Evil Spirit Hunter

Evil Spirit Hunter
Chapter 26 Pertarungan terakhir melawan Motsuki


__ADS_3

"Yon, kau benar sudah menusuk jantungnya dengan tanganmu bukan?" tanya Izami dengan wajahnya yang tercengang ketakutan


"Sudah, aku sangat yakin sekali bahwa aku sudah menusuk jantungnya" jawab Yon dengan wajahnya yang tercengang ketakutan juga


Yon dan Izami melihat roh itu dengan wajahnya yang tercengang ketakutan, setelah kedua roh itu saling berbicara, Ikarai keluar dari tubuh Motsuki beserta tentakel-tentakelnya. Ikarai yang sudah keluar dari tubuhnya Motsuki memiliki tubuh dan kepalanya yang berambut tentakel hitam


"Fiuh... padahal aku ingin mengendalikan tubuhmu lebih lama lagi, tapi kaunya sudah bangun" ujar Ikarai


"Kau kan punya tubuh sendiri, jadi pakailah tubuhmu itu, jangan pakai tubuh roh lain" kata Motsuki dengan tegas


"Oh ya, omong-omong sepertinya musuh kita ini sudah kehabisan kekuatan" ujar Ikarai kepada Motsuki


"Oh begitukah? jika benar maka ini akan menjadi mudah" kata Motsuki sambil melihat kearah Yon dan Izami


"Ha? kau bilang kami kehabisan kekuatan? kau belum tau rasanya jika aku sudah serius" ujar Izami yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka


"Bukannya itu benar? lihat saja pedang mu itu, pedang itu sudah patah dan hanya tinggal sebagiannya saja" ujar Ikarai sambil melihat pedang Izami yang patah


"Pedang ku memang sudah patah di hadapan kalian, namun di hadapan ku, pedang ini masih utuh" jawab Izami dengan percaya diri


...[Teknik api biru: pedang api biru]...


Pedang patah Izami menjadi utuh berkat api birunya yang membentuk setengah dari pedangnya itu, pedang itu sekarang menjadi setengah api biru setengah besi. dua roh yang melihat itu terkejut


"Ah... jadi begitu, kau menjadikan kekuatan mu itu untuk pedang mu yang patah, atasnya menjadi api sedangkan bawahnya besi. menarik.." ujar Ikarai sambil melihat pedangnya Izami


"Sudah cukup obrolan ini, jika terus di lanjut kapan kita akan mulai bertarung?" tanya Motsuki sambil menyuruh berhenti


"Kau benar, kita tidak akan mulai jika begini terus" ujar Ikarai


"Motsuki, biar kau yang menyerang mereka dari dekat sementara aku, menyerang mereka dari jarak jauh" sambung kata Ikarai


"Baiklah, apa kau akan meminjamiku kekuatan tentakel mu itu lagi?" tanya Motsuki


"Tidak, kau tidak bisa menggunakan kekuatan ini dengan benar, kau juga kalah melawan keroco seperti mereka itu" jawab Ikarai dengan menolaknya


"Hei Izami, kau yang menghadapi dia saja, sementara aku akan mendukung mu dari kejauhan" ujar Yon sambil menyuruh Izami


"Hmmm baiklah, jangan membuatku kecewa" jawab Izami dengan menyetujuinya


"Baiklah, kau harus berhati-hati dengan roh pengguna tentakel di bandingkan roh berotot, meskipun roh berotot adalah lawan mu, tapi kau harus memperhatikan pengguna tentakel. karena, tentakelnya itu bisa menyerang mu dari jarak jauh, dia unggul dalam pertarungan jarak jauh dan lemah dalam pertarungan jarak dekat." ujar Yon


"Sedangkan yang berotot unggul dalam pertarungan jarak dekat dan lemah dalam pertarungan jarak jauh. mereka saling mendukung satu sama lain, jika di dalam sebuah game, pengguna tentakel itu adalah supporter atau pendukung sedangkan yang berotot attacker atau penyerang. di dalam sebuah game, kau harus lebih memperhatikan gerak-gerik sang supporter bukanlah attacker, karena supporter bisa melakukan apa yang tidak bisa di lakukan attacker. jika kita kalahkan supporter dulu maka sang attacker hanya bisa melakukan apa yang dia bisa saja. di dalam sebuah party, supporter itu seperti inti dari tim itu." sambung kata Yon


"Baiklah, intinya kita hanya perlu mengalahkan supporter dulu dibandingkan attacker dulu kan?" ujar Izami sambil mengerti dan bertanya


"Ya, dan kemungkinan juga, pengguna tentakel sudah tau bahwa dirinya yang akan diincar duluan maka yang berotot akan melindungi pengguna tentakel" jawab Yon


"Oi, bisakah kau menyebut mereka dengan namanya?"


Setelah selesai menyusun rencana satu sama lain, Izami dan Motsuki maju ke depan sementara Yon dan Ikarai berada di belakang mereka. tanpa aba-aba, Izami langsung berlari kearah Motsuki sambil membawa pedangnya lalu dia menghilang dan muncul di arah samping tubuh Motsuki dengan wajah benci. saat dia hendak melukai tubuh Motsuki, Ikarai menghalangi Izami dengan tentakelnya dari bawah dengan cepat, Izami sudah menduganya diapun langsung menebas itu.

__ADS_1


Ikarai terkejut akan hal itu,


*Dia mengetahui letak tentakel ku? padahal aku sudah menyembunyikannya secara diam-diam* ujar Ikarai dengan terkejut dihatinya


...[Perluasan area]...


Area disana tiba-tiba menjadi luas, mereka yang berada disana tidak menyadari itu. area tersebut luas karena ulahnya roh inti


Motsuki yang melihat itu, dia langsung menyerang Izami dengan pukulannya kearah bawah sambil membelokkan badannya kearahnya. Izami tau akan serangan dadakan itu, dia langsung menghilang dan muncul kembali diarah samping Motsuki dengan posisi terbang, Motsuki menolehkan kepalanya ke samping dan terkejut. Izami langsung mengayunkan pedangnya sambil mengucapkan tekniknya


...[Teknik pedang api biru: true flame slash]...


Pedangnya hendak melukai wajah Motsuki, namun Motsuki membalikkan badan dengan cepat kearahnya dan langsung memukulnya. ternyata dirinya memukul hanya bayangan bukan lah Izami, dia langsung bingung dan melihat kebelakang. di belakang muncul Izami didepan hadapan Ikarai, Ikarai terkejut dan melindungi dirinya dengan tentakelnya namun tentakelnya terbakar oleh api Izami


Izami langsung mundur menjauh dari Ikarai, setelah cukup jauh darinya dia berposisi seperti saat dia mengeluarkan teknik itu kepada Mack di kereta, posisinya adalah kedua tangan menggenggam erat pedang itu lalu diangkat keatas bahu bagian kiri dengan wajah benci lalu dia menghentakkan kakinya kebawah dengan keras sehingga menimbulkan angin kencang sambil memejamkan kedua matanya, kemudian ia mengucapkan tekniknya,


...[Teknik api biru: tusukan api biru]...


Dia memajukan pedangnya secara perlahan sembari mengucapkan itu. setelah selesai mengucapkan, ia memajukan pedangnya kedepan dengan kedua tangannya kearah Ikarai dengan sangat kencang seperti menusuk dari kejauhan. Ikarai pun terkena serangan itu, bagian dadanya berlubang dan juga jantungnya musnah akibat serangan Izami


Sebelum Ikarai menjadi sebuah partikel kecil-kecil, Motsuki berlari kearahnya sesampainya di sana, sebagian dari tubuh Ikarai melompat ke tubuh Motsuki dan bersatu dengan tubuhnya. tubuh Motsuki diselimuti oleh tentakel-tentakel itu, tentakel tersebut membuat dirinya menjadi semakin kuat. dia berteriak dengan suara keras dan langsung berlari kearah Izami untuk membalaskan kematian Ikarai. dia memukul Izami dengan keras namun yang dia pukul hanyalah bayangan.


...[Perluasan teknik: Medan kabut]...


Area yang luas tersebut langsung diselimuti oleh kabut yang tebal, namun Motsuki bisa menghilangkan kabut itu dengan menggunakan tentakel Ikarai, walaupun bisa dihilangkan namun kabut itu muncul lagi dan lagi sehingga membuat Motsuki kebingungan dan kesal


"Sialan kalian manusia!!!!! beraninya kalian, beraninya kalian membunuh rekan ku!!! aku tidak akan memaafkan kalian!!!" Motsuki berteriak keras sambil mengancam mereka


Dia melihat Izami dimana-mana dalam jumlah banyak, itu membuat dirinya kesal dia langsung memukul mereka tanpa pikir panjang. dia pun kewalahan


"Hah.. hah... hah..."


"Dimana... dimana kalian hah?! aku... aku pasti akan..... membunuh kalian!!" ujar Motsuki dengan nafasnya terengah-engah


"Kau ingin membunuh kami? bagaimana caramu membunuh kami jika menemukan kami saja tidak bisa" suara Yon di tebalnya kabut


"Tentu saja aku bisa" jawab Motsuki dengan tersenyum


Motsuki mengeluarkan tentakelnya dari tubuhnya ke semua arah dan dia menggunakan itu untuk menemukan keberadaan mereka, tentakel itu menelusuri semua arah di tebalnya kabut. hingga ada satu dari tentakel tersebut menemukan keberadaan mereka, Motsuki langsung berlari kearah tentakel tersebut dan sesampainya dia disambut dengan Izami yang sudah bersiap untuk menyerang


...[Teknik api biru: tebasan api biru vertikal ke bawah]...


Izami mengayunkan pedangnya sesaat Motsuki berada didekatnya, ia berhasil mengenai bagian dada dan perut namun bagian tersebut sudah di lindungi oleh tentakel yang keras


*Ini..!!! sangat keras... jika saja pedang besi ku di buat lagi pasti kali ini akan patah lagi, tubuhnya saja sudah keras apalagi ditambah tentakelnya yang keras juga seperti ini* ujar Izami di hatinya


Izami terus mencoba untuk menembus tentakel itu,


"Hyaaakkk!!!"


Dia terus berusaha, namun Motsuki tanpa pikir panjang dan menunggu dia langsung memukul Izami dengan tangan yang diselimuti oleh tentakel tersebut, Izami terpental lumayan jauh ke sebuah tembok. disana Motsuki juga menemukan Yon, dia di perlakukan sama oleh Izami

__ADS_1


Izami mencoba bergerak dari tembok tersebut, Motsuki dengan cepat menghampirinya sehingga membuat Izami tidak bisa bergerak. dia langsung memukulnya berkali-kali dengan tangan tentakelnya, Izami mengeluarkan darah sembari di pukuli


"Ghakkk!!!"


Setelah Motsuki memukul Izami, dia langsung berpindah ke Yon. dia melakukan hal yang sama seperti Izami, Yon saat itu dalam keadaan tidak sadar. dia mengeluarkan darah yang banyak sehingga membuat Yon terbangun


"Ghakk!! huakkk!!"


Tubuh Izami sempoyongan dan tubuhnya hampir roboh namun dia menahannya, dengan luka yang parah tersebut, dia mengatakan sesuatu dengan suara yang lantang dan keras


"Kakak!!! lihat lah aku!!! aku ini lemah, aku tidak sekuat dirimu,,, maka dari itu aku akan menjadi kuat dan akan segara melampaui mu!!!" ujar Izami dengan suara yang lantang dan keras sambil menyebut kakaknya


Mereka berdua bingung apa yang Izami katakan, terutama Motsuki. setelah mengatakan itu, Izami membalikkan pedangnya dan membawanya keatas lalu menusukkannya kebagian dada dan jantung seperti bunuh diri. Motsuki mengira bahwa Izami bunuh diri, namun Yon tidak berpikir seperti itu


*Ah.. jangan bilang kau akan menggunakan itu, kau itu belum terbiasa menggunakan itu Lo, jangan salah kan aku jika kau terluka parah* ujar Yon dihatinya dengan senang dan tersenyum


...[Teknik pedang api biru: pertukaran jiwa senjata, blue Ifrit]...


Tubuh Izami terbakar oleh api biru namun dirinya aman, seluruh tubuhnya diselimuti oleh api biru yang besar dan juga warna matanya yang tadinya hitam menjadi biru dan rambutnya berubah menjadi berantakan. tanpa pikir panjang dia berlari dengan cepat kearah Motsuki sambil membawa pedangnya dia mengayunkan pedangnya keatas kebawah kearah Motsuki namun Motsuki dengan cepat menghindarinya,


Mereka melakukan itu terus menerus hingga akhirnya Izami berhenti sejenak, dia mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. dia menghilang dari pandangan Motsuki dan muncul dihadapan Motsuki dari tiga arah. dia kebingungan dengan itu lalu muncul lagi Izami yang datang menyerangnya. Motsuki berhasil menahan semuanya


*Cih, darimana datangnya mereka ini? kenapa ada banyak? apa manusia yang ada disana menggunakan tekniknya? tidak, seharusnya tidak mungkin, dia sudah terluka parah dan kemungkinan kecilnya dia akan mati. lalu kenapa dia menjadi ada banyak? dia berubah menjadi aneh sejak dia menusukkan pedangnya ke bagian dada dan jantungnya* ujar Motsuki di hatinya dengan kebingungan


Izami yang asli datang dari arah belakang Motsuki dengan wajah benci, Motsuki tidak menyadari hal tersebut, bagian jantungnya Motsuki langsung ditusuk dengan pedang berapi birunya Izami hingga menembus tentakel yang keras tersebut, Izami tidak mencabut pedangnya dari jantungnya tapi malah dia diamkan,


"Ghakkk!!"


Motsuki baru menyadari hal tersebut, pedangnya Izami sampai menembus bagian dada depan, Motsuki menoleh kebelakang dan dia langsung terkejut


*Apa?! dia berada di belakangku?! seharusnya aku menyadari hal tersebut, tapi... kenapa aku tidak bisa menyadarinya?* ujar Motsuki dihatinya dengan kebingungan


Yon yang sudah lumayan sembuh berjalan kearah Motsuki dan dia menjawab pertanyaannya yang dia tanyakan dihatinya


"Biar ku jelaskan, mengapa dia bisa begitu dan juga mengapa kau tidak dapat menyadarinya. yang pertama, alasan mengapa dia berubah menjadi aneh adalah: dia membuat kontrak langsung dengan roh yang merupakan kekuatannya sendiri, ada berbagai cara untuk membuat kontrak tersebut dan salah satu caranya adalah bunuh diri menggunakan senjata yang dia miliki. saat kau membuat kontrak maka jiwa mu akan bertukar dengan roh yang menjadi kekuatan mu dan dia akan menguasai tubuhmu selama beberapa menit dan kemungkinan besar akan sulit di kendalikan," jawab Yon sambil menjelaskannya


"Alasan mengapa kau tidak bisa merasakan hawa keberadaannya adalah: karena dia kuat melebihi diri mu, seorang roh hanya bisa merasakan hawa keberadaan musuh yang lemah bukanlah yang kuat, jika kau berhadapan dengan tingkat tinggi ataupun misterius maka kau tidak bisa mendeteksi hawa keberadaan mereka justru jika kau melakukan hal itu maka kau sama saja dengan bunuh diri." sambung kata Yon sambil menjelaskannya


"Oh, jadi begitu... tidak kusangka aku akan menghadapi makhluk yang lebih kuat dari ku. sepertinya aku yang kalah" ujar Motsuki sambil dirinya menjadi sebuah partikel kecil-kecil


Setelah beberapa saat Yon menjelaskan, Izami kembali menjadi normal. Yon bertanya kepadanya


"Apa kau tidak apa-apa? kau tidak lepas kendali bukan?"


"Tidak, ku kira aku akan menjadi saat itu lagi"


"Oh, syukurlah kalau begitu"


"Kita harus ke tempat yang lainnya atau langsung pulang?" tanya Izami


"Kita kesana saja" jawab Yon

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2