FAKE NERD

FAKE NERD
part 6


__ADS_3

saat sudah sampai di taman kota ia hanya duduk-duduk di kursi taman itu mereka menikmati angin pagi yang sejuk dan udara segar


karena di tamam ini masih banyak pepohonan mereka bertiga mengunakan masker agar tidak dikenali oleh fans mereka maklum mereka bertiga kan orang yang cukup terkenal


"cil,eci lari satu putaran yok" guman liy karena sudah malas jika cuma duduk


"ga ah males" ucap cila dan eci bareng


"kalian ini gimana sih katanya mau joging" ujar liy sambil merengut


"iya deh iya" cila pun pasrah


"tap-" ucap eci yang lagsung di potong oleh cila


"udah yok" cila berguman sambil menarik lengan eci


mereka berlari satu putaran mengelilingi taman yang cukup luas baru satu putaran mereka sudah kelelahan


"du..duk dulu yok" ucap eci yang ngos-ngosan


"lemah,baru juga satu putaran" liy berguman sambil menaikan alis nya


"udah-udah duduk dulu ntar gue beli minum bentar" ucap cila melerai karna sudah malas melihat mereka bertengkar


cila pun menuju warung dekat taman ia ingin membeli air mineral tetapi di disana sudah ada devano,bara,dan gevan ia ingin mengurugkan niat nya untuk beli minuman di warung tapi ia sudah sangat haus dan sudah terlanjur


---------------


cila membuka maskernya sebentar di warung karena nenek yang jaga warung udah tua jadi kalo mau ngomong suara nya harus sedikit besar


gevan tidak sengaja melihat cila saat buka masker


"van..bukanya itu cewek yg kemaren" ucap gevan senyum-senyum


vano hanya melirik sekilas


"hm.."jawab fano sigkat


"iya ajak kenalan yok" bara berguman sambil membenarkan rambutnya


"ish..sok gans lu" ucap gevan mengejek


"udah-udah ntar dia keburu pergi lagi" ujar bara


"ayok,eh van lo mau ngikut nggak?" ucap gevan mengajak

__ADS_1


"gak" ucap vano malas


"yaudah kita ke sana bentar" ucap bara sambil sedikit melambai


---------------


sementara itu cila lagsung cepat-cepat ingin mengambil kembalian tapi


"haii.." ucap gevan sok cool


"lu cewek yang di mall kemaren kan,salken" ucap bara sambil menjulurkan tangan tapi tidak di gubsir oleh cila "eh iya bukan muhrim" ucap bara nahan malu


nampak gevan yang menahan tawa


"nama gue gevan" ucap gevan sambil senyum


"gue bara" bara juga tersenyum


pantas saja gevan,devano,dan bara banyak fans mereka cukup tampan dan kalo senyum mugkin para cewek akan meleleh tapi itu tidak berlaku untuk cila,eci,dan liy


"hm.." ucap cila singkat


"oh iya nama lo siapa?" ucap gevan senyum lebar


"fricila" ucap cila senyum tipis


"sa ae kang tahu" ucap gevan ngejek


"oh iya lu sama siapa ke sini" ujar bara mengalihkan topik


"sama te-" belum selesai cila ngomong eci dan liy udah datang nyusul


"cil kok lama banget?" ucap liy kemudian lagsung menoleh ke arah bara dan gevan


"oh kalian yang kemaren" ucap liy sambil senyum


"kalian ngapain!" ucap eci ketus


"kami nggak ngapa-ngapain kok" ucap gevan senyum melihat kelakuan lucu eci


"iya kita cuma ngajak kenalan" sambung bara sambil senyum menatap liy


"best coupel" ucap cila dengan nada dingin yang di dengar oleh eci,liy,bara,dan gevan


eci dan liy mereka merasa malu tapi bara dan gevan malah tertawa senang

__ADS_1


"oh iya nama lu siapa?" ucap bara sambil menghadap ke liy


"gue eliyn" ucap liy agak cangung


mereka pun bertukar nomor hp


kemudia gevan tak mau kalah


"eh iya yang lucu ini nama nya siapa?" ucap gevan gombal sambil bertanaya


"jesy!!" ucap eci ketus


"jangan marah-marah gih kamu tambah lucu pen cubit pipi nya" ucap gevan sok imut terlihat pipi eci memerah bak kepiting


mereka berlima ngobrol-ngobrol lebih tepat nya ber empat cila dia sendirian dan melihat mereka pdkt


--------------


bara sudah mulai bosan duduk di warung tersebut sambil menunggu teman nya kemudia ia memutuskan untuk pulang


bara pun meghampiri mereka ber lima


"gev,bar gue pulang ya" ucap bara malas dan dingin


"ntar aja kita keliling bentar di taman yok" ucap gevan mengajak


"tap-" bara baru saja ingin memotong


"gak ada tapi-tapian kasian noh si cila sendiri" ucap bara sambil senyum-senyum sepertinya ia ingin menjodohkan bara dan cila karena mereka sepertinya cocok


vano hanya pasrah ia membuti teman nya dari belakang ia agak males buat ngajak bicara cila dan begitu juga cila ia terlihat mengurutu karena ulah teman nya


"kenapa?" ucap vano super dingin


"nggak gue gak enak ama lo pasti lo capek kan lu pulang aja gak papa gue sendiri" ucap cila agak kesal karena ulah mereka


"gue mau nemenin lo" ucap vano sambil memainkan hp nya


cila hanya terdiam dan melanjutkan aktivitas


jangan lupa tinggalin jejak


-like


-comen

__ADS_1


-vote


see you next time


__ADS_2