FAKE NERD

FAKE NERD
Nasi goreng spesial


__ADS_3

Alvarez sudah menunggu Queen di depan rumah gadis itu, Queen keluar setengah berlari kecil. Tampak gadis itu sibuk membenahi letak tas yang ia pakai, Alvarez hanya melihat dengan sedikit gumaman, Queen masuk ke dalam mobil Alvarez.


"Kenapa lu cepat-cepat bangat? Gue nggak bakal lari juga kali," tegur Alvarez sambil melihat kegiatan Queen sekarang.


"Tahu gitu gue lama-lamaan tadi biar lu kering dalam mobil," balas Queen masih sibuk dengan urusannya.


"Nggak gitu juga Queen cantik," sesal Alvarez berbicara begitu tadi.


Maksudnya Alvarez Queen cukup berjalan saja tidak usah pakai lari-lari segala. Bagaimana kalau gadis ini jatuh? Dia juga yang bakal repot, temanya ini kalau dikasih hati suka ngelunjak, yah!


Alvarez melirik Albani, Lisa, dan Alvano keluar dari rumah Queen. Mata Alvarez tertuju pada Albani dan Lisa yang terlihat akrab, Alvarez tidak yakin juga itu Albani kerena wajah Albani dan Alvano itu sudah dibedakan, Alvarez kembali melihat interaksi Albani atau Alvano itu. Bahkan cowok itu mengandeng tangan Lisa berjalan ... nah, lihat. Sekarang cowok itu dengan jahil mengacak-acak rambut Lisa, selama Alvarez kenalan Queen, Queen tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh abang-abangnya, bahkan sangat jarang Alvarez melihat Queen berinteraksi dengan Albani dan Alvano.


Alvarez melirik Queen yang masih sibuk, entah apa yang membuat gadis itu sibuk Alvarez pun tidak ingin tahu.


"Queen! Kok Abang lu lebih dekat sama Lisa dibanding lu sih," ucap Alvarez mampu memberhentikan gerak tangan Queen yang sedang memasang sabuk pengaman.


Queen mengikuti arah pandang Alvarez, dan seketika dirinya terfokus pada adegan di depannya, di mana Albani membukakan pintu mobil begitu perhatian pada Lisa.


Queen memaksakan untuk tersenyum. "Lu 'kan tahu Bang, semenjak kecelakaan itu gue nggak terlalu dekat lagi sama mereka. Bahkan Bang Bani yang dulu begitu care sama gue sekarang lihat gue aja mungkin dia jijik," ujar Queen menjawab pertanyaan Alvarez.


Alvarez menatap gadis itu perihatin, diusianya yang masih mudah dia harus mendapat masalah besar, itupun bukan sepenuhnya kesalahan Queen. Mana ada orang yang berharap untuk celaka, marah boleh, benci pun boleh tapi jangan sampai bertahun.


"Lu yang sabar, yah, mungkin ini cobaan buat lu kerena terlalu baik sama orang," ujar Alvarez menguatkan Queen.

__ADS_1


Tag...


Kening laki-laki di jotos keras oleh Queen membuat Alvarez mengadu kesakitan, baru juga dipuji sekarang Queen memperlihatkan sisi gelapnya.


"Baru juga dipuji sifat asli lu udah muncul aja," sungut Alvarez masih merasa kesakitan.


"Yah, nggak salah Lisa juga! Lu tahun Bapak Lisa juga ikut dalam kecelakaan waktu itu," kata Queen menjelaskan pada Alvarez. "Kerena gue juga Lisa harus jadi yatim," tambah Queen merasa bersalah pada Lisa.


"Hem ...." Alvarez hanya berdehem, dirinya tidak suka pada Queen yang terlalu menyalahkan dirinya sendiri.


Brak!


Saat mengangkat tubuhnya sedikit sesuatu jatuh dari tas Queen, Queen dan Alvarez melirik benda jatuh itu, kemudian menatap binggung pada bekal makanan yang sudah tergeletak di bawah kaki mereka.


"Tumben lu bawa bekal?" binggung Alvarez kerenan dia tahu Queen ini tidak pernah membawa bekal ke sekolah.


Queen pun begitu ikut binggung, serasa tadi dia tidak membuat bekal terus dari mana datangnya?


"Gue juga nggak tahu, Bang, tiba-tiba udah ada aja dalam tas gue," jelas Queen membenarkan letakan penutup bekal tersebut.


Alvarez dan Queen saling bertatapan, lalu dengan gerakan cepat Alvarez merebut bekal itu dari tangan Queen.


"Lu mau apa, Bang?" tanya Queen heran, Alvarez tidak menghiraukan Queen dia membuka bekal tersebut lalu mengambil sendok yang berada di dalamnya.

__ADS_1


"Jangan dimakan!" cegah Queen hendak merebut kembali bekal tersebut, namun Alvarez menjauhkan bekal itu dari jangkauan Queen.


"Kenapa sih! Que mau icip dikit aja," ucap Alvarez menyuap satu suapan pada mulut laki-laki itu.


Queen menutup mulutnya takut-takut sesuatu semacam racun di masukan ke dalam bekal tersebut, biasanya yang suka iseng mengerjai Queen cuma Albani. Mengigat itu Queen jadi teringat waktu dia dulu dikasih bekal oleh Albani, dengan bodoh waktu itu Queen menerima bekal pemberian abangnya Albani.


Namun, setelah Queen selesai memakan sandwich buatan Albani Queen tiba-tiba saja mulas, dan terpaksa harus bolak-balik ke kamar mandi. Untung waktu itu tidak ada yang datang ke kamar mandi, bisa-bisa orang-orang mendengar bunyi kentut Queen yang seperti bom.


"Muntahin cepat Bang, lu bakal mules-mules kalau terus makan nasi goreng itu," paksa Queen menepuk-nepuk punggung Alvarez agar nasi yang sudah masuk ke dalam perut laki-laki itu keluar.


"Lu mau bunuh gue?!" kesal Alvarez hampir tersedak makanannya.


"Gue nyelamatin lu dari kematian," jawab Queen dengan wajah tanpa dosanya.


Hap!


Alvarez menyodorkan satu sendok pada mulut Queen yang terbuka, saat Queen ingin memuntahkannya Alvarez menutup mulut gadis itu dengan telunjuknya, terpaksa Queen mengunyah dan memakan nasi goreng tersebut dengan wajah pelogo.


Deng...


Rasa ini, rasa yang tidak pernah akan Queen lupakan, rasa masakan ini persis seperti masakan mamanya Valen, tapi apa mungkin Valen yang menyiapkan bekal untuk Queen? Ah, mana mungkin. Mungkin sekarang mamanya ini sudah lupa dengan makanan favorit Queen, yaitu nasi goreng pete, tapi sekarang ini apa?!


Tin... tin... tin....

__ADS_1


"Woy! Minggirin mobil lu, mobil butut lu ngehalangi jalan sialan!"


__ADS_2