
♦️
Di tempat Kitsurugi terjatuh
Kitsurugi yang kelelahan dan kehabisan cukup banyak darah terjatuh dan tubuhnya tidak bisa digerakkan, dia hanya bisa menatap keatas yang hanya ada kegelapan, nafasnya terengah-engah kelelahan selain itu juga kedua tangannya terkena luka bakar dan hampir gosong akibat pertarungan tadi
"Sialan, tubuh ku tidak bisa ku gerakkan, aku harus melakukan sesuatu agar tidak berada disini terus namun itu tidak bisa setelah kehabisan banyak darah seperti ini." ujar Kitsurugi yang hanya bisa pasrah
"Karena kabut ini sudah hilang maka yang berarti pihak tempat ini bisa melihat semua pengunjung, sepertinya aku harus menunggu beberapa menit hingga mereka datang." lanjutnya
Tidak jauh dari belakangnya, muncul sebuah retakan dimensi dan terdapat seseorang yang sedang memperhatikan Kitsurugi dari sana
"Hebat juga dia bisa mengalahkan makhluk sepertinya, namun itu hanyalah sebuah keroco saja, jika diperkirakan dia akan pulih total menurut perhitungan ku adalah 17 hari, yang berarti ini adalah waktu yang cukup baginya untuk datang kesini." ujarnya dengan nada suara rendah
"Dia adalah kapten yang paling termuda, yang berarti ada sebuah kemungkinan kemampuannya akan berkembang pesat suatu saat, aku tidak boleh membiarkan hal itu terjadi sebelum terlaksananya rencana ku ini. sepertinya cukup sampai disini saja pengamatan ku, aku bisa dengan mudah membunuhnya tapi tugas ku bukanlah itu." lanjutnya
Setelah itu dia pun pergi dan retakan dimensi tadi menghilang, Kitsurugi disaat itu merasakan sedikit kehadirannya namun sekarang sudah hilang
"Sepetinya tadi ada sesuatu yang hadir dari arah belakang ku, tapi kenapa sekarang sudah tidak ada." ujar Kitsurugi yang sambil menduga-duga
"Yah itu tidak penting"
"Gahaakkk" suara Kitsurugi mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya
"Sialan, aku terlalu banyak berbicara, dan juga.... kesadaran ku..... hampir hilang......."
Kesadaran Kitsurugi menghilang sepenuhnya, beberapa menit kemudian setelah menunggu tibalah tim penyelamat menyelamatkan Kitsurugi menggunakan tandu kearah ruang perawatan disana
♦️
Akira dan Jitsuyo berhasil keluar dari labirin tersebut, juga dengan Yukimura dan Zousei namun mereka tidak mengenal Akira dan Jitsuyo. disaat yang bersamaan juga pandangan semua orang terfokuskan kepada beberapa staf yang membawa Kitsurugi dengan sebuah tandu ke ruang perawatan, mereka berempat juga melihatnya dan langsung menuju kearah ruang perawatan tersebut dengan terburu-buru. disaat ingin masuk mereka dihalangi oleh seorang petugas lagi
"Jangan masuk dulu, masih ada pasien yang baru dibawa kesini, jika kalian ingin melihatnya tunggu beberapa menit" ujar si petugas
Mereka pun terpaksa menunggunya, Zousei dan Yukimura bertanya kepada Jitsuyo dan Akira
"Hei, kalian berdua siapa? kenapa tampaknya kalian terburu-buru seperti kami untuk masuk ke ruang ini?" tanya Yukimura dengan nada ramah
"Benar, lagipula siapa kalian, apakah kalian ada sangkut pautnya dengan kapten kami?" tanya Zousei
"Kami berdua adalah orang yang diselamatkannya, dia sangat baik hati ingin membantu orang tak dikenal seperti kami" jawab Jitsuyo
Zousei pun berbisik ke Yukimura
"Bukankah mereka terlihat seperti bocah SMP? kenapa bisa ada disini? lebih lagi dia mengatakan bahwa dia diselamatkan oleh kapten" bisik Zousei ke kuping Yukimura
"Entah lah, mau tidak mau kita harus percaya dengan mereka dulu, kita tidak tau siapa mereka tapi yang jelas kita harus menggali informasi lebih dalam mengenai apa yang terjadi dengan kapten kepada mereka" balas bisik dari Yukimura ke kuping Zousei
Bisik-bisik telah selesai, Akira dan Jitsuyo yang melihatnya terasa agak sedikit bingung dan memasang wajah penasaran
"Jadi kau bilang kalian ini adalah orang yang diselamatkan kapten kami?" tanya Yukimura
"Iya benar, katanya juga ada beberapa anggotanya yang berada disini, apakah itu kalian berdua?" tanya balik Jitsuyo sesusah menjawabnya
"Iya benar kamu anggotanya" jawab Yukimura
"Apakah aku boleh tau tentang apa yang sebenarnya terjadi saat bersama kalian?" tanya Yukimura
Jitsuyo dan Akira pun menjelaskannya sembari Yukimura mengumpulkan informasinya, tak lama kemudian mereka bisa masuk ke ruang perawatan itu setelah melewati waktu 12 menit, mereka semua masuk kedalam dan melihat kapten yang luka di badannya di tutup oleh kain perban sedang tertidur tanpa baju, mereka menghampiri kapten secara bersamaan dan melihat kondisinya
"Luka di tubuhnya lumayan banyak dan juga kedua tangannya diperban, sepertinya dia terluka parah" ujar Yukimura yang mengamati kondisi kapten
"Dia tidak terluka terlalu parah, hanya saja dia kehabisan banyak darah" ujar seorang dokter yang ada di sudut ruangan
Mereka berempat terkejut karena saat mereka masuk tidak menyadari kehadiran dokter tua yang memakai kacamata tersebut, lalu dokter itu mendekati kearah kapten
"Sejak kapan anda disini?" tanya Zousei yang kaget
"Aku sudah berada disini daritadi, aku juga yang mengobatinya dan memberinya perban" jawab dokter itu
"Tapi kenapa sejak kami masuk ke ruangan ini tidak melihat mu?" tanya balik Zousei yang mengingat beberapa detik sebelumnya saat mereka masuk ke dalam ruangan ini
"Karena aku berada di sudut ruangan, jadinya kalian tidak melihat ku" jawabnya
"Jadi kata mu dia kehabisan banyak darah?" tanya Yukimura dengan wajah serius menatap dokter
"Iya benar, menurut perkataan petugas yang membawanya kesini, di TKP terdapat banyak darah berceceran di tanah, tapi saat mereka melihat luka di tubuhnya tidak terdapat luka tusuk ataupun luka goresan, hanya saja mereka melihat mulutnya terdapat bekas darah" jawabnya sambil menjelaskan kronologinya
"Jadi disini secara fakta dapat ku simpulkan bahwa sepertinya dirinya mengidap penyakit batuk berdarah, karena itu lah dia muntah darah, namun seharusnya darah yang ia muntahkan tidak sebanyak itu, maka dari itu aku masih bingung apa yang sebenarnya terjadi dengannya. kedua tangannya juga hampir gosong berwarna hitam, namun di TKP sendiri tidak ada bekas api atau pembakaran" lanjut dokter itu sambil menjelaskan lagi
"Hmm jadi begitu ya" balas Yukimura yang paham akan penjelasannya
"Apa kalian tau sesuatu apa yg sedang ia alami sampai kehabisan banyak darah begitu?" tanya dokter itu
"Tidak, kami juga tidak tau mengapa dia bisa begitu" jawab Yukimura berbohong ke dokter itu
"Baiklah, untuk perkiraan dia bisa pulih total adalah sekitar 15-20 hari, jadi suruh dia beristirahat untuk pulih total" ujar dokter
"Baiklah dokter" balas Yukimura
"Kalian bisa duduk disebelah sana untuk menunggu dia sadar" pinta dokter yang menunjukkan tempat duduk di sebelah kiri ruangan tak jauh dari kasur rawatnya
Mereka pun menuruti apa yang dokter katakan
"Aku keluar dulu untuk mengecek apakah ada pengunjung lain yang terluka juga" ucap dokter sambil keluar ruangan
Dokter itu pun keluar ruangan meninggalkan mereka berempat di dalam ruangan tersebut
"Yukimura, apakah kau berpikir bahwa kapten kehabisan banyak energi roh?" tanya Zousei berbisik ke Yukimura
"Iya aku juga berpikir begitu setelah mengetahui informasi dari mereka berdua" jawab Yukimura
"Waktu yang dibutuhkannya untuk pulih total sangat lama yaitu 15-20 hari, yang jadi permasalahannya adalah apakah hingga hari kesembuhan total kapten akan aman-aman saja atau akan terjadi penyerangan besar di kota?" ujar Zousei sambil mengajukan pertanyaan
"Kau benar, kita lihat saja nanti, hingga hari kesembuhan total kapten maka kita harus menjadi kuat agar tidak selalu bergantung padanya" balas Yukimura
"Jitsuyo, dia baik-baik saja kan seperti yang dijanjikannya?" tanya Akira dengan wajah cemas
"Tenang saja Akira, dia itu kuat jadi tidak gampang terluka" jawab Jitsuyo sambil menyemangati Akira
"Ya aku berharap begitu" balas Akira
Setelah sekitar 20 menit menunggu sambil duduk, kapten perlahan mulai membuka matanya dan mulai sadar perlahan-lahan, dia mulai bangkit dari tidurnya dan melihat keadaan sekitarnya, dia bingung dimana dirinya berada dan melihat mereka berempat yang tertidur di kursi pojok kanan ruangan
"Mereka tertidur" ujar Kitsurugi
"Gakhh.. sepertinya aku blom pulih total" ujarnya
"Tubuh ku di perban dan juga kedua tangan ku, dan juga aku tertidur di ruangan ini" kata Kitsurugi yang mengamati keadaan sekitarnya
"Oh ya dimana baju ku? aku tidak boleh telanjang dada terus"
Kitsurugi mencari baju nya yang ternyata terletak di meja yang berdekatan dengan kasur ia langsung memakainya, dirinya berjalan kearah mereka berempat dengan kondisi tubuh yang hampir roboh, saat mendekati mereka Kitsurugi terjatuh ke tanah.
"Dhuakk..."
Yukimura mendengar suara tersebut langsung terbangun dan melihat Kitsurugi yang terjatuh, ia langsung merangkulnya membantunya bangkit dari jatuhnya
"Kapten, kenapa kau memaksakan diri untuk bergerak?" tanya Yukimura yang membantunya bangun dari jatuhnya
"Tidak apa-apa, lagian aku sudah merasa lumayan sekarang" jawab Kitsurugi
"Tapi seharusnya kau berbaring di sana, bukan malah menghampiri kami" ujar Yukimura yang meminta
Yukimura pun merangkul kapten berjalan menuju ke kasur, ia menyuruh Kitsurugi untuk tetap berbaring disana hingga beberapa menit, tak lama kemudian dokter itu datang kembali ke ruang perawatan untuk mengecek keadaan Kitsurugi, ia melihat Yukimura yang sedang duduk bersebelahan kasur dengan kursi
"Apakah dia sudah sadar?" tanya dokter itu
"Iya, tapi keadaannya masih belum pulih total" jawab Yukimura
"Yah wajarlah, untuk sekarang masih belum pulih total tunggu saja beberapa hari" balas dokter tersebut
"Sekarang kalian bisa pulang, untuk sementara dia harus duduk di kursi roda ini untuk lebih mudah jika ingin berjalan" ujar dokternya sambil membawakan kursi roda untuk Kitsurugi
"Baiklah dokter" balas Yukimura
Kitsurugi beranjak pergi dari kasurnya ke kursi roda tersebut, Yukimura membantu menggerakkan kursi rodanya lalu ia juga membangun kan Zousei dan yang lainnya yang tadinya sedang tertidur, lalu mereka pun pergi dari ruang perawatan tersebut. Jitsuyo dan Akira berpisah dengan mereka dan kembali mencari teman-temannya
"Kenapa kau menggunakan seluruh energi rohu untuk melawan makhluk berapi itu kapten?" tanya Yukimura
"Musuhnya sangat kuat dan juga tidak bisa ku remehkan, dia memiliki panas api yang sangat amat panas karena itu kedua tangan ku terkena luka bakar" jawab kapten
"Lain kali anda tidak perlu memaksakan diri mengeluarkan semua kekuatan mu kapten agar tidak terjadi hal seperti ini lagi?" ujar Yukimura yang memperingatkannya
__ADS_1
Mereka terus berjalan sambil Yukimura mendorong kursi rodanya berjalan keluar dari area 13
"Hei, apakah menurut kalian tidak aneh?" tanya Zousei yang merasa ada yang janggal
"Ada apa Zousei?" tanya kapten kepadanya
"Hanya aneh saja, sebuah permainan di ruang perawatannya menyediakan kursi roda secara gratis?" tanya Zousei
"Ah, kau benar juga Zousei" jawab Yukimura yang menyadarinya
Setelah percakapan itu, hujan pun mulai turun ditengah hari pukul 12.00 semua orang mulai mencari tempat teduh begitu juga dengan mereka bertiga, mereka bertiga berteduh di dekat wahana permainan Bianglala
"Kenapa hujan turun ditengah hari seperti ini?" tanya Zousei
"Aku dengar ramalan cuaca jika jam 12.00 akan terjadi hujan, tidak kusangka akan terjadi nyata. ku pikir semua ramalan cuaca tidak selalu benar" jawab Yukimura
"Sudah, sudah, tunggu saja hingga hujannya reda, baru kita lanjut" ujar kapten
Dikala derasnya hujan, tiba-tiba terdengar seperti suara gemuruh dari dalam tanah dekat mereka
"Drrr....."
Kapten Kitsurugi yang mendengar itu bertanya kepada mereka berdua apakah mereka mendengarnya juga atau tidak
"Hei, apakah kalian mendengar suara gemuruh dari dalam tanah?" Tanya Kitsurugi kepada mereka
"Hah? suara apa? kami tidak mendengar apapun" Jawab Yukimura
"Iya benar" Sambung Zousei
Kapten langsung memasang raut wajah bingung lalu berkata dalam hati *Apa mungkin aku salah dengar ya?*
*Ah, tapi tidak mungkin aku sendiri mendengarnya dengan jelas* lanjutnya
Zousei dan Yukimura terheran melihat Kapten mereka yang memasang raut wajah kebingungan, Yukimura pun bertanya kepadanya
"Kapten, ada apa dengan mu? tampaknya kau sedang memikirkan sesuatu" tanya Yukimura wajahnya menghadap ke Kapten
"Tidak ada, aku hanya mengira-ngira kapan hujan ini akan reda" Jawab Kapten yang berbohong kepada Yukimura
"Baiklah, ku harap hujannya tidak berlangsung lama" Yukimura menanggapi jawaban kapten dan berharap agar hujannya cepat reda
Suara gemuruh dari dalam tanah itu semakin lama semakin keras dan Kitsurugi yang mendengarnya seperti suara gemuruh itu berada sangat dekat dengan dirinya
"Drrr..."
"Suara ini lagi" Ucap Kapten dengan wajah pandangannya kedepan kearah tanah
"Hah? ada apa lagi Kapten?" tanya Yukimura
"Yukimura... apa kau tidak mendengarnya? ini sudah sangat jelas dan kurasa ini tepat dibawah kita" Ujar Zousei sambil memasang wajah panik kepada Yukimura
"Ada apa dengan kalian berdua? aku tidak mendengar apapun" Balas Yukimura memasang wajah bingung kepada mereka
Lagi dan lagi suara itu semakin keras dan secara tiba-tiba terjadi gempa kecil di daerah taman bermain itu, semua orang disana merasakannya juga. Akhirnya Yukimura pun mendengar suara gemuruh itu dan mereka berdua bersiap-siap untuk melompat sambil membawa Kapten
"Drrrughhhh..."
Secara tiba-tiba sebuah tanah yang besar sekali berbentuk lancip ujungnya keluar dari dalam tanah yang mereka bertiga pijaki, sontak mereka berdua langsung melompat dan melakukan Fast Teleport disaat sebelumnya sambil membawa Kapten ke tempat yang sedikit jauh dari tempat kejadian. Ujung tanah yang lancip tersebut menembus bagian tengah Bianglala
"Ssffttt" (sfx suara fast teleport)
Mereka berdua mendarat ke tanah sambil merangkul pundak Kapten lalu menurunkannya dengan bersamaan, sementara kursi rodanya hancur akibat tanah tersebut. Beberapa orang yang disekitar area kejadian melihat fenomena tersebut dan kaget
Mereka bertiga terkaget kan oleh hal tersebut dan melihat seberapa besar tanah tersebut
"Yang benar saja, ukurannya sebesar itu jika tadi kita tidak menyelamatkan diri kita bertiga akan mati sementara Kapten tertusuk oleh ujung tanahnya yang lancip itu" Ujar Zousei yang terheran
"Nampaknya masih terdapat musuh di taman bermain ini, tujuan utama mereka adalah membunuh Kapten selagi kondisi saat ini sekarat" Usul Yukimura
Kapten mengingat beberapa kejadian sebelum mereka disini salah satunya saat dokter merawatnya dan memberikan mereka kursi roda secara gratis, lalu ia pun menyimpulkan sesuatu
"Benar, Dokter tadi ikut dalam perencanaan pembunuhan ku ini, dirinya memberikan kursi roda gratis kepada ku agar aku tidak bisa bergerak bebas senantiasa" Usul Kapten kepada mereka berdua
Mereka berdua jadi tersadar dan langsung memahaminya, lalu Kapten melanjutkan pembicaraannya
"Apakah kalian ingat bagaimana lukisan yang di maksudkan oleh Pak Futaro?" tanya Kapten
"Iya, kami mengingatnya" jawab mereka berdua bersamaan sambil mengingat-ingat perkataannya
"Dalam labirin itu, aku melawan makhluk yang hanya memiliki kepala namun tubuhnya berapi" lanjut Kapten
"Aku melawan makhluk yang tubuhnya hanya air" ujar Zousei
"Sedangkan aku melawan makhluk yang tubuhnya hanya tanah" usul Yukimura
"Mungkin yang kalian lawan itu hanyalah tubuh palsunya sedangkan aku melawan tubuh aslinya, menurut ku mereka berdua lah yang menyebabkan ini terjadi" Kapten menarik kesimpulan dari perkataan mereka berdua
Terlihat sesuatu yang bentuk tubuhnya mirip seperti seorang manusia dari tanah lancip tersebut dari arah mereka bertiga yang memiliki dua kepala di bagian kanan dan kirinya
"Tampaknya mereka telah muncul setelah kita bicarakan" kata Zousei dengan wajah serius sambil melihat kearah makhluk tersebut
"Bersiap-siaplah kalian berdua, aku tidak bisa banyak membantu kalian untuk pertarungan kali ini" ujar Kapten menyuruh mereka untuk bersiap-siap
"Baik" jawab mereka bersamaan sambil mengambil posisi untuk menyerang
Makhluk tersebut semakin mendekat kearah mereka bertiga, dia memiliki dua kepala di kanan dan kiri dan juga memiliki tubuh yang dimana setengahnya di bagian kanan adalah tanah dan setengahnya di bagian kiri adalah air, kepala di tubuh kanan adalah air sementara kepala di tubuh kiri adalah tanah
Ada banyak orang yang melihat kejadian tersebut tanpa berkutik sekalipun, lantas Kapten pun dengan tegas dan lantang menyuruh mereka untuk menjauh "Kalian semua yang tidak ada hubungannya segeralah menjauh!! ini bukan sebuah atraksi ataupun pertunjukan!!!" tegas Kapten sambil melihat kearah orang-orang
Lalu orang-orang tadi yang awalnya berkerumunan langsung menjauhi tempat tersebut dengan wajah takut
"Yahh... kalau begini tidak menarik bukan jika tidak ada penontonnya" ujar Makhluk tersebut di kepala kanannya dengan nada bicara yang kurang bersemangat dan suara keras
"Hah... kau pikir ini sebuah pertunjukan?" kata Zousei
"Tentu saja" balas makhluk tersebut dengan kedua kepalanya memasang wajah tersenyum licik
"Tunggu mereka yang mulai menyerang duluan, Zousei" ujar Yukimura kepada Zousei dengan bisik-bisik
..."Prison of water bubble"...
Makhluk di kepala kiri mengucapkan teknik tersebut dengan suara kecil dan suatu gelembung air muncul dari bawah tempat Kapten berdiri lalu mengurungnya didalam sana lalu gelembung tersebut terbang keatas mereka berdua
*Ckk... sialannnn kenapa aku tidak menduga hal ini akan terjadi pada diri ku?!?!* Kapten yang kaget bahwa dirinya yang di incar langsung berbicara kesal dalam hatinya
Zousei dan Yukimura pun membalikkan badan mereka lalu memandang keatas dan melihat Kapten yang sedang terbang di atas mereka berdua di dalam sebuah gelembung air yang besar dan melayang
"Jadi yang mereka incar pertama kali adalah Kapten, bukan menyerang kita....!!" ujar Zousei dengan rasa kesal dan menggertakkan giginya
"Sepertinya kita terlalu berfokus pada dirinya" kata Yukimura sambil memandang keatas
Makhluk tersebut langsung dengan gerakan cepat menyerang kearah mereka disaat lengah
"Dan disaat kalian lengah, ini adalah kesempatan emas bagi kami" ujar Makhluk tersebut dengan dua kepalanya yang berbicara dari arah belakang Zousei dengan menyiapkan sebuah pukulan untuknya menggunakan tangan kanan
Zousei dan Yukimura tidak sadar mereka lengah lalu saat Zousei membalikkan badannya ke depan semula ada sebuah pukulan yang diarahkan ke kepalanya tanpa persiapan, dirinya pun terkena pukulan itu dan terhempas ke belakang karena tidak bisa menahannya
"Dgghhh" (sfx suara pukulan)
"Gahkkk..." suara Zousei yang terhempas ke belakang lalu menabrak pohon
*Cepat sekali gerakannya!!* Yukimura berbalik badan lalu terkejut dengan hal tadi
Setelah selesai memukul, Makhluk itu mengembalikan posisi tangannya semula lalu menghadap kearah Yukimura... Dan secara tiba-tiba kaki kanannya diangkat lalu di hentakkan di tempat ia berdiri membuat sebuah getaran menuju arah Yukimura
Yukimura yang menyadari hal tersebut langsung menggunakan fast teleport ke arah belakang sambil melompat
"Oh rupanya kau tidak lengah lagi seperti rekan mu itu ya" ujar Makhluk itu dengan kepala kirinya
Yukimura tanpa pikir panjang langsung mengambil pistolnya di pinggang sebelah kanannya lalu memegang dengan kedua tangannya dan langsung membidik makhluk tersebut, dan... Yukimura pun menembakkan peluru nya ke arah makhluk tersebut sambil memasang raut wajah seperti terdesak
"Dorrr..."
Sebuah peluru ditembakkan kearah makhluk tersebut lalu Makhluk itu menghalaunya dengan menggunakan tangan kirinya yang hanya air, peluru tersebut pun terjebak didalam tangannya yang berisi air. Makhluk itu langsung membalikkan peluru itu dari tangan kirinya menuju Yukimura dengan kecepatan tinggi 2x lipat dari tembakan Yukimura
"Woshhh..." (sfx suara peluru)
Yukimura pun kaget langsung reflek berpindah tempat dengan cepat menggunakan fast teleportnya agar tidak terkena peluru tersebut, peluru tadi mengenai sebuah wahana lain dan meninggalkan bekas peluru tersebut
*Betul saja perkiraan ku, peluru tak akan mempan jika mengenai sebuah air. aku kaget peluru itu di balikkan kepada ku dengan 2x kecepatannya dari ku, untung saja aku bisa menghindar* Yukimura bergumam dalam hatinya
Kapten bergumam di hati sambil melihat keadaan dibawah dari atas, *Jika seperti ini terus... maka kami tidak akan bisa menang, masing-masing kekuatan Makhluk itu saling bertolakbelakang dengan kekuatan mereka berdua, aku harus cepat-cepat mencari cara agar terbebas dari sini!!*
__ADS_1
"Akan ku beri tau kalian, gelembung itu akan berlangsung selama 30 menit lalu didalamnya akan berisikan air tiap 2 menit kemudian membuat korban yang berada didalamnya menjadi sulit bernafas kemudian mati, setelah gelembung itu membunuh korbannya maka gelembung akan pecah" Makhluk itu memberi tau mereka tentang kekuatannya
"Namun sebelum hal itu, aku akan membunuh kalian dalam waktu 10 menit!!!" sambung Makhluk itu berbicara menggunakan kepala kirinya
Zousei mulai bangkit kembali dari jatuhnya sambil memunculkan cakarnya di kedua tangannya "Jadi begitu ya.. terima kasih telah memberi tau informasi kepada musuh mu" ujar dirinya sambil berjalan menuju ke arah Makhluk itu
Zousei bergerak dengan cepat sambil menggunakan fast teleport kearah Makhluk tersebut lalu muncul dari atasnya sambil mengayunkan kedua tangannya kearah tubuh makhluk itu,
..."Werewolf brutal claw"...
Sambil Zousei mengatakan itu dirinya menyerang tubuh Makhluk itu dari atas dan mengenainya, namun serangan itu tidak berdampak apapun pada tubuh Makhluk itu
*Apa?!?!* Zousei bergumam di hatinya sambil memasang wajah kaget
Makhluk tersebut memasang wajah tersenyum licik di dua kepalanya lalu menyerang Zousei dengan pukulan tangan kanannya dengan kuat dari bawah tubuh Zousei
"Ghakk..."
"Dasar bodoh kau Zousei!!!" ujar Yukimura kepada Zousei dengan nada marah
Zousei sempoyongan dan hendak terjatuh ke tanah lalu Makhluk itu menyerangnya membabi buta dengan pukulan bertubi-tubi dan kemudian tangan kirinya mencekik lehernya dan membawanya keatas
"Gahkkk.... sialan kau!!!" Zousei tercekik dengan rasa kesal
"Hahaha.....!!! Matilah kau manusiaaa!!!!!" ujar Makhluk di kepala kirinya itu sambil mencekik erat Zousei
..."Hakudo 77: Freezing Bullet"...
Yukimura mengucapkan teknik Hakudo sambil membidik tangan kirinya monster itu lalu menembakkannya "Dorr..."
Makhluk tersebut menyadarinya namun menganggap remeh dan hanya membiarkan peluru tersebut mengenai tangan kirinya, lalu.... tangan kiri yang tadinya air berubah menjadi es
"Apa?!?!" dirinya terkaget-kaget karena tangan kirinya berubah menjadi beku
"Sekarang Zousei!!!!" ujar Yukimura memberikan instruksi
Zousei terbebas dari cekikannya lalu menghancurkan tangan kirinya dengan mengayunkan cakar ditangan kanannya, ia pun bebas lalu mendarat di tanah dan mundur kearah Yukimura
"Sialann!!! bagaimana bisa ini terjadi?!?!" ujar Makhluk itu dengan kepala kirinya merasa kesal
"Terima kasih Yukimura" ucap Zousei
"Lain kali jangan asal menyerang dasar bodoh!!" Yukimura memarahi Zousei
"Ckkkk!!! ini tidak bisa di maafkan" Makhluk itu berbicara dengan kepala kirinya sambil kesal dan memulihkan tangan kirinya menjadi air lagi
Sebuah gelembung kecil tiba-tiba muncul di sekitar mereka berdua dalam jumlah banyak
"Zousei, jangan lengah lagi kau!" Yukimura mengingatkan lagi Zousei
"Gelembung-gelembung ini....
1
2
3... (Makhluk itu menghitung untuk meledakkan gelembungnya)
Lari!!!"
"Duarr..." (sfx gelembung meledak)
Zousei menyadari ada sesuatu yang aneh dengan gelembung itu dari awal muncul, sebelum ledakan terjadi Zousei dan Yukimura lari pergi menjauh dari gelembung itu dan benar seperti dugaan Zousei bahwa gelembung itu meledak
"Teruslah berlari!! jangan berhenti!!! gelembung ini akan terus mengejar kita!!" ujar Zousei sambil berlari mengingatkan Yukimura
Dan benar saja banyak gelembung disaat mereka berlari, setiap langkah mereka pasti banyak gelembung yang muncul lalu meledak-ledak
Lalu mereka berdua pun bersembunyi setelah berlari jauh dari Makhluk tersebut, Makhluk itu berjalan dengan perlahan sambil mencari tau posisi mereka
"Aku tak menyangka kau mengetahui teknik ku ini, aku sungguh takjub dengan mu" ujar Makhluk itu dengan kepala kirinya
"Sekarang Zousei!!!" Yukimura berkata lantang dan menyuruh Zousei untuk menyerang
Zousei keluar dari persembunyian dan bertemu langsung dengan Makhluk itu
"Oh? apa yang membuat mu keluar secara terang-terangan begini?" tanya Makhluk itu dengan kepala kanannya
"Siapa yang tau?" tanya balik Zousei dengan tatapan meremehkannya
"Dimana rekan mu satunya lagi?" tanya Makhluk itu dengan kepala kirinya
"Bicara adalah perak, diam adalah emas" jawab Zousei dengan tatapan yang masih sama
Makhluk itu kesal karena tatapan Zousei yang meremehkan mereka, tanpa basa-basi lagi dirinya langsung menyerang Zousei dengan sebuah hentakan kaki kanannya
"Drrr..." suara getaran dari tanah lalu muncul tanah yang berbentuk tajam ujungnya di tempat Zousei berdiri
Zousei yang mengetahui itu langsung melompat ke belakang namun tanah tajam itu bermunculan terus menerus tiap dirinya berpindah tempat
*Serangannya begitu merepotkan, aku jadi kesusahan melawannya* Zousei berbicara dihatinya sambil melompat mundur
"Hahaha tidak ada gunanya bodoh!!!" ujar Makhluk itu sambil tertawa
Disaat Zousei berlompatan terus menerus ke belakang, pada lompatan terakhir dia mengatakan "Oh begitu kah?" dia mengatakan itu sambil menatap Makhluk itu
Bersamaan dengan lompatan terakhir Zousei menggunakan fast teleport menuju kearah belakang Makhluk tersebut, Makhluk tersebut terkaget disaat Zousei menghilang dari hadapannya, tanpa disadarinya Zousei menyerang langsung tubuh kanan dengan kakinya
..."Werewolf Kick!"...
Zousei menendang punggung tubuh kanan Makhluk tersebut dengan tendangan kuat beserta terdapat cakaran, sehingga sepatu yang ia gunakan pun menjadi rusak
"Daghh..."
*Apa?!?!* sontak Makhluk tersebut kaget akan serangan dadakan Zousei
Karena tendangannya yang begitu kuat sehingga tubuh Makhluk itu terhempas tidak jauh dari Zousei lalu terjatuh ke tanah. sebelum Makhluk itu bangun Zousei melakukan Fast teleport kearahnya dan kaki kanannya ia hentakkan ke tubuh tanah makhluk itu lalu tangan kanannya mengambil kepala kiri dari makhluk tersebut dengan tatapan sadis tanpa belas kasih
"Tidak, tidak, tidakkk!!!! jangan!!!" Kepala itu memohon ampun dengan nada ketakutan
Makhluk bertubuh air tak hanya tinggal diam saja, dirinya berusaha bangkit sambil menyerang dengan sebuah jarum besar yang terbuat dari air lalu mengenai badan Zousei yang mengakibatkan luka gores
"Cihh.. mengganggu saja" ujar Zousei kesal
Zousei melakukan Fast teleport kearah lain agar tidak di ganggu, lalu kepala yang ia genggam dengan erat menggunakan tangan kanan lalu menghancurkannya sampai tak bersisa, kemudian tubuh Makhluk tanah itu langsung hancur yang tersisa hanya lah makhluk bertubuh air sendiri
Bersamaan dengan hujan yang semakin deras, Makhluk itu sambil menyerap dan menyatukan tubuhnya bersama air hujan menjadi satu dan bentuk tubuhnya semakin membesar dari sebelumnya lalu ia bangkit dari jatuhnya
"Fiuh... sekarang tubuh mu semakin besar dari sebelumnya ya.." ujar Zousei
"Aku tak akan memaafkan mu, Manusia sialann!!!" Makhluk bertubuh air merasa kesal karena Zousei telah menghancurkan saudaranya (si tanah tadi maksudnya)
"Terserah lah apa yang ingin kau perbuat, ini sudah melebihi 12 menit kita bertarung dan kata mu akan membunuh kami dalam waktu 10 menit, hahaha omong kosong" Zousei mengejek Makhluk itu lagi
"SIALAN KAU!!!" Makhluk itu merasa kesal lagi dan lagi mengeluarkan emosi
"Dorr..."
Yukimura menembakkan pelurunya dengan teknik Hakudo 77 sama seperti tadi, dan tubuh Makhluk itu menjadi es keseluruhan
"Apa?—"
"Lama sekali kau Yukimura" ujar Zousei yang telah lama menunggu
"Yah... susah untuk menghancurkan gelembung itu dengan peluru biasa, membutuhkan waktu banyak maka dari itu aku menyuruh mu untuk mengulur waktu" balas Yukimura
"Ya sudah lah... intinya kedua musuh ini sudah kita habisi" ujar Zousei yang merasa lega
Zousei pun menghancurkan tubuh es makhluk tersebut dengan menggunakan kakinya dengan tendangan yang keras lalu tubuh Makhluk itu hancur
"Hujan ini semakin deras, kita harus berteduh terlebih dahulu" usul dari Kapten
"Yeah... benar, jika begini terus kita akan kedinginan nanti" ujar Zousei
Mereka bertiga pun segera mencari tempat teduh terlebih dahulu, disaat ingin mencari.. mereka dihampiri oleh beberapa staf wahana Mystery Maze untuk meminta maaf dengan adanya gangguan yang terjadi pada mereka bertiga
♦️
Dari tempat paling tinggi di bianglala, ada seseorang yang mengamati mereka bertiga dari atas sana
"Ya ampun... mereka di kalahkan dengan cara payah, namun usaha mereka sudah bagus untuk mengulur waktu" ujar seseorang itu
"Sekarang.... semua orang tidak akan bisa keluar dari tempat bermain ini karena jenaka ku sudah terpasang semua" sambung perkataannya
__ADS_1
Bersambung.....