
"Lu tersesat?" tanya Elvin ramah pada gadis itu, Queen mengangguk kecil.
"Gue mau pulang ke tenda, tapi sudah satu jam nggak nyampe-nyampe juga. Kayaknya gue emang tersesat," kata Queen meratapi nasibnya yang malang.
Memang kalau punya niat jahat pasti ujung-ujungnya kembali pada diri sendiri. Queen menyesal sudah meninggalkan Lisa sendiri di sana, pasti gadis itu ketakutan. Tapi, mau bagaimana lagi Queen terlalu takut untuk kembali memutar jalan di mana Lisa berada jadilah dia terus melanjutkan langkah meski tahu dia sedang tersesat.
"Ini jalan ke tenda cowok, kalau tenda cewek sebelum persimpangan jalan yang lu lewatin tadi sebelah kiri," jelas Elvin pada Queen.
Nah 'kan, seharusnya Queen mengikuti jalan persimpangan ke kiri tadi. Ais! Sudahlah nasi sudah jadi bubur percuma Queen menyesalinya sekarang, sekarang yang harus dia pikirkan jalan pulang bagaimana? Bahkan Queen sudah tidak ingat lagi jalan yang tadi dia tempuh. Memang pelupa!
"Terus gue harus gimana? Gue lupa pula jalan yang gue lewatin tadi," ucapnya cemas, dan moga saja cowok di depannya ini peka.
"Lu tenang aja, gue bakal antar lu ke tenda. Ayok ikut gue," ajak Elvin melangkah ke jalan yang tadi Queen lewatin.
Queen langsung saja mengekor di belakang, untung saja dia bertemu Elvin kalau tidak bisa-bisa sampai malam Queen masih berada di hutan, berteman burung hantu dan jangkrik, mengerikan. Cuma membayangkannya saja sungguh membuat bulu kuduk Queen meremang apa lagi benar-benar tidak ada yang datang tadinya.
Elvin diam-diam melirik Queen yang mengekornya, sayang sekali di sini tidak ada Evan dan Elang kalau mereka ada di sini pasti bakal lebih seru. Elvin harus bersabar, sambil berjalan Elvin menatap ke sekeliling yang mereka lewati, heran juga kenapa Queen sampai berani melewati hutan tampak seram ini sendiri. Barang kali bawah satu atau dua teman untuk menemani.
"Lu gapain berkeliaran di luar perkemahan?" tanya Elvin memecah kesunyian.
"Gue disuruh ngambil air sama Buk Anita," jujur Queen, dan memang dirinya disuruh mengambil air oleh Bu Anita.
Elvin tampak manggut-manggut paham apa yang Queen ucapkan padanya. "Sendirian? Lu nggak takut kalau ada binatang buas atau orang jahat dalam hutan?!" Elvin melirik Queen yang sudah sejajar berjalan dengan langkah-langkahnya saat ini.
__ADS_1
Bibir Queen langsung cemberut, ini bukan kesalahan Lisa dialah yang bersalah. Andai saja dia tidak punya niat mengerjai tuh gadis sudah dipastikan mereka sudah di tenda, kalau tidak di tenda setidaknya mereka tersesat berdua. Andai juga dia tidak punya niat buruk dia tidak perlu merepotkan Elvin. Andai dan andai ....
"Tadi gue sama Lisa, nggak tahu lagi ke mana tuh anak. Kayaknya gue ditinggal," bohongnya, tetap saja walaupun dia yang salah harus Lisa jadi korbannya.
"Tega bangat sih Lisa ningalin lu sendirian di hutan lebat begini," bilang Elvin yang langsung dianggukan oleh Queen dengan beberapa kali.
"Entah tuh cewek nggak jelas ban—"
Ucapan Queen terhenti seketika saat semak-semak di dekat mereka bergoyang sendirinya.
Elvin dan Queen saling tatap perasaan tidak ada angin tidak hujan dan tidak ada petir kenapa bisa rerumputan itu bergerak-gerak dengan sendirinya? Pikiran negatif seketika muncul begitu saja, takut-takut itu babi hutan yang ada di balik semak-semak.
Elvin dan Queen kompak mengangguk, lalu tampak Evin memberikan aba-aba dengan jarinya. Kemudian Elvin menganguk.
Untung saja Queen berlari bersama Elvin kalau sendiri bisa-bisa dia kembali semakin tersesat, dia tidak berpikir akan jadi seperti ini sebelumnya. Queen sudah membayangkan bagaimana babi itu keluar dari semak-semak lalu berlari ke arah mereka.
Dan, untung saja mereka sudah agak jauh berlari bisa dipastikan babi itu tidak akan mengejar mereka. Queen dan Elvin kembali berjalan santai seperti biasa.
"Untung saja kita udah jauh!" kata Elvin sambil mengatur napasnya yang memacu kecepatan petir.
"Itu tadi babi ya, Kak?" tanya Queen yang juga ikut mengatur napasnya.
Elvin melirik Queen yang menjaga tangannya di lutut lalu sedikit tergelak. "Mungkin," katanya santai lalu menduduki tubuhnya di tanah.
__ADS_1
Semak-semak tersebut semakin bergerak kencang, dan detik kemudian keluarlah Albani dari sana sambil mengancingkan celananya yang terbuka, tampaknya Albani habis kencing di sana. Albani melirik sana sini perasaan tadi Albani mendengar suara orang berteriak tapi sekarang tidak ada satupun.
Albani mengangkat bahunya acuh, setelahnya dia kembali berjalan ke tenda. Memang aneh juga sih Albani jauh bangat cari tempat hanya untuk kencing saja, bisa saja dekat perkemahan ini malah hampir setengah jalan ke sungai. Untung di semak-semak tadi tidak ada nakoda betina yang terkena kencing Albani bisa-bisa hamil tuh nakoda.
Meskipun sepi dan menakutkan bagi cowok seperti Albani tidak ada apa-apanya, lihat cowok itu begitu santai berjalan tanpa melihat ke kanan dan kiri tanpa ada rasa takut sedikitpun setiap melangkah.
Balik lagi pada Elvin dan Queen, dua manusia itu sudah sampai pada perkemahan cewek. Queen bisa melihat Lisa yang sudah berada di tenda, seketika wajahnya cemberut. Elvin yang melihat itu ikut memandangi ke mana arah mata Queen.
"Lu nggak usah pikirin dia, seterusnya lu jangan mau lagi kalau diminta gambil air kalau sama dia," ujar Elvin yang paham isi hati Queen saat melihat Lisa.
Lisa yang juga melihat Queen segera mengalihkan pandangan, jantungnya langsung berdetak tidak karuan melihat Elvin. Dengan cepat-cepat Lisa mengambil kayu bakar yang akan di bawah ke dapur kecil-kecilan yang mereka buat.
"Iya, Kak. Makasih sudah ngantar Queen sampai pada tujuan dengan selamat," ucap Queen berterima kasih pada Elvin.
"Santai, gue juga lagi gabut. Kalau gitu gue pergi ya," pamit Elvin, diangguki oleh Queen.
Setelah itu Elvin melangkah meninggalkan perkemahan cewek.
"Hati-hati di jalan, Kak Elvin!" teriak Queen pada Elvin yang sudah tampak mulai jauh, Elvin yang masih bisa mendengar menghancurkan jempolnya pada Queen.
Elvin sudah tidak terlihat lagi, Queen langsung menuju anak-anak kemah yang lain untuk membantu mereka, setelah sampai di tempat tujuan Queen bisa melihat di sana Lisa sedang memotong bawang dengan sedikit drama dramatis.
Gadis itu memang cocok untuk memerani sebuah film berjudul 'Kutukan Bawang Merah' menurut Queen. Sangat -sangat lebay, padahal itu cuma bawang kenapa harus ada acara menangis segala?! Queen mengabaikan Lisa lalu ikut membatu seperlunya.
__ADS_1
Dasar ratu drama!