
Byar!
Valen turun dengan kue di tangannya, di sampingnya ada Alvano yang berjalan malas-malasan ke bawah. Valen berjalan ke arah mereka, setelah sampai Valen berdiri di depan Albani, Albani nampak kaget dengan kedatangan Alvano dan mamanya.
Alvano menusuk balon yang mereka lewati, mungkin saja Alvano gabut. Jadi bunyi tadi itu ulah pemuda itu.
"Yeyeye, happy birthday Bang Bani ...," ujar Lisa yang berada di samping Albani dan Queen, Lisa ikut gabung dengan Valen dan Alvano.
"Ini maksudnya apaan?" tanya Albani dengan raut binggung bin polos, Lisa dan Valen tampak saling lirik kemudian terkekeh melihat kebingungan dari Albani.
"Gini loh Bang, Lisa sengaja ngajak Bang Bani keluar kerena kita mau kasih kejutan buang Bang," jelas Lisa dengan raut senang, Bani nampak mengangguk-angguk paham. Valen mendekatkan Queen yang di atasnya ada lilin dengan angka 19.
Valen juga ikut tersenyum pada Albani. "Kenapa cuma diam? Ayok tiup lilinnya sebelum mati!" suruh Valen mendekatkan lilin itu pada Albani.
Albani yang masih binggung dengan raut bertanya-tanya secara perlahan meniup lilin itu, sekali tiup lilin tersebut pada dengan sempurna. Semuanya bertepuk tangan, lain dengan Queen yang menatap kejadian tersebut dengan raut sulit diartikan.
Setelah selesai tiup lilin tibalah pada acara potong kue, Lisa menyodorkan piring kecil dan pisau berserta sendok. Albani memotong kue lalu meletakan pada piring yang Lisa berikan padanya.
"Potongan pertama buat mamaku tercinta," kata Albani memberikan potongan pertamanya pada Valen.
Sekarang potongan kedua akan Albani kasih buat siapa? Siapakah orang spesial yang akan menerima potongan itu?!
__ADS_1
"Potongan kedua Bani persembahkan buat Adek Abang yang paling ngeselin, paling keras kepala dan paling Bani sayang ...."
Albani menjedah ucapannya sebentar, Queen yang mendengar perkataan yang diucapkan Albani terasa berbunga-bunga, tadi Queen merasa sedih kerena mereka tidak memberi tahu Queen.
Sekarang Queen tahu mengapa Valen sang Mama dan Alvano Abangnya tidak memberi tahu Queen mungkin kerena kejutan ini?!
Mungkin saja dia yang sedang dikerjai sekarang, pasalnya cuma Queen yang tidak diberi tahu, bisa jadi itu cuma taktik mereka. Queen semakin tersenyum senang, tangannya sudah terangkat siap menerima kue dari Albani.
Namun, Albani melewatinya dan berjalan ke arah Lisa. Laki-laki itu menyodorkan kuenya pada Lisa, dan diterima dengan senang hati oleh gadis itu. Queen langsung menurunkan tangannya, lalu memasang senyum manisnya.
Lisa tampak pura-pura cemberut. "Is, Bang Bani! Lisa nggak gitu, yah," kata Lisa protes dengan apa yang dibilang Albani.
Ah, mungkin setelah Lisa giliran Queen, Queen tetap bersabar menunggu gilirannya. Sampai pemotongan ketiga tetap saja bukan bagian Queen, Albani memberikan potongan ketiga itu pada Albani.
"Nih buat loh!" Albani mengulurkan satu piring buat Queen, Queen melirik piring yang disodorkan Albani.
Seketika senyum Queen langsung mereka, dengan cepat ia mengambil piring yang ada di tangan Albani. "Terima kasih, Bang," ucap Queen pada Albani.
Albani tidak merespon apapun, dirinya kembali sibuk berbicara dengan Valen dan Lisa, sedangkan Alvano hanya menatap malas-malasan mereka semua.
Lisa dengan jahil mencolek kue yang ada di tangan Valen dan mengelapnya pada pipi Alvano. Tampak pemuda itu sedikit merah, namun Lisa tidak peduli sama sekali. Lisa kembali mengelap tangannya pada Alvano, sekarang bukan di pipi melainkan di baju pemuda itu.
__ADS_1
Queen menatap hidangan yang dia siapkan tidak tersentuh sedikitpun, bahkan tumpeng yang tadi sore Queen buat sudah dingin seperti es seking lama menunggu untuk disentuh.
Byar!
Semuanya langsung melihat ke arah Alvano dan Lisa yang sudah agak jauh. Semua menatap binggung dan sekaligus kaget akan kejadian barusan.
Alvano membanting piring yang ada di tangannya, lalu tanpa sekata patah pun Alvano berjalan meninggalkan acara yang sedang berlangsung. Lisa yang melihat kejadian itu secara langsung tampak sok, dia tidak tahu Alvano akan semarah ini.
Lisa menatap punggung Alvano yang menaiki tangga dengan langkah cepat, ada rasa bersalah kerena menganggu pemuda itu. Lisa seharusnya tahu Alvano orang yang tidak asik diajak bercanda, untung saja piringnya tidak dilempar ke kepala Lisa.
Iblis!
"Maafin Lisa, gara-gara Lisa Kak Al jadi pergi," sesal Lisa pada Albani dan Valen.
Albani dan Valen tampak memaklumi perbuatan Lisa, Valen tampak menenangkan Lisa dengan mengelus-elus rambut gadis itu dengan sayang. Entah sejak kapan Valen berada di sana Queen tidak tahu.
Ck, sih siluman ular satu ini memang bisa mencari muka. Muak Queen melihat dramanya yang menurut Queen berlebihan.
'Drama lagi, drama lagi! Memang ratu drama kamu Lisa,' batin Queen menatap sinis Lisa yang terlihat menjijikan.
'Lu mau waktu yang banyak sama keluarga gue kan? Ok, lu dapatin,' tambah Queen lagi berbicara dalam hati.
__ADS_1
Setelah puas mengomel di dalam hati Queen pergi dari sana tanpa berkata apa-apa, bahkan saat mereka menatap Queen, Queen tetap acuh dan terus melangkah tanpa beban.
"Nggak tahu sopan santun," kata Albani melirik Queen sinis, bisa-bisanya gadis itu meningalkan tempat tanpa berpamitan. Akan Albani bikin perhitungan!