FAKE NERD

FAKE NERD
Khayal ciuman Vegas


__ADS_3

Sekolahan tampak sepi semua murid-murid sudah pulang, sekarang tinggal Queen yang sedang membersihkan kelas. Berhubung besok jadwal ia piket Queen menyelesaikan pekerjaannya sekarang, ia tidak ditemani Alvarez. Alvarez pulang terlebih dahulu kerenan ingin menjemput sang Mamanya di bandara.


"Sendiri lagi sendiri lagi, kapan sih berdua ya!" gerutu Queen tetap menyapu lantai, setiap dua kali ayunan sapi Queen kembali menggerutu tidak jelas.


"Pantasan nggak selesai-selesai banyakin gomel-gomel nggak jelas dibanding kerja," sahut seseorang yang baru datang kemudian menduduki tubuhnya di atas meja.


Pemuda itu masih terus menatap Queen tanpa berpaling sedikitpun.


Hap!


Pemuda tersebut turun dari tempat lalu berjalan ke arah Queen, berdiri di hadapan gadis itu. Membuat Queen yang sedang menyapu terhalangi kerena tingkah pemuda tersebut, Queen memicingkan matanya menatap sang pemuda.


"Awas Kak, Queen lagi nyapu," usir Queen tetapi masih dengan cara baik-baik.


Pemuda tersebut tampak tidak suka dengan sikap Queen, baru kali ini ada yang menolaknya biasanya dia yang didekati.


Palingan cuma gengsi doang!


Pemuda itu menyampingkan tubuhnya. "Nanti pulang barang gue, yah?" ajak pemuda tersebut pada Queen.


"Terima kasih Kak, Queen bisa pulang sendiri," tolak Queen sopan, pemuda itu tampak tidak suka dengan jawaban Queen.


"Lu sombong amat jadi cewek, banyak cewek-cewek di sekolah ini yang naksir gue dan dengan seenak jidatnya lu nolak ajakan gue," bilang pemuda itu kasar pada Queen, tatapannya jadi semakin menakutkan saat Queen lihat.

__ADS_1


"Jangan sok cantik deh lu, cewek kayak lu cuma penghangat ranjang gue aja," tambah pemuda itu mulai kelewatan.


Queen membawa sapu di tangannya pada bagian paling kanan, ingin menghindari pemuda tersebut. Pemuda itu malah mengekorin Queen, Queen tidak menanggapinya ia sibuk menyapu bagian bawah meja.


Suasana hening melanda mereka, Queen yang sibuk dengan kegiatannya dan pemuda itu yang masih sibuk menatap Queen tanpa kedip, tidak melewati sedikitpun pergerakan kecil dari Queen.


"Gue sebenarnya yah, kasihan sama lu! Lu Adek kandung Albani sama Alvano tapi yang gue lihat malahan yang lebih dekat dengan mereka Lisa," bilang pemuda itu mampu membuat Queen berhenti dari kegiatannya menyapu.


"Setahu gue Lisa itu statusnya cuma Adek tiri lu ye?" tambah pemuda itu.


"Iya," jawab Queen singkat.


Queen sudah tidak suka mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut pemuda itu, serasa hatinya kembali jika mengingat statusnya di rumah. Queen meletakan sapu itu pada tempatnya, belum selesai menyapu bagian kanan kelas Queen sudah tidak sanggup lagi, mengambil tas yang ada di atas meja lalu melangkah.


Saat melangkah keluar pemuda itu juga mengikuti Queen, ia tidak ingin menanggapi pemuda itu terus saja melangkah tanpa beban sedikitpun baru sampai pintu pergelangan tangannya dipegang pemuda tersebut.


"Kak Alvin nggak apa-apa, Kak jangan kuatir aku bisa pulang sendiri kok, nggak bakal ada yang berbuat jahat sama Queen," ucap Queen berbalik menjelaskan dengan hati-hati, pemuda itu tampak mengangguk paham.


Pemuda itu tersenyum pada Queen. "Yaudah kalau lu bersih keras nggak mau gue antar, gue pergi duluan! Hati-hati di jalan, kalau ada apa-apa cepat hubungi gue," kata pemuda itu berpamitan pada Queen.


Queen hanya mengangguk kecil sebagai jawaban, ia tidak tahu harus menjawab apa lagi. Setelahnya pemuda itu meningalkan Queen sendirian, setelah kepergian pemuda tersebut Queen yang tadi belum selesai menyapu bagian paling kiri segera mengambil sapunya kembali.


Baru 5 menit Queen kembali melaksanakan tugasnya, langkah kaki terdengar masuk kelas. Queen sedikit berdecak, memaki pemuda itu yang kembali menganggu dirinya. Queen ingin sendiri dan pemuda itu berusaha keras untuk mengganggu.

__ADS_1


Queen berbalik, dengan sapu yang sudah siap dia lemparkan pada pemuda tadi. Queen mengayunkan sapu itu ke udara, lalu ....


"Kak Alvin jangan ganggu Queen!"


Brung!


Queen langsung menutup mulut saat sapi itu hampir saja menghantam tubuh pemuda yang berdiri dengan mata bak elang yang siap menerkam saat ini juga.


"Kak Vegas," sahut Queen terdengar seperti cicitan, sedangkan tangannya masih menutup mulut sok.


"Lu punya masalah sama gue?" tanya Vegas berjalan sambil membawa sapu yang Queen lempar tadi.


Queen terdiam, dia memperhatikan apa yang cowok itu lakukan. Sampai tepat di depan Queen, Queen menatap binggung calon suaminya ini.


"Nih gue kembalikan," ucap Vegas meletakan sapu itu pada genggaman Queen.


Queen sudah menurunkan tangannya dari bibirnya, akan tetapi mulut Queen masih terbuka lebar. Queen tercengang melihat Vegas yang masih ada di sekolah, seharusnya sekarang semua murid sudah pulang.


Vegas kesal. "Bisa nggak sih lu lihatin yah,


biasa aja!" kesal Vegas, gadis ini ketika bertemu dengan Vegas selalu termenung dan menatap dirinya tanpa kedip.


Lihatlah gadis ini bahkan tidak mendengarkan ucapan Vegas, ok, jangan salahkan Vegas jika membuat sesuatu yang buruk pada gadis ini kerena terus saja menatap Vegas.

__ADS_1


Vegas melangkah semakin dekat, beberapa senti lagi Queen bisa merasakan hembusan napas panjang Vegas, Queen menutup mata saat calon suaminya ini sudah berdiri hampir memepet tubuh Queen. Detik berikutnya sesuatu yang lembut mendarat pada bibir Queen, rasanya asam dan sedikit lembek, serta ada serbuk-serbuk-nya.


Apakah bibir Vegas sudah berganti menjadi permen jelly rasa jeruk? Mungkin saja begitu!


__ADS_2