FAKE NERD

FAKE NERD
Ada Apa Dengan Alvarez dan Vega?


__ADS_3

Setelah pengumuman usai Queen dan Alvarez menuju kelas, namun langkah kaki mereka terhenti saat Alvin laki-laki itu menghadap dengan gerombolannya, Queen dan Alvarez menatap binggung ke arah mereka. Seolah-olah bertanya dengan tatapan mereka berdua.


"Geseran dikit," dorong Alvin pada tubuh Alvarez membuat cowok itu bergeser cukup jauh dari mereka.


Alvarez langsung menatap tidak suka dengan perlakuan Alvin, cowok itu mendekat dengan amarah. Namun, belum sempat mendekat antek-antek Alvin sudah terlebih dahulu memegangi Alvarez.


"Maksudnya apa ya, Kak?" tanya Alvarez bersikap manis, sedangkan antek-antek Alvin yang memegangi Alvarez tampak saling pandang, mungkin mereka sariawan!


Alvin memalingkan wajahnya, tidak ingin menghiraukan Alvarez.


"Lagi apa?" tanya Alvin dengan tidak bermutu-nya.


Omg! Laki-laki ini menghadang mereka cuma ingin mengatakan itu? Buang-buang waktu berharga Queen aja, ingin sekali Queen memaki laki-laki itu dengan berbagai kata. Namun, Queen harus memendam itu semua di dalam batin ... ahkk! Andai saja dia tidak lagi jadi cukup.


"Lagi berdiri sambil ditanya, Kak," jawab Queen sama-sama tidak bermutu.


Alvin tampak terkekeh kecil mendengar jawaban dari gadis itu, dia pikir Queen akan menjawab sedang menatapmu dengan penuh cinta Kak ... hehe! Bolehkah Alvin berharap barang sedikit saja? Ah, tentu saja boleh.


"Kemarin dapat buket bunga dari gue nggak?" tanya Alvin memastikan.


Queen tampak berpikir, rasa-rasanya tidak ada buket bunga kesasar ke rumahnya kemarin. Atau Queen saja yang tidak tahu? Tapi benar-benar Queen tidak menerima buket bunga kemarin, dia juga tidak menemukannya di teras maupun di jendela kamarnya.


"Tidak usah binggung begitu, kalau lu belum terima nih gue kasih!" Alvin mengerakkan jarinya sebagai isyarat, satu anteknya berjalan ke arah Alvin.


Pemuda itu membuka tasnya, lalu mengeluarkan setangkai bunga mawar dan menyerahkan pada Alvin. Alvin laki-laki itu mengambil bunga mawar tersebut, lalu menyodorkannya pada Queen.


"Setangkai bunga mawar untuk gadis cupu tercantik menurut Alvin," kata Alvin memberi bunga itu pada Queen.


__ADS_1


Queen tampak bimbang, namun tangannya tetap bergerak untuk menerima bunga mawar pemberian Alvin dengan wajah lugunya. Belum juga bunga itu tersentuh suara seseorang membuat pandangan semua tertuju pada orang tersebut begitupun Alvarez dan antek-antek Alvin.


Di sana tepatnya yang sedang berjalan tampak Buk Anita yang sedang berjalan cepat ke arah mereka sambil membawa kemoceng, dari raut wajahnya tampak sangat marah, wanita paruh baya itu mengibar-ngibarkan kemoceng-nya seperti hendak memukul seseorang.


"Alvin! Murid tidak tahu diri, kenapa bunga mawar kesayangan Ibuk kamu petik!"


Teriakan Buk Anita menggelegar se isi tempat mereka berdiri, sampai-sampai beberapa murid yang masih berada di luar kelas mereka menatap Buk Anita dengan kening mengkerut.


"Wanita tua itu kenapa harus bangat mempermasalahkan bunga jelek begini sih, cuma metik satu tangkai doang," keluh Alvin sambil kelihatan panik, dengan tanpa aba-aba Alvin meletakan bunga itu di tangan Queen.


Alvin dan antek-anteknya segera ngacir sebelum Buk Anita sampai di depan mereka. Alvarez setelah dilepaskan dan terlibat adu bacot dengan antek-antek berjalan lesu ke arah Queen, sesampainya Buk Anita di depan mereka ia sangat kecewa kerena Alvin sudah menghilang.


"Nih Buk setangkai bunga mawar." Alvarez mengambil bunga mawar itu dari tangan Queen lalu memberikan pada Buk Anita.


Buk Anita mengambil bunga mawar itu dan terlihat sedih kerena bunga mawar kesayangan kini mulai layu dan tidak pada batangnya. Maka ku menangis akan segera terbit ....


"Yang sabar ya, Bu! Teman saya itu memang suka mencuri, kemarin ko'lor emak-nya aja di rumah hilang, mungkin pelakunya Alvin. Makanya Buk, emak Alvin suka pusing kehabisan ko'lor akibat ulah Alvin," jelas Alvarez gaco, Queen di samping menatap letih Alvarez.


Setelah kepergian Alvarez dan Queen, terlihat Lisa dan Bunga. Masih ingat Bunga? Yang kemarin nyapa Albani, nah! Dia ceweknya, dua gadis itu berdesak-desakan di dekat tembok menyaksikan kejadian tidak penting itu.


"Ck, dasar CCM!" ujar Lisa kesal menatap ke arah Alvarez dan Queen.


Bungan yang berada di belakang Lisa tidak mengerti maksud temanya itu.


"CCM apaan Lis?" tanya Bunga.


"Ck, cewek/cowok caper maksimal," jelas Lisa mendapatkan anggukan dari Bunga.


Bunga heran kenapa Lisa begitu benci bangat sama mereka, terutama pada Queen. Apa Lisa merebut gebetan Lisa? Oh iya, ahh! Tapikan Queen nggak deketan sama Vegas, jangankan deketan melihat wajah Queen aja mungkin Vegas jijik. Secara cupu begitu, bagusan Bunga lagi.

__ADS_1


"Ayok cabut!"


Lisa dan Bunga keluar dari tempat persembunyiannya, saat akan melangkahkan kaki pada keramik Lisa kembali menarik Bunga sembunyi. Dia melihat Vegas datang sambil terburu-buru, di tangan laki-laki itu terdapat sesuatu yang Vegas tutupi. Entah itu apa Lisa pun tidak tahu.


Setelah Vegas melewati mereka Lisa mengajak Bunga mengikuti Vegas secara diam-diam, Vegas berbelok ke sisi kiri Lisa pun juga ikut mengikuti. Sampai pada gudang terpencil tepatnya di ujung sekolah.


Lisa dan Bunga mencari tempat persembunyian agar tidak diketahui Vegas. Walaupun tempat persembunyian yang mereka dapat sedikit sempit Lisa masih bisa melihat ke dalam gudang.


"Gapain ya Lis, Kak Vegas ke gudang?" tanya Bunga di samping Lisa.


"Mana gue tahu!" balas Lisa, temanya ini agak begok jelas-jelas mereka ngikutin Vegas berbarengan malah nanya sama Lisa.


Lisa kembali fokus mengamati ke dalam gudang, tampak Vegas sedang bersama seseorang yang tidak kelihatan oleh Lisa.


"Ini yang lu butuhin 'kan?" Vegas memberikan sesuatu pada sosok tersebut.


Lisa semakin penasaran, dengan tekat bulat dan berani Lisa berjinjit untuk semakin melihat ke dalam.


"Lu memang yang paling bisa gue andalin," kata sosok tersebut mengambil sesuatu dari tangan Vegas.


"Cuma ini yang bisa gue lakuin buat lu, Alvarez!" kata Vegas kesal pada sosok yang ternyata Alvarez.


"Sok lu mah, jangan lupa kita punya tujuan yang sama," ingat Alvarez pada Vegas.


Vegas mengangguk mengiyakan perkataan Alvarez barusan.


'Alvarez? Alvarez temannya Queen?'


batin Lisa bertanya.

__ADS_1


Note:


Di dalam teka teki ada teka teki, di antara jebakan masih ada jebakan, di antara dendam masih ada dendam. Dan, berujung ...?


__ADS_2