
Lisa sedikit kesusahan memapah tubuh Alvano ke kamarnya, apalagi pemuda ini terus saja menolak papahan Lisa. Meskipun begitu Lisa berhasil membaringkan Alvano pada ranjang kebesaran pemuda itu. Lisa sedikit mengambil napas sebelum membenarkan letak tubuh Alvano yang terlungkup.
"Jangan sentuh gue!" tolak Alvano menepis tangan Lisa yang hendak membalik tubuhnya.
Lisa yang tidak kehabisan akal menarik paksa agar tubuh Alvano terlentang, namun saat tubuh Alvano sudah terlentang pemuda itu malah menduduki tubuhnya membuat Lisa otomatis memundurkan dirinya supaya tidak bertabrakan dengan tubuh Alvano.
"Kakak mau ngapain?!" tanya Lisa panik ketika Alvano membuka kancing kemeja putihnya sedikit kesusahan. Lisa menghentikan tangan Alvano yang semakin membuka kancing kemeja makin banyak.
Semakin Lisa melarang makan semakin cepat Alvano menanggalkan kemejanya, lihat tinggal satu butir kancing kemejanya tersisa. Setelah kemejanya terbuka Alvano
membuang pakaian itu sembarangan arah.
"Eh ... sumpah, demi apapun jangan, Kak!" cemas Lisa saat Alvano berali hendak menanggalkan gaspernya. Lisa dengan cepat menggenggam punggung tangan Alvano yang sedang memegang gasper pemuda itu.
"Please, jangan!" mohon Lisa menatap Alvano dengan puppy eyesnya, entah Alvano akan luluh atas permohonan Lisa. Mungkin saja tidak, melihat Alvano terlalu mabuk tidak mungkin jurus Lisa berhasil.
Hap ...!
"Kenapa? Kenapa aku tidak boleh melakukannya?!" tanya Alvano entah sadar atau hanya mengigau saja.
Lisa terpana, baru kali ini Alvano berbicara dengannya tidak memakai kata 'Gue, lo' dan nada bicara Alvano terdengar lembut dan seksi menurut Lisa.
__ADS_1
Tang ...
Saat itu juga kancing gasper Alvano sudah terlepas, Lisa yang menyadari dengan gerakan refleks membalik dan menggengam tangan Alvano.
Lisa menarik napas sabar. "Kak, Al. Jangan yah, please," mohon Lisa bersuara selembut mungkin pada Alvano.
Namun, namanya Alvano tentu saja susah dibilangin, Alvano malah ingin melanjutkan melepas gespernya dari pinggang.
"Kak ...."
"Oke, oke! Lu siapa sih?! Berani bangat ngatur-ngatur gue!" kesal Alvano hendak turun dari ranjang. Soalnya ....
Tubuh Alvano ambruk ke lantai, Lisa yang melihat mengeleng-gelengkan kepala tidak habis pikir dengan Alvano ini. Susah sekali dibilangin, seperti berbicara sama batu saja Lisa sekarang. Lisa bangun lalu membantu Alvano kembali naik keatas ranjang.
"Nah, makanya jangan keras kepala kalau dibilang," omel Lisa membaringkan tubuh Alvano kembali.
"Badan gue panas," sangga Alvano menarik turun selimut yang Lisa tarik sampai lehernya. Alvano tampak tidak nyaman, badannya terasa panas dan perutnya terasa mual.
Huek!
Alvano kembali menduduki tubuhnya, untuk memuntahkan isi perut yang terasa tidak enak. Lisa tercengang melihat cairan putih sudah berhamburan mengenai selimut hitam Alvano.
__ADS_1
"Kak Al, kenapa muntah sembarangan sih?!" kesal Lisa, sedangkan Alvano malah membaringkan tubuhnya tanpa dosa.
Lisa menarik selimut itu dengan kesal, berjalan ke lemari pemuda itu untuk mengambil selimut cadangan.
Setelah mendapat satu selimut yang juga berwarna hitam Lisa membawanya kembali ke ranjang. Lisa melihat bekas muntah Alvano mengenai tubuh laki-laki itu, setelah meletakan selimut di bawah kaki Alvano Lisa melangkah keluar.
5 menit Lisa kembali dengan mangkuk berisi kompres, Lisa akan membersihkan tubuh Alvano yang terkena muntahan.
"Nyusahin aja jadi, cowok," gerutu Lisa duduk di samping Alvano.
Lisa dengan telaten mengelap tubuh Alvano, sesekali dia memandang ke arah pemuda itu.
Ia tersenyum melihat Alvano yang mulai tertidur. "Kalau sedang begini nggak kelihatan dinginnya, lain lagi kalau udah bangun kutub selatan saja kalah dingin sama Kakak," kata Lisa menyelisik permukaan wajah Alvano.
Tangan Lisa menggengam tangan Alvano, Lisa mengelap tangan berurat itu dengan hati-hati takut Alvano terbangun. Begitu juga pada tangan yang satunya, Lisa sangat berhati-hati. Setelah Lisa selesai membersihkan tubuh Alvano, Lisa memasukan kain lap ke dalam mangkok.
"Selamat malam cowok dingin," kata Lisa lalu beranjak pergi dari Alvano.
Clek!
Lisa mematikan lampu kamar Alvano, sekarang hanya lampu di meja samping Alvano yang menyala. Setelah memastikan semua beres Lisa menutup pintu kamar itu sepelan mungkin.
__ADS_1