Evil Spirit Hunter

Evil Spirit Hunter
Chapter 59 Tragedi berdarah Setagaya


__ADS_3

♦️


Di suatu tempat yang tidak diketahui, tempat itu berbentuk sebuah taman bunga hijau yang sangat luas dan Kapten Kitsurugi tertidur disana lalu terdapat sebuah gadis muda yang sedang melihat-lihat bunga, beberapa menit kemudian ia tersadarkan diri dengan mata terbuka melihat ke arah atas langit yang amat biru


"Hah?" tanya Kapten yang bingung waktu pertama kali sadar


Ia pun berusaha membangkitkan badannya lalu terduduk di taman bunga tersebut dengan pandangan plonga-plongo tanpa tau apapun


"Dimana... aku...?" tanya dia lagi dengan tatapan sama


Ia melihat sekeliling lalu melihat gadis muda itu sedang mengambil beberapa bunga dengan sebuah senandung dan suara ceria, lalu ia menghadap ke belakang dan melihat Kitsurugi sedang terbengong ia pun menghampirinya


"Oh kamu sudah sadar ya Nii-san?" tanya gadis itu


*Nii-san disini artinya sebutan untuk kakak laki-laki ya


"Nii-san??" Kitsurugi pun bingung karena tiba-tiba seorang gadis tak dikenal mengundangnya begitu


"Kamu tidak ingat aku kah Nii-san?" tanya lagi gadis itu


Suara gadis itu sangat lembut dan enak didengar, suara yang sangat bagus sehingga Kitsurugi berusaha mengingat sesuatu saat mendengarkan panggilan tadi


*Hanya ada satu orang yang memanggil ku begitu... hanyalah Yui, adik perempuan ku yang sudah tidak ada dan apakah... gadis ini Yui?* Kitsurugi bergumam dalam hati sambil mengingat-ingat kembali di benak pikirannya


"Yui... apakah itu kamu??" tanya Kitsurugi berusaha memastikan


"Iya, syukur lah kamu dapat mengingatnya Nii-san" jawab Yui


Kitsurugi pun meneteskan sedikit air matanya dan terharu karena bisa melihat adiknya lagi yang telah lama meninggal dengan paras cantik, Yui yang melihat kakaknya merasa sedih pun makin mendekati lalu memeluknya dan berkata "Sudah... kamu tidak boleh menangis Nii-san, bukankah kamu kakak yang kuat tak pernah menangis sebelumnya?"


"Tidak ku sangka... aku bisa melihat adik ku lagi.." ujarnya dengan nada sedih sambil berada di pelukan Yui


"Aku merasa bersalah saat tidak sengaja membunuh mu waktu itu...


...Aku berpikir aku adalah kakak yang buruk bagimu" lanjutnya lagi


"Tidak kok, Yui malahan senang memiliki kakak seperti Nii-san, karena Nii-san itu kuat dan mampu melindungi orang-orang disekitarnya!" balas Yui sambil menyemangati kakaknya


"Yui..." Kitsurugi pun terdiam dengan tatapan terharu dan masih dalam pelukan Yui


Lalu Kitsurugi pun melepaskan diri dari pelukannya dan mulai mengusap air matanya dan bertanya "Omong-omong dimana aku? kenapa disini seperti taman bunga?"


"Ah ini.. aslinya adalah alam pertemuan antara yang hidup dan mati, bentuknya memang seperti taman bunga yang sangat indah seperti ini" jawab Yui menjelaskannya


"Jadi... singkatnya aku sekarang mati?" tanya Kitsurugi memastikan


"Tidak, tidak, Nii-san belum mati, kan Nii-san itu kuat jadi tidak mudah mati walau melalui banyak rintangan sulit dan terluka parah pun pasti akan terus bangkit, itulah yang aku ingat dari sosok Nii-san yang sebenarnya" jawab Yui


"Begitu rupanya.. lalu Yui bagaimana dengan keadaan mu? ku lihat-lihat tidak ada yang berubah dari mu, masih sama seperti sebelumnya kamu hidup" tanya Kitsurugi


"Ya jelas lah, kan Yui sudah mati, mau sampai kapanpun tidak akan berubah, orang yang sudah mati pasti tubuhnya tidak akan berkembang begitu pula dengan umurnya" jawab Yui


"Oh ya kak, bagaimana keadaan ayah dan ibu di rumah?" tanya balik Yui


"Aku tidak tau, sejak aku mengambil pekerjaan ini tanpa sepengetahuan orang tua kita aku juga belum pernah pulang ke rumah, karena organisasi telah menyediakan rumah sendiri. setelah kematian mu aku berusaha untuk menembus dosa-dosa ku dengan pekerjaan ini" jawab Kitsurugi


"Ohh..." reaksi Yui memasang wajah terkejut setelah mengetahui jawaban dari kakaknya


"Mungkin jika ada waktu luang kamu harus menyempatkan diri mengunjungi mereka kak" saran dari Yui


"Yah mungkin.. namun aku sibuk dengan pekerjaan ku, apalagi sekarang aku dalam keadaan bertarung dengan seseorang dari Inggris, aku harus menyelesaikannya dulu" balas Kitsurugi


"Fiuhh... yasudah lah, tapi kamu tidak boleh memaksakan diri mu loh, Nii-san" ujar Yui sambil memperingatkannya


"Baiklah Yui.." jawab Kitsurugi memasang senyum lebar


"Mungkin sampai disini dulu pertemuan kita kak, waktunya hampir habis jika pun ku paksa nantinya kamu akan terseret ke dunia kematian" ujar Yui yang hendak menyudahinya


"Hmm.. baiklah, lalu bagaimana cara kembalinya?" tanya Kitsurugi


"Kakak hanya perlu memejamkan mata sambil tidur seperti datang tadi" jawab Yui


"Oh baiklah akan ku coba" ujar Kitsurugi


Kitsurugi pun memposisikan tidur seperti tadi lalu memejamkan matanya, proses kembali ke dunia nyata sangatlah lama dan membutuhkan waktu banyak


♦️


Sementara itu disaat yang sama waktu Kitsurugi bertemu dengan adiknya, di taman bermain masih hujan deras dan Claver pun berjalan ditengah-tengah hujan deras sambil membawa serpihan-serpihan kecil tajam yang berada di samping tubuhnya masing-masing, lalu... ia pun mulai menyerang siapapun yang ia temui di hadapannya tanpa belas kasih


"Zasss..."


"Zassskh.."


Suara ia mengayunkan serpihan itu layaknya seperti mengayunkan pedang dengan masing-masing tangannya ke tubuh semua orang disana, terutama ia mengincar organ vital mereka. "Aaaaa!!!!!" suara jeritan beberapa orang yang melihat kejadian itu terdengar hingga puluhan kilometer, berbondong-bondong orang-orang berlari pergi menyelamatkan diri


"Lariii!!!!" jerit salah satu dari sekian banyak orang


"Bagaimana mungkin ada seorang pembunuh disini?!?!?" ujar salah satu dari sekian banyaknya orang


Orang-orang terus berlarian menuju pintu keluar namun di pintu keluar terdapat sebuah pedang lalu masing-masing pedang dari seluruh setiap sudut maupun sisi taman bermain, menyerang salah satu dari mereka secara tak terduga di bagian jantung


"Tidak ada yang bisa keluar dari sini, Hahahaha!!!" Claver berjalan perlahan-lahan sambil menakut-nakuti mereka


Banyak korban dan genangan darah disana, seketika seluruh taman bermain seperti menjadi kolam darah, sungguh kejam sekali Claver. banyak anak kecil yang nangis mencari ayah dan ibu mereka disana ia pun bunuh tanpa belas kasih


"Hiks.. hiks.. ayah.. ibu.. dimana kalian?" tanya seorang anak kecil sambil menangis berjalan


"Apa kau mencari orang tua mu?" tanya Claver dengan senyum sadis dari belakang anak itu


"Huh?" anak itu pun menghadap ke belakang dan melihat Claver


Dan disaat yang bersamaan juga, ia bunuh anak itu tanpa ragu-ragu


"Cazzz..."


Tidak ada kata ampun dan kasihan bagi Claver karena dulunya juga waktu dirinya masih kecil kampung halamannya berisikan orang yang saling bunuh membunuh demi bertahan hidup


"Yang lemah akan diburu oleh yang kuat" ujar Claver sambil tetap berjalan mencari orang lain


Banyak mayat yang tergeletak disana dengan luka macam-macam disetiap organ vitalnya, sementara ada yang bersembunyi dan belum ditemukan oleh Claver, setelah ia mencari ke segala arah sambil membunuh dan terus membunuh sudah tidak ada orang lagi saat ia tiba di Area 5, sepi... hanya ada jasad manusia yang mengeluarkan darah


"Mungkin seluruh orang disini sudah ku bunuh, tapi pasti ada yang bersembunyi, yah aku tidak peduli itu" ujar Claver melihat sekelilingnya


Pakaian Claver tidak ada berkas bercak darah yang banyak, hanya beberapa saja setelah pertarungan melawan ketiga orang tadi sementara celananya penuh dengan bercak darah begitu pula dengan sepatunya


Tak jauh dari tempat Claver berada, terdapat seseorang yang sedang bersembunyi lalu mengambil hp dari saku celananya sambil jongkok bersembunyi dibawah meja lalu ia pun menelpon polisi


"Eeee.... Halo Polisi?"

__ADS_1


"Disini dengan polisi distrik Setagaya, ada apa?"


"Tolong kemari, di sini terdapat seorang pembunuh yang membunuh banyak orang"


"Apa katamu? apa ini nyata atau hanya iseng saja?"


"Ini nyata pak! cepat tolong kemari!"


"Baik, aku percaya dengan mu, beritahukan dimana lokasi mu"


"Di taman bermain Setagayapark Land"


"Baik, kami segera menuju kesana"


Lalu polisi itu menutup telponnya dan menerima laporan tersebut sementara orang itu harus menunggu hingga polisi itu datang menyelamatkannya


"Semoga saja mereka tepat waktu dan bisa menangkap pembunuh itu!" ujarnya dengan berharap lebih


Dari sisi Claver, dirinya terasa seperti mendengar sesuatu tadi namun suara itu sangat samar-samar sehingga sulit untuk dicari tau


"Sepertinya aku mendengar suara seseorang, namun suaranya sangat samar-samar itu membuatku susah untuk mencarinya" ujar Claver sambil melihat sekeliling lagi


Di jalanan menuju taman bermain terdapat beberapa mobil polisi yang bergerak cepat menuju lokasi, suara mobil mereka sangat bising dan terdengar jelas (disini author tidak bisa membayangkan pasti suaranya) lalu tak lama kemudian mereka sampai ke TKP di taman bermain itu, waktu mereka pertama kali membuka pintu mobil pemandangan yang mereka lihat di luar taman bermain adalah para staf penjaga yang sudah tergeletak mati di pos jaganya salah satu dari mereka ada yang mengeceknya dahulu


"Tak ku sangka ternyata telpon itu benar adanya" ujar salah satu polisi


"Untuk sementara cek dulu sekitar sebelum masuk ke dalam" perintah pemimpin polisi dengan suara tegas dan lantang


Terdapat satu polisi yang sedang mengecek para staf penjaga pintu depan yang telah mati, saat melihat kondisi badannya leher kedua penjaga itu di gorok dengan benda tajam sehingga luka yang dihasilkan cukup lebar


"Sadis sekali..." ujar polisi yang mengecek mayat para staf


"Keduanya sama-sama di gorok lehernya, lukanya juga sangat lebar dan besar" sambungnya


Polisi yang datang ke tempat itu hanyalah 6 orang saja, mereka mengira itu adalah jumlah yang cukup, polisi lain menyelidiki keadaan sekitar sambil siaga memegang pistol dengan kedua tangannya


"Tidak ada yang mencurigakan pak!" lapor salah satu polisi yang menyelidiki


"Di mayat para staf pun tidak ada yang mencurigakan pak!" lapor polisi yang mengecek mayat para staf


"Baik, siapkan diri kalian mari mulai masuk perlahan-lahan!" perintahnya


Ke 5 polisi lainnya pun masuk sesuai perintah pemimpin mereka, pemimpin mereka yang berada di garis depan. kondisi waktu itu masih lah hujan deras belum reda sama sekali


Waktu pertama kali memasuki pintu masuk depan terlihat banyak genangan darah dimana-mana dan banyak mayat yang tergeletak dan ada sebuah pedang yang tertancap di tubuh mereka masing-masing, bau busuk pun tercium dari mayat tersebut


"Baunya busuk sekali!!" ucap salah satu polisi


"Sadis sekali orang yang melakukan ini, pantas dihukum mati!" ujar salah satunya lagi


"Pak, apakah boleh menutup hidung? ini bau busuk sekali!!" tanya salah satunya juga


"Silahkan, tapi tetap atur pernafasan kalian" jawab pemimpinnya


Para polisi itu menutup hidung untuk tidak mencium bau busuk, lalu mereka melanjutkan untuk mencari pelaku dibalik perbuatan ini, mereka menyelidiki seluruh area hingga akhirnya tiba di Area 5. disana terlihat Claver yang sedang berdiri menghadap membelakangi mereka seperti sedang menunggu sesuatu


"Berhenti!" suruh pemimpin polisi yang berada paling depan


Kelima polisi lain pun berhenti mengikuti perintah pimpinan


"Persiapkan senjata kalian, kita dekati orang itu dengan perlahan sambil menodongkan pistol" perintah pimpinan lagi


"Angkat tangan mu!! ini polisi!!" perintah pimpinan polisi dengan suara lantang dan tegas


Lalu mereka semua menodongkan pistol dari agak kejauhan guna mengintimidasi Claver


"Eh.. ternyata polisi datang ya" ujar Claver dengan nada santai


"Angkat tangan mu!!" perintah pemimpin polisi dengan tegas


Claver pun mengangkat tangannya sambil berkata "Tampaknya polisi Jepang lebih lemah daripada polisi di daerah tempat tinggal ku ya.." dengan nada santai


"Dorr.." salah satu polisi menembakkan pelurunya dan sengaja meleset dari target guna mengancam Claver


"Apakah kami menyuruh mu untuk membuka mulut?" tanya pemimpin polisi


Claver pun terdiam dan wajahnya masih memasang wajah remeh, sementara pemimpin polisi menggerakkan tangan kanannya lalu jari telunjuknya ia gerakkan kearah Claver dengan maksud para polisi untuk mendekatinya dan memberinya borgol, kelima polisi lainnya paham dan langsung melaksanakan sesuai perintah


Saat para polisi sudah mendekati Claver lalu bergerak ke belakangnya dan disaat itu juga sebuah serpihan tajam bergerak menuju belakang tubuh kelima polisi itu lalu menusuknya di punggung mereka bersamaan


"Zasss.."


"Akhh!!" para polisi menjerit kesakitan secara bersamaan


"Apa yang terjadi?!" tanya pemimpin polisi sambil melihat kearah para polisi yang menjerit


Tusukan yang Claver berikan sangat dalam sehingga membuat mereka terjatuh ke tanah, pemimpin polisi terbingungkan apa yang telah terjadi


"Apa yang kau lakukan?!" tanya pemimpin polisi sambil menodongkan pistolnya lalu mendekati Claver


"Kau tidak menyadarinya?" tanya balik Claver


Si pemimpin polisi makin bingung apa yang dimaksudkan oleh Claver, tanpa basa-basi ia pun menembakkan peluru kearah Claver dengan kecepatan tinggi


"Dorrr..."


Claver menyadari tembakan tersebut lalu sebelum mendekat kearahnya, pistol itu ia ubah menjadi sebuah pedang kecil lalu berhenti tepat di depan muka Claver


"Apa?!" pemimpin polisi pun terkejut lagi


"Sudah ku bilang polisi Jepang itu sangat lemah" ujar Claver


Peluru tadi ia balikkan dan lancarkan dengan kecepatan tinggi dari sebelumnya dan melaju pesat kearah polisi tersebut, polisi itu tak bisa mengelak dari peluru itu dan akhirnya ginjal sebelah kanannya tertusuk


"Cassskk..."


Polisi itu pun mengeluarkan darah dari mulutnya lalu terjatuh tergeletak di tanah, lalu Claver mendekatinya dan pada saat tepat depan matanya ia mengambil pistolnya lalu menembakkannya ke arah kepala pemimpin itu


"Dorrr...." suara tembakan tersebut sangat keras, hingga seseorang yang menelpon polisi terdengar


"!!!!!!"


"Apakah mereka berhasil?" tanyanya sambil bersembunyi ketakutan dan tak berani keluar


♦️


Sementara itu di sisi Kapten Kitsurugi, dirinya berhasil tersadar dan terbangun dari tidurnya lalu berdiri, dirinya melihat Yukimura dan Zousei yang masih tak sadarkan diri lalu ia melihat sekeliling, tampak sepi dan tidak ada orang-orang lalu hujan pun mulai reda


"Aku betulan kembali ke dunia nyata" ujar Kapten yang terkejut

__ADS_1


Ia pun mengingat kembali saat sebelumnya bertemu dengan Yui, ingatan itu masih terbayang-bayang di benak pikirannya


Kapten pun kondisi tubuhnya yang dimana pakaiannya terkoyak-koyak lalu terdapat beberapa bercak darah di pakaian dan celananya


"Ah benar, dimana Claver?" tanya Kapten sambil melihat sekelilingnya


"Aku harus cepat mencarinya!!" ia pun berlari ke arah yang berbeda guna mencari Claver


Setelah beberapa menit ia mencari Claver kesana kemari dan masih belum menemukannya, Kapten pun kelelahan dan ngos-ngosan lalu berhenti sejenak ia berhenti di Area 7 dan di setiap area yang ia lalui terdapat banyak mayat dan genangan darah


"Hah.. hah..." Kapten ngos-ngosan sambil berhenti


"Banyak korban dan genangan darah dimana-mana, apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya


"Apakah dia sudah memulai aksinya? seberapa banyak ia membunuh orang-orang disini?" sambil kelelahan banyak sekali yang ingin dia tanyakan setelah melewati banyak mayat dan genangan darah


Beberapa detik akhirnya ia pun melanjutkan larinya lalu sampailah di Area 5, di Area 5 dia melihat Claver sedang berdiam diri membelakanginya entah apa yang sedang ia lakukan


"Claver!!!" panggil Kapten dengan suara teriakan keras


Claver pun mendengar suara itu lalu membalikkan badannya ke belakang lalu ia pun terkejut


"Oh? hebat sekali diri mu belum mati, ku kira tadi kau sudah mati, ternyata diri mu tangguh juga ya Kapten.." ujar Claver yang tidak menduganya


*Akan ku gunakan saja dia untuk memancing keluar orang yang masih bersembunyi itu* gumamnya dalam hati merencanakan sesuatu


Seseorang yang bersembunyi itu mendengar suara teriakan Kapten, rasa berani pun mulai muncul sedikit dalam dirinya. ia merasa seseorang datang untuk menyelamatkannya


Kapten pun berusaha untuk mendekati Claver sambil berkata, "Berapa banyak yang kau bunuh saat kami sedang pingsan? apa tujuan asli mu?" tanya Kapten berjalan dengan pakaian yang terkoyak-koyak lalu luka-luka gores masih membekas di tubuhnya


"Untuk apa diri mu mengetahui itu? bukankah tidak penting untuk mengetahui itu karena sebentar lagi kau akan menyusul yang lainnya" ujar Claver dengan nada sombong


Kapten pun berhenti beberapa jarak dari Claver dengan tatapan wajah melihat ke bawah entah apa yang sedang ia pikirkan, lalu tak lama kemudian kepalanya ia angkat dan berbicara "Oh begitu kah? baiklah akan ku tunjukkan pada mu bagaimana kekuatan sebenarnya dari seorang Kapten" ujarnya dengan tatapan yakin


..."Pelepasan batas: Gravity body"...


Kapten mengucapkan tekniknya, pelepasan batas yang melepaskan batasan dari kekuatan biasanya, tubuhnya sekarang di penuhi sebuah aura keunguan lalu tubuhnya bisa terbang karena ia dapat mengendalikan gravitasi tubuhnya dengan sesuka hati


Kapten terbang melayang di udara lalu kedua tangannya dia angkat ke atas dan seketika seluruh benda semuanya bergerak menuju kearahnya melayang seperti tidak memiliki gravitasi, semua benda bahkan wahana lain pun ikut tertarik ke atas udara lalu menjadi satu di atas tepat Claver berada dibawahnya


"... Dia sudah gila" Claver pun tercengang melihat keatas dan semua benda tadi menutupi atas Claver


Benda-benda itu terus berkumpul tertarik lalu menjadi satu dengan benda lainnya, benda itu menjadi besar dua kalinya dari pedang yang Claver ciptakan, benda itu melayang diatas tepat Claver berada, Claver tak bisa berkutik dan hanya bengong saja


Tanpa basa-basi langsung Kapten jatuhkan benda tersebut ke bawah Claver


"Swingg..."


Claver dengan sigap dan cepat menggabungkan seluruh serpihan-serpihan kecil tajam itu menjadi pedang yang sangat besar dan ia genggam lalu mengayunkan untuk menghancurkan benda tersebut


"Zwingg..." suara ayunan pedang yang membelah benda besar


"Darrr..." suara terbelah


Benda besar tadi Claver belah dengan ayunan pedang dan benda itu pun terbelah dua lalu belahan tersebut jatuh ke tanah menimbulkan suara dan getaran keras dan kuat


"Hah... apakah hanya segitu saja?" ujar Claver yang sombong


Saat Claver melihat ke atas depan, tiba-tiba Kapten sudah menghilang dari tempatnya "Huh?!" ia kebingungan melihat keadaan


"Disini bodoh" ujar Kapten membalas perkataan Claver


Alangkah terkejutnya Claver melihat Kapten yang ternyata sudah berada tepat di sampingnya dengan tatapan tajam mematikan, saat Claver hendak mengarahkan pandangannya ke samping Kapten pun mengayunkan tendangan kaki kanannya ke tubuh Claver dan mengenainya


"Dakk..."


Tendangan tersebut mengenai samping perutnya, lalu Claver pun terhempas karena saking kuatnya tendangan itu. ia terhempas jauh hingga menabrak dinding perbatasan area


"Duarr.."


Dinding itu hancur akibat Claver menghantam ke dinding tersebut, "Sialan... bagaimana mungkin tendangannya bisa sampai sekuat dan sejauh ini" ujar Claver mempertanyakannya


Kapten pun langsung muncul tiba-tiba tepat di depan Claver yang sedang terhantam ke dinding dengan menggunakan fast teleport, lalu sebuah tinju ia layangkan ke wajah Claver


"Dakk.."


Tak sampai disitu saja, tinju lainnya pun ia lancarkan dengan kecepatan tinggi dan kekuatan besar wajah Claver pun menjadi babak belur dipukuli terus menerus oleh Kapten tanpa henti, dinding disekitarnya pun rusak dan akhirnya pun hancur. Claver terpental ke Area sebelahnya lalu ia terjatuh ke tanah


"Aghh.. sialan, tubuh ku sulit ku gerakkan!!" Claver pun kesakitan akibat serangan mematikan tadi


Kapten pun segera menghampiri Claver dengan menerjang lompat


"Sialan, dia sudah terlalu gila" ujarnya merasa kesal


Kapten menghampirinya dengan tatapan yang masih sama lalu bertanya kepadanya


"Bagaimana? apakah kau sudah merasakan rasa sakit ini?" tanya Kapten dengan tatapan mengerikan


"Rasa sakit mu belum lah seberapa dengan kematian orang-orang" sambungnya


"Cihh.... Diam kau!!!" Claver mendadak kesal lalu ia melancarkan serangan serpihan-serpihan kecil itu menuju Kapten


Namun serangan itu hanya berhenti di sekitar tubuh Kapten lalu tiba-tiba terjatuh


"Apa?!!..." Claver terkejut


"Sekitar tubuh ku terdapat pemberat gravitasi, siapapun atau apapun yang menuju kearah ku dan mendekati ku pasti akan berhenti lalu terjatuh karena gravitasi mereka ku tekan" Kapten pun menjelaskan rinci


"Apa?! itu tidak logis sekali!!!" Claver membantah perkataan Kapten


"Ini belum kekuatan penuh ku, ini hanya seberapa dari besarnya kekuatan ku. bahkan semua Kapten di organisasi menyebut ku 'Kapten muda terkuat sepanjang sejarah' begitu" ujar Kapten Kitsurugi yang sedikit pamer


"Cihh..." Claver menggertakkan giginya sambil kesal


Sebuah pedang melayang di belakang Kapten lalu menuju kearah punggungnya untuk menusuknya namun lagi-lagi serangan itu berhenti dan terjatuh


"Sudah ku bilang percuma, Claver Argant" ujar Kapten


Claver pun kesal sambil posisinya yang masih tertidur di tanah dan belum bangkit, tanpa pikir panjang langsung Kapten Kitsurugi menggenggam erat tangan kanannya membentuk tinju lalu tinju itu dia lancarkan ke persis perut Claver dengan kekuatan penuh


"Bukkk..."


"Gaahhkkk!!!"


Claver mengeluarkan air liur dari mulutnya akibat pukulan itu dan tubuhnya semakin ke dalam tanah dan tanah di sekitarnya hancur seketika akibat pukulan itu, Kapten pun merasa lega lalu tangannya ia angkat dan kembali normal seperti biasa, semua serangan itu menguras banyak energi roh akibatnya Kapten langsung terjatuh pingsan ke tanah berdekatan dengan Claver lalu mereka berdua pingsan dalam waktu lama.


Setelah kejadian itu, orang-orang menamai kejadian itu dengan Tragedi berdarah Setagaya, rumor ini pun tersebar luas melalui beberapa kalangan


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2