
Dimasa sekarang
"Yo! Kemi, lama tidak bertemu ya" ujar Hoku degan wajah terlihat senang
Semua orang melihat kearah Hoku dan mereka memasang wajah yang terkejut dan tercengang
"Kau… jika tidak salah, Hoku Shunsuei kan?" tanya Fudo yang tercengang melihatnya
"Ya, kau benar, kau tampak berbeda dibandingkan dengan dirimu yang dulu ya Fudo" ujar Hoku
"Kenapa… kau melakukan ini kepadanya?!" tanya Fudo dengan emosi
"Sejak dia lulus, aku… sudah berencana untuk membunuhnya saat aku bertemu dengannya. dan inilah waktu yang sudah ku tunggu-tunggu!! setelah sekian lama aku bisa membunuh "Red dragon killer"!! aku merasa gembira saat membunuhnya!" ujar Hoku dengan sangat gembira dan tersenyum lebar
"Kau ini…!!" kata Fudo yang hendak berjalan kearahnya
Saat Fudo akan berjalan, sebuah peluru di tembakkan ke bawah tepat sebelah kakinya oleh pistolnya Hoku, Fudo pun terkejut dan terdiam diri saat melihatnya
"Ups, aku meleset, lain kali aku tidak akan meleset dan akan tepat mengenai sasaran, Fudo… jika kau bergerak satu langkah pun, jantung mu ku tembak" kata Hoku sambil mengancamnya
"Cih…!!" Fudo kesal dan berdiam diri
"Kalian berdua juga, para pemburu roh jahat, jika kalian melangkahkan kaki kalian satu langkah, kalian akan ku bunuh juga dengan pistol ini. aku tau pasti kalian akan menggunakan teknik roh tertentu, namun sayangnya pistol ini bisa menetralkan kekuatan roh, jadi percuma saja jika kalian menggunakan kekuatan kalian berdua" ujar Hoku sambil memperingatkannya
"Sialan…!!" ujar Kirisaki yang merasa kesal
"Ini adalah keberuntungan sekali dalam hidupku!! aku bisa memojokkan orang-orang kuat dengan kekuatan ku sendiri, dengan keadaan seperti ini, kalian tidak bisa apa-apa. Ken yang jantungnya tertembak dan tidak bisa diselamatkan dan juga seorang pak kepala polisi yang pingsan, setelah sekian lama aku bisa melakukan ini" ujar Hoku
"Sialan kau Hoku!!" ujar Fudo yang berdiri di tempat
"Hahaha… kalian tidak bisa apa-apa" kata Hoku sambil menertawakan mereka berdua
"Oi, monster sialan, kemari lah, tunjukkan diri mu ke mereka semua" ujar Hoku sambil memerintah seseorang
Seorang monster yang tidak memiliki dua mata dan di dahinya terdapat bekas tanda silang dan tubuhnya telanjang dada lalu kedua matanya ada di kedua telapak tangannya keluar dari ruangan tangga dan menunjukkan dirinya ke mereka semua
"Kau… bagaimana kau bisa menemukannya?" tanya Fudo yang terkejut melihatnya
"Sudah sangat lama, aku menemukannya saat aku masuk geng 'the elite seven' lalu dengan monster seperti ini, aku merencanakan ini ke adiknya Ken Mikazura yang paling muda, yaitu Azuko Mikazura atau Azumi!" jawab Hoku
"Jadi kau… yang membunuhnya ya?!" tanya Fudo dengan kesal
"Itu memang sama persis dengan membunuh, tapi kalian salah besar, dari awal aku tidak membunuhnya…
…Lebih tepatnya, aku mengubah ingatannya dengan kekuatan si monster ini lalu menembakkannya ke arah otak Azumi" jawab Hoku
*Jadi begitu, setelah dilihat-lihat menurut ku ada yang aneh juga, sejauh ini kami belum menemukan lukisan yang makhluk di dalamnya membunuh orang duluan sebelum dirinya keluar dari lukisan tersebut, jika membunuh saja tidak bisa maka mengeluarkan kekuatan mereka didalam lukisan pun tidak bisa, jika mereka bekerja sama beda cerita lagi* ujar Kirisaki dihatinya
"Sialan kau…!!" kata Fudo yang kesal dan hampir melangkahkan kakinya
"Sudah ku peringatkan kan? jika kalian berjalan satu langkah pun maka ku tembak dan mungkin lebih buruknya ku bunuh kalian" ujar Hoku sambil memperingati mereka lagi
"Cih sialan!!" kata Fudo yang kesal
"Kirisaki, tolong jaga aku sebentar" pinta Shito sambil menghadap kebelakang arah pak kepala polisi yang pingsan
"Baiklah" jawab Kirisaki
Shito mengambil pistol yang terjatuh didekat pak kepala polisi pingsan yang jaraknya tidak jauh darinya, tangan Shito dapat menjangkau pistol itu walaupun harus menggerakkan kakinya satu langkah, Hoku yang melihat tindakannya langsung menembak bagian betis belakangnya. Kirisaki yang melihatnya langsung memunculkan pedangnya secara sangat cepat lalu saking cepatnya pedangnya dapat memotong peluru yang sedang melesat kearah betis Shito menjadi dua dari samping lalu peluru itu terjatuh, Hoku terkejut saat melihatnya
"Apa?! bagaimana bisa serangan mu itu tidak dinetralkan oleh pelurunya?!" tanya Hoku dengan amat terkejut
"Peluru pistol mu itu hanya bisa menetralkan kekuatan roh saat itu mengenainya, tapi bagaimana jika kekuatan roh tidak mengenai peluru itu? ya benar, kekuatannya tidak akan menjadi netral, maka dari itu aku mementingkan untuk menyerang pelurunya selagi belum mengenai daripada bertahan dan tetap kena" jawab Kirisaki
"Cih…! lumayan pintar juga kau ya" ujar Hoku
Hoku menjadi lengah dan saat itu Shito dengan cepat mengambil pistolnya pak kepala polisi lalu menembakkannya kearah pistol yang dipegang oleh Hoku, pistolnya terpental lalu jatuh di jarak yang cukup jauh darinya. Fudo langsung cepat berlari kearahnya
Hoku menghadap kebelakang
"Sialan, pistol ku terjatuh" kata Hoku
Lalu dia menghadap kedepan
Saat dia menghadap kedepan dia melihat Fudo yang berada didepan matanya lalu langsung memukul wajahnya lalu mengangkat kakinya dan mengarahkan betis depannya kearah kepala Hoku seperti halnya menendang namun serangannya dihentikan oleh lengan tangan kiri Hoku yang berada ditepat sebelahnya kepala saat dirinya akan dipukul
*Sialan, dia menahan serangan ku* ujar Fudo yang kesal
Kemudian Fudo menurunkan kakinya
"Hei, Fudo, sepertinya sejak kita lulus SMA fisikmu melemah ya, saat SMA dulu kita selalu bertarung dan saat itu fisikmu sangat kuat hingga aku tidak bisa menahannya saat kau menyerang. namun sekarang lihat! kekuatan mu bahkan tidak bisa menjatuhkan ku dan aku bisa menahannya selama ini! sekarang aku bertambah kuat, Tsukamoto Fudo!" ujar Hoku
Hoku langsung memukul wajahnya yang babak belur dengan salah satu tangannya, tubuh Fudo hampir kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh gara-gara pukulannya diwajahnya
*Kekuatan fisiknya meningkat! aku hampir kehilangan keseimbangan hanya karena dia memukul wajah ku, jika begini aku akan kalah* kata Fudo dihatinya
Saat tubuhnya hampir terjatuh, Fudo berdiri lagi lalu langsung menendang dagunya dengan salah satu kakinya
"Oh, lumayan juga ya kau Fudo!!" ujar Hoku
"Kau juga" balas Fudo
Hoku menghadap kesamping arah si monster Fudo pun mengikutinya
"Oi monster, kau hadapi para pemburu roh jahat itu! aku akan mengurus yang satu ini. Azumi, kau jaga polisi itu saat dia akan bangun" perintah Hoku
"Baik" balas si monster
Mereka berdua melaksanakan tugasnya masing-masing, Fudo lalu mengembalikan pandangannya ke Hoku
"Kenapa kau memerintahkan Azumi?" tanya Fudo
Lalu Hoku mengembalikan pandangannya ke Fudo dan menjawabnya
"Karena ingatannya hilang, aku lah yang mengisi ingatannya yang hilang dan aku adalah seorang tuan bagi dirinya. jadi aku bisa memerintah apapun kepadanya" jawab Hoku
"Apa kau bilang? jadi Azumi yang kali ini orang yang dia kenal hanyalah dirimu?!" tanya Fudo lagi
"Ya benar, orang satu-satunya yang ia kenal saat ini hanyalah aku saja" jawab Hoku
"Sialan kau!!" kata Fudo yang kesal lalu memukul wajahnya
__ADS_1
"Benar! pukul aku! lagi, lagi!" ujar Hoku yang gembira dan tersenyum lebar
Fudo melanjutkan pukulannya lagi dan lagi, Hoku pun gembira dan senang lalu ia balik memukulnya berkali-kali lebih kuat dari wajah hingga ke perut
"Lawan kita adalah si monster tanpa mata ya?" tanya Shito
"Sepertinya iya, aku tidak tau apakah dia sekuat musuh yang pernah kita lawan atau tidak" ujar Kirisaki
"Jadi kalian berdua lawan ku ya, kalian… lebih kuat dari ku, ini tidak adil" ujar si monster tanpa mata
"Karena ini tidak adil, aku harus melakukan ini ke lawan ku" sambungnya
Monster tanpa mata mengangkat kedua tangannya lalu memperlihatkan telapak tangannya yang terdapat mata ke mereka berdua, mereka terus menatapnya dan Kirisaki terpengaruh oleh kekuatannya dan si monster itu masuk kedalam kepalanya
♦️
Didalam kepalanya Kirisaki
"Jadi ini kepalanya ya, luas sekali, dimana semua ingatannya?" tanya si monster tanpa mata didalam kepalanya Kirisaki
"Ini sangat luas dan gelap, serta berkabut" sambungnya sambil berjalan menyusuri
"Kenapa ada makhluk asing didalam kepala ini?" tanya sebuah suara yang ada di kepalanya
"Siapa kau? kenapa ada orang lain yang masuk ke kepala ini?" tanya si monster
"Apa maksudmu? aku sudah ada ditubuh anak ini dari awal sebelum diri mu" jawab suara itu
"Apa yang kau inginkan? apa kau teman atau musuh ku?" tanya si monster
"Musuh mu" jawab suara tersebut
"Begitu, tidak ada pilihan lain selain melawan mu ya…" ujar si monster
"Melawan? hah, jangan bercanda, untuk apa aku melawan makhluk lemah sepertimu itu?" tanya suara tersebut
Sebuah pedang raksasa hitam seperti Excalibur muncul di depan hadapan si monster tanpa mata
..."Darkness giant Excalibur"...
Lalu pedang itu terayun kan dengan sendirinya kebawah dan mengenai kepala si monster tanpa mata lalu dilanjutkan hingga kebawah dan tubuhnya terbelah menjadi dua, si monster tak berkutik dan hanya pasrah. dia kembali ke dunia nyata karena gagal saat berada di kepalanya Kirisaki, Kirisaki yang saat kepalanya dimasuki oleh monster tersebut pingsan terjatuh lalu saat si monster keluar dia sadar dan membuka sedikit matanya
♦️
*Apa itu tadi? kenapa aku bisa mati hanya dengan satu serangan?! tidak mungkin, dia lebih monster dibandingkan yang ku kira! ada seorang makhluk yang tinggal didalam tubuhnya* kata si monster dihatinya dengan terkejut dan tak berkutik
Kirisaki bangun dari pingsannya
"Kirisaki, apa kau baik-baik saja?" tanya Shito
"Aku baik-baik saja, jangan khawatir kan aku" jawab Kirisaki
"Baiklah, waktunya untuk melawan monster itu!" ujar Shito dengan semangat
"Bagaimana kau ingin melawannya jika kekuatan mu itu hanya untuk mendukung saja?" tanya Kirisaki
"Entah lah, aku lupa bawa pisau itu, yang penting aku akan melawannya dengan kekuatan ku sendiri!" jawab Shito dengan penuh semangat dan percaya diri
"Terserah lah" kata Kirisaki
"Itu bukan apa-apa, kau tidak perlu mengetahui hal tidak penting itu" jawab monster tanpa mata
"Oi Shito, coba kau tembakkan peluru kearah otaknya" pinta Kirisaki
Shito mengambil pistol itu lagi lalu menembakkannya kearah otak si monster, saat mengenai bagian otaknya, didalamnya tidak ada apa-apa dan pelurunya menembus kepalanya
*Dia tidak memiliki otak ya, lalu bagaimana bisa dia berpikir?* tanya Shito dihatinya yang bingung
"Shito, kita giring dia ke lantai bawah atap ini, jika disini kita akan menganggu orang lain saja" ujar Kirisaki ke Shito dengan nada lirih
"Baiklah" balas Shito
"Oi jelek, cepat kesini!" ajak Shito pada monster itu
"Hah?! siapa yang kau panggil jelek?!" tanyanya dengan kesal
Lalu monster itu mengejar mereka dan mereka kejar-kejaran sembari turun dari tangga dan berada dilantai 7, gedung itu memiliki 7 lantai dan satu atap yang bisa dikunjungi. mereka menggiring monster itu ke lantai 7 atau lantai teratas
*Disini cukup luas dan berantakan, banyak barang-barang kantoran yang berantakan tapi ini cukup untuk digunakan sebagai tempat pertarungan kami daripada diatas atap, kami hanya akan menganggu orang lain saja* ujar Kirisaki dihatinya sambil melihat sekelilingnya
"Sepertinya kita bisa bertarung bebas disini ya" ujar Kirisaki yang senang
"Kau benar, ini sangat luas tapi banyak barang-barang yang berantakan" balas si monster
"Baiklah, waktunya untuk memulainya!" ujar Kirisaki dengan sangat bersemangat
Kirisaki langsung berlari cepat sambil memegang pedangnya kearahnya si monster, lalu ia melompat dan saat ada di udara Kirisaki mengayunkan pedangnya kearah monster tersebut namun dia menahannya dengan kedua tangannya yang membentuk menyilang, saat Kirisaki mendarat ia melompat mundur untuk menjaga jarak. saat dirinya mundur tiba-tiba si monster datang dari bawah dan langsung menyerang dahinya dengan salah satu telapak tangannya, dia hendak memasuki kepalanya lagi namun itu tidak bekerja lagi ditubuh Kirisaki
*Kenapa aku tidak bisa memasuki kepalanya anak ini? apakah dia mengetahui kekuatan ku atau makhluk yang ada didalamnya menolak ku untuk masuk? tidak mungkin itu terjadi, karena aku bisa memasuki kepala orang dengan paksa namun kenapa ini tidak bisa?* tanya si monster dihatinya yang terkejut
Kirisaki langsung menyerang bagian dadanya dan membuatnya terbelah menjadi dua saat tangannya mengenai dahi Kirisaki
"Cih…!!" monster itu kesal
Tubuhnya kembali seperti semula setelah beberapa detik Kirisaki membuat tubuhnya menjadi dua, lalu ia langsung melompat mundur jauh-jauh
"Tidak mungkin… bagaimana bisa kau mengembalikan tubuhmu seperti semula?" tanya Kirisaki
"Kekuatan ku adalah 'memory change', aku bisa mengubah ingatan lawan ku, diri ku sesuka hati. misalnya saja yang terjadi pada Azuko Mikazura, ingatannya ku ubah menjadi kosong atau tidak ada ingatan, yang dikatakan manusia tadi salah besar, jika aku mati maka ingatannya akan kembali setelah 2 jam kemudian. sementara jika ku gunakan pada diriku, aku bisa mengubah ingatan tentang diriku misalnya saja yang terjadi saat ini, karena tadi tubuh ku menjadi dua bagian maka aku tinggal mengubah ingatan ku saja tentang tubuh ku menjadi kembali seperti semula" jawabnya sambil menerangkan kekuatannya
*Dia bisa beregenerasi dengan cepat hanya dengan mengubah ingatannya saja? itu seperti halnya membuat apa yang ia pikirkan menjadi nyata* kata Kirisaki dihatinya
"Hei, dimana kau menyimpan ingatan mu jika kau sendiri tidak punya otak?" tanya Shito
"Itu mudah, jawabannya adalah tidak ada di manapun, aku selalu mengingat setiap kejadian dengan mata ku meskipun aku tidak memiliki otak, meskipun itu sulit tapi aku aku mengusahakannya" jawab si monster
"Kirisaki, kau serang lah dua mata yang ada di kedua telapak tangannya, maka regenerasinya akan hilang begitu juga dengan kekuatannya. jika kau menusuk mata di bagian kiri maka regenerasi tubuh bagian kiri akan hilang, begitu pula dengan bagian kanan, dua mata itu berfungsi untuk meregenerasi seluruh tubuhnya, jadi jika salah satunya tidak ada maka regenerasinya akan menjadi sebagian tubuh saja. ini perkiraan ku saja tapi jika mata kanan hilang maka regenerasi bagian kanan akan menghilang dan begitu pula dengan yang kiri " perintah Shito sambil menjelaskannya secara terperinci
"Oke!"
Kirisaki berlari dengan amat cepat kearah monster itu sambil membawa pedangnya lalu saat berada didekatnya ia mengayunkan pedangnya kebawah arah kepalanya namun dihentikan oleh kedua tangannya yang memegang pedang Kirisaki, Kirisaki menyeringai dan ia langsung menggerakkan sedikit pedangnya kearah telapak tangan kanan lalu ia mengayunkannya dan pedangnya menebas matanya
__ADS_1
*Apa?! bagaimana bisa dia melakukan itu?! sialan, pengelihatan ku berkurang satu* ujar si monster dihatinya dengan amat terkejut
Kirisaki melompat menjauh darinya lalu monster itu mengarahkan telapak tangannya kearah Shito dari jauh agar ingatannya bisa ia ubah, namun Kirisaki menghalanginya dengan seluruh tubuhnya, meskipun Kirisaki sudah menatapnya lama namun ia tidak terpengaruh oleh kekuatannya
*Sialan, tubuhmu hanya menghalangi saja!!* ujarnya dihatinya dengan kesal
"Ini berakhir, monster sialan!" ujar Kirisaki dari arah kejauhan
Kirisaki menghilang dari tempatnya lalu dia mencarinya di seluruh penjuru ruangan dengan matanya namun dia tidak menemukan siapapun kecuali Shito yang hanya berdiam diri, dia berniat untuk mengubah ingatannya namun dia panik akan kemungkinan Kirisaki akan menyerang matanya secara diam-diam, dia terus mencarinya atas sampai bawah dan sekelilingnya. disaat dia lengah, Kirisaki muncul begitu saja dari depan hadapannya saat dia menghadap kedepan lalu pedangnya menusuk mata tersebut di telapaknya, mata itu hilang dan kekuatannya juga
"Kenapa… ini… gelap? aku tidak bisa melihat apapun" tanya si monster dengan kebingungan
"Kau memang hebat dalam segi kekuatan, kekuatan mu itu sangat merepotkan, namun kau lemah dalam hal bertarung" ujar Kirisaki
Kirisaki lalu memenggal kepalanya lalu tubuhnya menjadi partikel-partikel kecil lalu menghilang, mereka berdua lega dan segara menuju keatas
♦️
Diatas atap
*Dia sudah mati ya… yah… mau bagaimana lagi jika itu yang terjadi, dia memang lemah dalam hal bertarung, dia bodoh* ujar Hoku dihatinya
"Hah… hah… hah…" suara nafas Fudo yang terengah-engah
Fudo kalah melawan Hoku dan tubuhnya jatuh dan dia menerima luka yang sangat parah
"Apa ini sudah selesai, Fudo?" tanya Hoku
"Sialan…!!" ujarnya sambil berusaha untuk bangkit
Lalu Hoku menjatuhkan kepalanya lagi saat ia akan bangkit dengan kakinya lalu menahannya
"Hoi Azumi" panggil Hoku
"Hmm?"
"Cepatlah terjun dari gedung ini" pinta Hoku
"Apa kau bilang?!" tanya Fudo yang terkejut mendengarnya
Fudo menyingkirkan kakinya dengan tangannya lalu berdiri dan melihat kearah Azumi
"Ini tidak ada waktu lagi, cepatlah terjun dari gedung ini" perintah Hoku
"Hoi, sialan! jangan bercanda kau! kenapa kau menyuruhnya untuk terjun dari gedung ini?!" tanya Fudo yang emosi menghadap kearah Hoku lalu mengangkat kerahnya keatas
"Kau ini cukup diam dan lihat saja dia!" ujar Hoku sambil menendang dadanya Fudo lalu ia terjatuh mundur
Fudo bangun lagi dan melihat Azumi yang sudah berada ditepi atap gedung, Fudo berlari kearahnya, angin berhembus kencang Azumi dengan pasrah melompat dari gedung lalu Fudo langsung memegang lengan tangannya Azumi saat ia akan terjatuh dengan posisi tubuh tiduran
"A-Apa yang kau lakukan?" tanya Azumi yang terkejut
"Tentu saja aku menolong mu, Azumi" jawab Fudo
"Kenapa… kau melakukan ini? ini adalah perintah tuan yang mutlak dan tidak bisa dibantah" tanya Azumi
"Karena aku ingin menyelamatkan mu, jangan pedulikan perintah-perintah tuan mu itu!" ujar Fudo
Fudo menarik lengan Azumi perlahan-lahan dengan dua tangannya dan juga ia menggerakkan tubuhnya keatas. disaat dia hampir berhasil membawanya keatas lagi, Hoku datang dari belakang dan mendorongnya ke depan
*Hah?* Fudo syok saat menyadarinya
Dia menoleh kebelakang dan melihat Hoku yang menyeringai
*Sialan… dia mendorong ku kesini, kalau begini aku akan jatuh juga bersama Azumi lalu mati bersamaan saat menghantam permukaan jalan* ujar Fudo yang kesal dihatinya
Mereka berdua jatuh kebawah karena gedung itu tinggi, jadi mereka akan jatuh lebih lama lagi
♦️
"Selamat tinggal, Tsukamoto Fudo" ujar Hoku
"DORR!!"
"?!?!?!"
Pak kepala polisi bangun dan melihat Hoku mendorong mereka berdua kedepan lalu terjun dari gedung, dia langsung menembak bagian vitalnya dengan pistolnya
"Sepertinya kehidupan ku akan berakhir disini ya, selamat tinggal, dunia ku" ujar Hoku lalu ia ikut terjun
Pak kepala langsung ke tepi gedung dan melihat mereka bertiga yang sudah terjun jauh dari jangkauannya. ia pun cepat-cepat menelpon ambulan
♦️
*Apakah ini akhir ku?* tanya Fudo dihatinya sambil terjun
Semua orang melihat tiga orang yang terjun dari gedung lalu hampir mengenai tanah, disaat mereka terjun dan hampir terjatuh, Fudo melihat Ryuujiki yang sedang berjalan dibawahnya
*Ryuujiki? apa yang dia lakukan disini?* tanya Fudo dihatinya
Lalu Ryuujiki melihat ke atasnya dan melihat tiga orang yang akan jatuh ke permukaan jalan
"Cih…, kenapa ada orang yang mau bunuh diri bersamaan saat ini?" tanya Ryuujiki yang kesal
Ryuujiki memberikan angin yang mengarah keatas dengan memajukan lengan tangan kanannya pada saat Fudo dan Azumi hampir mengenai permukaan tanah, mereka bertiga dia kembali kan lagi keatas dengan angin tersebut. mereka diterbangkan lagi hingga keatas atap
"Eh? mereka kesini sendiri?" tanya pak kepala yang terkejut
Mereka semua selamat kecuali Ken, mayat Hoku tidak ditemukan diatas atap ataupun didalam gedung oleh para polisi dan tim medis
♦️
Di laboratorium
"Oi Hanreil, ku bawakan dia seperti yang kau mau, dia korban aetropotic yang ke 99" ujar Ryuujiki
"Kerja bagus, Ryuujiki" balas Hanreil yang bahagia
"Jika tidak salah dia adalah wakil kapten 5, Hoku Shunsuei dari geng 'the elite seven'. dulunya juga dia adalah pemimpin geng red dragon yang sekarang sudah bergabung dengan geng 'the elite seven' itu" ujar Ryuujiki
"Begitu ya, semua korbannya ternyata adalah anggota geng 'the elite seven', ini semakin menarik saja" kata Hanreil yang tersenyum lebar semangat
__ADS_1
Bersambung……
*Maap-maap nih kalo jelek atau ngebosenin ataupun ceritanya berantakan, soalnya author sempet buntu tadi