FAKE NERD

FAKE NERD
Mimpi Valen


__ADS_3

Valen wanita itu terus saja berlari dan sesekali melirik kebelakang, di belakang ada Edo yang mengejar dirinya. Laki-laki itu benar-benar gila, dulu dia yang meninggalkan Valen dihari pernikahan mereka pergi bersama sahabat Valen sendiri, dan sekarang laki-laki itu kembali ingin bersama lagi.


Dulu memang Valen tergila-gila dengan Edo, tetapi sekarang melihat wajahnya saja membuat dirinya muak. Valen masih mengingat berbagai cacian yang Valen dan keluarga dapatkan saat hari pernikahan mereka, bahkan banyak yang menatap kasihan pada Valen saat itu.


Valen benci Edo, sangat-sangat benci laki-laki itu sampai dasar bumi paling dalam.


Namun, Valen bersyukur saat itu Edgar saudara Edo yang baru pulang dari luar negeri bersedia mengantikan Edo sebagai pengganti laki-lakinya. Bahkan saat itu kemarahan yang Valen pendam ia lampiaskan pada Edgar yang tidak tahu apa-apa, bahkan laki-laki itulah yang menyelamatkan dirinya waktu itu.


Valen kembali melirik ke belakang di mana Edo yang sudah agak dekat dengannya, Valen heran rasanya dia sudah berlari sangat kencang tetapi kenapa seperti sedang jalan di tempat saja. Valen sudah berteriak-teriak meminta pertolongan, namun jalan yang sepi ini tidak ada satupun yang melintas.


Valen wanita itu berlari berbelok ke gang yang sangat menakutkan itu, kerena jalan di depannya sudah buntu membuat Valen tidak memiliki pilihan lain lagi.


"Mau ke mana, Baby?" Edo muncul saat tubuh Valen sudah sampai ujung gang dengan cepat laki-laki itu menahan tangan Valen.


Dengan sekuat tenaga Valen melepas tangan Edo yang memegang kuat pergelangan tangannya, bahkan Valen juga menendang-nendang laki-laki itu agar Edo melepaskan Valen.


"Lepasin, lepas! Lepasin tanganku Edo, sialan!" teriak Valen memaki Edo, laki-laki itu menulikan pendengarannya.


Bung!


Berhasil, tendangan Valen mengenai buah jakar laki-laki itu. Valen cepat-cepat melepas tangannya saat Edo sibuk menahan sakit dengan satu tangannya lagi, lalu Valen memutar arah berlari.


"Valen! Mau lari ke mana kamu, Baby?!" teriak Edo yang sudah meningan. Edo kembali mengejar Valen yang sudah agak jauh berlari.


Dengan wajah menyeringai Edo berlari mengejar, persis seperti seorang pscyhopath yang sedang mengejar buruannya, menakutkan! Valen tidak habis pikir kenapa dulu dia bisa segila-gila itu pada Edo? Ah, untung saja sekarang dia sudah sadar.


Hap!


"Percuma lari, pada akhirnya kamu akan kembali lagi padaku Baby," kata Edo kembali berhasil menangkap Valen, Valen dengan kekuatannya menghantam tinju pada kepala Edo, meskipun Valen tahu tinjunya tidak seberapa.

__ADS_1


"Kau laki-laki gila, jangan ganggu aku lagi bajingan!" umpatnya berusaha kembali melawan, meski bisa Edo lumpuhkan.


Bung!


Saat Valen berhasil menendang perut laki-laki itu membuatnya terperanjat, Valen memutarkan tubuh. Namun ....


Brung!


Tubuh Valen langsung limbung saat sesuatu terasa menusuk punggungnya, entah apa yang Edo suntikkan membuat Valen tidak sadarkan diri lagi, dengan cepat Edo mengendong Valen ke arah mobilnya yang jaraknya agak jauh.


"Kita pulang ke rumah, Baby," bilang Edo dengan gilanya.


Edo memasukan Valen ke dalam mobil, selama perjalanan Edo terus saja memang wajah cantik wanita itu. Dia sangat menyesal kerena dulu pergi dari pernikahan mereka, seharunya sekarang mereka sudah hidup bahagia bersama anak-anak mereka.


Namun, sekarang berbalik Valen malah hidup bahagia bersama Edgar saudara kandungnya sendiri, Edo cukup kaget ketika saat kembali mendapatkan kabar Valen yang jadi menikah saat dia tinggalkan, dan tambah membuat Edo kaget sekaligus marah saat tahu yang mengantikan dirinya Edgar.


2 jam perjalanan ke Apartemen Edo akhirnya mereka sampai juga, Edo mengendong Valen masuk ke dalam setelah menekan beberapa angka sebagi akses masuk. Edo membawa Valen ke kamarnya, dulu Valen sering mampir ke apartemennya untuk membuatkan dirinya makanan. Ah! Mengingat itu Edo kembali merasa menyesal.


Edo membaringkan tubuh Valen di ranjangnya, setalah itu Edo melirik wanita itu seksama. Senyum mengerikan terbit di antara bibir-bibir Edo, dengan gerakan pelan dia kembali mendekati Valen.


"Akan ku buat kamu kembali jadi milikku, Baby," bilang Edo menanggalkan semua pakaian yang Valen kenakan, Edo juga menanggalkan pakaiannya tanpa tersisa.


Mereka berdua sama-sama polos, Edo membelai wajah Valen sayang. "Kamu masih tetap cantik walaupun bulan dan tahun sudah berganti," puji Edo akan kecantikan Valen.


Edo mengangkat sedikit kaki Valen, lalu melebarkan pahanya. Edo memposisikan tubuhnya di tengah-tengah paha Valen, secara perlahan Edo menyentuh milik Valen, membuka garis-garis merah itu dengan tangannya dan mengarahkan buah jakarnya pada lipatan itu.


Edo menggesek-gesekan buah jakarnya pada lipatan merah milik Valen, saat wanita itu bergerak tampak ingin tersadar Edo pelan-pelan memasuki tubuh Valen tidak sepenuhnya, Edo menunggu Valen benar-benar tersadar.


Valen yang terbangun kerena obat bius yang diberikan Edo sudah tidak berpengaruh lagi pada tubuhnya, samar-samar Valen melihat sosok yang ada di atasnya, Valen mengucek-gucek matanya agar lebih jelas melihat siapa itu. Saat semuanya sudah terlihat dengan sangat jelas Valen terkejut melihat Edo berada di atas tubuhnya.

__ADS_1


"Edo?! ... akkhh!"


Edo menghentak kuat pinggangnya, otomatis buah jakarnya langsung tertanam di dalam milik Valen, sedangkan Valen wanita itu memekik kencang saat sesuatu keras memasuki tubuhnya kuat. Edo sempat mendesah sedikit atas penyatuan mereka.


"Apa yang kau ... akhh!" pekik Valen lagi tidak bisa melanjutkan kata-katanya, Edo tanpa pemanasan langsung menunggangi Valen seperti sedang menunggangi kuda.


"Uhh, nikmat Ba–baby. Tapi, sayangnya bukan aku yang per–pertama, Edgar sialan ...!" de'sah Edo dengan sedikit kemarahan.


Meskipun Valen bukan gadis lagi wanita ini tetap sempit, membuat Edo gila di atasnya.


Valen yang sadar apa yang terjadi memberontak sekuat tenaga, namun sayang Edo menahan tangannya yang memukul-mukul tubuh laki-laki itu, Edo mengambil dua borgol yang berada di laci lemari kecil di samping tempat tidur.


Edo memborgol kedua tangan Valen ke sisi, s ranjang, sedangkan kaki Valen yang menendang-nendang ia tahan dengan tangannya. Sekarang wanita itu tidak bisa melawan lagi pada Edo, Edo kembali melanjutkan kegiatannya.


"Lepaskan bajingan! Akhh!" teriak Valen histeris dengan disertai jeritan kesakitan saat Edo mengerakkan miliknya tidak terkendali.


Tangan Valen yang diborgol berusaha keras agar terlepas, dan kakinya yang dipegang laki-laki itu dengan kuat berusaha dia gerakan. Namun, semua usahanya sia-sia kerena Edo tidak merasakan sedikitpun perlawanan dari Valen.


"Hiks, hiks, hikssss, lepas ...," tangis Valen akhirnya pecah, dirinya bisa merasakan dengan jelas sesuatu di dalam tubuhnya, bahkan Valen tahu berapa panjang dan lebar milik Edo yang memasukinya.


Valen merasa kotor, Valen penghianat! Valen sudah menghianati Edgar suami tercintanya, Valen tidak ingin hidup lagi rasanya. Perlahan napas Valen terasa putus-putus, dan matanya mengabur, tubuhnya seakan mati. Edo yang melihat itu seketika panik.


"Baby? Baby, Valen. Kamu baik-baik saja 'kan Sayang?!" Panik Edo mengucang-guncang tubuh Valen.


Perlahan namun pasti napas Valen terasa semakin menipis, dan detik berikutnya ....


Valen langsung bangun dari tidur, tubuhnya sudah dipenuhi keringat. Napas Valen terlihat cepat, seperti sedang berlari kencang, rambut Valen juga sangat berantakan.


Mimpi?

__ADS_1


__ADS_2