
"Oh? kalian belum mati ya? tidak kusangka tekad untuk hidup kalian itu sangat besar" ujar roh itu
"Kami belum boleh mati sebelum membunuhmu, kali ini, kami akan serius dibandingkan yang tadi" kata Yon sambil tersenyum
"Oh kalau begitu, buktikanlah kepada ku!" kata dirinya dengan bersemangat
"Baiklah, seperti yang kau minta,"
...[Teknik kabut: kabut tebal berminyak]...
Kabut yang tebal muncul lagi setelah Yon mengucapkan itu, roh itu menganggap dirinya sudah terbiasa dengan itu
"Teknik ini lagi ya? kau tidak memiliki yang lain? dasar payah" ujar roh itu
"Tidak, ini berbeda dari yang tadi, apa kau tidak bisa merasakan baunya?" tanya Yon didalam tebalnya kabut itu
"Apa yang kau maksud? kabut itu tidak memiliki bau..."
"Sepertinya kau yang akan kalah" ujar Yon
...[Teknik api biru: pembakaran]...
"Swurrr..."
Kabut disana seketika berubah menjadi api biru yang mengelilingi roh itu, dengan berubahnya kabut itu menjadi api, dia bisa melihat dimana mereka berada
"Kalian itu bodoh ya? jika kalian tidak merubah ini menjadi api, kalian mungkin tidak akan ketahuan, tapi sekarang aku bisa melihat kalian!" ujar roh itu
Dia mengeluarkan tentakelnya kearah mereka dan menembus api biru yang ada disana, namun tentakelnya terbakar oleh api biru itu
*Apa? tentakelnya terbakar? jadi mereka melakukan ini agar aku tidak bisa menyerang dari dekat dan jauh ya... cukup cerdas juga* ujar dirinya dihatinya
"Sekarang, kau tidak bisa kemana-mana dan kau akan terbakar oleh api itu sampai ke jantungmu itu dan kau mati" kata Yon dari kejauhan
"Oh begitu kah? bagaimana dengan ini,"
Roh itu mengepalkan tangan kanannya lalu meninju kedepan menggunakan tangan kanannya, tinjuan itu menghasilkan sebuah angin yang besar sehingga membuat api biru di depannya padam, seketika Yon pun terkejut akan hal itu
*Apa?! dia bisa menghilangkan api itu hanya dengan angin hasil dari tinjuannya itu?!* kejut Yon dihatinya
"Ini semakin menarik saja!" ujar Izami dengan wajah yang semangat
...[Teknik kabut: kabut tebal]...
Yon mengeluarkan kabut tebal itu lagi, lalu mereka berlari kearah kabut itu, rob itu melihat mereka yang sedang berlari
"Hahahaha... jangan pikir kau bisa mengelabui lagi, manusia!!" kata roh itu
Dia mengeluarkan tentakelnya dan menghilangkan kabut itu dengan tentakelnya, kabut pun hilang. Yon berada di belakang tubuh roh itu dan memukulinya dengan keras, roh itu berbalik badan dia langsung menghajar Yon
Yon pun menghindari pukulan itu, Izami datang dari arah belakang roh itu dan dia melompat, Izami mengayunkan pedangnya ke arah kepala roh itu namun tentakelnya menutupi kepala itu
"Kau pikir aku akan lengah?" ujar roh itu sambil menoleh melihat Izami
"Ya, tentu saja"
"Jrshh..."
__ADS_1
Tangan kanan Yon menusuk bagian dadanya lalu memajukan tangannya lagi hingga menusuk jantungnya, roh itu terkejut dengan itu. dia langsung muntah darah
Yon menarik tangan kanannya kembali dan Izami mendarat dengan aman, dia mengeluarkan darah yang banyak sampai darah itu mengenai bajunya Yon
"Ya ampun, padahal ini baru tadi sore aku memakainya tapi langsung kotor begini" ujar Yon
Roh itu berhenti mengeluarkan darah, anehnya dia tidak lenyap atau mati. sebuah tentakel hitam menyelimuti seluruh bagian tubuh hingga kepalanya
"Oi, apa-apaan itu? kenapa tubuhnya diselimuti oleh tentakel hitam itu?!" tanya Yon sambil terkejut
"Ya ampun, tidak kusangka si otot ini akan kalah hanya dengan dua manusia saja, padahal sudah ku pinjami Kekuatan ku tapi kalah" terdengar sebuah suara berasal dari tubuh roh itu
*Suara ini berbeda dari yang tadi, siapa dia? suara itu mengatakan bahwa dia meminjamkan kekuatannya ke roh itu* kata Yon dihatinya
"Jadi begitu, tentakel itu adalah milikmu ya, pantas saja kenapa tentakel itu bisa melindungi kepalanya sampai-sampai pedangku ini hampir patah" ujar Izami sambil melihat pedangnya yang hampir patah
"Kau pintar juga, tapi dengan mengetahui itu kau mau apa? menyerang ku langsung?" ujar suara itu
"Izami, maksudmu mereka ini adalah 2 roh yang berbeda?" tanya Yon
"Ya, tentakel itu hanya bereaksi dengan tangan roh berotot itu, tapi saat aku mau menyerang kepalanya tentakel itu melindungi kepala itu tanpa gerakan tangan roh berotot, maka dari itu aku menyimpulkan bahwa ada dua roh dan mereka saling mendukung satu sama lain" jawab Izami
"Sudah selesai obrolannya? jika sudah, maka ayo kita mulai saja!" kata suara itu
Roh itu menghilang dari tempatnya berdiri lalu muncul di depan persis mereka berdua, dia akan memukul Yon dengan tangannya yang diselimuti oleh tentakel
...[Pelepasan batas: Ilusi kabut]...
Sebelum Yon terkena serangan itu, dirinya mengeluarkan tekniknya untuk melindungi mereka berdua, sebuah kabut tebal muncul lagi. di mata roh itu, dia melihat sebuah meteor yang akan jatuh di atas langit dan tempat itu berubah menjadi luas
"Oi Yon, apa itu tadi? pelepasan batas?" tanya Izami
"Ya, itu adalah pelepasan batas versi ku, dimana pertama-tama kabut itu muncul di hadapan musuh lalu kabut itu akan berubah menjadi sebuah ilusi yang seperti nyata, musuh yang melihat itu akan mengira bahwa itu nyata. karena mengira itu nyata, dia akan terjebak disana terus menerus sampai tidak bisa kembali, walaupun tubuhnya di dunia nyata tidak bergerak namun di dunia ilusi dia bergerak" jawab Yon sambil menjelaskannya
"Oh, hebat juga kau, bisa menguasai pelepasan batas itu" ujar Izami sambil memujinya
"Bagaimana dengan mu? kau sudah bisa?" tanya Yon
"Belum, untuk menguasai itu sangatlah susah" jawab Izami
"Oh, jadi aku lebih hebat dari adiknya Privaron Guard ya, ahahaha..." ujar Yon sambil ketawa
"Sudahlah"
Beberapa saat mereka menyudahi percakapan itu, Yon mengamati dan melihat tubuh roh itu, tubuhnya seperti bergerak sedikit. itu membuat Yon terkejut, dia melihatnya dengan teliti dan tubuh itu bergerak
*Sialan! kenapa cepat sekali dia menyadarinya?! ku kira ini akan menjadi lama, aku harus menyuruh Izami untuk bersiap-siap*
"Izami! bersiaplah, sebentar lagi dia akan sadar dan langsung menyerang kita, sebelum itu kau harus membunuhnya!" Yon meminta Izami untuk membunuh roh itu secepat mungkin
Izami pun langsung berlari menuju roh itu dengan cepat sambil memegang pedangnya dengan satu tangan, setelah berada di dekatnya dia melompat lalu mengayunkan pedangnya ke kepalanya, namun tentakel itu melindungi kepala itu lagi, dia mencoba untuk menembusnya namun tidak bisa karena keras tentakel itu seperti besi dan batu bersatu. diwaktu yang sama, roh itu sudah sadar lalu menoleh kebelakang dan melihat Izami, dia menatap Izami dengan wajah menyeramkan.
Izami pun kaget lalu dia mendarat dan akan langsung melompat mundur, sebelum mendarat dia sudah di pukul perutnya oleh roh itu dengan kepalan tangannya, Izami terhempas hingga pintu gerbong hancur. Yon yang melihat itu, dia langsung tercengang ketakutan
*Sial, saking tercengangnya aku, tubuhku sampai tidak mau bergerak* ujar Yon dihatinya sambil tubuhnya tidak bisa bergerak
Yon tidak bisa menggerakkan tubuhnya, dia hanya berdiam diri hingga roh itu datang di hadapannya
__ADS_1
"Apa kau yang menggunakan teknik tadi itu?" tanya dirinya
Yon tidak menjawabi pertanyaannya karena tubuhnya yang tidak bisa bergerak
"Jadi begitu, karena saking tercengangnya kau sampai tidak bisa bergerak ya, baiklah aku akan memukul mu" ujar roh itu
Roh itu mengepalkan tangannya lalu hendak memukulnya, sebelum dipukul, Izami datang dengan aura membunuh yang sangat kuat dengan memegang pedang yang diselimuti oleh api biru dari arah samping, Izami hendak menebas bagian tubuh roh itu menjadi dua dari bagian samping. namun tentakel itu masih melindungi tubuh itu, alhasil pedang Izami pun patah dan tinggal setengah bagian saja,
*Sialan, pedang ku itu!!* kata Izami dihatinya dengan perasaan kesal
Izami pun tertangkap oleh tentakel itu, lalu mengangkatnya keatas dan menghantamkannya ke dinding kereta
"SIALAN!!!" keluh Izami sambil berteriak keras saat di tangkap oleh tentakel itu
Roh itu langsung memukul Yon dengan tangannya dengan pukulan yang keras berkali-kali, Yon hanya terdiam saja dan mengeluarkan darah, tubuhnya masih tidak bisa bergerak. sambil memukul Yon, roh itu berbicara kepada Yon tentang saat dirinya di sana
"Apa kau tahu rasanya dijebak oleh teknik mu itu hah?! gara-gara kau aku hampir tidak bisa keluar dari sana!! jika saja saat itu aku menganggap itu nyata maka aku mungkin tidak akan pernah kembali!!" ujar roh itu sambil memukul Yon dengan keras
*Oh jadi begitu... aku memang berniat begitu, tapi kau malah menyadari itu adalah ilusi dengan cepat sebelum 10 menit* kata Yon dihatinya sambil mengerti apa yang dibicarakan roh itu
"GERAKAN TUBUHMU BODOH!!! KAU MAU MATI TIDAK BISA BERGERAK, LALU TERUS DI PUKUL OLEH DIA HAH?!!, JIKA TIDAK MAU BANGKIT LAH!!! JANGAN TERDIAM DIRI SEPERTI MAU MATI SAJA!" ujar Izami dengan kencang saat dirinya di tangkap tentakel
Karena suara Izami mengganggu roh itu, dia langsung mempererat tentakel itu seperti halnya mencekik leher, suara Izami terdengar oleh Yon tapi dia masih tetap tidak bisa bergerak
*Sial, tubuhku tidak bisa ku gerakkan, jika aku masih tetap begini. bisa-bisa aku mati!* ujar Yon dihatinya
Roh itu terus-menerus memukul tubuh Yon, Yon yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya pun pasrah, lalu dia berpikir lagi cara untuk membuat tubuhnya bergerak
*Jika tubuhku tidak bisa bergerak karena tercengang ketakutan yang berarti ada hal yang ku takutkan hingga aku jadi begitu, tapi masalahnya apa itu.... apa mungkin aku takut karena teknik pelepasan batas ku tidak mempan kepada dia? tidak, ternyata yang ku takutkan hanyalah kematian, memang bagi semua orang kematian itu menakutkan, tapi kata kapten kami harus berani mempertaruhkan nyawa. kematian bukanlah hal yang harus ditakutkan, jika kau takut akan kematian maka itu akan terasa sakit jika kau akan mati. namun jika kau tidak takut dengan kematian maka saat kau akan mati kau akan terasa biasa-biasa saja, yosh karena sudah tau penyebabnya, ini giliran ku tuk menyelamatkan dia* kata Yon di hatinya
Karena sudah tau penyebabnya, Yon akhirnya bisa menggerakkan tubuhnya lagi, namun masalahnya dia harus terbebas dari roh itu sebentar,
...[Teknik kabut: tipu muslihat kabut]...
Yon menggunakan teknik itu lagi untuk bebas dari dirinya namun, roh itu sudah bisa mengatasi teknik itu. saat roh itu sudah selesai mengatasinya mereka berdua sudah terbebas dari dirinya
"Oh, kalian sudah bebas ya, mengagumkan" ujar roh itu sambil tepuk tangan
"Baiklah, dengan begini kita bisa bertarung lagi" ujar Yon
"Ahahaha... sepertinya ini akan menjadi satu lawan dua ya... satu musuh dengan dua tubuh" ujar roh itu dengan tertawa
"Kata siapa kau? ini adalah tubuhku sendiri, Ikarai!!" ujar suara yang berada ditubuh roh itu
"Oh, kau sudah bangun ya? Motsuki" ujar Ikarai
"Tentu saja, sekarang kembalikan tubuhku itu padaku!" pinta Motsuki
"Baik-baik, jantung mu sudah kembali normal kan?" tanya Ikarai
"Iya, sudah, ini berkat mu" jawab Motsuki
Yon dan Izami yang mendengar percakapan mereka berdua langsung terkejut
*Roh satunya sudah bangkit, tapi... jantungnya kembali normal?!* tanya mereka dihatinya sambil terkejut
Bersambung.......
__ADS_1