FAKE NERD

FAKE NERD
Ma, Bang! Queen juga baru pulang.


__ADS_3

Lisa berbalik lalu memeluk Alvano begitu erat, wajahnya dia sembunyikan di ceruk leher pemuda itu, tangisan Lisa tidak dapat ia bendung lagi. Lisa tidak percaya Evan dengan tegah melakukan ini pada padanya, padahal Lisa sudah mengganggap mereka seperti saudara sendiri.


Alvano membiarkan Lisa menangis sepuasnya, meskipun sedikit jengkel kerena air mata gadis itu yang sudah pasti akan tertinggal nanti pada lehernya.


Elvano tidak sengaja melihat Lisa bersama seorang laki-laki masuk ke dalam hotel, Alvano yang tidak peduli terus berjalan tanpa menghiraukan Lisa. Alvano yang juga ada kepentingan di hotel ini juga ikut masuk.


Awal-awal memang Alvano terlihat acuh, namun saat sedang membicarakan bisnis dengan rekan bisnisnya Alvano terus saja kepikiran mengenai gadis tersebut, agak sedikit kesal Alvano menyelesaikan diskusi perbincangan dirinya dengan rekan kerja.


Tadi sempat Alvano kesulitan menemukan


ke beradaan Lisa, berkat bantuan dari resepsionis ia jadi tahu ke mana gadis itu pergi. Sempat Alvano mengata-ngatai gadis itu dalam perjalanan, berbagai umpatan dia lontarkan namun tetap mencari keberadaan Lisa saat itu.


"Kakak kok bisa ada di–di sini?" tanya Lisa setengah terbata-bata kerena masih menangis, kini Lisa sudah tidak berada di leher Alvano lagi.


"Seharusnya gue yang harus nanya, lu kenapa ada di sini? Mau jadi pela'cur?!" tebak Alvano dengan santai, ia menghapus air mata yang mungkin masih melekat pada lehernya.


Lisa tampak kesal dengan perkataan Alvano, sekarang posisi mereka berhadap-hadapan dengan jarak yang cukup dekat, bahkan Lisa bisa melihat raut kesal Alvano saat menggelap lehernya. Ck, itu hanya air mata Lisa bukan racun atau hal yang menjijikkan mengapa Alvano sampai segitunya?


"Aku cuma menghadiri acara ulang tahun temanku, mana tahu kalau mereka punya niat nggak baik padaku," jelas Lisa atas tuduhan yang Alvano berikan.


Alvano melirik gadis itu dari ujung rambut sampai bawah, dan pandangannya tertuju pada belahan baju Lisa yang sudah robek dan menampakkan tubuh mulus gadis itu.

__ADS_1


"Kerena lu bodoh makanya mudah ditipu," ucap Alvano bangkit, lalu mendekati Elvin. Lisa hanya melirik apa yang pemuda itu lakukan pada Elvin.


Alvano membuka semua pakaian Elvin, lalu mengambil sesuatu yang bisa dijadikan tali. Setelah berkeliling ke sana ke mari Alvano menemukan bekas charger ponsel yang di sambung-menyambung tampaknya sudah tidak terpakai lagi.


Dengan sekali tarikan kabel charger itu terputus dari kepalanya, Alvano mengikat ujung charger pada kepala Elvin, dan ujung lainnya pada milik laki-laki itu. Jadi kalau nanti Elvin bangun otomatis kepalanya menarik tali yang mengikat milik laki-laki tersebut, sebelum berdiri Alvano mengambil jaket kepunyaan Kelvin.


"Pakaian itu untuk menutupi tubuh jelek lu!" perintah Alvano sambil melempar jaket Elvin pada Lisa.


Lisa yang hendak menolak kerena tidak sudi memakai pakaian bajingan itu terpaksa memasang jaket itu pada tubuhnya saat Alvano menatapnya seperti banteng yang akan menyeruduk mangsanya.


Lisa mengekor Alvano dari belakang, sampai pada mobil pemuda itu Lisa masuk dan memilih duduk samping Alvano, tidak mungkin dia menjadikan pemuda itu supir. Di mana rasa terima kasihnya pada Alvano?


"Kak, aku takut nanti Mama marah," bilang Lisa yang berada di samping Alvano.


Alvano turun, lalu berjalan terlebih dahulu tanpa menghiraukan Lisa. Lisa menatap punggung lebar Alvano kesal, seharusnya seorang laki-laki itu membukakan mobil lalu memapah wanitanya yang sedang sakit masuk. Ini malah ditinggal tanpa perasaan.


Sesampai di dalam rumah Lisa sudah disambut oleh Valen dan Albani, tampak dari wajah mereka yang kuatir. Valen mendekat ke arah Lisa, lalu memutar-mutar tubuh Lisa melihat apa ada yang terluka, setelah tidak menemukan luka sedikitpun dari tubuh putrinya itu Valen merasa lega.


Begitu juga Albani, akan tetapi dua manusia ini heran melihat penampilan Lisa yang acak-acakan. Alvano yang sudah berjalan tampak tidak menghiraukan adekan tersebut, bahkan Alvano tidak peduli pada sekeliling tetap berjalan tanpa beban sedikitpun.


"Kamu ke mana saja, Sayang? Kenapa baru pulang jam segini, tahu Mama kuatir bangat sama kamu. Ini juga kenapa penampilan kamu acak-acakan?!" tanya Valen bertubi-tubi pada Lisa.

__ADS_1


"Kamu diapain sama Bang Vano? Kenapa bisa pulang sama dia?" Albani juga ikut menimpali dengan bermacam pertanyaan.


Lisa tampak pusing kerena pertanyaan bertubi-tubi dari Albani dan Valen yang berbarengan, pertanyaan siapa yang Lisa jawab terlebih dahulu?


"Lisa menghadiri ulang tahun teman, Ma ..." Lisa menceritakan semuanya tanpa jeda sedikitpun.


"Terus Kak Alvano datang nyelamatin Lisa, untung ada Kak Al, kalau tidak Lisa tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri Lisa," sambung Lisa lagi dengan napas berat, Albania dan Valen tampak marah.


"Abang bakal bikin temanmu itu mengalami hal yang lebih menyakitkan dibanding kamu Lis," bilang Albani berapi-api.


"Mama juga tidak akan tinggal diam, Mama bakal bikin perhitungan sama keluarga temanmu," sahut Valen yang ikutan marah.


"Tidak perlu. Bang Bani, sama Mama nggak perlu berurusan sama bajingan itu, selama dia nggak ganggu Lisa ... no problem for Lisa," setelah Valen dan Albani yang bersikukuh untuk membuat perhitungan pada teman-temannya akhirnya mereka menyerah atas permintaan Lisa.


Lisa berjalan menaiki tangga yang dibantu oleh Valen, Albani juga ikut membantu Lisa untuk berjalan ke kamarnya.


Tanpa mereka sadari seseorang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka, Queen yang muncul dari bawah anak tangga menatap getir sang Mama dan Abangnya Albani.


"Queen juga baru pulang Ma, Bang ...." Queen menghapus air mata yang mengalir dari sudut matanya, setelah Albani, Lisa dan Valen tidak lagi terlihat Queen keluar dari persembunyian.


Sebenarnya Queen baru pulang juga, mendengar ada langka kaki cukup cepat menuruni undukan tangga Queen cepat-cepat bersembunyi di bawah anak tangga yang terdapat celah cukup besar untuknya bersembunyi. Queen menyaksikan semuanya, dari awak Albani turun bersama Valen. Sampai pada saat Alvano datang bersama Lisa di sampingnya.

__ADS_1


"Nggak papa Mama dan Bang Bani marah sama Queen kerenan telat pulang, bagiku itu semacam perhatian yang kalian berikan pada Queen, nyatanya memikirkan saja mungkin kalian tidak sudi."


__ADS_2