
Pagi ini bus dipenuhi anak SMA Lengan T-ara, sesuai pengumuman kemarin pada Sabtu akan diadakan perkemahan, beberapa guru juga ikut dalam kegiatan kemah tersebut. Bus masih menunggu beberapa anak-anak yang masih belum datang.
Sedangkan Alvarez dan Queen sudah duduk di tempat mereka paling tengah, Queen sibuk dengan makanan di tangan sedangkan Alvarez masih terlihat mengantuk pagi-pagi tadi Queen sudah menelpon dirinya agar segera siap-siap. Terpaksa Alvarez bangun!
Ting!
Ponsel Alvarez berbunyi, namun cowok itu masih belum menyadari. Queen yang juga mendengar mengintip sedikit pada ponsel Alvarez yang cowok itu genggam. Tertera di sana nama sang pengirim pesan. Queen langsung mengerutkan keningnya saat nama Vegas sang pujaan hati tertera di sana.
[Cepatan ke sini! Gue udah bawah apa yang lu mau. Gudang belakang sekolah, awas sampai ada yang tahu!]
Itulah isi pesan cukup panjang dari Vegas, Queen bertambah bingung ada hubungan apa Vegas dan Alvarez sampai-sampai Vegas takut orang lain tahu, terus apa yang Vegas bawa untuk Alvarez?
Tangan putih Queen terulur untuk mengambil ponsel Alvarez, namun cowok itu lebih dahulu menjauhi ponselnya dan membuka matanya. Alvarez menguap lalu merenggangkan otot-ototnya yang kaku. Dan, setelahnya Alvarez meletakkan tangannya yang menggenggam ponsel di sandaran tempat duduk Queen.
Cowok itu menatap Queen dengan wajah yang masih gantuk. "Belum berangkat juga?" tanya Alvarez melirik sekeliling dan masih ada di SMA Lengan T-ara.
"Nggak lihat lu kita masih di halaman sekolah?" sewot Queen, namun matanya menatap curiga Alvarez.
Cowok itu menyengir saja, lalu mengambil sesuatu dalam tasnya. Menyemprotkan parfum itu ke dalam mulutnya, seketika harum apel tercium dari mulut Alvarez. Begitu menyegarkan.
"Pagi-pagi udah sewot aja lu sama gue. Kenapa? Datang bulan?!" tebak Alvarez membuat Queen bertambah sewot padanya.
Dan, sialnya tebakan cowok itu benar adanya. Kenapa disaat penting-penting begini dia harus kadatangan tamu yang nggak diundang, ya, kalau tamunya cogan ganteng. Ini malah derita.
Alvarez terkikik kerena tampaknya tembakan dia benar, dia mengeleng-gelengkan kepala lalu meletakan tasnya pada pangkuan Queen. Membuat gadis itu dengan spontan memegangi tas Alvarez.
"Titip, gue mau ke kamar mandi benar!" Setelah mengucapkan itu dan tanpa menunggu jawaban dari Queen Alvarez telah beranjak dari duduknya.
Queen mendengus, lalu meletakan tasnya dan tas Alvarez di atas tempat duduk. Kemudian ikut turun tanpa Alvarez cowok itu ketahui sedang diikuti Queen. Queen harus tahu apa yang dua cowok itu sembunyikan darinya, semua yang berhubungan dengan Vegas Queen wajib tahu. Calon istri yang baik bukan?
__ADS_1
Sesuai pesan di ponselnya Alvarez pergi ke belakang sekolah, matanya mengawasi kanan kiri, atas bawah, belakang depan, takut ada orang yang melihatnya. Saat Alvarez melirik ke belakang Queen dengan kecepatan seribu bersembunyi, Queen bersyukur kerena Alvarez tidak menyadari dirinya sedang diikuti.
"Nih!" Vegas menyerahkan sesuatu berbungkus pada Alvarez.
"Ini yang terakhir kalinya ya, lu manfaatin gue," bilang Vegas pada Alvarez.
Alvarez mengambil bungkusan itu. "Is, nggak bisa gitu dong. Lu mau gue laporin sama guru BK? Nggak 'kan?!" ancam Alvarez mengeluarkan isi dari bungkusan itu.
"Bere'ngsek lu!" maki Vegas, dia benar-benar seperti orang bodoh mau saja diancam Alvarez, andai saja dia tidak ketahuan cowok itu kemarin pasti sekarang dia akan hidup tenang tanpa was-was.
"Bang, lu ngapa ...." Ucapan Queen tergantung setelah tepat berada dekat dua cowok itu.
"Uhuk, uhuk, uhuk!" Alvarez tersedak oleh rokoknya sendiri, dengan cepatan kilat Alvarez menyembunyikan rokok di tangan dan yang dihisapnya Alvarez jatuhkan dan injak sampai padam.
Queen yang menyadari itu langsung mengelilingi Alvarez dengan wajah sok, sok kerena baru sadar Alvarez perokok. Biasanya cowok itu anti dengan rokok, Queen tidak pernah melihat Alvarez merokok dan sekarang ini apa? Cowok itu berani-beraninya.
Alvarez yang tertangkap basa tidak tahu harus berbuat apa, apalagi Alvarez ikut menatap padanya tajam. Serasa dia sedang menjadi korban yang ingin dieksekusi saat ini juga oleh dua orang ini.
Alvarez menyengir pada Queen meskipun Queen menatapnya dengan mata memincing Alvarez berusaha membuat gadis itu agar tidak berteriak heboh, memang begitu kebiasaan Queen akan berteriak jika melihat sesuatu yang tidak seharusnya.
"Lu gapain bawah dia ke sini?" tanya Vegas dengan menunjuk Queen.
"Gue nggak tahu nih cewek bisa ada di sini," cetus Alvarez juga menatap Queen.
"Lu tenang aja, gue bakal jelasin semuanya sama dia. Dan, gue jamin dia nggak bakal buka suara," ucap Alvarez pada Vegas.
Vegas mengangguk percaya saja. "Gue pegang omongan lu, awas sampai ada lagi yang tahu gue pastiin lu berurusan sama gue!" ancam Vegas menunjuk Alvarez lalu meningalkan Queen dan Alvarez berdua.
Vegas tahu Alvarez butuh waktu berdua untuk menjelaskan semuanya pada Queen, agar gadis itu tidak salah paham, makannya dia memilih pergi. Setelah kepergian Vegas tinggal lah Alvarez dan Queen berdua, di mana Queen menatapnya untuk minta penjelasan.
__ADS_1
"Ikut gue," ajak Alvarez menarik tangan Queen, membawa gadis itu keluar dari gudang.
Alvarez membawa Queen ke tempat tukang batagor yang berada di samping jalan tidak jauh dari sekolah, itu tempat teraman untuk dia menjelaskan semuanya pada Queen. Queen bingung kerena diajak beli batagor oleh cowok itu.
Dan, benar. Ternyata tidak ada orang di tempat ini, mungkin belum ada yang datang untuk membeli pasalnya ini masih sangat pagi makanya belum ada. Alvarez mendudukkan Queen di bangku yang tersedia di sana.
"Mang, batagor-nya dua!" bilang Alvarez pada penjual batagor.
"Baik, Kang!" Alvarez terganggu akan panggilan si Mang batagor untuknya, dia masih mudah dan sudah dipanggil Kang. Untung saja bukan Om.
"Ayok, jelasin ke gue ada apa lu sama Vegas!" paksa Queen tidak sabar lagi.
"Oh, itu, dua hari yang lalu gue mergoki Vegas sedang ngerokok di samping kelas paling ujung sekolah ...." Alvarez menjedah ucapannya, mengambil batagor yang susah jadi. Lalu memakannya tanpa beban.
Queen yang menunggu cowok itu kembali meneruskan ucapannya kesal, kerena Alvarez sengaja tampaknya ingin menjahili Queen. Memang Alvarez ini minim aklak, dan minim duit. Pasti nanti setelah selesai makan Queen yang disuruh bayar, meskipun duitnya juga dikembalikan. Ya, kerena Queen akan meminta kembalikan lebih besar dibanding batagor yang sekarang cowok itu makan.
"Ayok Bang, lanjutin lagi ceritanya!" paksa Queen sudah tidak bisa bersabar lagi.
Alvarez menganguk namun tetap melanjutkan makannya tanpa terganggu sedikitpun.
"Ya, gue gunain itu jadi kesempatan buat malag Vegas. Gue minta dia beliin gue sebungkus rokok setiap harinya, baik 'kan gue?" bangga Alvarez sambil menepuk dada.
Tag!
Queen menjitak kepala Alvarez, nah kan memang minim aklak. Tidak salah Queen berbicara begitu.
"Sejak kapan lu ngerokok? Udah pandai-pandainya lu, ya, sekarang!"
Deg ...
__ADS_1
Yang kemarin nuduh-nuduh, mana nih sekarang🗿