
Kuzaki yang melihat Kirisaki mengayunkan pedangnya lalu menghasilkan sebuah serangan cahaya hingga menuju keatas terkejut meskipun melihatnya hanya samar-samar
*Itu kekuatannya Kirisaki?! dan jika tidak salah ku dengar dia bilang nama kekuatannya adalah Excalibur?!* tanya Kuzaki dihatinya dengan terkejut dan bingung
*Hebat.... jadi ini kekuatan pedang Excalibur dari salah satu dari empat pedang roh suci, dan serangan yang dihasilkannya pun tidak masuk akal, cahayanya sampai menembus ke langit, tidak, mungkin lebih tinggi* ujar Kirisaki dihatinya dengan terkagum-kagum
Kuzaki yang terjatuh dia mencoba untuk bangun perlahan-lahan, Kirisaki yang melihatnya langsung membantunya lalu merangkulnya di pundaknya dan mulai berjalan sambil merangkulnya
"Terima kasih Kirisaki" kata Kuzaki
"Ah tidak apa-apa, kau juga sudah melindungi ku" balas Kirisaki
"Kirisaki, apa benarkah nama kekuatan mu Excalibur?" tanya Kuzaki
"Benar, sebelumnya roh kekuatan yang ada di dalam diri ku pernah menyebutnya, tapi entah mengapa aku lupa itu dan dia mengingatnya saat hendak menolong mu" jawab Kirisaki
"Ngomong-ngomong, kau belum tau nama ku kan?" tanya Kuzaki
"Iya"
"Nama ku Nana Kuzaki, kau bisa memanggilku Kuzaki, aku dari cabang Saitama, maaf karena telat memperkenalkannya" jawab Kuzaki
"Ah jadi begitu, lalu yang laki-laki dengan mu itu sama juga?" tanya Kirisaki balik
"Iya, namanya Huziure Todou" jawab Kuzaki
"Eh? Todou? kenapa nama belakangnya mirip dengan Yukimura?" tanya balik Kirisaki lagi
"Kau belum tau ya, mereka itu kakak adik, Huziure kakaknya sedangkan Yukimura adiknya, mereka memiliki senjata yang sama yaitu pistol, namun Huziure memiliki pedang biasa untuk jaga-jaga" jawab Kuzaki lagi
"Ah jadi begitu"
♦️
Di semua negara, daerah dan kota. di medsos, berita TV dan radio sedang ramai membicarakan permukaan bulan hancur 4% karena sesuatu, satelit luar bumi dan para astronot yang ada di bulan memfoto permukaan bulan yang hancur sebagian, bagian dari bulan yang hancur menjadi bebatuan yang melayang-layang bebas di luar angkasa, semua orang khawatir dengan bebatuan yang melayang-layang itu jika masuk atmosfer bumi dan menjadi meteor yang akan bumi baik daratan maupun lautan dan terjadi lah kiamat
Kapten Kitsurugi yang sedang berjalan-jalan sambil menunggu kepulangan anggotanya tidak sengaja melihat berita di TV besar yang terletak di atas gedung dan berita itu berisi tentang hancurnya permukaan bulan
[Berita terbaru]
"Baru beberapa menit yang lalu, satelit luar angkasa memfoto permukaan bulan yang hancur sebagian begitu pula dengan para astronot, berikut fotonya (berita itu menampilkan fotonya, foto itu diambil dari satelit lalu memperlihatkan sebuah bulan yang permukaannya hancur sebagian di luar angkasa dan bagian yang hancur tersebut tersebar melayang-layang di luar angkasa di sekitar bulan) foto ini tersebar di seluruh dunia dan membuat semua orang khawatir dan bertanya-tanya, "apakah dunia ini akan dekat dengan kiamat?" para astronom dari seluruh dunia berpendapat bahwa bumi akan kiamat dalam waktu yang lama dan jika bebatuan itu masuk ke atmosfer bumi tidak akan terjadi kiamat" ujar si pembawa berita perempuan
Setelah mendengar berita itu, semua orang yang sedang berjalan termasuk kapten Kitsurugi terdiam diri dan lega lalu melanjutkan jalan mereka
*Permukaan bulan hancur sebagian? apa-apaan itu? aku baru dengar itu, eh iya ya, kata beritanya baru beberapa menit, pantas saja aku tidak tau, tapi kenapa hanya baru beberapa menit sudah ramai di bicarakan orang? entah lah aku tidak tau, apakah alasan mengapa permukaan bulan itu hancur gara-gara cahaya kuning itu? mungkin saja, cahaya itu bahkan menembus langit dan ada kemungkinan jika cahaya itu masih berlanjut hingga keluar dari bumi dan menghantam permukaan bulan sehingga permukaannya hancur sebagian. tapi apa itu serangan penuh dari Excalibur atau hanya serangan kecilnya saja. ah peduli setan, itu hanya akan menambah beban pikiran ku saja* ujar kapten dihatinya sambil berpikir keras lalu mengabaikannya begitu saja
♦️
Di hutan, pada saat Kirisaki dan Kuzaki berhadapan dengan Toshio, di sisi Izami dan lima lainnya sedang waspada terhadap Yama, Yama belum menunjukkan kekuatannya pada mereka
"Ayolah, kenapa kalian se waspada itu dengan ku, aku belum menunjukkan kekuatan ku, jadi tenang saja" ujar Yama sambil bercanda
"Kau pikir kami akan lengah meskipun kau belum mengeluarkan kekuatan mu, hah?!" ujar Izami dengan tegas
"Jadi begitu" kata Yama
Yama menggerakkan tangan kanannya ke samping kanan tubuhnya, kemudian tangan itu menjadi panjang dan semua orang terkejut, Yama menggerakkan tangannya itu kerah mereka berlima lalu membesarkannya dengan telapak tangannya yang membuka
"Menghindar!" kata Yon dengan nada tinggi
__ADS_1
Mereka pun menghindarinya
*Apa-apaan tangannya itu? tiba-tiba saja memanjang lalu menjadi besar saat mengarahkannya ke kami, apa itu kekuatannya? aku berpikir jika itu kekuatannya* kata Izami dihatinya dengan bingung
"Izami, atas mu!" kata Yukimura yang mengingkatkan dirinya
"?!??!"
Izami yang sedang berpikir dan berdiam diri di serang tiba-tiba dari atas yang menutupi cahaya matahari dan serangan itu berupa telapak tangan yang besar yang akan di hantam kan ke dirinya, Izami yang mendengar peringatan dari Yukimura langsung menghindar dan telapak tangan itu menghantam tanah
"Ada apa dengan mu? apa kau sedang berpikir sesuatu?" tanya Yama yang menuju kearahnya sambil mengecilkan tangan kanannya
"Yah begitulah"
"Oh, kalau begitu kau akan ku bunuh sebelum kau berpikir lagi lalu menyusun rencana" ujar Yama
Yama memanjangkan tangan kanannya lalu menggerakkannya kearah pohon dan membesarkannya lalu mengambil pohon itu, setelah itu dia melemparkannya kepada mereka berlima, Zousei langsung menghalaunya dengan menghancurkannya dengan cakar kedua tangannya. Zousei yang pandangannya teralihkan diserang langsung dengan kepalan tangan kanan yang besar dari Yama yang tiba-tiba berada di sampingnya, Zousei langsung terhempas ke sebuah pohon besar,
Pada saat yang bersamaan, Izami langsung bergerak cepat kearahnya lalu memotong lengan tangan kanannya dengan pedangnya, Yama yang menyadari itu menyeringai, Izami yang melihatnya langsung melompat mundur untuk menjaga jarak darinya
*Kenapa dia menyeringai?* tanya Izami dihatinya
Izami berdiam diri, dia menjadi lengah, Yama yang melihat itu langsung bergerak cepat kearahnya dengan kepalan tangan kiri yang menjadi besar, Huziure yang melihat itu langsung menahan itu dengan pedangnya
"Kenapa kau hanya diam saja?!" tanya Huziure sambil menahan kepalan tangan itu
"Ah maaf-maaf"
"Izami, ada apa dengan mu kali ini?" tanya Yon yang khawatir
"Tidak ada apa-apa, kali ini aku akan fokus" kata Izami
Tangan kanan Yama selesai beregenerasi, ia langsung membesarkan kaki kanannya lalu menghentakkan tanah dengan keras dan menimbulkan getaran tanah dan hembusan angin kencang hingga tanahnya rusak, tanah-tanah yang rusak terbang keatas setinggi kepalanya lalu dengan cepat pula ia mengarahkannya ke Zousei dengan pukulan telapak tangan kanan Yama yang membesar, Zousei yang melihat itu langsung menghalaunya dengan mencakar tanah tersebut dengan kedua cakar tangannya. (efek di perlambat lagi) Yama dengan cepat bergerak kearahnya bersamaan tanah-tanah itu lalu saat Zousei menghancurkannya muncul Yama yang berada di tepat depan matanya, Yama langsung memukulnya dengan tangan kanannya yang masih membesar ke wajahnya, lalu Zousei yang terkena itu terhempas ke sebuah batang kayu pohon besar lagi dengan keras,
Izami yang melihat itu langsung bergerak cepat kearahnya, lalu saat Yama lengah dia langsung mengayunkan pedangnya yang diselimuti api biru kearah lehernya, Yama yang merasakan api yang panas berada di dekatnya menoleh kebelakang dan terlihat Izami yang hendak memenggal kepalanya
*Dia cepat sekali!!* ujarnya dihatinya dengan terkejut
Izami pun berhasil mengenainya, kepalanya terlempar ke tanah, (efek kembali normal) saat Izami hendak menolong Zousei, kepala Yama selesai beregenerasi dengan cepat dan itu membuat Izami terkejut
*Tidak mungkin!!* ujarnya dihatinya dengan terkejut
"Jangan terkejut begitu, ini biasa saja" kata Yama yang berjalan kearah Izami
"Dorrr..." Yukimura menembakkan peluru kearah bagian otak dari Yama
Di saat Yukimura menembakkan pelurunya, kepala Yama menjadi membesar untuk menghindari peluru itu dan yang kena bukan otaknya
"Cih, sialan!!" kata Yukimura dengan kesal
Lalu Yama mengembalikan ukuran kepalanya seperti semula
*Dia bisa merubah ukuran pada tubuhnya, pada kekuatannya adalah 'Size body'? sepertinya begitu setelah di lihat-lihat, jika begitu, maka itu merepotkan. dia bisa mengendalikan ukuran tubuhnya sesuka hatinya saat diserang maupun saat menyerang* ujar Huziure dihatinya
Di saat Huziure sedang berpikir, tiba-tiba muncul Yama di hadapannya, ia langsung memukul dagu Huziure dari bawah dengan kepalan tangan kanannya yang besar, Huziure pun langsung terbang ke angkasa, Yukimura yang melihat itu langsung gegabah dan hendak menembak Yama, dia mengangkat pistolnya dengan wajah yang emosi. Yama yang mengetahui itu langsung memanjangkan tangan kirinya lalu mengarahkannya ke Yukimura dan telapak nya mengenai kepalanya lalu langsung menghantamkannya ke tanah dengan keras diikuti dengan tubuhnya dan tidak sadarkan diri
"Jdhurr.... Ghakkk!!"
Huziure yang melihat Yama menghantamkan kepala Yukimura ke tanah dengan keras saat dirinya berada di udara langsung marah, saat mau terjatuh, dia mendarat kan diri dengan kedua kakinya lalu langsung menarik keluar pedangnya dari sarungnya lalu mengarahkannya ke dada, bagian jantungnya. Yama yang melihatnya hendak menusukkan jantungnya langsung mengangkat kaki kanannya lalu memanjangkannya dan membesarkannya dan menendang perut Huziure yang hendak datang kearahnya. Huziure pun terhempas
__ADS_1
*Sial, kenapa aku hanya berdiri dan diam disini saja?! dan kenapa aku tidak cepat-cepat memakai teknik tipu muslihat kabut?! aghh dasar diri ku ini!!* ujar Yon dihatinya yang kesal kepada dirinya sendiri
"Baiklah, sekarang kenapa kau hanya diam saja dan malah memperhatikan teman mu yang telah di hajar oleh ku?" tanya Yama yang berjalan kearah Yon
"Apa kau takut? atau kau lemah?" tanya Yama lagi
Saat Yama berjalan kearah Yon, Izami dengan gerakan yang cepat hendak menusuk bagian jantungnya dengan pedang yang diselimuti api biru, namun Yama menyadari hal itu dan langsung berbalik badan lalu mengangkat kaki kanannya dan membesarkannya lalu menendang perutnya
"Ghakkk!!!"
Yang Yama serang ternyata hanyalah sebuah kabut yang berbentuk manusia, sekitaran Yama menjadi banyak kabut yang tebal, kabut itu juga memperlihatkan sebuah bayangan yang memiliki tubuh manusia yang berjumlah banyak, Yama langsung menyerang bayangan itu dengan tangan kanannya yang dia panjangkan lalu dia besarkan dan menghantam bayangan itu dengan telapak tangannya satu persatu, namun bayangan itu menghilang setelah ia serang lalu muncul lagi dalam posisi yang sama
*Jadi begitu, ini hanyalah bayangan dari kabut itu saja, mereka bukan manusia melainkan sebuah bayangan yang tercipta dari kabut. biasanya saat kita memasuki kedalam wilayah yang memiliki banyak kabut akan muncul suatu bayangan seseorang namun saat kita mendekatinya itu tidak ada* ujar Yama dihatinya sambil menyimpulkan bayangan kabut itu
"Kenapa kau hanya terdiam saja hah, Yama?!" kata Izami yang datang dari belakang
Yama langsung menyerang Izami tanpa berbalik kebelakang dengan mengayunkan kepalan tangan kanannya yang besar dan panjang kebelakang, namun yang dia serang hanyalah bayangan saja
*Kekuatannya ini sangat menggangu sekali, kabut tebal yang terus menutupi pandangan ku lalu sebuah bayangan yang muncul dari kabut dan manusia yang tercipta dari bayangan, huh... tidak ada cara lain selain menggunakan ini* ujar Yama dihatinya
Yama memanjangkan ukuran kedua kakinya lalu membesarkannya juga, dia memanjangkan kakinya setinggi pohon tinggi itu, kedua kakinya tinggi dan besar, namun tubuhnya seperti manusia biasa begitu pula tangan dan kepalanya, dia mengangkat kaki kanannya lalu menghentakkan kakinya ke tanah pelan-pelan (jika dilihat dari atas, jika di lihat di dari bawah cepat) lalu hentakan kakinya itu menghilangkan kabut tebal tersebut, lalu dia mengembalikannya seperti semula. saat seperti semula, Izami langsung menusuk bagian jantungnya dari belakang tanpa suara dan hawa keberadaan, Yama sudah menduganya dan sebelum dia kembali seperti semula dia mengecilkan jantungnya sekecil mungkin agar tidak tertusuk dengan mudah. saat Izami menusuknya ke jantung dengan pedangnya, Yama tidak mati, justru dia malah menyeringai lalu tertawa
"Hahaha..." tawa Yama
"Apa yang kau tawakan?" tanya Izami yang masih menusukkan pedangnya di jantungnya
Lalu Yama menoleh kebelakang ke hadapan wajah Izami
"Kau ini bodoh sekali ya" ujarnya
"Apa yang kau maksud?" tanya Izami yang kebingungan
"Yang kau tusuk bukanlah bagian jantung, jantung itu menjadi lebih kecil dari seekor semut" jawabnya
"Hah?" Izami tidak paham dan justru semakin kebingungan
"Kekuatan ku adalah 'Size body' yang berarti aku bisa mengubah ukuran tubuhku sesuka hatiku, aku bisa mengubah ukuran badan, kaki, kepala, tangan menjadi panjang dan pendek ataupun besar dan kecil, bahkan aku bisa mengubah ukuran organ-organ tubuh ku, seperti jantung, otak, dan ginjal. dan pada situasi ini, aku mengecilkan jantung ku hingga lebih kecil dari seekor semut mungkin ukurannya sekecil hewan tungau" jawab Yama sambil menjelaskannya
"Jadi... yang ku tusuk ini...
"Ya, itu bukanlah jantung, melainkan tulang belakang dan tulang dada" kata Yama yang melengkapi perkataan Izami
Izami langsung menarik pedangnya lalu melompat menjauh darinya, dia bersiap-siap lagi, Yon datang dari belakang Izami sambil merangkul ketiga temannya yang tidak sadarkan diri
"Oi, Izami, mereka ini berat sekali, kenapa harus aku yang merangkul mereka?" tanya Yon yang keberatan merangkul mereka bertiga
"Karena kekuatan roh mu itu tipe pendukung jadi kau saja yang merangkul mereka, aku mengandalkan mu Yon!" jawab Izami yang mengandalkannya
"Keadaan kalian tidak di untungkan sekali, ketiga teman kalian tidak sadarkan diri sedangkan dia merangkul mereka bertiga dan kau sebagai penyerang, lebih baik kalian—
"Jedghssss..." suara Kirisaki menyerang Toshio dengan kekuatan besar dari Excalibur
Sebuah suara terdengar keras dari arah yang tidak jauh dari mereka dan di langit, mereka bertiga menengok ke samping kiri kearah suara itu lalu melihat sebuah cahaya kuning dari arah suara itu yang menembus langit yang hujan dan hujan pun menjadi reda
"Apa itu tadi?" tanya Izami yang melihatnya dengan terkejut dan terpukau
"Cahayanya besar sekali dan cahaya itu menembus langit yang hujan" ujar Yon yang terpukau saat melihatnya
*Cahaya kuning yang besar... dan juga bisa menembus langit yang hujan, kekuatan yang sungguh mengagumkan, lalu arahnya... bukankah arah itu?!… arahnya Toshio yang sedang bertarung dengan dua teman mereka lainnya?!* kata Yama dihatinya sambil terpukau melihatnya lalu terkejut saat mengetahui asal cahaya itu
__ADS_1
Bersambung........