
Di sisi Izami dan Yon sebelum pertukaran tempat, mereka sedang berjalan menuju ke tempat kapten dan yang lainnya. Yon sedang merangkul Izami yang kelelahan dan hampir tak sadarkan diri sambil berjalan menuju kesana
"Aku tidak menyangka kau tidak lepas kendali saat itu dan kembali sadar dengan normal" kata Yon sambil merangkul Izami
"Yah... sebenarnya aku juga tidak menyangka aku bisa tidak lepas kendali dan menjadi normal, sepertinya dia mulai sedikit demi sedikit mengakui ku" jawab Izami
"Seperti yang ku harapkan dari adik Privaron guard"
"Itu biasa saja kok, lagipula kekuatan ku yang sekarang masih belum mendekati kekuatan dirinya, dia... menggunakan api hitam dan juga bisa mengaktifkan Armadura dalam beberapa Minggu" ujar Izami
"Yah aku juga tau bahwa kekuatan mu belum mendekati dirinya, tapi kau sudah bisa mengetahui roh yang berada di senjata mu itu dan melakukan pertukaran jiwa. sedangkan aku belum bisa, bahkan... roh kekuatan ku saja aku tidak mengetahuinya" kata Yon dengan wajah masam sambil melihat kebawah dan merangkul Izami
"Suatu saat... pasti kau akan mengetahui roh kekuatan mu itu" ujar Izami sambil menyemangati Yon
"Yah... mungkin saja, tapi aku saja tidak punya senjata, bagaimana mau pertukaran jiwa dengan roh kekuatan ku? jika mengetahuinya mungkin bisa namun jika pertukaran jiwa mungkin tidak bisa" ujar Yon
"Kau benar juga, sampingkan dulu pembicaraan tadi, itu lalu cepatlah berjalan menuju ke yang lainnya, jika tidak mereka mungkin dalam bahaya" ujar Izami
"Baik baiklah, padahal aku sedang merangkul mu tapi kau menyuruhku untuk cepat" kata Yon
Mereka terus berjalan dan terus hingga akhirnya di tengah perjalan mereka melihat sebuah cahaya putih yang terang, cahaya itu semakin membesar hingga menghisap mereka dan mereka hilang dari sana. lalu cahaya itu muncul lagi dan hilang lagi, cahaya itu mengeluarkan kapten, Kirisaki dan Zousei disana. mereka bertiga terkejut karena berada disana
"Ke..Kenapa kita ada disini?" tanya Kirisaki dengan terkejut
"Entahlah, dan juga... kenapa roh tadi itu menghilang?!" tanya Zousei dengan terkejut dan suara keras
"Sepertinya, kita bertukar tempat" ujar kapten sambil melihat sekelilingnya
"Bertukar tempat? tapi dengan siapa?" tanya balik Kirisaki
"Tentu saja dengan Izami dan Yon lah" jawab kapten
"Oh iya aku lupa, hehe.... tapi ini... kita tidak melihat satu pun roh jahat yang ada disini" kata Kirisaki sambil melihat sekelilingnya
"Kau benar, mungkin mereka berdua sudah mengalahkannya" jawab kapten
"Mengalahkannya? mereka berdua? wah, hebat! tidak kusangka hanya dengan dua orang saja mereka dapat mengalahkan semua roh yang ada disini" ujar Kirisaki dengan terkagum-kagum
"Asal kau tau saja, Izami adalah adik dari salah satu anggota Privaron guard. jadi pantas saja jika dia kuat" kata Zousei
"Hmmm Privaron guard? apa itu?" tanya Kirisaki dengan penasaran
"Mereka adalah pendahulu para guardian jaman sekarang, setiap jaman Privaron guard akan bergonta ganti anggota. jika berbicara mengenai kekuatannya, mereka melebihi para kapten" jawab Zousei
"Oh begitu... lalu apa itu guardian?"
"Guardian adalah–
Kapten menyela pembicaraan Zousei
"Oi, kalian berdua! sudahi dulu pembicaraannya. kita harus cepat kembali ke tempat roh inti itu sebelum mereka mati"
"Ah, baik-baik" jawab mereka berdua
Mereka bertiga langsung berjalan tuk ke tempat mereka bertemu dengan roh inti
Di sisi Izami dan Yon, setelah mereka terhisap ke cahaya putih tadi, mereka tiba di tempat yang berbeda. Yon menyingkirkan tangan Izami yang sedang berada dilehernya, Izami pun terjatuh. lalu Yon berjalan dan melihat sekelilingnya
*Ini... dimana aku? kenapa aku berada disini? bukankah tadi kami sedang berjalan menuju kapten dan yang lainnya, tapi kenapa kami ada disini?* Kata Yon dihatinya sambil bertanya-tanya
"Aduh-duh... Yon, kenapa kau menyingkirkan tangan ku dari lehermu?" tanya Izami sambil mencoba berdiri
"Oi, Izami! lihatlah ini!"
"Hmm? ada apa emang..... nya????.... eh?! kenapa kita ada disini?! bukankah tadi kita sedang berjalan?!" ujar Izami dengan terkejut dan panik
"Oi, bersikaplah tenang dan dewasa, hentikan sikap kenak-kanakan mu itu"
"Oh iya, kebiasaan aku.." kata Izami
"Lalu, dimana kita?" sambung kata Izami
__ADS_1
"Entahlah, disini... ada seperti bekas pertarungan. sepertinya ada seseorang yang bertarung disini tadi" ujar Yon sambil melihat lantai gerbong dan sekelilingnya
"Hmmm? apa jangan-jangan ini tempat kapten dan yang lainnya? jika benar maka seharusnya mereka ada disini!" ujar Izami
"Itu mungkin saja, lalu cahaya apa yang membawa kita tadi?" tanya Yon
"Entahlah, itu seperti cahaya dari kayangan yang turun ke kita lalu memindahkan kita kesini"
"Oi, jangan bilang begitu" ujar Yon
"Tidak kusangka aku akan bertemu dengan manusia yang sedang terluka"
Yamazaki datang dari depan arah mereka, Izami yang melihat dia pun terkejut
"Kau!!! bagaimana bisa kau ada disini?!" tanya Izami
"Dari tadi aku ada disini tapi kalian tidak menyadarinya" jawabnya
"Bagaimana kami bisa ada disini? kau pasti tau itu bukan?"
"Aku hanya menukar tempat"
"Apa?"
"Aku hanya menukar tempat kalian dengan mereka bertiga. kalian yang aslinya sedang berjalan menuju kesini bertukar dengan mereka bertiga yang ada disini. jadi, kalian ke sini dan mereka kesana" jawab Yamazaki
"Siapa mereka yang kau maksud?"
"Teman mu yang lain dan juga kapten"
Wajah Yon dan Izami berubah menjadi terkejut
"Jadi, kau menukarkan mereka dengan kami berdua?"
"Ya, pertukaran tempat yang dimaksud bukanlah menukarkan tempat melainkan menukarkan manusia, misalnya kau ku tukarkan dengan manusia lain yang ada disini, maka kau akan bertukar tempat kesana dan manusia lain itu akan kesini" jawab Yamazaki
"Oh jadi begitu"
"Oh? kau yakin?" tanya balik Izami
*Kekuatan Izami hanya tersisa sedikit saja, mustahil bagi dia mengalahkan roh inti itu dengan sendirinya dan lagipula dia sedang terluka parah. sedangkan kekuatan ku hanya digunakan sebagai pendukung saja bukanlah penyerang dan kekuatan ku tersisa sedikit juga. pertarungan melawan dua roh menengah itu membuat kekuatan kami tersisa sedikit* ujar Yon dihatinya
*Cih, kekuatan ku yang masih sedikit dan luka ku yang parah belum sembuh mana mungkin aku bisa mengalahkannya, seluruh kekuatan dan tenaga ku habiskan untuk melawan dua roh itu. mereka saja sudah kuat apalagi yang ini. aku tidak bisa menang untuk kali ini* ujar Izami dihatinya
...[Stone hammer big: Rising meteor]...
Yamazaki mengarahkan palunya kebawah lalu menyeretnya dan mengayunkan keatas depan mata Izami, Izami yang terdiam diri melihat itu terkena batu panjang yang muncul dari tempatnya berdiri
"Ghakkk!!!"
"Hah?! Izami!!!!"
Yon yang melihat itu berteriak kepadanya, lalu Yamazaki langsung berjalan cepat kearahnya dengan wajah yang ingin membunuh. wajah Yon yang melihat itu berubah menjadi kesal,
"Cih!!"
Saat tiba didekatnya, Yamazaki memutar palunya dengan kedua tangannya lalu berhenti dan langsung mengayunkannya kebawah tempat berdiri Yon dan menghasilkan getaran.Yon pun terpental cukup jauh karena areanya yang masih luas
*Sialan!! untung saja area ini luas, jika tidak maka aku akan menghantam pintu gerbong atau bahkan merusaknya. kami berdua, tidak mungkin bisa mengalahkannya!!* ujar Yon dihatinya
Yamazaki menghampiri Yon dengan wajah angkuh, Yon tidak bisa berdiri atau bangun karena tubuhnya yang kehabisan tenaga
*Kenapa disaat seperti ini, aku malah tidak bisa bergerak?! oi bangunlah tubuh ku!! kumohon bangunlah!! jika begini terus bisa-bisa aku mengingat wajahnya yang angkuh itu* ujar Yon dihatinya sambil menyuruh badannya
"Sepertinya aku beruntung karena mendapatkan musuh yang sudah kehabisan tenaga dan kekuatan ya" ujar Yamazaki sambil berwajah sombong
..."Teknik Gravitasi: tekanan berat 10x gravitasi"...
"!!!!!!!"
Sebuah suara terdengar oleh mereka berdua dan Yamazaki pun terjatuh kelantai karena beratnya gravitasi
__ADS_1
"Teknik ini lagi!!!" ujar Yamazaki yang sedang terjatuh
"Padahal baru beberapa menit saja kau sudah mengusir kami dari tempat mu" ujar kapten yang datang dari arah depan hadapan mereka berdua
Yon menoleh kebelakang karena suara itu dan dia terkejut
"Kapten!! syukurlah kau datang tepat waktu" kata Yon
"Yon, kenapa kau tertidur disitu?" tanya kapten
"Ahaha... aku kehabisan tenaga dan kekuatan jadinya begini" jawabnya sambil tertawa kecil
"Oh begitu, kalau begitu kau belakangan saja"
"Eh, tapi..."
"Kekuatan mu hanya untuk mendukung bukan? jadi, kau sudah bekerja baik dalam membantu Izami" ujar kapten
Kapten berjalan kearah Yamazaki sambil kedua tangannya masuk ke saku celana
"Kau... bagaimana bisa kau kesini dengan cepat?" tanya Yamazaki
"Apa kau lupa ya jika kekuatan ku gravitasi?" tanya kapten balik dengan tersenyum licik
"Apa?!"
"Karena kekuatan ku gravitasi, aku bisa mengubah gravitasi di dunia ini dengan sesuka hatiku. semakin berat gravitasi maka kau akan terjatuh sampai-sampai tidak bisa bergerak, semakin ringan gravitasinya maka kau akan mengambang dan sulit untuk kembali ke tanah permukaan. jadi caraku kesini dengan cepat adalah terbang, aku meringankan gravitasi tubuh kami bertiga lalu ku seret mereka sambil aku terbang" jawab kapten sambil menjelaskannya
"Jika kau berkata begitu, dimana mereka berdua?" tanya Yamazaki
"Oh kau tidak menyadarinya ya? mereka tepat berada dibelakang mu Lo" jawab kapten dengan nada santai
"Apa maksudmu?" tanya Yamazaki
Yamazaki menoleh kebelakang dan dibelakangnya terlihat Zousei dan Kirisaki yang sedang bersiap-siap dengan aura membunuh yang kental
*Mereka!!! aura membunuhnya sangat terasa, aku tidak bisa membiarkan diriku yang dalam berbahaya ini malah tiduran dilantai!!* ujar Yamazaki dihatinya sambil menyemangati dirinya
...[Teknik batu: Sharp rock arise]...
Sebuah batu yang tajam ujungnya muncul di tempat Yamazaki terjatuh dan itu menusuknya hingga menembus jantung. mereka berempat seketika terkejut,
"Apa apaan dia? dia bunuh diri?!" tanya Yon dengan terkejut
"Dia bunuh diri?" tanya Kirisaki
"Apa dia sudah menyerah melawan kita?" tanya Zousei
"Tidak, dia belum mati. dia melakukan itu hanya untuk membebaskan diri dari teknik ku saja" ujar kapten dengan nada lantang
"Hah?!" mereka terkejut dengan apa yang kapten katakan
"Kalian akan berakhir disini!" ujar Yamazaki dengan suara yang keras
"!!!!"
Sebuah Golem tanah yang tubuhnya seperti manusia bermunculan dari lantai gerbong itu dalam jumlah yang banyak, hal itu membuat mereka panik
"Apa ini? kenapa ada banyak Golem?" tanya Kirisaki
"Sialan! kenapa mereka ada banyak sekali dan juga tubuhnya sama seperti manusia!" ujar Zousei
"Yon, sementara gravitasi mu ku ringankan dulu lalu aku akan melayangkanmu, tapi kau hanya akan tetap melayang karena tidak punya tenaga" ujar kapten
"Baiklah!! yang penting aku bisa selamat!" jawab Yon dengan setuju
Kapten pun melayangkan Yon seperti yang kapten katakan, Yon hanya bisa melayang ditempat tanpa bergerak karena kehabisan tenaga
"Walaupun ini hanyalah Golem, tapi ini bukanlah Golem biasa!! mereka bisa beregenerasi jika mereka hancur dan yang paling penting untuk menghentikan Golem ini adalah habisi sang pencipta. pencipta itu adalah roh inti Yamazaki!! temukan dia!!" ujar kapten sambil menyuruh mereka
*Walaupun ini hanya Golem, tapi Golem ini tingkat menengah dan kekuatannya hampir setara dengan roh inti Yamazaki. Golem mengambil 25% kekuatan dari sang pencipta, lalu mereka juga bisa kembali utuh setelah hancur. aku bisa meratakan mereka semua namun mereka akan utuh kembali, hal inilah yang membuat Golem menjadi musuh yang lumayan menyusahkan dibandingkan para roh, jadi harapan satu-satunya adalah menghabisi sang pencipta* ujar kapten dihatinya
__ADS_1
Bersambung.....