Evil Spirit Hunter

Evil Spirit Hunter
Chapter 56 Mystery maze Part 3


__ADS_3

♦️


Part 1


Kapten Kitsurugi yang terpisah ke jalan paling kana memanggil dua anggotanya sambil berjalan ditempat yang amat gelap


"Oi!! kalian berdua dimana?!" panggil kapten Kitsurugi sambil berjalan


"Sial, kami terpisahkan gara-gara kabut tadi itu, padahal sudah ku suruh mereka agar tidak terpisah"


"Lebih lagi, kenapa aku harus ditempatkan dijalan seperti ini, ini sangat gelap hingga aku tidak melihat apapun!"


Kapten Kitsurugi berbicara sendiri dijalan itu sambil berjalan asal-asalan tanpa mengetahui jalan yang ia lewati, dia berbicara sendiri guna menghibur dirinya dan berpikir positif sembari berjalan dijalanan gelap itu


"Semoga tidak ada hal-hal aneh disini, meskipun kata Futaro tempat ini horor tapi semoga saja disini aman-aman saja"


"Tenang kan hatimu Kitsurugi, ini hanya sebuah permainan saja dan pastinya hantunya hanyalah orang-orang saja dan mungkin ada yang memakai hologram"


"Jadi tenang saja, kau cukup perlu berpikir positif saja lalu berbicara sendiri untuk meramaikan suasananya, yah meskipun suasana disini sepi dan sunyi ditambah lagi gelap"


Kitsurugi masih berjalan dan terus berjalan sambil berpikir positif dan berbicara sendiri, jalan itu seperti hanya lurus kedepan saja, Kitsurugi tidak tau apakah ada pertigaan atau perempatan jalan karena jalannya yang gelap, ia terus berjalan lurus kedepan tanpa ketakutan. beberapa menit kemudian, didepan jalan yang ia lalui terdapat sebuah pertigaan namun Kitsurugi tidak menyadarinya dan terus berjalan lurus, dia pun menabrak sebuah tembok yang ada didepannya


"Aduh!"


Dahinya mengenai tembok itu duluan, dia melangkah mundur dari tembok itu lalu mengelus-elus bagian dahi itu


"Sialan, kenapa didepan ini ada sebuah tembok? bukannya jalan ini hanya lurus kedepan saja? atau ada jalan lain tapi aku tidak menyadarinya?"


"Ah masa bodoh, jika didepan ini adalah tembok maka ini adalah pertigaan jalan, sekarang aku harus pilih lewat kemana untuk keluar dari labirin sialan ini"


Kapten Kitsurugi melihat kanan kiri berkali-kali dengan maksud jalan apa yang akan dia pilih lalu berhenti melihat kanan kiri dan mengerutkan keningnya, lalu dia memutuskan untuk mengambil belokan kiri, dia langsung berjalan dijalan yang ia pilih, jalan itu tetap saja seperti jalan yang tadi, sangat gelap dan tidak bisa melihat apapun. ditengah jalan Kitsurugi menemukan sebuah lampu jalanan yang redup dan kedap-kedip dipinggir jalan, ia berjalan langsung kesana lalu berhenti dan istirahat sejenak


"Tumben sekali disini ada lampu jalanan, yah meskipun lampunya redup dan kedap-kedip, tapi ini tidak apa-apa. aku akan istirahat sejenak disini meskipun berdiri"


"Jalan ini benar-benar amat gelap, sepi dan sunyi. aku penasaran bagaimana orang-orang berhasil keluar dari jalan segelap ini"


Kapten Kitsurugi beristirahat di tepat sebelah lampu jalanan itu sambil pandangannya yang melihat kearah lurus alias jalan meskipun agak terlihat sedikit, beberapa menit kemudian, sebuah kabut tebal tiba-tiba muncul dan menyelimuti seluruh jalan itu, jalanan menjadi berkabut


"Kenapa jadi berkabut seperti ini?" tanya Kitsurugi yang bingung


"Entah mengapa perasaan ku tidak enak" sambungnya


Kemudian, sebuah bayangan orang-orang muncul dari kabut lalu lewat berlalu-lalang melewati kapten Kitsurugi ditengah jalan. Kapten Kitsurugi hanya bisa diam membisu saja sambil memasang wajah terkejut dan tidak berani bergerak sembarangan


*Sudah kuduga, kenapa banyak bayangan orang-orang berlalu-lalang didepan melewati ku ini?! aku tidak boleh bergerak sembarangan berjalan melewati mereka*


*Aku tau jika mereka itu hanyalah sebuah hologram bayangan, tapi ini terlalu realistis! kenapa mereka tau jika ketakutan adalah kelemahan ku?!*


*Pokoknya aku tidak boleh disini selamanya, aku harus berpikir bagaimana cara keluar dari situasi ini, aku tidak boleh asal mengambil tindakan!*


♦️


Diruang kendali Mystery maze


Salah satu staf sedang menatap monitor sambil mengemut permennya dan duduk disebuah kursi, monitor yang dia lihat memperlihatkan kapten Kitsurugi yang hanya berdiam diri ketakutan saja


"Padahal dia ini sudah dewasa, kenapa dia masih takut dengan hal beginian? apa saat dirinya masih kecil dan muda tidak pernah ke tempat menyeramkan?"


"Tapi yang jelas aku ingin mempermainkannya lebih lagi, akan ku tunjukan semua hologram menyeramkan milik kami" ujarnya sambil tersenyum jahat


Staf itu hendak mengeluarkan semua hologramnya, namun dia tidak sengaja melihat salah satu monitor yang dimana terlihat sebuah api berbentuk manusia yang tidak memiliki kepala sedang menuju kearah Kapten Kitsurugi dari arah kiri melalui jalanan berkabut itu, dia bangkit dari duduknya dan tangannya yang dikepalkan memukul meja dengan suara yang keras dan permennya dia gigit hingga hancur, ia terkejut karena melihat itu


"Yang benar saja?! siapa yang mengeluarkan hologram seperti itu?!"


"Setahuku hanya aku saja yang ditugaskan mengamati jalan ini, lalu siapa dia? apa dia hologram atau bukan?"


"Tidak lama lagi dia akan menuju ke orang itu, aku harus memberitahunya terlebih dahulu"


♦️


"Hei, kamu!" panggil staf itu melalui sebuah speaker


"Aku?" tanya Kitsurugi yang mencari tau darimana arah suara itu datang


"Ya kamu, kamu harus lari dari sini secepatnya! ada sesuatu yang berbahaya di jalan samping kiri mu itu" jawabnya sambil menjelaskan


"Apa itu?" tanya lagi Kitsurugi


"Aku tidak tau bagaimana cara menjelaskannya tapi yang penting kau harus lari darisini, dia akan menuju kearah mu dalam waktu yang tidak lama!" jawabnya


"Tunggu sebentar, bagaimana aku mau lari dari sini jika jalannya ditutupi oleh kabut? dan aku lupa jalannya untuk kembali ke pertigaan tadi" tanya Kitsurugi


"Ya ampun…" kata staf itu yang sedikit kesal melalui speaker


Disaat staf itu sibuk berbicara dengan Kapten Kitsurugi untuk membujuknya lari dari sana, ia tidak melihat monitornya, api berbentuk manusia itu sudah berada cukup dekat dengan kapten Kitsurugi jika dilihat dari CCTV melalui monitornya. tak lama kemudian saat mereka sibuk berbicara, api itu sedang berjalan ke dari belakangnya kapten Kitsurugi dan bayangan api itu mulai terlihat di kabut, api itu sudah tiba berada tepat dibelakang kapten Kitsurugi, tangan api itu ia kepalkan dan ia layangkan kearah kapten Kitsurugi dari belakang yang sedang menghadap kedepan sambil berbicara dengan staf itu. saat pukulan itu belum mengenai kapten Kitsurugi, (efek di perlambat) dia lebih dulu merasakan rasa panas yang lumayan dari belakangnya dia pun berbalik dan melihat manusia api tanpa kepala itu melayangkan pukulannya kearahnya wajah kapten saat kapten membalikkan badannya kebelakang.


Sebelum mengenainya, Kitsurugi secara refleks langsung menghindarinya dengan cepat, ia bergerak kesamping sedikit untuk menghindari serangannya, sementara pukulan itu mengenai tiang lampu jalanan itu dan lampunya menjadi mati dan rusak


"Oi! apa yang kau lakukan pada lampunya?! itu adalah satu-satunya penerangan yang ada disini!" tanya Kapten Kitsurugi yang merasa kesal dan protes ke manusia api itu


Manusia api itu tidak menjawabnya, bagaimana mau menjawabnya jika kepala saja tidak ada apalagi mulut. manusia api itu menarik kembali tangannya lalu berbalik kearah samping alias kearah kapten dengan tangan yang masih dalam posisi mengepal


"Aku lupa jika kau itu tidak ada kepalanya, jadi tidak punya telinga dan mulut untuk mendengar dan berbicara" ujar Kitsurugi yang baru menyadarinya


Kapten Kitsurugi langsung memasang wajah serius dan bersiaga


*Jadi sesuatu yang berbahaya tadi katanya itu adalah golem api ini ya, tapi kenapa tidak ada kepalanya? aku tidak tau apa yang terjadi tapi, golem api adalah lawan menyusahkan bagi ku. karena wujudnya api tanpa ada suatu objek yang menyatu dengan tubuhnya maka kekuatan ku tidak bisa melenyapkannya, jika pun ada suatu objek yang menyatu dengan tubuhnya dan menjadi titik kematian, maka aku bisa melawannya, baik dengan memberatkan gravitasinya ataupun meringankan gravitasinya lalu melemparkannya* ujar kapten dihatinya


*Golem api yang satu ini tidak ada sebuah objek yang menyatu dengannya, maka aku tidak bisa melawannya. dan juga saat sebelum dia ingin memukul ku, apinya terasa sangat panas bahkan mungkin bisa membakar kulit manusia jika terkena apinya. aku tidak bisa melawannya baik dari jarak jauh ataupun dekat, aku tidak di unggulkan jika pertarungan ini dimulai* sambungnya dihatinya


♦️


Diruang kendali


Staf itu duduk kembali pada saat berbicara dengan Kapten Kitsurugi, tapi kali ini dia malah menatapi monitornya yang memperlihatkan golem api itu dengan kapten Kitsurugi


"Kenapa dia malah memasang wajah serius dan berposisi siaga? apa dia mau menghadapi makhluk berapi itu? memangnya kau itu kuat apa?"


Staf itu mengambil salah satu permen yang ada disaku atas kanan bajunya, lalu membuka bungkusnya dan mengemutnya


"Rasa melon ini enak juga ya. tunggu, mengapa aku hanya bersantai-santai dan malah melihatnya begitu saja?! aku harus membantunya, ini semua gara-gara salah ku"


"Jika makhluk itu seluruh tubuhnya adalah api maka air adalah kelemahannya! aku harus menyalakan alat pemadam api yang menyemburkan air dari atas"


Staf itu bangkit dari duduknya dan hendak bertindak, namun dia mengingat sesuatu yang ia lupakan


"Oh iya, aku ingat, di labirin ini ketiga jalannya tidak ada atap satupun, jadi tidak ada alat begituan. jadi aku tidak bisa membantu apapun ya…" ujar staf itu yang mengingat sesuatu lalu putus asa setelah mengingatnya


♦️


Kapten yang bersiaga berbicara dihatinya tuk berpikir bagaimana cara melawan golem api itu, sementara golem api itu sendiri juga bersiaga dengan dua tangannya yang bersiap untuk meninju


*Bagaimana caranya aku akan menghadapi golem api ini? jika aku melayangkan beberapa benda disini untuk menyerangnya maka hanya akan menembus tubuhnya dan membakar benda itu, sedangkan semua benda disini bukanlah milik ku nanti aku disuruh ganti rugi lagi untuk mengganti benda-benda itu*


*Jika aku hanya menyerangnya menggunakan tinju ku maka akan menembus dan tangan ku akan terbakar. sudah kuduga, tidak ada jalan lain selain lari dari dirinya, aku harus lari kedepan*


*Jika dilihat dari posisinya, dia akan berlari kearah ku lalu melancarkan tinju apinya kearah kepala ku, disaat itu aku harus bisa menghindarinya dengan menundukkan kepala kebawah lalu menggerakkannya kesamping lalu melangkahkan kakiku ke samping lalu lari kedepan, jadi intinya aku hanya harus menunggunya melancarkan tinjunya kearah ku*


Setelah berpikir, Kitsurugi fokus melihat kedepan lagi, dia fokus melihat pergerakan golem api itu


*Nah, ayo datanglah golem sialan!* ujar Kitsurugi dihatinya yang menunggu golem itu


Golem itu berlari menuju kearah Kitsurugi dengan dua tangannya yang mengepal, kapten Kitsurugi memasang wajah menyeringai saat melihat golem itu berlari. golem itu berada tepat didepan matanya lalu melancarkan tinjunya dimulai dari tangan kanan kearah wajah Kitsurugi seperti yang Kitsurugi perkirakan, (efek diperlambat) Kitsurugi pun langsung menundukkan kepalanya kebawah guna menghindari tinjunya saat menuju kearah wajahnya, lalu dia menggerakkan kepalanya kearah samping kanan karena jika dia mengangkat keatas maka akan mengenai lengan golem itu yang berapi, lalu dilanjutkan dengan menggerakkan kaki kirinya kesamping disambung kaki kanannya setelah itu dia mengangkat kepalanya saat ia berhasil (efek kembali normal)


"Yosh! aku berhasil!" ujarnya dengan gembira dan senang


♦️


Staf tadi masih melihat keadaan kapten Kitsurugi, dia terkejut karena bisa berhasil menghindari tinju berapi makhluk itu dengan wajah datar sambil mengemut permennya


"Ah, dia berhasil menghindarinya, aku ragu dia akan bisa menghindari tinjunya itu dalam waktu sesingkat itu"


"Dia memang hebat, apa aku tidak usah berbuat apapun? tidak, tidak, aku harus menolongnya meskipun dia mungkin akan baik-baik saja!"


"Semua staf harus menjamin keselamatan para pengunjung, itulah yang bos katakan pada ku, aku harus menyelamatkannya meskipun aku hanya memantaunya dari CCTV"


♦️


Tinju golem itu tidak mengenai apapun, kapten Kitsurugi memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur darinya sebelum golem itu melancarkan tinjunya lagi, Kitsurugi langsung lari dengan sekuat tenaga, golem itu menarik kembali tangannya lalu mengejar kapten Kitsurugi yang lari, lari Kitsurugi semakin cepat saat dia terus berlari. kini mereka berlari-larian hingga masuk kedalam kedalaman kabut tebal itu yang bahkan CCTV saja tidak bisa merekamnya


"Sialan… sampai kapan dia akan mengejar ku?! padahal aku sudah lari cepat begini, tapi dia tetap mengejar ku, secepat apa larinya dia?" tanya Kitsurugi yang sedang lari sambil menoleh kebelakang untuk mengecek


"Lebih lagi dia tidak ada kepalanya, bagaimana dia bisa melihat ku jika matanya tidak ada?"


"Pokoknya aku harus lari lagi hingga dia kehilangan jejak!"


Kapten Kitsurugi pun berlari lebih cepat lagi, golem api itu tidak mau kalah, dia meningkatkan kecepatannya tuk menyusul Kitsurugi


"Untung saja aku berlatih lari saat waktu pertama kali menjadi pemula, jadi jika keadaannya seperti ini aku bisa lari dengan cepat, meskipun kabur dari musuh adalah tindakan pengecut tapi jika aku tetap melawannya aku tidak memiliki kesempatan menang satu persen pun, maka dari itu aku harus kabur darinya" ujar kapten Kitsurugi sambil berlari dan berbicara sendiri


♦️


Diruang kendali


Staf itu sedang melihat monitornya dan merasa kesal karena kapten Kitsurugi berlari kearah yang salah


"Kenapa dia malah lari kedepan bukannya kebelakang? jika lari kedepan lagi maka CCTV tidak bisa merekam keadaannya, jika berlari kebelakang maka akan keluar dari kabut tebal ini"


"Ada lima CCTV yang tidak bisa merekam apapun didepan jalan yang ia lalui, lima CCTV itu hanya merekam sebuah kabut saja dari atas jika dilihat dari monitor"


"Sialan, aku tidak bisa melihat bagaimana keadaannya sekarang ini!! apalagi waktu kabut itu akan hilang tinggal 45 menit lagi, itu sangat lama"


"Semoga kau baik-baik saja meskipun tersesat"


♦️


Kitsurugi sudah berlari jauh saat masuk kedalam kedalaman kabut tuk melarikan diri dari golem api itu, dia kelelahan dan berhenti sejenak dengan nafasnya yang terengah-engah, dia menoleh kebelakang tuk mengecek dan hanya terlihat kabut saja. dia berpikir bahwa dia sudah berlari jauh dan golem api tadi kehilangan jejaknya, dia mengembalikan pandangannya kembali lalu berjalan perlahan-lahan


"Golem api itu pasti sudah kehilangan jejak ku, jika dia masih berusaha menyusul ku maka aku akan dalam bahaya"


Kitsurugi melihat sekelilingnya yang hanya kabut, dirinya dikelilingi oleh kabut tebal


"Hanya ada kabut saja yang ada disini, aku bingung mau ngapain didalam kabut ini. aku tidak tau dimana jalan ini mengarahkan ku dan apakah jalan ini hanya lurus kedepan saja?"


"Ah, peduli setan, lagipula memikirkan itu bukan urusan ku. yang penting aku sudah kabur dari golem api itu"


Kitsurugi terus berjalan dan berjalan lurus kedepan sambil berpikir positif dan melihat kedepan, jalan itu sepi dan sunyi tidak ada angin yang berhembus, beberapa saat kemudian angin berhembus dingin disepanjang jalan itu. ditengah jalan kakinya tidak sengaja menendang sesuatu, ia langsung membungkukkan badannya kebawah lalu melihatnya, yang ia lihat depan kakinya adalah sesuatu berbentuk bola, ia penasaran dan mengambil bola itu dan mengembalikan posisi badannya kembali seperti semula.


"Hmm… kenapa ada bola disini ya, tidak mungkin bola ini menuju kearah ku sendiri kan?" tanya Kitsurugi yang curiga


"Jangan-jangan ada yang bermain bola disini?! siapa dia?! dimana dia?!" Kitsurugi panik seketika


"Tidak, tidak, aku tidak boleh menyimpulkannya seperti itu, tapi mungkin saja ada yang bermain bola disini walaupun hanya hologram, tapi tidak mungkin kan mau bermain bola ditempat seperti ini, tempat yang hanya ada kabut hingga hampir tidak bisa melihat apapun" ujar Kitsurugi yang menenangkan dirinya dan berpikir


"Tapi yah untuk hologram itu tidak masalah walaupun berada ditempat begini" sambung perkataannya tadi


"Bola ini berwarna hitam tapi hanya atasnya saja, sementara bawahnya berwarna sawo matang. coba kubalik, aku penasaran dengan keseluruhan warna bola ini" ujarnya yang penasaran


Kitsurugi langsung membalik bola itu dan saat dibalik dia sangat terkejut bukan main, yang dia lihat itu adalah wajah manusia, ternyata bola itu adalah sebuah kepala. sementara yang tadi warna hitam adalah sebuah rambut, warna wajahnya tidak pucat dan seperti manusia yang hidup pada umumnya. Kitsurugi panik lalu langsung melemparkannya kedepannya dengan kencang nafas Kitsurugi menjadi terengah-engah akibat tadi itu


"Hah… hah… hah…"


"Apa-apaan tadi itu?"


"Kenapa ada kepala ditempat seperti ini?"


"Lebih lagi tadi itu terlihat realistis!! itu seperti bukan hologram saja."


"Ini bukan tempat pembunuhan kan? ini hanya tempat bermain saja kan?"


Kitsurugi panik, dia tidak bisa tenang gara-gara hal tadi, dia sangat terkejut hingga ke tulang-tulangnya. dia berusaha untuk menenangkan diri


"Huh… tenang lah Kitsurugi… mungkin itu hanya sebuah hologram saja"


"Di jaman modern seperti ini manusia bisa membuat hologram menjadi lebih detail dan berwarna seperti nyata"


"Samping kan hal itu, pokoknya aku harus mencari jalan untuk keluar dari kabut ini, tapi aku tidak tau dimana, yah aku akan berjalan asal-asalan aja siapa tau bisa langsung keluar"


Kitsurugi lanjut berjalan sembari mencoba melupakan hal tadi, kini dia harus mencari jalan keluar dari kabut ini, namun dia sendiri tidak tau dimana jalan keluar itu dan arah kemana untuk ke jalan itu. sembari berjalan dia berbicara sendiri seperti membahas sesuatu


"Anginnya berhembus dingin disepanjang jalan ini, aku tidak tau apakah ini memang berasal dari kabut itu atau ada hal lain yang membuatnya datang"


"Omong-omong juga jika ini Mystery maze, kenapa tidak ada satu pun teka-teki yang ku temukan, lalu kenapa aku merasa ini bukan labirin jika jalannya hanya lurus saja. aku penasaran dan ingin menanyakannya kepada salah satu staf atau bosnya, yah tapi itu nanti setelah aku keluar dari labirin ini dan komplain ke mereka"


"Dan juga, golem api tadi bisa dilihat oleh orang yang berbicara lewat speaker, pasti dia adalah salah satu stafnya lalu melihat golem itu melalui monitor yang terhubung dengan salah satu CCTV, itu berarti golem api tersebut adalah makhluk yang ada di lukisan aneh, tapi Pak Futaro bilang bahwa lukisan aneh itu memiliki gambar seorang manusia dengan tiga kepala didalam satu tubuh, namun golem itu tidak ada kepalanya, lebih lagi panas apinya sama seperti saat kami berjalan-jalan di distrik ini lalu diserang oleh panah api dari samping yang berarti penyerangnya adalah sama, lalu makhluk lukisan itu juga memiliki kekuatan tanah."


"Yang berarti makhluk lukisan kali ini memiliki kekuatan tersendiri, jika dia memiliki tiga kepala maka kemungkinan dia memiliki tiga kekuatan, api, tanah dan satu lagi aku tidak tau. tapi sepertinya mereka membelah diri untuk menghadapi kami bertiga yang terpisah, karena di satu tubuh memiliki tiga kepala maka dia akan menciptakan golem salinan dari tanah dan menjadikan tiga kepala itu sebagai titik kematian, sedangkan golem api tadi tidak ada kepalanya berarti aku harus mencarinya, aku harus mencari dimana kepalanya terlebih dahulu"


Kitsurugi berhenti berbicara dan terus fokus menghadap kedepan sembari berjalan, jalanan ditutupi oleh banyak kabut membuatnya harus berjalan asal-asalan. setelah beberapa menit, sebuah pertigaan jalan muncul lagi, Kitsurugi tidak tau bahwa didepannya ada sebuah pertigaan jalan, dia terus berjalan kedepan dia tertabrak tembok lagi yang berada didepannya, kepalanya terbentur tembok lalu dia berjalan mundur sedikit


"Kenapa lagi-lagi ada tembok ditengah jalan ini? seluas dan sepanjang apa sih ini labirin? ah aku tidak peduli"


Pandangannya langsung menghadap kearah kiri


"Aku ambil belokan kiri saja deh"


Lalu dia menggelengkan kepalanya ke kanan dan merasa ragu dengan jalan apa yang akan dia pilih


"Tidak, apa belokan kanan saja?"


"Ya sudah, yang kanan saja"


Kitsurugi berjalan ke belokan kanan, jalan itu masih tertutupi oleh kabut, ia terus dan terus berjalan kedepan lalu lama-lama kabut itu semakin menipis dan pandangan mulai terlihat lagi lalu Kitsurugi berhasil keluar dari jalan berkabut tersebut, dia berhenti lalu menghela nafas dengan rasa amat lega karena sudah bisa keluar dari kabut itu.


"Fiuh… akhirnya aku keluar dari jalanan berkabut itu"


"Sekarang tinggal mencari dimana jalan keluarnya"


Part 2


Tak lama kemudian, datang seseorang dari belakang kapten lalu menabraknya secara tidak sengaja, Kitsurugi menoleh kebelakang tuk melihatnya, dia melihat seorang perempuan yang jika dilihat dari tingginya kemungkinan adalah murid SMP, perempuan itu mundur kebelakang lalu meminta maaf ke Kitsurugi


"Anu… maafkan aku, aku tidak sengaja menabrak mu" pinta maaf perempuan itu


"Aku berlari di jalan berkabut itu dan tanpa sadar keluar dari kabut itu lalu menabrak mu, aku sungguh minta maaf!" ucapnya sambil menundukkan kepalanya kebawah


"Ah, tidak apa-apa kok, lagipula itu bukan masalah besar bagi ku"


Lalu datang lagi seorang bocah SMP laki-laki yang berlari keluar dari kabut itu, karena tidak sadar dia menabrak perempuan itu dari belakang


"Aduh!"


Setelah ia menabrak sesuatu dia melangkah mundur kebelakang, lalu perempuan itu menoleh kebelakang dan membalikkan badannya kebelakang


"Hmm?"


"Eh? Jitsuyo? kenapa kamu ada disini?" tanya perempuan itu yang kaget


"Eh, Akira, kenapa kamu juga ada disini? bukannya kita tadi terpisah ya" tanya balik laki-laki itu yang bernama Jitsuyo


"Yah aku berlarian didalam kabut itu lalu tau-tau sudah keluar" jawab perempuan itu yang bernama Akira


"Oh begitu, kau hanya sendirian didalam kabut itu?" tanya lagi Jitsuyo


"Iya, kita kan terpisah dengan yang lain saat kabut tebal itu tiba-tiba muncul" jawab Akira


Mereka lanjut mengobrol dan mengabaikan keadaan Kapten Kitsurugi


*Ehh…?? sepertinya aku di abaikan oleh mereka, mereka melupakan keberadaan ku disaat seperti ini, tapi wajar saja* ujar Kitsurugi dihatinya yang memasang wajah datar lalu kembali normal


*Aku akan menyela pembicaraan mereka* sambungnya


"Kamu baik-baik saja kan Akira? tidak terjadi apapun kan saat didalam kabut itu?" tanya Jitsuyo yang merasa khawatir


"Tenang saja, aku tidak kenapa-kenapa didalam kabut itu, aku tidak bertemu sesuatu kok" jawab Akira dengan perasaan senang


"Syukurlah kalau begitu, soalnya jika kau kenapa-kenapa nanti aku yang disalahkan oleh kakak mu itu" balas Jitsuyo


"Bagaimana dengan mu sendiri Jitsuyo?" tanya Akira


"Aku tidak apa-apa, tapi aku bertemu sesuatu didalam sana bentuknya seperti bayangan manu—


"Etto…" kata Kitsurugi yang menyela pembicaraan mereka dengan wajah cengar-cengir dan merasa tidak enak


Kitsurugi menyela perkataan Jitsuyo, pembicaraan mereka terhenti dan Akira menoleh kebelakang sementara Jitsuyo menggelengkan kepalanya kesamping


"Maaf saja jika menyela pembicaraan kalian, tapi kalian ini anak SMP kan? dan kalian teman satu kelas?" tanya Kitsurugi


"Iya, benar, kami anak SMP dan kami juga teman sekelas. dan mumpung hari ini libur jadi kami datang kesini bersama 3 teman lainnnya lalu terpisah gara-gara kabut sialan tadi" jawab Jitsuyo


"Jadi intinya kalian terpisah dari teman kalian lalu tersesat didalam kabut itu dan tau-tau sudah keluar dari kabut itu, dan kalian akan mencari yang lain?"


"Eh kau cukup pintar juga ya om, padahal aku belum mengatakannya" kata Jitsuyo yang mengejek Kitsurugi


"Hah? kau pikir orang dewasa seperti ku ini bodoh?!" tanya Kitsurugi yang memasang wajah kesal


"Ehh...… kalian berdua, hentikan lah" ujar Akira yang hendak melerainya


"Kenapa kau mudah sekali tersulut emosi om? kau kan orang dewasa" tanya balik Jitsuyo


"Entah lah aku hanya kesal dengan bocah yang sok merendahkan mereka yang tua seperti mu ini, padahal mereka sendiri belum tau bagaimana dunia orang dewasa" jawab Kitsurugi


"Eh…?!?!?! kenapa kau serius sekali seperti itu om? aku kan hanya bercanda" balas Jitsuyo dengan memasang wajah merendahkan ke hadapan Kitsurugi


"Tapi bercandaan mu itu berlebihan, dasar bocah!!" kata Kitsurugi yang kesal dan membungkukkan badannya sedikit lalu memajukan sedikit kepalanya kedepan lebih dekat dengan Jitsuyo, dia melakukan itu karena kesal terhadapnya


Jitsuyo mengangkat kepalanya keatas sedikit lalu mendekatkan kepalanya seperti yang Kitsurugi lakukan, kepala mereka saling dekat-dekatan dan mereka mendorong kepalanya masing-masing


"Hah?! kau mau menantang ku bocah?! kenapa kau ikut marah juga?!" tanya Dokter Kitsurugi


"Hah?! aku tidak tau kenapa aku ikut kesal begini, tapi yang jelas menantang mu itu adalah tawaran yang tidak terlalu buruk" balas Jitsuyo


"Hah?! lumayan berani juga nyali mu sebagai bocah yang menantang orang dewasa seperti ku!" balas Kitsurugi balik


"Tentu saja, nyali ku tidak seperti bocah SMP lainnya!!" balas Jitsuyo balik


"Oh, kalau begitu ayo kita bertarung karena kau sudah menantang ku!!" ajak Kitsurugi


"Oh, ayo! mari kita buktikan meskipun aku kalah dalam kekuatan fisik, tapi kita adu dengan mental!" jawab Jitsuyo yang setuju


"Jangan bicarakan adu mental jika mental mu masih kecil dasar bocah!!" kata Kitsurugi


"Aku tidak peduli walaupun mental ku masih kecil dan lemah!!" balas Jitsuyo


Mereka kesal dan saling dorong kepala mereka yang dekat-dekatan, Akira tidak tahan melihat mereka akhirnya pun berusaha tuk memisahkan mereka atau melerai mereka


"Kalian berdua, sudah hentikanlah, tidak ada gunanya jika bertengkar disini" kata Akira yang melerai mereka dengan memisahkan kedua kepala mereka yang saing berdekatan dengan kedua tangannya lalu memberi jarak kepada mereka


Akira berada ditengah-tengah mereka, lalu pandangannya menghadap ke Jitsuyo lalu mengatakan sesuatu


"Jitsuyo, sekarang kita harus mencari kakak dan yang lain didalam kabut itu" ajak Akira

__ADS_1


"Jangan Akira, biar mereka saja keluar sendiri, kita juga harus keluar dari labirin ini dan bukannya malah masuk lagi kedalam kabut itu. itu hanya membuat kita tersesat lagi lalu mendapatkan masalah" balas Jitsuyo yang menolaknya


"Tapi, aku khawatir dengan mereka jika terjadi sesuatu" ujar Akira yang khawatir


"Tenang saja, kakak mu dan yang lainnya itu bukan anak kecil lagi, mereka sudah besar" balas Jitsuyo dengan nada santai


"Tapi aku tetap khawatir pada mereka meskipun mereka sudah bukan anak kecil lagi, dan juga sepantasnya kan jika seorang adik khawatir dengan kakaknya dan khawatir pada temannya?" ujar Akira yang menanyakan balik


"Iya itu memang benar, tapi… kita tidak waktu untuk mencari mereka bukan? kita harus keluar dari labirin ini dulu lalu tanya kepada para stafnya" kata Jitsuyo


"Masih ada waktu! lagipula memangnya ada batas waktu untuk keluar dari labirin ini? jika kau tidak mau maka aku saja yang mencari mereka!" balas Akira yang menentang perkataan Jitsuyo lalu kesal dan akhirnya masuk kedalam kabut itu lagi


Jitsuyo hendak mencegahnya tapi dia tidak bisa, saat ingin mencegahnya tubuhnya tidak mau bergerak dan tidak ada satu patah katapun keluar, Kitsurugi yang melihatnya merasa tidak enak


"Hmmm… aku merasa tidak enak jika hanya melihatnya begini saja" ujar Kitsurugi yang berada dibelakang Jitsuyo


"Sialan! apa-apaan sih Akira itu?! seharusnya dia hanya tinggal fokus untuk mencari jalan keluar dari labirin ini saja, kenapa harus mencari yang lain dan masuk kedalam kabut itu!" kata Jitsuyo yang kesal


Kitsurugi yang mendengar perkataan Jitsuyo langsung mendekatinya disamping kanannya


"Oi bocah, bantu lah dia" pinta Kitsurugi


"Ha? apa maksudmu?" tanya Jitsuyo yang berbalik kearah samping kanan


"Kenapa malah tanya, seharusnya kau membantu teman mu itu, dia adalah perempuan dan sementara kau adalah laki-laki seorang laki-laki harus menjaga perempuan dari segala macam bahaya. dia bertindak demi teman lainnya, dia bertindak tanpa berpikir apa resiko yang akan dia dapatkan, tapi itu wajar sebagai ikatan pertemanan, sebagai perempuan dia lebih memilih untuk menolong teman lainnya dan bukan malah mencari jalan keluar disaat ini." jawab Kitsurugi sambil melihat lurus kedepan


"Sementara kau egois, kau hanya mementingkan diri mu daripada kepentingan orang lain, asal kau tau saja jarang ada perempuan sepertinya di dunia ini, aku tau jika dunia ini luas tapi aku jarang bertemu perempuan sepertinya, apalagi dia masih muda dan pemikirannya masih murni, sebagai laki-laki dan temannya kau harus menjaga pikirannya agar tidak berubah dan juga kau harus mendukung dirinya dalam keadaan apapun, dan juga kau mendapatkan kepercayaan dari kakaknya untuk melindunginya kan? yang berarti dia sangat mempercayai mu, jangan biarkan kepercayaan seseorang hancur" sambungnya sambil melihat kesamping kiri ke wajah Jitsuyo dengan wajah yang serius


"Aku tidak paham semua apa yang kau katakan om, yang intinya kau menyuruh ku untuk menyusulnya kan?" balas Jitsuyo yang bertanya


"Ya, kira-kira begitulah, sebagai orang dewasa, aku akan ikut dan bertanggung jawab karena betapa bodohnya diriku yang hanya melihat kalian berdua bertengkar" ujar Kitsurugi


Lalu mereka pun masuk kedalam kabut itu untuk menyusul Akira.


♦️


Didalam kabut itu Akira sudah berlari jauh dari mereka, dia berlari tanpa tahu dimana jalannya berada, dia hanya berlari lurus kedepan saja. ia memperpelan larinya dan berhenti sejenak disebuah jalan.


"Apa-apaan tadi Jitsuyo itu?! dia egois! dia hanya mementingkan dirinya sendiri dan malah meninggalkan temannya, aku kesal dengan dia!!" ujar Akira yang kesal


Lalu dia mengamati keadaan sekitar yang adanya hanyalah sebuah kabut saja, ia tidak bisa melihat dengan jelas karena pandangannya terganggu oleh kabut itu


"Disepanjang jalan tetap hanya ada kabut saja, aku jadi tidak bisa melihat apa-apa dengan jelas."


"Terus terang aku tidak tau berjalan dimana, aku hanya berlari lurus kedepan tanpa mengetahui depan ku. jika aku ingin kembali, ini sudah terlambat, aku sepertinya sudah berlari jauh dari mereka."


"Pokoknya aku harus cepat-cepat mencari kakak dan dua lainnya sebelum aku ikut tersesat disini, kucoba panggil mereka ah"


"Kakak!! teman-teman!!! dimana kalian?!"


"Jika kalian dengar panggilan ku, jawablah!!!"


"Kakak!! teman-teman!!"


Akira terus memanggil mereka dengan suara keras dan lantang hingga bergema disepanjang jalan, ia tidak memanggil mereka dengan menyebutkan namanya karena kakaknya dan temannya sudah mengetahui suara Akira seperti apa, jadi mereka bisa tau jika itu suara Akira meskipun Akira tidak memanggil nama mereka, namun panggilan itu tidak ada jawaban dari mereka, entah mereka yang berada sangat jauh dengan Akira atau suara Akira tidak mencapai telinga mereka walaupun keberadaan mereka bertiga dekat dengan Akira


"Tidak ada jawaban ya… sayang sekali, aku harus berjalan kemana ini?" tanya Akira yang semangatnya menurun


Meskipun semangatnya yang menurun, Akira tetap berusaha untuk mencari mereka walaupun dia tersesat di kedalaman kabut tersebut dan tidak tau mau kemana, dia hanya berjalan mengikuti instingnya. tidak jauh dari jarak Akira berada, sebuah kaki berapi terlihat tepat tidak jauh dari Akira kaki itu adalah kaki milik golem api


♦️


Diruang kendali


Staf tadi sedang memperhatikan monitornya dengan amat teliti, ada 5 monitor yang hanya menampilkan kabut saja dari atas, dia masih mencari keberadaan dan bagaimana kondisi Kitsurugi namun dia tidak menemukannya lewat CCTV


"Aghhh sialan! bagaimana nasib orang itu?! aku tidak bisa memantaunya dari CCTV lagi, gara-gara kabut tebal yang ku keluarkan itu…!!"


"Ini semua adalah salah ku, aku membuat kesalahan besar sebagai seorang staf karena membiarkan pengunjung dalam bahaya"


"Terusan, waktu kabut itu akan hilang tersisa 30 menit lagi, 15 menit telah berlalu. entah mengapa ini sangat lama jika tidak sambil melakukan apapun"


Sekali lagi dia melihat semua monitornya dengan cepat dan teliti agar tidak melewatkan satu hal pun, namun ia tidak menemukan apapun termasuk keberadaan Kitsurugi dan keberadaan pengunjung lain, tak lupa dia juga memundurkan sedikit rekaman CCTV dari setiap monitor, dan ada satu monitor yang saat rekamannya diundur merekam keberadaan Kitsurugi dengan dua orang lain


"Ah, itu dia, syukurlah dia baik-baik saja, dia bisa keluar dari jalan berkabut itu bersama 2 pengunjung lagi."


"Kenapa saat aku tidak memundurkan setiap rekaman CCTV tidak merekam dirinya, coba ku majukan sedikit rekamannya"


Staf itu memajukan sedikit rekaman monitor tadi dan saat rekaman itu dimajukan, dia melihat mereka bertiga yang masuk lagi kedalam jalan berkabut itu, staf itu terkejut dengan apa yang mereka lakukan


"Hah? kenapa mereka malah masuk kedalam kebut itu lagi? seharusnya mereka cukup fokus untuk cari jalan keluarnya saja"


"Cih, mereka masuk kedalam kabut itu lagi secara bersamaan, aku tidak tau alasan mengapa mereka masuk kedalam sana lagi tapi yang jelas mereka pasti memiliki alasan khusus"


Part 3


♦️


Jitsuyo dan Kitsurugi sudah masuk kedalam kabut itu dengan cara berlari, entah apa mereka sudah jauh dari tempat tadi atau mereka hanya berlari dekat saja, mereka tidak tau hal itu. mereka hanya fokus mencari dimana Akira berada, mereka berhenti berlari dan Jitsuyo memanggil nama Akira sementara Kapten Kitsurugi berada di sampingnya


"Hoi Akira!! dimana kamu?!" panggil Jitsuyo dengan suara keras dan lantang


"Siapa namanya?" tanya Kitsurugi


"Namanya adalah Akira, sementara aku Jitsuyo, maaf jika aku telat memperkenalkan diri, aku pikir kau bisa mengetahui nama kami hanya dari mendengarnya sekilas" jawab Jitsuyo


"Begitu, kau pikir aku bisa tau nama orang hanya dengan mendengar orang lain memanggil namanya? tidak, tidak, aku bukan orang seperti itu. oh ya perkenalkan juga nama ku Kitsurugi, Kitsurugi Nanaki" balas Kitsurugi dan memperkenalkan dirinya


"Ah, om Kitsurugi, apa kau sudah punya pacar?" tanya Jitsuyo yang pertanyaannya tidak tepat dengan kondisi


"Hah?! kenapa kau menanyakan itu?! aku belum punya, tapi kau pikir mendapatkan seorang pacar itu gampang?" tanya balik Kitsurugi yang agak kesal


"Kenapa kau mendadak marah om? padahal aku hanya bertanya saja" tanya balik lagi Jitsuyo yang bingung


"Aku tau, tapi pertanyaan mu itu tidak tepat dengan kondisi kita saat ini, di tempat seperti ini kau membicarakan hal seperti itu? yang benar saja" jawab Kitsurugi


"Pokoknya kita harus cepat menemukan Akira sebelum kita juga ikut tersesat" sambung Kitsurugi


"Ah, tapi kita juga sudah ikut tersesat" ujar Jitsuyo dengan wajah santai dan datar


"Aghh sialan!" kata Kitsurugi yang kesal


"Kita coba panggil dengan namanya dulu" saran Jitsuyo


Kitsurugi setuju dengan saran Jitsuyo, mereka pun memanggil-manggil nama Akira dengan suara keras dan lantang sembari berjalan


"Akira!! dimana kamu?!" panggil Jitsuyo


"Woi Akira!! jika kamu dengar kami jawablah!!" panggil Kitsurugi


"Akira!!"


"Akira!!"


"Akira, jangan salahkan kami jika kau kenapa-kenapa!!" ujar Kitsurugi


Mereka terus memanggil-manggil Akira namun tidak ada jawaban, karena kelelahan mereka istirahat sejenak dan membicarakan sesuatu


"Sial, dimana Akira itu? kenapa larinya cepat sekali dalam waktu sesingkat seperti ini" tanya Jitsuyo


"Dia mungkin sudah berada jauh dari kita, tapi aku tidak menyangka bahwa staminanya berlari sangat cepat bahkan bisa berlari cepat dalam waktu singkat" ujar Kitsurugi


"Yah mungkin dia sudah tersesat didalam kabut ini, tapi semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi padanya" kata Jitsuyo yang berharap


Kitsurugi teringat kembali tentang golem api yang mengincar dirinya sekilas dibenaknya, ia langsung terkejut saat mengingat hal itu


"Tidak, dia mungkin sedang tidak baik-baik saja, ada suatu makhluk didalam kabut ini!" kata Kitsurugi yang kaget dengan nada lantang


"Hah? apa yang kau maksud?" tanya Jitsuyo yang bingung


"Suatu makhluk, ada suatu makhluk didalam kabut ini, dia awalnya mengincar ku lalu aku lari darinya dan ia pun kehilangan jejak ku, tapi sepertinya dia sedang mencari mangsa didalam kabut ini. dan jangan sampai Akira bertemu dengan makhluk itu, jika iya maka nyawanya dalam bahaya" jawab Kitsurugi


"Kalau begitu, ayo sebaiknya kita lanjut mencari Akira secepat mungkin sebelum makhluk yang kau bilang tadi menemukannya duluan" ajak Jitsuyo yang terburu-buru


Mereka hendak melanjutkan pencariannya namun disaat bersamaan, mereka terkepung oleh sekumpulan golem api dari seluruh arah yang tiba-tiba muncul entah darimana


"Sialan, aku tidak menyangka akan sebanyak ini!" ujar Kitsurugi yang kesal


"Oi, apa ini? kenapa ada banyak makhluk seperti orang tanpa kepala yang berapi mengepung kita?" tanya Jitsuyo yang tidak tahu


"Ini makhluk yang ku maksud tadi, mereka sangat berbahaya jika dilawan dengan manusia biasa, panas api mereka juga bukan main-main" jawab Kitsurugi


Mereka terkepung dan melihat sekelilingnya yang hanya ada para golem api, mereka tersudutkan oleh golem api itu, Kitsurugi berpikir keras bagaimana caranya untuk keluar dari sini


"Om, apa kau tau bagaimana cara keluar dari sini? kau kan tau tentang mereka" tanya Jitsuyo


"Sebentar, beri aku waktu sedikit, aku sedang berpikir" jawab Kitsurugi


"Cepatlah, mereka bergerak hampir mendekati kita" pinta Jitsuyo


*Aku harus mencari celah diantara mereka, tapi sayangnya mereka berkumpul hingga tidak membiarkan satupun celah kecil, mereka mengepung kami dengan posisi sejajar dan berdempetan membentuk lingkaran, jika ku gunakan salah satu teknik roh untuk menganggu pandangan mereka maka tidak bisa, karena mereka tidak ada kepalanya* pikir Kitsurugi dihatinya


*Duhh… aku harus bagaimana ini? kami terpojokkan oleh mereka, jika mengenai sedikit apinya pun mungkin bisa membuat kulit kami terbakar hingga gosong, walaupun jalan mereka untuk menyudutkan kami lambat tapi yang paling berbahaya adalah panas apinya, panas apinya saja sudah ku rasakan walaupun jarak kami lumayan jauh dari mereka* sambungnya


"Cih, tidak ada pilihan lain selain menggunakan cara ini ya" ujar Kitsurugi yang kesal


"Ha? apa yang kau maksud?" tanya Jitsuyo yang sedikit menoleh kearahnya


"Bersiaplah, ini mungkin agak berbahaya bagi mu!" balas Kitsurugi yang tidak menjawab pertanyaan tersebut


Kitsurugi memegang kerah baju Jitsuyo lalu menariknya, ia meringankan gravitasi tubuhnya lalu loncat dan melayang di udara bersama Jitsuyo yang kerah bajunya tertarik dan ikut melayang di udara


"Ha? kita melayang di udara?" tanya Jitsuyo yang bingung


"Eh?"


Kitsurugi meringankan gravitasi tubuh Jitsuyo, tubuh Jitsuyo pun menjadi agak ringan dan Kitsurugi mudah untuk memegangnya, Kitsurugi melihat kebawah para golem-golem api itu, lalu semua golem itu balik melihat keatas, Kitsurugi dengan cepat langsung bergerak melesat terbang ke depan sembari menyeret Jitsuyo dengan memegang kerah bajunya, Jitsuyo pun terseret olehnya dan ikut melesat terbang. para golem itu mengejarnya meskipun mereka berdua berada di udara, kecepatan lari golem itu pun sangat cepat


"Eh?? bagaimana bisa kita melesat terbang di udara seperti ini tanpa alat pembantu?" tanya Jitsuyo yang terkejut


"Sebenarnya aku bukan manusia biasa, aku salah satu manusia yang diberi sebuah kekuatan untuk menyelamatkan orang lain, padahal aku berusaha untuk tidak menggunakan ini sembarangan, tapi yah karena situasinya terdesak begini apa boleh buat" jawab Kitsurugi sambil terbang dan pandangannya lurus kedepan


Kitsurugi menoleh kebelakang sedikit dan melihat sekumpulan golem api tadi yang mengejar mereka dengan kecepatan tinggi, setelah melihat dia pun mengembalikkan pandangannya seperti semula


"Cih, mereka saat mengejar kecepatannya super cepat, aku harus lebih cepat lagi" ujar Kitsurugi


Part 4/Terakhir


♦️


Akira masih berjalan asal-asalan entah kemana sembari memanggil mereka, namun tidak ada jawaban satupun, Akira sempat putus asa dan hampir menyerah tapi dia masih memiliki semangat untuk melanjutkannya, sementara itu golem api yang berada dibelakangnya masih mengikutinya dari belakang kabut tanpa sepengetahuan Akira


"Duhhh… aku harus bagaimana ini, aku tidak menemukan mereka dimana pun" kata Akira yang buntu


Akira tetap berjalan maju lurus kedepan, pandangannya hanya fokus kedepan karena sekelilingnya di tutupi oleh kabut. ditengah jalan, kakinya seperti tersandung sesuatu dari bawah, ia terjatuh ketanah


"Aduh!"


"Dak!"


"Aduh, duh……" kata Akira yang hendak bangkit dari jatuhnya lalu mengelus-elus bagian belakang kepalanya


"Aku sepertinya tersandung sesuatu, tapi apa itu?" tanya Akira yang berhasil bangkit dari jatuh lalu berdiri


"Ah sial, tempat ini penuh kabut sih, aku tidak bisa lihat aku tersandung apa tadi"


Akira membungkukkan badannya kebelakang dan melihat kebawah tempat ia tersandung tadi untuk mengeceknya


"Jika tidak salah disini tadi aku tersandung"


"Ah iya, ada sesuatu yang berbentuk bulat! dan warnanya pun hitam"


Akira mengambil benda itu dari tanah, lalu ia jongkok benda itu aslinya adalah kepala seperti tadi Kitsurugi lihat tapi Akira tidak tau itu, Akira memegangnya dengan kedua tangannya lalu mengecek untuk mengetahui benda apakah itu, saat mengecek keseluruhannya Akira kaget saat melihat sebuah wajah di benda tersebut, rupanya itu adalah kepala, karena sangat kaget Akira melempar kepala itu kedepan dengan sekuat tenaga


"Hah… hah… hah… apa itu tadi?" Akira kaget hingga nafasnya terengah-engah dan jantungnya berdetak kencang


"Itu jelas-jelas wajah kan? jika iya yang berarti itu kepala! lalu itu milik siapa?! semua hantu yang ada disini hanya hologram dan orang yang menyamar saja kan?! lalu kenapa ada kepala disini? ini bukan tempat pembunuhan kan?!"


"Tidak, tidak, pasti itu adalah salah satu hologram dari tempat ini, yah walaupun saat ku pegang seperti nyata, tapi yang jelas itu mungkin adalah hologram!!"


Golem api itu berjalan semakin dekat dengan, karena seluruh tubuhnya api maka langkah kaki ia berjalan tidak bisa didengar, sementara Akira berbalik kedepan lalu bangkit dari jongkoknya usai kaget melihat kepala tadi, dirinya berusaha untuk melupakan itu namun tidak bisa. golem api itu semakin mendekat dengan Akira dari belakang, Akira hanya berdiam diri untuk melupakan kejadian tadi, saat berada tepat dibelakang Akira, dengan tangan kanannya yang mengepal ia langsung melancarkannya kedepan kearah Akira, (efek diperlambat) Akira sendiri merasakan panas api yang amat panas dari belakangnya, dirinya secara refleks menghindarinya dengan menundukkan badannya lalu menoleh sedikit ke belakang dan melihat golem api tanpa kepala (efek kembali normal)


"Hah? apa itu?" tanya Akira yang menoleh kebelakang sedikit


Akira mengembalikan posisi badannya kembali normal, lalu dengan cepat dan sigap bergerak ke samping dengan cepat, sementara golem itu membelokkan pandangannya kearah Akira yang sudah bergerak ke samping, dia berjalan kaki cepat dan kepalan tangan dengan posisi yang ingin di lancarkan kearah Akira, Akira pun panik dan menghindarinya


"Apa-apaan sih dia?! bukankah dia adalah hologram?"


"Kenapa hologram seperti dirinya malah menyerang pengunjung seperti ku?"


"Apakah ada hologram yang ditugaskan untuk menyerang pengunjung? terlebih lagi, seluruh tubuhnya adalah api dan dia tidak ada kepalanya! lalu panas api yang kurasakan itu sangatlah nyata dan amat panas"


Golem itu berjalan lagi dengan cepat kearah Akira yang telah menghindar serangannya tadi, golem itu hendak menyerangnya lagi namun Akira menghindarinya secara cepat. karena tidak tahan Akira pun lari darinya kebelakang dengan sekuat tenaga, golem api itu mengejarnya dengan kecepatan yang sama


Akira terus berlari dan berlari kedepan lurus melewati jalan berkabut tersebut, ditengah jalan saat ia berlari nafasnya terengah-engah dan memutuskan untuk berhenti sejenak untuk istirahat, dirinya kelelahan hingga berkeringat saat menengok kebelakang untuk melihat keadaan makhluknya itu sudah tidak mengejarnya entah dia kehilangan jejak atau masih dalam perjalanan menuju ke Akira, hati Akira lega dan menjadi tenang, dirinya mencoba berjalan santai


"Fiuhhh… untung saja dia sudah tidak mengejar ku, jika aku tidak berlari darinya pasti aku akan mati, entah itu hanya hologram pengganggu atau itu makhluk nyata"


"Tapi jika dipikir lagi, mana mungkin ada makhluk seperti itu, seluruh tubuhnya api dan tanpa kepala, pasti tidak ada di dunia ini. lalu kenapa bisa dia ada disini?"


Disaat Akira berjalan santai tanpa khawatir apapun, tiba-tiba dari belakang golem api itu datang dengan larian yang amat cepat, saking cepatnya panas apinya bisa sampai dirasakan oleh Akira yang berada cukup jauh darinya, Akira menengok kebelakang dan melihat golem api itu berlari kearahnya dengan tangan kanannya yang mengepal dan hendak melayangkannya ke Akira, Akira langsung lari dari dia sekuat tenaga. meskipun dirinya sudah ngos-ngosan dan tidak kuat dia tetap lari lalu ditengah jalan kakinya seperti menendang sesuatu, dia berhenti lalu melihatnya dan ternyata itu adalah kepala tadi, Akira yang melihatnya memasang wajah kaget lalu ia mengambil kepala itu dan melemparkannya ke arah golem api yang mengejarnya, bukannya dihindari tapi golem api tadi justru malah menangkap kepala itu saat berada di udara, kepala itu ternyata adalah kepala dari golem api sekaligus titik kematiannya. dia memasangkannya ke lehernya dan seketika kepala itu menyatu dengan leher berapi tersebut, Akira hanya melihatnya dengan berdiam diri dan bengong saat ia menengok kebelakang, kepala itu dilindungi oleh sebuah api yang berbentuk menyerupai kepala tersebut, api itu bertujuan sebagai pelindungnya, Akira berbalik kebelakang kearah golem api tersebut untuk melihatnya secara jelas dan teliti


"Ah, tidak kusangka kau akan melemparkan kepalanya ke tubuh ku ini, padahal lebih baik kau melemparkannya kedepan jauh-jauh, tapi yah aku berterimakasih kepada mu tuan putri, karena diri mu lah yang membuat ku menyatu dengan tubuh ku lagi" ujar kepala itu dengan nada suara angkuh


"Siapa sebenarnya diri mu? bagaimana bisa kau menyatukan sebuah kepala manusia ke tubuh yang seluruhnya api begitu?" tanya Akira


"Oh maafkan aku yang belum memperkenalkan diri ku ini, nama ku Tearne, aku adalah sebuah makhluk yang diciptakan oleh seorang manusia yang dimana dia adalah tuan ku atau pencipta ku, yah manusia biasa seperti mu tidaka akan paham atau apa maksudnya itu, yang jelas aku bukanlah manusia, kepala ini juga bukan kepala manusia" jawab Tearne dengan nada suara angkuh


"Lalu, jangan panggil aku tuan putri atau apapun!! aku punya nama sendiri!!" pinta Akira dengan nada kesal dan keras


Tearne terus berbicara dengan nada suara yang angkuh, itu merupakan ciri khas darinya


"Oh? lalu bagaimana aku harus memanggil mu? apa kau mau memberitahu nama mu kepada makhluk yang ingin membunuh mu?" tanya Tearne


"Yah… itu mungkin bisa membuat mu ingat nama siapa orang yang kau bunuh" jawab Akira yang mulai panik


"Tidak kusangka niat mu baik sekali saat bertemu makhluk misterius yang ingin membunuh mu, tapi maaf saja aku tidak akan pernah ingat satupun manusia yang ku bunuh, lagipula untuk apa aku mengingat nama korban ku?" balas Tearne


"Hmmmm… tidak ada pilihan lain!" ujar Akira yang berbicara sendiri dengan suara sedang hingga golem api itu mendengarnya


"Apa yang kau maksud?" tanya Tearne


"Kamu bilang kamu ingin membunuh ku kan? kalau begitu coba saja! aku tidak tau apakah kamu bisa mengikuti kecepatan ku atau tidak, mari kita lihat lebih cepat lari ku atau pembunuhan mu"ujar Akira yang menantangnya


"Oh, kupikir kau hanya akan pasrah terbunuh oleh ku, ternyata tidak ya. manusia itu sangat amat menarik" balasnya


"Kamu gila ya? mana mungkin ada orang yang pasrah saat tahu dirinya akan dibunuh oleh pembunuh yang ada tepat didepannya" kata Akira


"Ehh… kau menarik juga ya…" ujar Tearne dengan tersenyum licik


Akira dengan cepat berbalik kebelakang lalu lari dengan sekuat tenaga, saat Tearne melihatnya dia tersenyum gila lebar hingga terlihat giginya, Tearne belum berlari atau bergerak satu langkah, dirinya menunggu agar Akira sudah berlari agak jauh darinya, saat Akira sudah berlari jauh masuk kedalam kabut hingga tidak terlihat lagi, Tearne melangkahkan satu kakinya lalu mulai berjalan dan berlari kedepan kearah kabut itu untuk mengejar Akira, gerakan Tearne amat cepat entah apakah dia bisa menyusul Akira yang sudah agak jauh darinya, Akira berlari dengan tenaganya yang masih tersisa dan nafasnya terengah-engah saat berlari, dia sudah berlari terus-menerus jadi tidak heran jika dia kelelahan dan nafasnya terengah-engah


♦️


Kitsurugi masih terbang melesat cepat diatas udara sembari tangan kanannya menyeret kerah baju Jitsuyo, Jitsuyo yang berada dibelakang hanya bisa melihat para golem itu yang masih tetap mengejar mereka berdua meskipun sudah berada diatas udara, karena saking cepatnya Kapten Kitsurugi terbang Jitsuyo tidak tahan dan hampir mabuk udara


"Oi, jangan cepat-cepat lah jika terbang begini, aku hampir mabuk udara ini! setidaknya turunkan sedikit kecepatannya" pinta Jitsuyo


"Hah? kenapa kau malah protes, kita sedang dalam bahaya, dan juga aku tidak bisa memakai ini terus-menerus, energi ku akan terkuras banyak jika memakai ini terus jika aku terbang lambat, maka dari itu aku memilih untuk menambah kecepatan terbangnya" jawab Kitsurugi yang pandangannya sedikit menoleh kebelakang


"Sialan!" kata Jitsuyo yang kesal


"Disaat begini, harusnya kau melihat keadaan makhluk yang mengejar kita karena posisi mu berada dibelakang, lalu katakan bagaimana keadaannya kepada ku. jangan malah protes!" ujar Kitsurugi


"Ah, baik, baik, saat ini mereka masih mengejar kita, lari mereka sangat cepat dan mungkin hampir setara dengan kecepatan terbang mu, salah satu dari mereka hampir ada yang mau sampai dibawah kita" kata Jitsuyo sambil melihat para golem-golem api tersebut lalu mengatakan keadaannya ke Kitsurugi


"Ah, baiklah, aku merasa terbantu, terima kasih" ucap Kitsurugi yang berterimakasih kepada Jitsuyo


"Ah, tidak apa-apa, ini bukan masalah besar kok" balas Jitsuyo yang tidak masalah


Kitsurugi meningkatkan kecepatannya lagi untuk bisa jauh-jauh dari golem api tersebut, namun golem api itu tetap mengejar mereka meskipun sudah berada agak jauhan dari Kitsurugi, setelah beberapa menit kemudian, Kitsurugi nafasnya ngos-ngosan dan lelah, dia terbang dengan pelan lalu bertanya tentang keadaan para golem api kepada Jitsuyo


"Oi bocah, bagaimana keadaan mereka?" tanya Kitsurugi


"Mereka masih tetap mengejar kita, walaupun kita sudah terbang lebih cepat tapi entah mengapa kecepatan mereka hampir setara dengan kita sehingga bisa menyusul kita dengan cepat" jawab Jitsuyo


"Aghh, sialan! aku sudah kelelahan, energi ku sudah terkuras banyak hanya untuk ini" kata Kitsurugi yang kesal


"Omong-omong, apakah jalan ini hanya lurus saja? atau berbelok-belok tapi kita tidak bisa melihatnya dari atas sini kerena kabut menutupinya, dan juga kenapa jalan yang kita lalui hanya tertutupi kabut saja?" tanya Jitsuyo yang penasaran


"Tembok, meskipun tempat ini berbentuk seperti tenda sirkus namun lebih besar, tapi didalamnya terdapat tembok yang amat tinggi sehingga kita tidak bisa melihat jalan lain meskipun dari atas sini" jawab Kitsurugi yang menjelaskannya


"Oh begitu, pintar juga kau ya" balas Jitsuyo yang menanggapinya


"Siapa yang bilang aku ini bodoh?" tanya Kitsurugi yang agak kesal dengan Jitsuyo


Karena mengobrol sambil terbang, mereka berdua tidak sadar bahwa para golem itu semakin dekat dengan mereka dan salah satunya ada yang berada tepat dibawah mereka, Jitsuyo fokus melihat depannya lagi dan ia terkejut lalu meminta Kitsurugi untuk terbang melesat dengan cepat lagi. Kitsurugi pun melakukannya begitu juga dengan para golem tersebut, entah mengapa mereka tidak kelelahan mengejar mereka. Kitsurugi tidak tau sudah sejauh apa dia terbang dan sampai mana dia saat ini yang dia lihat hanyalah kabut, disaat Kitsurugi melesat terbang cepat ditengah perjalanan ia tidak sengaja melihat Akira yang berlari kearah sebaliknya, mata Kitsurugi melirik kebawah samping kiri dan melihat Akira yang berlari, begitu pun Jitsuyo, ia sempat kaget saat melihatnya dari belakang dengan cara matanya melirik kearahnya. meskipun mereka sadar melihat Akira namun Akira tidak sadar melihat mereka yang ada diatas samping kirinya pandangannya hanya terfokuskan kearah depan, mereka melewatinya begitu saja


Kitsurugi yang melewatinya dan malah terus tebang kedepan berhenti di atas udara lalu tangannya melepaskan kerah baju Jitsuyo dan Jitsuyo pun terjatuh ketanah sementara Kitsurugi mendarat dengan aman


"Aduh!" teriak Jitsuyo


"Aduh, duh, duh… sakit sekali…" kata Jitsuyo sambil berusaha bangkit dari jatuhnya dan mengelus-elus bagian yang sakit


"Oi, kenapa kamu malah menjatuhkan ku?" tanya Jitsuyo yang berhasil berdiri


"Kau tadi barusan melihat Akira kan?" tanya Kitsurugi balik dengan perasaan dingin


"Eh, iya, aku melihatnya dia sedang berlari kearah sebaliknya dari kita walaupun hanya sebentar saja" jawab Jitsuyo


"Kau tau kan arah sebaliknya dari kita itu ada apa?" tanya Kitsurugi lagi


"Hah!!" Jitsuyo sadar setelah Kitsurugi mempertanyakan hal itu


"Ya benar, saat ini dia sedang tidak aman, kita harus kesana sebelum dia bertemu dengan mereka!" balas Kitsurugi yang mengajak Jitsuyo


"Pakai kekuatan mu saja agar cepat sampai" pinta Jitsuyo


"Tidak, energi ku hampir habis, tadi itu menguras amat banyak energi ku. dan menurut perhitungan ku, lari Akira agak lambat karena dirinya kelelahan dan nafasnya terengah-engah, jika kita berlari dengan cepat kearahnya maka akan sempat sebelum dirinya bertemu dengan sekelompok makhluk itu" jawab Kitsurugi yang menolaknya lalu memberi penjelasan


"Oke, baiklah" ujar Jitsuyo yang mengerti


Mereka langsung berlari kearah sebaliknya untuk menyusul Akira dengan berlari sekuat tenaga, Kitsurugi sangat yakin dengan perhitungannya bahwa mereka berdua bisa menyusul Akira dengan cepat sebelum Akira bertemu dengan sekelompok golem


♦️


Akira yang fokus berlari kedepan dengan nafasnya yang terengah-engah dan kelelahan memutuskan untuk istirahat sejenak dan menghela nafas sebanyak mungkin


"Hahh.... hah.... hah...."


"Lelah sekali aku, dia sudah tidak mengejar ku lagi kan?" tanya Akira yang menengok kebelakang dan tidak melihat ada siapa-siapa

__ADS_1


Perasaan Akira lega karena dirinya berhasil kabut dari makhluk misterius tadi, Akira melanjutkan jalannya dengan jalan kaki biasa tanpa berlari, staminanya hampir habis karena dirinya banyak berlarian.


Tak lama sebelum Akira melanjutkan jalannya, dia mendengar sebuah panggilan dengan suara keras dari arah belakang dan suara itu adalah suara Jitsuyo, Jitsuyo dan Kapten Kitsurugi sedang menyusul Akira, Jitsuyo memanggil namanya dengan suara keras agar Akira mendengarnya


"Akira!!! Akira!!!!" panggil Jitsuyo dengan suara nyaring dan keras sembari berlari menuju kearahnya


"?????" Akira penasaran


Akira yang mendengar itu menengok kebelakang dan tak lama kemudian Jitsuyo dan Kitsurugi datang dari belakang melalui kabut tebal, nafas mereka terengah-engah terutama Kitsurugi karena dirinya sudah menggunakan banyak energi untuk terbang, Jitsuyo berjalan cepat kearah Akira lalu menepuk pundaknya disaat Akira menghadap kearahnya, Akira pun kaget


"Akira! kau tidak apa-apa kan? tidak ada hal aneh yang terjadi dengan mu kan?" tanya Jitsuyo yang khawatir


"Ah… tidak apa-apa kok" jawab Akira yang wajahnya terlihat panik dan malu-malu


Jitsuyo melepaskan kedua tangannya dari pundak Akira


"Ah syukurlah, aku khawatir jika dirimu kenapa-kenapa" ujar Jitsuyo yang lega


"Omong-omong Jitsuyo, kenapa kau berada disini bersama om itu? kalian menyusul ku?" tanya Akira


"Ya, saat itu aku salah, aku memang egois lalu aku berubah pikiran saat diberi nasehat olehnya. lalu kami memutuskan untuk menyusul mu" jawab Jitsuyo


"Ah, begitu" balas Akira


"Kita harus cepat pergi kearah sebaliknya, didepan sana ada sesuatu yang berbahaya" ajak Jitsuyo yang menggenggam salah satu tangan Akira


"Tidak bisa, disana juga ada sesuatu yang berbahaya, seluruh badannya adalah api dan saat ini dia sedang mengejar ku" tolak Akira yang memberi penjelasan


"Hah? bagaimana kau mengetahui itu?" tanya Jitsuyo yang kaget


Kapten Kitsurugi yang berada tidak jauh dari mereka tidak sengaja menguping pembicaraan mereka berdua, ia pun terkejut dengan apa yang Akira katakan barusan


"Sebelum kalian bertemu dengan ku, didalam kabut ini, ditengah perjalanan ku mencari yang lain aku bertemu dengan suatu makhluk yang seluruh tubuhnya adalah api lalu ada sebuah kepala buntung yang diduga adalah kepala makhluk itu, jika aku tidak lari darinya maka aku akan mati duluan" jawab Akira


"Itu persis dengan apa yang kami temui, kami juga saat dalam perjalanan menyusul mu, kami bertemu makhluk itu bahkan kami dikepung olehnya. mereka tidak memiliki kepala, tapi yang kamu bilang barusan ia memiliki sebuah kepala" balas Jitsuyo


"Awalnya itu hanyalah sebuah kepala buntung, tapi kepala itu bisa menyatu dengan makhluk berapi itu tanpa membakar kepala tersebut" sambung Akira


Kitsurugi masih menguping pembicaraan mereka, lalu dirinya memutuskan untuk berjalan mendekati mereka berdua lalu bertanya sesuatu ke Akira


"Kamu bilang kepala buntung?" tanya Kitsurugi dengan wajah serius


"Ya, awalnya kepala itu tergeletak di tanah" jawab Akira


"Aku juga sebelum bertemu dengan kalian berdua sempat melihat sebuah kepala buntung, namun aku sempat terkejut jika kepala itu adalah kepala dari makhluk api itu" balas Kitsurugi


*Berarti dugaan ku benar, titik kematiannya berada di kepalanya, namun saat bertemu dengannya golem itu tanpa kepala yang berarti kepalanya berada didalam kabut ini. tapi aku tidak perlu repot-repot jika kepalanya sudah menyatu dengan golem itu, itu malah memudahkan ku dalam menggunakan kekuatan ku* ujar Kitsurugi dihatinya


"Jadi aslinya dia punya kepala tapi kita tidak mengetahuinya?" tanya Jitsuyo


"Iya" jawab Kitsurugi dengan satu kata


"Aku merasa khawatir, tapi tenang saja, om ini memiliki kekuatan supranatural yang berada diluar nalar manusia, jadi dia bisa melawan makhluk itu!" ujar Jitsuyo ke Akira


"Oi, kekuatan ku itu terbatas, dan juga memerlukan energi untuk mengeluarkannya, sementara energi ku saat ini sedikit jadi hanya beberapa saja yang bisa ku lakukan" balas Kitsurugi


Akira tidak paham dengan apa yang mereka berdua ucapkan, tak lama kemudian Tearne datang dari belakang kabut arah Kitsurugi dan Jitsuyo yang lumayan dekat, mereka berdua tidak menyadarinya karena sedang mengobrol entah apa yang mereka bicarakan sementara Akira hanya berdiri diam saja sedang memikirkan sesuatu, golem api itu semakin mendekat dengan mereka, disaat itu Kitsurugi merasakan panas api yang tak asing, dirinya langsung sadar dan mundur kearah Akira lalu membelakanginya dengan cepat, mereka berdua yang melihatnya bingung lalu menanyakannya


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Akira menoleh kebelakang


"Dia sudah datang, tepat dibelakang mu, Jitsuyo! pergilah dari sana!" jawab Kitsurugi lalu menyuruh Jitsuyo untuk pergi


"!!!!"


Dengan gerakan cepat dan sigap Jitsuyo langsung pergi kearah Kitsurugi, begitu pula Akira, mereka paham apa yang dimaksud oleh Kitsurugi, Tearne datang dengan wajahnya tersenyum licik


"Ehhh?? kalian sadar akan hawa kehadiran ku ya… padahal aku ingin menghajar kalian langsung waktu pertama kali datang tapi kalian dengan cepat menjaga jarak dari ku ya…" ujar Tearne yang agak terkejut


"Ku kira kamu sudah tidak mengejar ku, tapi dugaan ku salah ya" kata Akira


"Yah begitulah, lari mu itu sangat amat cepat, bahkan aku hampir kehilangan jejak mu ditengah jalan" balas Tearne


"Dan tidak kusangka, kalian berdua berhasil kabur dari sekumpulan golem ku yang mengepung kalian, sungguh mengagumkan" sambung Tearne yang pandangannya mengarah ke Kitsurugi dan Jitsuyo


"Hah?! jadi kau yang menyuruh mereka untuk mengepung kami?!" tanya Jitsuyo yang kaget


"Tentu saja, kau tidak tau jika mereka itu terbuat dari api? aku hanya membelah diri ku menjadi banyak, mereka semua berasal dari api ku, yang berarti jika mereka semua menyatu kembali dengan aku maka tubuh ku akan membesar dan menjadi kuat" jawab Tearne


"Jadi, wujud mu yang sekarang lemah?" tanya Jitsuyo lagi


"Bukan lemah, melainkan tidak terlalu kuat" jawab Tearne dengan nada bicaranya yang masih sama


"Tidak terlalu kuat? aha! om, serang dia dengan seluruh kekuatan mu!" ujar Jitsuyo yang lalu wajahnya menghadap kesamping arah Kitsurugi lalu memintanya untuk melawan Tearne


"Jangan bodoh! energi ku untuk mengeluarkan kekuatan itu sudah terkuras banyak gara-gara terbang tadi, sekarang perlu beberapa menit untuk memulihkan balik energi ku, jadi untuk sementara aku tidak bisa melawannya" jawab Kitsurugi


"Eh? eh? tidak bisa katamu?" tanya Jitsuyo yang panik


"Iya, jadi… kita hanya bisa lari darinya" balas Kitsurugi


"Eeehhhh?… kau kehabisan energi ya? ini kesempatan besar bagi ku" ujar Tearne dengan wajah menyeringai


"Rencana ini berhasil seperti kata orang itu" sambungnya


Mereka bertiga bingung siapa yang dimaksud Tearne, Kitsurugi terkejut bahwa ini adalah rencana dari seseorang


"Siapa yang kau maksud?" tanya Kitsurugi


"Rahasia, dia adalah bawahan pencipta ku yang dapat diandalkan" jawabnya


"Baiklah, sekarang waktunya untuk menghabisi kalian" sambungnya


Setelah Tearne mengatakan itu, sebuah api berbentuk spiral datang dari arah belakang mereka bertiga dengan amat cepat, rupanya api itu adalah api milik Tearne yang berubah menjadi beberapa golem api lalu menjadi api semula dan kembali ke tubuh Tearne, tubuh Tearne yang menyatu dengan api itu menjadi semakin besar. Ketika selesai bersatu, tubuhnya menjadi amat besar dan panas apinya pun semakin panas, dalam beberapa detik tubuh mereka sudah bersimbah keringat karena saking panasnya api tersebut


"Panasnya…" ujar Jitsuyo yang kepanasan


"Ini panas sekali…" ujar Akira


"Bodoh, jangan diam saja, kita harus lari sebelum meleleh hanya karena panas api ini!" ajak Kitsurugi


Kitsurugi dan mereka berdua langsung kebelakang menjauh dari Tearne, Tearne tidak diam saja dia pun langsung mengejar mereka, dengan tubuhnya yang besar dan berat gerakannya menjadi lambat namun sekali melangkahkan kaki ketanah sebuah getaran terjadi dan meninggalkan bekas api di tanah yang ia injak. Mereka bertiga terus berlari kedepan dengan larian sekuat tenaga, Akira yang tenaganya sedikit kelelahan disaat berlari, Jitsuyo yang melihat Akira tak tega lalu ia mendekatinya dan merangkulnya sambil berlari


"Jitsuyo. Terima kasih" ucap Akira


"Tidak apa-apa, ini bukan masalah besar kok" balas Jitsuyo


"Kau tidak apa-apa berlari sambil merangkul ku? lari mu jadi lambat" tanya Akira yang khawatir


"Jangan khawatir, lagian menolong mu adalah nomer satu" jawab Jitsuyo dengan senyuman yang tulus


Kitsurugi yang melihat mereka merasa bahagia dan senang karena kepedulian Jitsuyo terhadap Akira, lari Tearne semakin cepat dan semakin mendekat dengan mereka bertiga, meskipun sudah berlari sekuat tenaga lari mereka lambat terutama Jitsuyo yang sedang merangkul Akira, Jitsuyo kelelahan saat berlari sambil merangkul Akira, ia berhenti sejenak dan menghela nafas perlahan-lahan, Jitsuyo menurunkan Akira perlahan-lahan dari rangkulannya, Akira tidak tega melihat Jitsuyo yang merasa terbebani olehnya, ia pun meminta Jitsuyo untuk tidak merangkulnya lagi


"Jitsuyo, sudah lah, aku bisa lari sendiri, kamu tidak perlu merangkul ku lagi" ujar Akira


"Aku tidak tega melihat mu yang kelelahan saat merangkul ku" sambungnya


"Tidak apa-apa, laki-laki itu harus kuat dalam melindungi perempuan!" kata Jitsuyo dengan suara lantang dan keras


Akira terkejut dengan perkataan Jitsuyo dan merasa tersentuh hatinya, Kitsurugi yang berada didepan mereka dan mendengarnya tersenyum sedikit dengan rasa bahagia dan senang, ia berjalan kearah mereka berdua untuk menolongnya


"Karena kamu telah menunjukkan bahwa diri mu laki-laki, sebagai orang dewasa, aku harus melindungi kalian berdua" kata Kitsurugi


Kitsurugi menatap lurus kedepan dengan wajah yang serius, dia memberatkan gravitasi kaki kirinya lalu menghentakkan-nya ketanah dengan keras tanah pun menjadi hancur, ia meringankan gravitasi tanah hancur itu lalu melayangkannya keatas dengan tangannya kanannya yang mengendalikannya. Lalu ia menghempaskan tanah itu kearah depan arah Tearne dengan kecepatan yang sangat cepat, serangan itu mengenai tubuh Tearne dan hanya terbakar lalu menjadi abu


"Ehhhh? kenapa serangannya tidak berguna sekali?" tanya Jitsuyo


"Diam lah, aku hanya mengetes saja seberapa panas apinya itu, ternyata sangat panas bahkan tanah pun terbakar" balas Kitsurugi


"Jitsuyo, aku tidak salah lihat kan? barusan dia melayangkan tanahnya lalu menghempaskannya kan? apa sebenarnya dia itu?" tanya Akira yang bingung


"Nanti saja ku jelaskan, ceritanya sangat panjang" jawab Jitsuyo


Disaat mereka istirahat sejenak dan berbicara sedikit, mereka lengah dan tidak memperhatikan Tearne, Tearne memanfaatkan kesempatan itu untuk cepat kesana. Kitsurugi yang lengah sebentar, ia menjadi sadar dan melihat kearah Tearne dan ternyata Tearne sudah berada amat dekat dengannya, wajah Kitsurugi terkejut dan panik sementara Tearne menyeringai lebar, Tearne langsung melayangkan tinjunya yang besar dan berapi itu kearah mereka bertiga dengan cepat. Kitsurugi dengan cepat dan sigap melayangkan Jitsuyo dan Akira keatas lalu menjauhkannya, sementara Kitsurugi terkena serangan itu, tanahnya menjadi hancur dan Kitsurugi terluka agak parah


"Kau lebih memprioritaskan keselamatan orang lain dibandingkan orang lain ya?" tanya Tearne


"Tentu saja, aku tidak boleh memperlibatkan orang lain hingga terluka dalam masalahku ini" jawab Kitsurugi


"Aku suka orang yang memiliki pemikiran seperti mu itu, tapi disisi lain aku benci dengan mereka karena mereka terluka demi orang lain" ujar Tearne


"Terserah apa yang kau pikirkan, aku tidak peduli dengan itu!" balas Kitsurugi


Jitsuyo dan Akira yang sadar, melihat kebelakang arah Kitsurugi yang berhadapan dengan Tearne


"Jitsuyo, kita harus menolongnya!" pinta Akira


"Mau ku begitu, tapi lihat saja, dia menerima luka besar demi melindungi kita, aku tidak boleh menyia-nyiakan usahanya demi kita" balas Jitsuyo


"Tapi……"


"Jangan khawatir kan diri ku! aku bisa menjaga diri ku tanpa bantuan orang lain, asal kalian tahu, orang dewasa itu kuat dan tidak lah lemah!! kalian harus pergi darisini lalu keluar tanpa memperdulikan ku, aku akan menyelesaikan urusan ini secepat mungkin" ujar Kitsurugi dengan nada lantang dan keras sambil menoleh kearah belakang


"Ayo kita pergi dari sini, Akira" ajak Jitsuyo


Jitsuyo merangkul Akira lagi dan pandangannya lurus kedepan sementara Akira menoleh kebelakang khawatir akan keselamatan Kitsurugi, lalu dengan rasa percaya kuat dia menghadap kedepan kembali. Kitsurugi yang melirik kebelakang merasa senang dengan Akira yang tidak khawatir lagi dengannya


"Memangnya bocah seperti mu layak mengkhawatirkan orang dewasa?" tanya Kitsurugi dengan nada lirih


"Apa kau yakin berhadapan dengan ku?" tanya Tearne


"Ya, lagipula energi ku sudah pulih kembali walaupun tidak banyak, tapi seharusnya ini cukup untuk melawan mu" jawab Kitsurugi yang yakin


"Percaya diri sekali ya kau, dengan rasa percaya diri yang amat kuat kau berani berhadapan dengan ku, luar biasa. atau jangan-jangan kau ini hanya berpura-pura kuat didepan mereka agar menjadi keren?" kata Tearne yang mempertanyakannya


"Cih, memangnya orang seperti ku memiliki sifat begitu? kekanak-kanakan sekali" balas Kitsurugi


"Baiklah, apa bisa kita mulai sekarang?" tanya Tearne


"Ayo!"


Tearne membuat lingkaran api di sekeliling area Kitsurugi yang amat panas, Tearne langsung melompat kearah lingkaran api itu dan lompatannya menghasilkan hembusan angin yang dahsyat hingga Kitsurugi hampir terpental, Tearne langsung menghajar Kitsurugi dengan tinju dari bawah dagu Kitsurugi lalu mengarah keatas, Kitsurugi mengenai serangan itu dan terhempas keatas Tearne langsung memukulinya berkali-kali saat ada di udara dengan tinjuan besarnya, Kitsurugi hanya diam diri dan terjatuh ketanah, dirinya terluka cukup parah


"Ada apa dengan mu? kenapa kau hanya berdiam diri saja?" tanya Tearne menuju kearahnya


"Cih, serangan mu mengerikan juga ya" ujar Kitsurugi dengan wajah menyeringai


"Aku membenci wajah menyeringai mu itu!!" kata Tearne


Tearne langsung menendang Kitsurugi dengan kaki kirinya, ia terhempas ke udara lalu Tearne meninjunya kearah tembok melewati lingkaran api, Kitsurugi menabrak tembok dengan keras dan mengeluarkan sedikit darah. dia daritadi hanya menerima semua serangan musuhnya


"Ada apa dengan mu? kenapa kau hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun dan menerima semua serangan ku" tanya Tearne


"Entah lah, aku juga tidak tau" jawab Kitsurugi


"Sepertinya benar kata ku, kau hanya berpura-pura berlagak kuat didepan orang lain" ujar Tearne


Kitsurugi melompat keatas dari tembok tadi menuju ke kepala Tearne yang berada diatasnya, disaat sedang berada di udara ia memasang posisi seperti menendang dengan memberatkan sedikit gravitasi kakinya, saat berada tepat dekat dengan kepala Tearne dia menggerakkan kakinya untuk menendang dari arah samping, namun Tearne memegang kakinya dengan tangan kirinya, Kitsurugi tertangkap olehnya lalu Tearne melemparnya ketanah dengan keras


"Gahkkk!!"


Kitsurugi mencoba bergerak lalu bangun dari jatuhnya, disaat dia akan bangun telapak kaki Tearne sudah berada tepat diatasnya, Kitsurugi dengan cepat dan sigap mengucapkan teknik Bakudo 89 untuk melindungi dirinya


..."Bakudo 89: Metal Shield Protector"...


Sebuah pelindung logam muncul diatas Kitsurugi dan menghalangi telapak kaki Tearne, karena telapak kakinya adalah api maka pelindung itu tidak sanggup menahan semua panas apinya, Kitsurugi langsung lari kebelakang. Tak lama pelindung itu meleleh sementara Tearne kehilangan jejaknya, Kitsurugi bersembunyi dengan menempel tembok didalam kabut, walaupun terdengar gampang ditemukan tapi tidak bisa karena kabut tebal menutupinya


"Aku harus mencari cara bagaimana melawannya, seluruh tubuhnya adalah api maka kekuatan ku tidak berkerja kepadanya, aku harus memasukkan sesuatu kedalam tubuhnya agar kekuatan ku dapat berfungsi, meskipun ada kepala ditubuhnya namun kepalanya kecil sedangkan tubuhnya besar, aku tidak yakin bisa berkerja" kata Kitsurugi yang sedang memikirkan suatu rencana


"Aku harus bagaimana ini? apa aku harus mengulur waktu untuk menguras lebih banyak kekuatannya? tapi itu terlalu lama menurut ku" sambungnya yang bimbang


"Aku harus cepat memikirkan sebuah rencana sebelum dia mengetahui keberadaan ku" sambungnya lagi yang tergesa-gesa


Tak lama saat Kitsurugi sedang berpikir, Tearne mengetahui keberadaan Kitsurugi secara samar-samar, walaupun samar-samar tapi dia mengetahuinya bahwa dia sedang bersembunyi, ia segera mencarinya. setelah lama mencarinya Tearne menemukan keberadaan Kitsurugi, wajahnya menyeringai lebar, ia sedang melihat Kitsurugi yang hanya terdiam diri seperti memikirkan sesuatu, ia mengepalkan tangan kanannya dan hendak melayangkannya kearah Kitsurugi


"Kena kau!!" ujar Tearne dengan suara keras dan wajahnya menyeringai


Tearne melayangkan pukulannya kearah Kitsurugi, Kitsurugi sudah memperkirakannya, ia langsung menggunakan fast teleport kearah dekat kepala Tearne secara singkat


"!!!!!!!"


(Efek diperlambat) Tearne langsung terkagetkan olehnya, wajahnya berubah menjadi panik dan pukulannya terhenti sementara tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan, Kitsurugi memasang wajah serius dan melancarkan tinjunya dari tangan kanannya kearah wajahnya Tearne, Tearne berhasil menghindarinya dengan tepat namun serangan Kitsurugi tidak sampai disitu, tinju tangan kirinya pun ia lancarkan saat tinju pertamanya tidak mengenainya, serangan itu sangat mendadak baginya dan hampir tidak sempat untuk menghindari serangannya, sementara tubuhnya hampir terjatuh, Tearne mencoba menerima serangannya dan menahan jatuhnya dengan kaki kanannya yang menginjak tanah dengan keras, ia terkena serangan Kitsurugi walaupun tidak seberapa tapi itu membuatnya lengah dan pertahanannya terbuka lebar. Kitsurugi memanfaatkan kesempatan itu, sekali lagi melakukan fast teleport kearah wajahnya lalu menendangnya dari samping menggunakan kaki kanan yang gravitasinya sudah ia beratkan sedikit, tendangannya mengenai kepala Tearne dengan sempurna Tearne terhempas kebelakang lalu jatuh ke tanah, Kitsurugi mendarat ketanah dengan aman dan berjalan menuju kearahnya yang hendak bangkit dari jatuhnya (efek kembali normal)


"Sialan, aku tidak tau ternyata kau bisa merencanakan serangan itu dalam waktu sesingkat ini" ujar Tearne yang agak kagum dengannya


Kitsurugi tidak membalas apapun dan terus berjalan kearahnya. Saat sampai didekatnya, Tearne sudah bangun duluan dan hendak menyerang Kitsurugi lagi. dengan wajah serius Kitsurugi menghentakkan kaki kirinya dengan keras ketanah dan menghancurkan tanah tersebut, selanjutnya Kitsurugi mengucapkan teknik Bakudo 05 yang menguras amat banyak energi roh


..."Bakudo 05: Ball of gravity pull"...


Sebuah bola hitam muncul ditangan kanan Kitsurugi, bola hitam tersebut menarik tanah yang hancur tadi ke bola tersebut lalu menyatu menjadi bola tanah yang amat besar dan melayang diatas udara, Tearne hanya terdiam saja tanpa berkutik. Kitsurugi mengendalikan bola itu dengan tangan kanannya lalu mengarahkannya kearah Tearne dengan mengayunkan tangannya


"Serangan mu ini boleh juga, tapi apa gunanya jika tidak mempan kepada lawannya?" tanya Tearne


Tearne langsung memukul bola besar itu dengan tinjunya dan bola itu hancur lalu jatuh berserakan ditanah dengan bekas terbakar, ia menyeringai karena serangan Kitsurugi yang tidak berhasil


"Percuma saja, sekuat atau sebesar apapun serangan mu itu tidak berhasil kepada ku" ujar Tearne dengan sombongnya


"Seluruh tubuh mu itu api kan? kecuali kepala mu, jika benar, maka kau tidak merasa jika ada yang menyentuh tubuh mu kan?" tanya Kitsurugi dengan wajah percaya diri


Kitsurugi berada di dekat tubuh Tearne, saat ia melancarkan serangannya Kitsurugi memanfaatkan waktu singkat tersebut untuk memasang ball of gravity pull di tubuh Tearne secara acak, lalu disaat bola itu hancur karena pukulan Tearne, ia menghancurkan tanah dan tanah itu ditarik kearah bola masing-masing sebelum Tearne menyadarinya. Tearne yang mendengar pertanyaan Kitsurugi melihat kebawah arahnya dan kaget karena dia sudah memasang banyak bola tanah yang berada di tubuhnya namun terbakar


"Tidak mungkin, bagaimana bisa, bagaimana bisa kau melakukan itu dengan waktu sesingkat ini?!" tanya Tearne yang terkejut


"Kita harus pandai memanfaatkan waktu walaupun singkat" jawab Kitsurugi dengan senyum meremehkan Tearne


Tearne menjadi kesal karena melihat senyuman Kitsurugi, lalu ia menjadi tenang kembali dan mempertanyakan sesuatu ke Kitsurugi


"Walaupun kau sudah memasang banyak bola tanah di tubuh ku, tapi apa gunanya jika hanya terbakar saja? dan juga tangan mu itu hampir gosong akibat panas api ku" tanya Tearne dengan nada bicaranya yang masih sama


"Oh? kau bodoh seperti yang ku pikirkan, bola-bola itu bukan untuk menyerang mu, tetapi untuk mempermudahkan ku dalam menggunakan kekuatan ku" jawab Kitsurugi


"Gara-gara api mu yang sangat panas, tangan kanan ku hampir gosong, yah walaupun warnanya sudah menjadi agak hitam. Tapi aku akan melakukan apapun selama itu bisa mengalahkan lawan ku" sambungnya


"Apa katamu?!" Tearne terkejut dan kesal


"Nah, sekarang waktunya pertunjukan dimulai!!" ujar Kitsurugi


...[Teknik Gravitasi: Tekanan berat 100x gravitasi]...


"!!!!!!!!!!!!"


Tearne terjatuh ketanah dengan keras karena beratnya gravitasi disana, dirinya mencoba untuk bangun tapi tidak bisa meskipun berkali-kali tapi tidak bisa, walaupun tubuhnya besar dan berapi namun tidak bisa selama masih terdapat bola tanah ditubuhnya


"Sialan!!! apa yang kau lakukan?!" tanya Tearne yang kesal


"Aku hanya memberatkan gravitasi di area mu dan juga tubuhmu, jika hanya 10x maka tidak kuat karena tubuh mu yang besar maka dari itu aku 100x kan berat gravitasinya, kau tidak bisa bangun atau bergerak disana kan?" jawab Kitsurugi yang mempertanyakannya


"Sialannn!!!! akan ku habisi kau nanti!!" kata Tearne dengan nada keras


"Bagaimana ingin menghabisi ku jika bergerak saja kau tidak bisa?" tanya Kitsurugi lagi


"Cihhh!!!"


"Dengan memanfaatkan bola tanah dan kepala mu yang ada di tubuh mu itu, membuat kekuatan ku jadi lebih mudah di gunakan, jika di tubuh mu tidak ada sebuah ojek atau materi, aku tidak bisa menggunakan kekuatan ku, maka dari itu aku memanfaatkan tanah lalu menyatukannya ke dalam tubuh mu, itu akan lebih mempermudah dalam pemakaian kekuatan ku" kata Kitsurugi yang menjelaskannya


"Baiklah, mari kita mulai ronde keduanya" ujar Kitsurugi dengan nada bicara sombong


"Apa?! jadi ini belum selesai?" tanya Tearne yang panik


"Tentu saja, kau pikir hanya dengan begini selesai? tadi itu hanya permulaan, ini yang sesungguhnya!!" jawab Kitsurugi dengan penuh semangat


Kitsurugi melakukan fast teleport keatas dekat kepalanya Tearne sembari meringankan gravitasi tubuhnya dan menggunakan teknik Gravitasi: tinju berat gravitasi lalu menggunakan teknik Hakudo 79: kepalan tangan besi. seluruh kekuatannya ia pusatkan pada tinjunya lalu melayangkan tinjunya ke wajah Tearne dengan kuat


"Dhuakkk!!"


"Gakhhhh!!"


Kitsurugi melanjutkan pukulannya di wajah Tearne walaupun merasakan panas yang tinggi, dia terus memukulinya berkali-kali hingga wajahnya babak belur dan kepalanya hampir lepas dari tubuhnya. Kitsurugi lanjut memukulinya dan berusaha untuk memisahkan kepalanya dari tubuh Tearne, meskipun tangannya terluka bakar karena apinya ia tetap memukulinya


"Percuma saja!! meskipun sudah berkali-kali memukuli wajah ku kau tidak bisa mengalahkan ku!!" kata Tearne


"Aku hanya berusaha untuk memisahkan kepala mu dari tubuh mu saja, kelemahan mu ada disitu bukan?" tanya Kitsurugi


Wajah Tearne berubah menjadi panik


*Bagaimana bisa dia tahu jika kelemahan ku ada di kepala?! sialan, jika begini maka aku akan mati ditangannya tanpa perlawanan!!* ujar Tearne dihatinya sambil memasang wajah panik


"Melihat wajahmu yang panik, pasti itu benar" balas Kitsurugi dengan wajah tersenyum licik


"Sialan!! setidaknya berilah aku satu kesempatan untuk melawan!!" pinta Tearne


"Kekuatan mu terlalu kuat dan berbahaya, maka dari itu aku tidak akan membiarkan mu memberikan perlawanan satu pun kepada ku, lagian siapa yang ingin memberikan musuhnya kesempatan untuk melawan?" ujar Kitsurugi


Kitsurugi melakukan fast teleport kearah belakang kepala Tearne dengan terbang lalu memberatkan gravitasi kakinya sedikit lalu menendang kepalanya dengan kaki kanannya dengan seluruh kekuatannya, dia memukuli wajahnya terus menerus untuk membuatnya kelelahan dan babak belur, dengan wajahnya yang babak belur maka kepalanya akan kesulitan untuk menahan sebuah serangan, ia memanfaatkan itu dengan menendangnya dengan seluruh kekuatan, kepalanya tertendang lalu terpisah dari tubuhnya dan terhempas ke sebuah tembok hingga membuat tembok itu hancur, Tearne kelelahan dan tidak bisa berbuat apapun pasrah untuk menerima serangan berikutnya.


Kitsurugi menuju kesana dengan kecepatan tinggi lalu memukuli kepala Tearne berkali-kali meskipun tangannya yang sedikit terbakar karena api Tearne. Memukul dan terus memukul kepala Tearne hingga dirinya akan mati, pada saat pukulan ke 108 Kitsurugi kelelahan dan berhenti memukul kepala Tearne, kepalanya terjatuh ketanah lalu hancur, sementara tubuhnya itu menghilang. dirinya menjadi lega dan kelelahan


"Akhirnya ini selesai juga…"


"Jujur saja, dia musuh yang tangguh dan lumayan kuat"


"Ini sangat melelahkan, energi roh ku terkuras sangat amat banyak akibat mengeluarkan banyak teknik tingkat tinggi dan kekuatan roh ku"


"Ghuakkkk!!"


Tiba-tiba Kitsurugi mengeluarkan darah banyak dari mulutnya dan tubuhnya sempoyongan


"Jadi ini akibatnya jika energi roh akan habis, sialan, aku harus masuk rumah sakit untuk beberapa hari lalu disembuhkan oleh dia"


Tubuhnya sempoyongan lalu terjatuh karena ia tidak kuat menahannya, ia kehilangan kesadaran didalam kabut tersebut, kabut itu sedikit demi sedikit menghilang lalu menghilang karena telah melewati batas waktu yang tersisa. Staf di ruang kendali tidak sengaja melihatnya yang terjatuh ketanah melalui CCTV, ia langsung meminta bantuan kepada staf lain. Sementara itu, Jitsuyo dan Akira berhasil kabur dan bebas dari jalan berkabut, Akira menengok kebelakang dan agak khawatir kepada Kitsurugi, Jitsuyo memberitahu sesuatu kepadanya


"Jangan khawatir, dia itu kuat kok, orang dewasa itu kuat dan pintar semua. jadi jangan khawatir" ujar Jitsuyo


Akira hanya terdiam lalu membalikkan pandangannya seperti semula dan berusaha untuk tidak khawatir dengan Kitsurugi lalu lanjut berjalan mencari jalan keluar


♦️


Di suatu tempat di labirin itu


"Sialan!! keberadaan Tearne sudah menghilang!!" ujar Tareen yang kesal


"Sepertinya dia sudah mati" kata Teran


"Padahal dia sudah ku tawari untuk menggunakan kepala batu salinan tapi dia malah menolaknya" kata Teran lagi


"Dia adalah yang terkuat dari kita bertiga, tapi kenapa dia mati? dia sudah berjanji agar tidak mati, tapi dia malah mati" ujar Tareen


"Kita harus melaporkan kondisi ini dulu kepada tuan Claver" pinta Teran


"Kau benar, mungkin dia punya rencana lain" balas Tareen yang setuju


Bersambung……

__ADS_1


*Hai semuanya, maaf kalo saya tidak up selama 2 bulan lebih, saya sibuk dengan dunia nyata sehingga tidak ada waktu yang luang untuk menulis chapter baru, dan juga saya sedang dalam keadaan buntu dan mencari ide dengan berjalan-jalan. khusus kali ini author bikin sampai 11 ribu kata, saya gak tau mau bikin chapter barunya kapan dan uploadnya kapan, tapi untuk saat ini saya tidak akan up novel dulu selama beberapa hari lagi. wkwkwk dah Hiatus dua bulan eh malah Hiatus lagi, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada kalian jika mengecewakan kalian


__ADS_2