
setelah mereka selesai membersihkan pakaian mereka pergi ke kelas di sana siswa sudah duduk di tempat masing masing di meja cila sudah ada alvaro
cila duduk dan membaca novel beberapa menit kemudian pak fendi datang membawa mistar panjang kelas yang awal nya bising kini menjadi hening
pak fendi adalah guru killer ia mengajar pelajaran matematika jika tidak mengerjakan tugas maka di keluarkan dari kelas itu prinsip pak fendi
pak fendi menatap tajam siswa
"kita hari ini ulangan harian!!" ucap pak fendi dengan tegas dan garang
"tap-"
baru saja ada siswa yang ingin protes tetapi langsung di potong oleh pak fendi
*gu**brakk*....
"nggak ada tapi-tapi an!!"
guman pak fendi dengan memukul meja mengunakan mistar
siswa hanya terdiam dan pasrah banyak siswa yang cemas karena lupa rumus lain hal nya dengan cila ia biasa saja karena ia sudah lulus S2 jadi dia pasti bisa menjawab nya
cila sma di sini hanya untuk menyelesaikan misi
pak fendi memberikan kertas ulangan dan siswa mengerjakan nya dengan hening tanpa suara
cila nampak santai mengerjakan nya saat ia hampir selesai ulangan
"aduh tinta nya habis lagi" ucap cila yang terdengar oleh devano
ia menanyakan aca dan ara tapi katanya mereka cuma ada satu cila mendengkus kesal tiba tiba ada yang menjulurkan pena
"nih" ucap alvaro dingin
"ma..kasih" guman cila canggung
"hmm" ucap alvaro dengan senyum
"gila, ni cowo ngomong singkat amat" guman batin cila
clara yang melihat itu ia tebakar api cemburu
__ADS_1
"lihat saja kamu nerd akan gue beri pelajaran" ucap clara tersenyum miring
setelah 60 menit kemudian
siswa pun mengumpulakan kertas ulangan setelah semua sudah mengumpulkan kertas pak fendi pun keluar kelas
kelas langsung menjadi bising lagi ada yang gibah,selfie,nge-game,dll karena sisanya jam kosong cila,liy,dan eci ke ruangan pribadi cila yang sengaja ia buat untuk ke adaan seperti ini
mereka bertiga keluar kelas untuk ke ruangan pribadi cila
saat sampai di ruangan cila
"anjirr,gede banget ruangan nya" gumam eci hebo
"biasa aja kale" guman liy sambil nyengir
"liy seleting lu kebuka" ucap eci nahan tawa
liy yang mendengar itu syok ia pun melihat ke belakang rok ternyata tidak terbuka
"eciiiiiiii!!" jerit liy mengelegar
"udah-udah tidur yok dari pada ribut" guman cila menahan tawa
"tau ih eci nyebelin" ucap liy sambil ngakak
"eh lu monyet" guman eci membalas tidak terima
"udah-udah" guman cila agak tegas
mereka ber dua pun diam kemudian mereka bertiga merebahkan tubuh di kasur empuk dan beberapa menit saja mereka sudah tertidur
setelah 1 jam setengah mereka terlelap
cila bangun dia menyesuaikan cahaya yang masuk kemudian ia membangunkan eci tak beberapa lama eci pun bangun cila juga membangunkan liy tapi ia tidak bangun- bangun
liy ini orang yang memang suka tidur dan susah untuk di bangunkan jika sudah tidur
"liy bangun pulang" jerit eci yang tidak digubsir oleh liy
"yaudah eci kita ke mall berdua yuk" ucap cila memancing
__ADS_1
liy yang mendengar itu langsung bangun
"ayok aku ikut" guman liy sambil nyengir
"eh monyet kalo jalan jalan aja cepet lu" guman eci gemes
"yaudah yok ga usah ribut" ucap cila kesal
mereka merapikan pakaian dan ke luar dari ruang ngan saat di tengah-tengah koridor clara menghampiri mereka
"lu cila nggak usah deketin vano" ucap clara mengancam
"emang lu siapa nya?" guman cila dengan menaikan alis nya sebelah
clara terdiam ia bukan lah siapa-siapa nya vano
"bukan siapa-siapa kan" ucap cila tersenyum miring
"tunggu aja lo ya" guman clara lalu pergi
setelah clara pergi eci dan liy tak bisa menahan tawa
"****** tuh nenek lampir" ucap eci
"malu tuh sok ngelabrak lagi" ucap liy sambil nyengir gak jelas
"udah-udah kita ganti baju dulu terus ke mall"
guman cila
mereka pun menganguk lalu pergi ke luar gerbang sekolah sambil nunggu sopir yang disuruh cila.
guys tinggalin jejak ya
-like
-comen up
-vote
see you next time
__ADS_1