Evil Spirit Hunter

Evil Spirit Hunter
Chapter 42 Pertarungan di distrik Kōtō


__ADS_3

♦️


Di Jepang, Tokyo. distrik Kōtō, siang hari


"Kenapa kita harus bertugas disini?" tanya Kirisaki


"Bukankah ini indah sekali? daerah ini dekat dengan laut" ujar Shito yang kagum


"Fudo-san, memangnya disini ada lukisan aneh juga kah?" tanya Kirisaki


"Iya, sebelum aku kembali ke markas, aku di suruh untuk menjaga dua anggota yang akan pergi ke Moskow, Rusia dengan kapal feri. sebelum kami berangkat, aku melihat lukisan yang sangat aneh lukisan itu bergambarkan sebuah manusia yang seluruh tubuhnya hitam dan otaknya terlihat lalu otak itu dilindungi oleh kaca dan dia tidak memiliki mata, dan ada banyak seekor anjing kecil yang tubuhnya hitam mengelilinginya. aku tidak tau arti dari lukisan itu" jawab Fudo sambil menjelaskannya


"Lalu dimana lukisannya?" tanya Kirisaki lagi


"Jika tidak salah berada di museum seni, teamLab Planets Tokyo"


"Hah? lukisan itu di museum kan?" tanya Kirisaki lagi dengan terkejut


"Ya, sebelum kami menaiki kapalnya, kami berjalan-jalan dulu dan ke museum lalu tidak sengaja melihat lukisan itu" jawab Fudo


Di saat Kirisaki dan Fudo sedang berbicara, Shito melihat seorang polisi yang sedang menuju ke mereka dari belakang Fudo, lalu dia langsung memberitahukannya


"Oi, ada polisi di belakang mu Fudo-san, sepertinya dia akan kesini" kata Shito


"Huh?" Fudo menoleh ke belakang, sedangkan Kirisaki melihat ke samping, mereka melihat seorang polisi sedang jalan ke mereka


Lalu mereka membalikkan pandangannya seperti semula. polisi itu semakin dekat dengan mereka lalu dia menyapa mereka bertiga dan bertanya


"Oi, siapa kalian bertiga ini? sepertinya aku belum melihat kalian disini, apa kalian warga baru?" tanya polisi itu


"Eh…" mereka bertiga gugup dan tidak menjawab pertanyaannya


"Ada apa dengan kalian ini? apa jangan-jangan kalian *******?!" tanyanya lagi dengan rasa curiga


"Eh… tidak kok, kami bukan ******* jadi bapak tenang saja" jawab Kirisaki canggung


"Lalu siapa kalian? kenapa kalian ketakutan begitu?" tanya polisi itu lagi


"Em… em…"


"Ada apa sih dengan kalian?"


Lalu polisi itu melihat saku celana mereka dan melihat sebuah pisau


"Kenapa kalian bawa pisau?!" tanya polisi lagi dengan nada tinggi


"Eh… begini pak, kami dari organisasi ESH cabang Tokyo dan di tugaskan ke sini" jawab Shito dengan canggung


"Lalu, kenapa kalian bawa pisau? bukankah seharusnya kalian tau aturan disini bahwa tidak boleh membawa senjata tajam, pistol, dan bom." tanya polisi lagi menginterogasi mereka


"Ini cuma pisau untuk membunuh roh, pak. bukan untuk membunuh manusia kok" jawab Kirisaki dengan canggung


"Hmmmm…"


Wajah mereka bertiga berubah menjadi panik


"Baiklah kalau begitu, jangan lupa untuk menjaga diri kalian" ujar polisi


Lalu polisi itu pergi dari mereka, mereka pun lega


"Fiuhhh… ku kira kita akan di tangkap oleh polisi" ujar Fudo dengan lega


"Iya, aku berpikiran begitu juga, tapi untung saja polisi itu tidak curiga lebih lagi ke kita" ujar Shito dengan lega


*Huh… tadi itu hampir saja, untungnya dia mempercayai kami. kenapa kapten harus menyuruh kami bertugas disini dan membawa pisau padahal kota ini memiliki aturan yaitu tidak boleh membawa senjata tajam dan lain-lain, sedangkan yang lainnya tidak bawa* ujar Kirisaki dihatinya


Pagi hari, sebelum mereka bertiga di tugaskan ke Kōtō, di markas, lantai pertama. semua anggota pada berkumpul dan kapten di depan mereka semua sedang mengumumkan sesuatu


"Baiklah semuanya, aku ingin mengatakan kita, tidak, organisasi ESH memiliki misi baru" ujar Kapten yang mengumumkannya


"Misi baru? apa itu?" tanya Yon


"Ya, kita di suruh untuk menghancurkan seluruh lukisan aneh yang sudah tersebar di Jepang" jawab kapten


"Lukisan aneh?" tanya semua anggota yang kebingungan


"Kirisaki, Shito, jelaskan kepada yang lainnya" kata kapten


Lalu mereka berdua maju kedepan dan menjelaskannya


"Kami kemarin pagi, berkunjung ke rumah keluarga Mikazura dan saat tiba di rumahnya, rumah itu tertutup rapat, pintu yang tertutup, semua jendela yang tertutup dan diberi gorden. singkat cerita, saat berada di dalamnya berantakan, kotor dan banyak bekas cakaran yang besar, lalu bekas kebakaran di kamar mandi. kami mengelilingi seluruh ruangan rumah itu, singkat cerita lagi, aku menemukan sebuah lukisan yang masih utuh, tidak berdebu, rusak, dan tidak ada bekas cakaran, lukisan itu bergambar harimau berapi kuning, aku memanggil Shito lalu langsung menghancurkannya. namun saat lukisan itu hancur, harimau yang ada di lukisan itu muncul atau keluar usai lukisan itu hancur" jelas Kirisaki ke semua orang


"Harimau lukisan itu benar-benar aneh, dia bisa mengetahui lokasi musuh meskipun musuhnya telah menjauh darinya, dia seperti di kendalikan atau memiliki kemampuan untuk berpikir. jika kalian menemukan lukisan yang aneh, hancurkan saja jika tidak gambaran yang ada di lukisan akan keluar. mungkin satu gambaran lukisan yang keluar akan sangat kuat" ujar Shito


"Kita hanya perlu menghancurkannya saja kan dan melawannya jika dia keluar sebelum dihancurkan bukan?" tanya Zousei


"Ya, kalian cukup melakukan itu saja" jawab Kirisaki


"Yoshha!! entah mengapa aku bersemangat sekali!!" ujar Zousei dengan penuh semangat


Mereka berdua pun di suruh kembali


"Kira-kira begitulah, oh ya aku lupa. kali ini Fudo sudah kembali dari misinya" ujar kapten


"Fudo?" tanya Kirisaki dan Shito yang bingung


"Izami-san, siapa Fudo yang kapten sebut namanya?" tanya Kirisaki ke Izami dengan bisik-bisik


"Iya siapa dia?" tanya Shito bisik-bisik


"Kalian belum tau ya, yah maklum kalian masih anggota baru. nama lengkapnya adalah Tsukamoto Fudo, dia adalah anggota yang memiliki kekuatan unik dibandingkan dengan lainnya" jawab Izami bisik-bisik


"Unik? apa yang kau maksud?" tanya Kirisaki lagi


"Nanti saja, lagi pula kalian akan di beritahu nanti" ujar Izami


Fudo langsung berjalan ke arah kapten dari samping


"Yo, semuanya! aku kembali dari misi spesial ku" kata Fudo menyapa mereka

__ADS_1


"Oh…" jawab mereka semua dengan wajah datar


"Eh…" Fudo putus semangat


"Oh ya, aku dengar kita kedatangan orang baru, siapa mereka?" tanya Fudo


"Mereka" tunjuk kapten ke Kirisaki dan Shito


"Oh… begitu"


"Baiklah kau di silahkan untuk kembali" ujar kapten dengan paksaan


"Eh… tapi… aku belum mengatakan sedikit tentang ku"


Fudo pun kembali ke belakang


"Baiklah, kita sebagai anggota cabang Tokyo, kita akan berpencar ke distrik sekitar saja" ujar kapten


"Karena di Tokyo terdapat 23 distrik jadi kita hanya berpencar ke beberapa saja, aku akan membagi timnya, tiga orang dalam satu tim ada dua, dua orang dalam satu tim ada satu" lanjut kapten


"Kirisaki, Shito dan Fudo, kalian ke distrik Kōtō. Yon dan Izami, kalian ke distrik Shinjuku. Yukimura, Zousei dan aku pergi ke distrik Meguro. sudah begitu saja" sambung kapten


"Eh? kita berdua bersama Fudo-san?" tanya Kirisaki dan Shito dengan wajah datar


"Oh ya, Kirisaki dan dua lainnya, kalian akan membawa pisau untuk membunuh roh atau Spirit Knife" kata kapten


"Eh? kenapa kami membawa pisau?" tanya Kirisaki


"Karena dua anggota kalian tidak memiliki kekuatan untuk bertarung" jawab kapten


"Memang benar Shito tidak bisa bertarung, tapi kenapa Fudo-san juga? bukankah dia memiliki kekuatan untuk bertarung?" tanya Kirisaki lagi


"Dia memang punya kekuatan roh, tapi seperti yang Izami tadi katakan kekuatannya itu unik" jawab kapten


*Eh? kapten mendengar bisik-bisik kami dong* ujar Kirisaki dihatinya


"Unik bagaimana?" tanyanya lagi


"Nanti kau akan mengetahuinya" jawab kapten


"Kirisaki dan dua lainnya, sebelumnya ku beritahu dulu jika distrik Kōtō memiliki aturan dimana disana tidak boleh membawa senjata tajam, pistol dan bom. jadi jika kalian bertemu dengan polisi berhati-hati lah" sambung kata kapten


"Ah baiklah" balas Kirisaki


"Baiklah semuanya, kita berangkat sekarang"


Mereka semua pun berangkat ke distrik masing-masing yang telah di beritahu kapten untuk mencari lukisan aneh


Kembali ke waktu yang sekarang


"Yuk, kita langsung ke museumnya saja" ajak Kirisaki


"Eh… baiklah" jawab mereka berdua


Mereka berjalan ke museum, sesampainya di sana, mereka harus membayar 2.000 Yen (262.200) untuk satu orang,


"Fudo-san, apa kau punya 6.000 Yen?" tanya Shito


"Punya, untung saja aku dapat uang banyak usai menjaga mereka" jawab Fudo dengan lega


Mereka pun membayarnya lalu masuk, saat masuk kedalam mereka di sambut dengan banyak lukisan yang di pajang dan di beri pembatas atau pelindung, mereka mencari lukisan yang di maksud Fudo tadi. setelah lama berkeliling dan melihat-lihat banyak lukisan, mereka menemukannya. sebuah lukisan yang persis di katakan Fudo


"Ini lukisannya kan?" tanya Kirisaki yang memastikannya lagi


"Iya, ini lukisan yang aku bilang, seorang manusia yang seluruh tubuhnya hitam dan otaknya terlihat lalu otak itu dilindungi oleh kaca dan dia tidak memiliki mata dan ada banyak anjing kecil hitam yang mengelilinginya" jawab Fudo


"Shito, apa kau bisa menyegelnya?" tanya Kirisaki


"Bisa, tapi banyak orang yang ada disini terlebih lagi ada kamera pengawas, sehingga kita harus berhati-hati dalam mengambil tindakan" jawab Shito


"Benar juga, jika saja disini ada Yon maka kita akan mudah karena kekuatannya adalah kabut" ujar Kirisaki


♦️


Seseorang penjaga yang melihat kamera pengawas tidak sengaja melihat mereka bertiga bertingkah mencurigakan


"Siapa mereka? kenapa mereka hanya terus melihat lukisan itu, tingkah mereka sepertinya mencurigakan. apa mereka ******* atau pencuri?" tanya penjaga yang melihat CCTV dan melihat mereka bertiga


Lalu temannya datang dari pintu dan membawa teh


"Ada apa bro?" tanyanya


"Menurutmu, apa yang mereka lakukan?" tanya penjaga sambil melihat mereka bertiga


"Hmm… mereka cukup mencurigakan, omong-omong apa kau tidak ambil teh? aku akan mengawasi mereka" ujarnya


"Aku mengandalkan mu, jika ada masalah bilang saja kepada ku"


Lalu penjaga itu pergi sementara temannya melihat mereka sambil meminum tehnya. ketika terus mengawasinya dia melihat salah satu dari mereka bertiga (Fudo) mengambil pisau di saku celana belakangnya sementara dua lainnya menutupinya depan dan belakang, saat hendak menusukkan pisaunya ke lukisan itu, manusia hitam yang ada di lukisan tersebut keluar saat Fudo hendak menusukkan pisaunya, saat Fudo mengetahuinya ia langsung mundur dan memberitahunya ke yang lain


♦️


"Oi cepat pergi dari sini!!" ujarnya saat mundur ke belakang ke Kirisaki


"Huh?" mereka berdua menoleh ke belakang dan melihat manusia hitam itu keluar, mereka langsung mundur menjauh. Kirisaki ke arah Fudo sedangkan Shito ke depan


"Sialan, sepertinya dia memiliki kemampuan untuk berpikir" ujar Kirisaki


"Graaghhh!!!" manusia hitam itu berteriak keras hingga sampai ke luar museum dan dalam museum


Anjing-anjing kecil yang ada di lukisan itu pun keluar dari lukisan itu


♦️


"Woi bro!! kesini cepat!!" kata temannya yang memanggil dengan suara yang keras


Dia cepat-cepat kesana saat hampir selesai mengambil tehnya


"Ada apa?!" tanyanya

__ADS_1


"Lihat mereka!!"


"Ha…?"


"Huh?!?! apa yang mereka tadi lakukan?" tanyanya dengan amat terkejut


"Salah satu temannya hendak menusukkan pisaunya ke lukisan itu tapi sesuatu malah keluar saat dia hendak menusukkannya dan anjing-anjing kecil pun muncul dalam jumlah yang banyak" jawabnya sambil menjelaskannya


"Cepat nyalakan alarm darurat!!"


Mereka menyalakan alarm darurat dan semua orang yang mendengarnya langsung pergi meninggalkan museum itu, sementara mereka bertiga yang sedang di kejar oleh manusia hitam itu, temannya yang sedang melihat mereka di kejar dari kamera pengawas seketika semua kamera pengawas rusak semua


"Sialan!! sepertinya sesuatu itu telah merusak semua kamera pengawas kita!!" ujarnya sambil memukul mejanya


♦️


"Sialan, mereka semua mengejar kita!!" ujar Kirisaki sambil berlarian


"Kita giring mereka ke luar museum" kata Fudo sambil berlarian


"Tapi bukankah semua orang ada di luar? jika kita melibatkan banyak orang maka akan sulit melawannya karena kita sambil melindungi mereka" balas Kirisaki


"Tidak apa-apa, omong-omong Shito, apa kau ingat prakiraan cuaca hari ini?" tanya Fudo sambil berlarian


"Jika tidak salah pada jam 12 siang akan turun hujan, memangnya kenapa menanyakan itu?" jawab Shito sambil bertanya balik dan berlarian


Manusia hitam itu terus mengejar mereka di ikuti oleh semua anjing kecilnya


"Bagus, sekarang ayo kita bawa mereka keluar, aku akan menghadapi manusia hitam itu, tidak, monster itu. sedangkan kalian berdua menjaga semua orang dan jangan sampai ada satupun orang yang terluka akibat kecerobohan kalian!!" ujar Fudo sambil berlarian


"Baik!!" balas mereka semua


Mereka bertiga berlarian menuju ke luar museum, setelah mereka berlarian terus menerus akhirnya mereka hampir sampai ke pintu keluar (efek di perlambat)


*Saat ini jam menunjukkan pukul 11.59.20, jika aku kami sampai ke luar selama 40 detik maka hujan akan turun dan aku bisa melakukan pertarungan* ujar Fudo dihatinya sambil memperkirakan waktu


Mereka terus berlari ke arah pintu dan waktu yang tersisa hanya 10 detik. Fudo terus berlari kearah pintu dengan menambah kecepatannya begitu juga mereka berdua, saat hampir keluar waktu hanya 5 detik lagi dan dalam waktu 5 detik mereka berhasil keluar dan membawa monster beserta anjing kecilnya keluar ke museum dan jam menunjukkan pukul 12.00.00 dan hujan pun turun saat mereka keluar, (efek normal) sesudah keluar Kirisaki dan Shito ngos-ngosan dan kecapekan sementara Fudo tertawa dan tiba-tiba tubuhnya yang awalnya hanya biasa-biasa menjadi besar dan berotot akibat air hujan tersebut


"Gahahaha… tidak kusangka aku akan begini lagi" ujar Fudo sambil tertawa terbahak-bahak


Semua orang yang keluar dari museum itu terkejut melihat tubuh Fudo yang tiba-tiba membesar dan berotot dan juga dua makhluk yang ada di belakangnya


"Sekarang kau lah yang akan kalah, monster hitam" ujar Fudo


"Grrr… graaakkk…!!" teriak monster itu yang memerintah semua anjing kecil menyerang penduduk sipil


Monster hitam itu maju ke Fudo sedangkan Kirisaki dan Shito mundur untuk melindungi orang-orang, Fudo pun maju ke monster itu. Fudo dengan kepalan tangan kanannya yang besar dan kuat memukul pipi kanan monster tersebut, monster itu terpukul mundur lalu balik memukul pipi kanan Fudo dengan kepalan tangan kanannya yang hanya biasa-biasa saja, Fudo pun terpukul mundur


*Tidak kusangka, meskipun tubuhnya biasa-biasa saja tapi kekuatan fisiknya hampir setara dengan ku, sebelum hujan ini reda lalu hilang aku harus mengalahkannya dulu, pertama-tama aku harus mencari tau dimana titik lemahnya atau titik kematiannya* ujar Fudo dihatinya sambil berpikir keras


Fudo berpikir keras sedangkan tubuhnya hanya diam, tanpa ragu monster itu langsung memukul pipinya berkali-kali bergonta-ganti


"Duk… dak… duk… dak… duk… dak… duk…"


"Cih…" Fudo mengeluarkan air ludahnya setelah kedua pipinya terpukul berkali-kali dan terpukul mundur


"Sialan kau!! dasar monster!!"


Fudo hendak memukul perutnya namun dihalangi oleh kedua tangannya yang memblokir serangannya dengan kedua tangan menyilang, Fudo pun terkejut dan terdiam sejenak dalam waktu dekat itu monster tersebut langsung memukul pipi kanannya dan Fudo pun terhempas mundur lalu jatuh


"Kau lumayan juga ya, monster!!"


Fudo balik memukul monster itu begitu pula dengan monster itu, mereka terus menyerang lalu menyerang balik di bagian pipi mereka hingga salah satunya kalah. hujan pun mulai deras sementara Kirisaki dan Shito masih melindungi penduduk sipil


"Sialan!! anjing-anjing ini banyak juga!!" ujar Kirisaki sambil menyerang anjing-anjing itu dengan pedang Excaliburnya


"Jangan protes, kita hanya perlu melindungi mereka dari anjing-anjing hitam ini" kata Shito sambil menyerang anjing-anjing itu dengan pisaunya


Salah satu dari banyaknya anjing itu melompat dan hendak menyerang seorang anak kecil perempuan dengan mulutnya yang terbuka, dengan cepat Shito langsung menusuknya dengan pisau itu


"Jangan khawatir, kami anggota ESH akan melindungi kalian semua" ujar Shito


Shito melanjutkan urusannya, mereka menyerang anjing-anjing itu tanpa ada habisnya, sedangkan Fudo sedang memukuli monster itu


"Dak…" suara Fudo memukul pipi monster itu


"Duk…" suara monster itu menyerang balik pipinya


"Dak…duk…dak…duk… dak duk dak duk dak duk" suara Fudo terus menyerang pipinya dengan kepalan tangan kanannya lalu berhenti sejenak ambil nafas


Monster itu menyerang balik Fudo saat hendak mengambil nafas dengan pukulan yang sama seperti Fudo, tubuh Fudo hampir sempoyongan namun dia bergerak seperti sempoyongan tubuhnya untuk mendekati monster itu lalu saat ada di dekatnya ia langsung menyerang punggung dengan kepalan dua tangan pada saat tubuhnya yang membungkuk, lalu monster itu jatuh menghantam tanah dengan keras hingga tanahnya rusak dan membuat lubang yang lumayan besar lalu menghasilkan asap, Fudo istirahat sejenak dan saat akan mengambil nafas, monster itu melompat dengan cepat sebelum bertatapan dengan wajahnya Fudo dan menyerang dagunya saat bersamaan dirinya melompat, Fudo pun terhempas keatas angkasa akibat pukulan dari dagunya lalu terjatuh, Fudo mencoba bangun dari jatuhnya namun saat hendak bangun monster itu sudah tepat berada di depannya lalu menginjak perutnya dengan kaki kanannya dan membuat kerusakan pada tanah dan lubang


"Gahakk!!"


*Dia sangat lah kuat!! dia bahkan setara dengan ku, apalagi setelah ku lihat-lihat dia tidak terluka sama sekalipun yang ku lakukan hanyalah membuatnya terhempas atau pun menghantam tanah, aku harus cepat-cepat mencari titik kematiannya sebelum hujan ini reda* ujar Fudo dihatinya dan mencoba bangun


Saat Fudo hendak bangun lagi, monster itu masuk ke bawah lubang itu lalu hendak memukul perut Fudo, dengan cepat Fudo langsung memegangi kedua tangannya, lalu Fudo menekukkan lututnya lalu melompat sambil membawa monster itu dari dalam lubang, lompatannya berhasil mencapai atas tanah, saat berada di atas tanah dia langsung melemparkan monster hitam itu ke samping kiri, dengan cepat Fudo langsung kesana sebelum dirinya bangkit dari jatuhnya. saat monster itu berhasil bangkit dari jatuhnya, pandangannya melihat tanah dan tidak melihat lurus ke samping, saat menoleh ke samping dia melihat Fudo yang berada di hadapannya dan langsung memukul perutnya berkali-kali, tubuh monster itu pun sempoyongan hampir jatuh


*Sepertinya titik kematiannya ada di otak itu, jika kacanya ku pecahkan mungkin sesuatu akan terjadi, aku harus memecahkannya secepatnya* ujar Fudo dihatinya


Saat tubuh monster itu sempoyongan hampir jatuh, Fudo mengambil kesempatan dan langsung meninju kaca itu, kaca itu pun pecah lalu monster itu langsung menjadi gila akibat kaca tersebut pecah, dia menjerit-jerit seperti kesakitan


"Arrgggghh… aaakhhh…"


*Apa yang terjadi? apa dia kesakitan gara-gara kaca itu pecah? tidak, sepertinya dia kesakitan gara-gara otaknya itu terkena udara yang lewat ataupun air hujan* kata Fudo dihatinya


Monster itu mondar-mandir kesaktian sambil menjerit-jerit, setelah berkali-kali kesakitan dia terdiam dan tubuhnya terjatuh, begitu pula dengan anjing-anjing kecil itu. setelah terjatuh mereka lenyap. hujan pun reda dan tubuh Fudo mulai kembali menjadi normal, tubuhnya sempoyongan dan terjatuh, Kirisaki dan Shito langsung menolongnya


"Kerja bagus, Fudo-san" ujar Kirisaki


"Iya, kau sudah melawan monster itu dengan kekuatan mu sendiri" kata Shito


"Oh ya, omong-omong apa kekuatan mu Fudo-san?" tanya Kirisaki


"Seperti yang kalian lihat, pada saat hujan, tubuh ku akan membesar dan berotot, sedangkan jika ada di dalam laut seluruh badan ku akan menjadi besar dan kuat. aku menamainya, penyerapan air menjadi kekuatan" jawab Fudo sambil menjelaskannya


Mereka merangkul tangan Fudo ke pundak mereka lalu berjalan menuju ke markas, para polisi yang ada disana berterima kasih kepada mereka karena telah menyelamatkan distrik Kōtō tanpa ada korban


Bersambung………

__ADS_1


__ADS_2