FAKE NERD

FAKE NERD
Apakah Albani suka Lisa?


__ADS_3

Bus Lengan T-ara sudah sampai pada tujuan, beberapa murid-murid turun berbondong mungkin terlalu capek di dalam. Queen, gadis itu berusaha membangunkan Alvarez, Alvarez ini tidur atau mati sih?! Dari memasuki bus cowok ini sudah tertidur sampai bus berhenti pun Alvarez masih tertidur.


"Bang, udah sampe nih ayo bangun!" Queen mengguncang-guncang tubuh Alvarez.


Namun, cowok itu tampak enggan untuk membuka mata membuat Queen pasrah akannya. Queen kembali mengguncang tubuh Alvarez cukup kuat, dengan spontan kaki bawahnya menginjak kaki Alvarez membuat cowok itu membelalakkan matanya besar.


"Haduh, sakit tahu, Queen!" kesal Alvarez menjauhkan kaki yang diinjak oleh Queen.


Queen malah menatap Alvarez jengah. "Makannya kalau disuruh bangun itu ya, bangun. Jangan kebo!" balas Queen tidak kalah kesalnya dari Alvarez.


"Ayok turun! Lu mau di sini sampai kapan? Mau di bawah pulang lagi sama nih bus?!" Queen mengambil barang-barangnya kemudian turun meninggalkan Alvarez yang sibuk dengan tasnya.


Bung!


"Eh, maaf Kak, Queen nggak lihat ada Kak Vegas tadi di sini," kata Queen meminta maaf kerena sudah menabrak tubuh Vegas.


Vegas melirik dengan raut datar, kemudian datang Alvarez yang masih mengomel pada Queen membuat Vegas semakin bad mood. Vegas mengambil benda yang jatuh dengan mata yang masih tertuju pada Queen dan Alvarez.


"Lu kenapa ninggalin gue?" Alvarez sudah berada di samping Queen, Queen membelokan wajahnya pada Alvarez lalu mengacuhkan cowok itu kembali melirik pada Vegas yang sudah hendak berjalan pergi.


Queen yang melihat Vegas yang akan melangkah mengajar cowok itu dan setelah sampai di belakangnya Queen memegang lengan baju Vegas sambil berucap.


"Kak V–vegas ...."


"Apa?!" Belum sempat Queen menyelesaikan ucapannya Vegas memotong dengan begitu ketus pada Queen.


Vegas melirik lengan bajunya yang sedang dipegang oleh Queen, tatapannya sungguh tidak bersahabat. Dengan sekali hempasan tangan Queen sudah tidak di lengan bajunya lagi membuat Queen sedikit kaget.


Queen langsung terdiam akan sikap Vegas yang tiba-tiba ketus padanya, ia juga tidak menghalangi Vegas untuk melangkah lagi. Apakah Queen melakukan sebuah kesalahan sampai-sampai Vegas bersikap begitu padanya sekarang?


Alvarez yang masih berada di samping Queen juga menatap bingung pada dua insan ini, tampaknya mereka sedang tidak baik-baik saja. Memang kalau berusaha dengan yang namanya cinta itu ribet.

__ADS_1


"Mau sampai kapan lu lihatin punggung Vegas? Gue capek berdiri nih di sini," ucap Alvarez mengingatkan Queen, Queen langsung memeluk Alvarez membuat cowok itu semakin bingung.


"Bang, gue salah ya? Kok Kak Vegas begitu sama Queen?" tanya sedikit menangis pura-pura dalam dekapan Alvarez.


Alvarez langsung menggaruk-garuk belakang kepalanya seperti orang bodoh, kenapa dia harus di tempatnya dalam posisi membingun kan seperti ini? Queen juga ada-ada saja mana dia tahu isi hati Vegas, kalau dia bisa membacanya sudah dari dulu dia jadi dukun, dukun beranak ... hehe.


Cowok itu mengelus-elus rambut Queen sambil berbicara di dalam hati.


'Jangan sampai ingus nih bocah ketingalan di jaket gue!' batinnya panik melihat Queen sudah mulai mengusap-usap wajahnya.


"Lu yang sabar ya, mungkin ini ujian buat lu biar bisa jadi lebih baik lagi," nasehat Alvarez ngaco, lihat! Queen langsung mengangkat wajahnya dari dekapan Alvarez.


Di posisi seperti itu memang tidak enak, mana tadi wajahnya di ketiak Alvarez, uh! Salah tempat dia untuk bersandar dan menumpahkan kesedihannya. Alvarez juga malah semakin membekap wajahnya.


"Dah lah, lu nggak asik!" Queen meningalkan Alvarez yang menatap dirinya bingung.


Lama-lama otak gue konslet!


Sedangkan di area sudah berkumpul beberapa murid-murid, Albani masih mengekori Lisa dan Alvano, begitupun Alvano masih bersama Lisa. Sebenarnya Lisa sudah mengusir Alvano akan tetapi pemuda itu sangat keras kepala.


"Kak kenapa ngikutin aku sih?" ketus Lisa pada Alvano yang nampak tenang pada tempatnya berdiri.


"Kenapa?" Singkat, jelas dan mudah dipahami.


Lisa tampak tambah kesal akan jawaban yang Alvano berikan, ingin sekali dia menjitak kepala pemuda itu sekarang. Namun, Lisa tidak berani melakukan itu, dan berakhir dengan menyimpan keinginan itu di dalam hati paling dalamnya.


"Di sutuh kan banyak tempat kosong kenapa harus dekat-dekat sama Lisa?" tunjuk Lisa pada tempat yang tidak jauh dari Alvano berdiri sekarang.


Alvano, pemuda itu melirik sekilas tempat yang Lisa tunjuk. "Gue maunya di sini," bilang Alvano begitu santai.


"Lihat! Sekarang udah ada orang," tambahnya lagi saat beberapa orang menempati tempat yang tadi Lisa tunjuk.

__ADS_1


"Terserah Kakak deh!"


Lisa gadis itu sudah mencak-mencak di tempatnya berdiri saking kesalnya pada Alvano, mengapa ini cowok selalu bisa membalas ucapannya? Lisa menyampingkan tubuh tidak ingin melihat Alvano.


Di belakang mereka Albani menyaksikan semua pembicaraan mereka, rasanya ada sesuatu yang dongkol tiba-tiba di hatinya, melihat keakraban Alvano dan Lisa membuat Albani tidak suka.


Albani tahu kalau Alvano dan Lisa itu sebelum tidak sedekat ini bahkan dulu mereka seperti Tom and Jerry sekarang lihatlah mereka tampak seperti dua pasangan yang sedang bertengkar. Mengesalkan sekali!


Pung!


Tiba-tiba punggungnya ditepuk oleh seseorang dari belakang.


"Lu gapain lihat mereka gitu bangat?" tanya Bunga yang tadi menepuk pundak Albani. Albani menghempas tangan Bunga di pundaknya kasar.


"Bukan urusan lu!" katanya ketus lalu berpindah tempat.


Brung!


Alvano langsung membantu Lisa yang hampir saja terjatuh akibat ulah Albani menabraknya cukup kencang. Sedangkan cowok itu membalikkan tubuhnya dan menatap dengan wajah pura-pura tidak sengaja. Padahal ia sengaja menabrak Lisa tadinya.


"Sorry! Nggak sengaja!"


"Nggak apa-apa, Bang, Lisa baik-baik saja," jawab Lisa memaklumi.


Setelah mengatakan itu Lisa sibuk dengan dirinya sendang kan Albani juga sudah menghadap ke depan sekarang. Meskipun sibuk dengan kegiatan masing-masing tapi pikiran mereka masih mengingat aksi tabrakan tadi.


Tanpa mereka sadari Alvano tahu kalau sesuai yang tidak beres terjadi pada Albani, jangan pikir dia tidak tahu! Alvano peka atas kejadian sebelum-sebelumnya, menurut Alvano Albani tidak suka kalau dia dan Lisa berdekatan. Entah alasan kerena apa Alvano masih belum menebak.


Alvano melihat Albani yang berada di depan, mencoba untuk mencari jawaban. Seketika satu kata muncul di benaknya.


Cinta?

__ADS_1


Iya cinta, ini seperti Albani tidak suka miliknya atau orang yang dia suka berdekatan dengan orang lain. Tapi, pertannyaan sekarang masak sih Albani suka Lisa? Dari dulu saja Alvano sudah bisa melihat Albani itu seperti menganggap Lisa sebagi Adik saja. Tapi hati orang siapa yang tahu 'kan? Bisa saja embel adik–kakak diantara mereka sekedar menutupi perasaan Albani pada Lisa.


__ADS_2