudo-san tidak melawannya?" tanya Shito
"Seperti yang dia katakan, kekuatan Fudo-san itu adalah unik, tubuhnya akan berubah menjadi kekar dan berotot lalu membesar pada saat hujan turun, jika dalam laut maka seluruh tubuhnya akan menjadi besar" jawab Kirisaki
"Begitu… dia akan menjadi kuat jika terkena air hujan ataupun dalam laut ya… jadi selama tidak hujan dia akan lemah" ujar Shito
"Iya, tapi dia tidak lemah seperti Shinji" balas Kirisaki
"Kita harus menghentikannya sebelum Fudo-san mati" ujar Shito
"Baiklah, akan ku coba" balas Kirisaki
"Oi, Ken-san, hentikanlah!! kau tidak boleh terus memukulinya!!" ujar Shito yang berusaha menghentikannya
"Benar, bukankah kau itu sebenarnya baik?! lalu kenapa kau malah memukul teman mu sendiri?!" tanya Kirisaki dengan nada tinggi
"Berisik!! jika kalian ingin menghentikan ku, maka bunuh lah aku!!" balas Ken sambil menoleh kebelakang dengan wajah mengerikan dan matanya melotot kearah mereka berdua
"Baiklah aku akan membunuhmu, Kemi" ujar seseorang yang datang dari belakang mereka
Seseorang datang dari belakang mereka berdua lalu menembakkan pelurunya ke arah jantung Ken
"DORR!!"
"Huh?!" mereka semua terkejut melihatnya sementara Ken hanya terdiam diri saja
Ken melihat jantungnya dan jantungnya berlubang, dia pun terjatuh
*Sialan…!! Kemi… nama itu… aku mengingat siapa yang memanggil dengan nama itu!!* ujar Ken dihatinya dengan tubuhnya yang terjatuh kebawah
Bersambung……
__ADS_1