FAKE NERD

FAKE NERD
Alvarez, Queen pacaran?


__ADS_3

Alvin dan Alvarez bersitegang keduanya menatap sama-sama tajam sedangkan Queen di samping hanya menjadi penonton. Mereka memang tidak mengeluarkan kata-kata akan tetapi tatapan mata saja sudah bisa menjelas semua yang ada di hati masing-masing.


Dengan wajah sama-sama mengeras dan urat-urat pada leher yang bermunculan membuat kedua cowok itu terlihat cool. Dengan tidak beretika-nya Queen malah maju dan memposisikan tubuhnya di tengah cowok tersebut, Queen melirik Alvin lalu berganti melirik Alvarez kemudian mengeruk belakang telinganya dan detik berikutnya Queen tertawa sumbang.


"Lu kenapa?" tanya Alvin.


"Lu kenapa?" tanya Alvarez.


Kedua cowok itu berarengan, lalu menatap satu sama lain. Queen yang mendengar itupun tertawa cukup kencang sampai kembali menjadi pusat perhatian dari Alvarez dan Alvin.


"Jangan sampai gue lihat lu berurusan dengan Vegas! Atau lu bakal masuk list musuh-musuh gue di sekolah ini." Setelah mengatakan itu Alvin pergi dari hadapan Alvarez, laki-laki itu mengancam Alvarez?


"Huh, huh! Sekalian aja urusin cel'ana dalam Vegas," gerutu Alvarez menunjuk-nunjuk kepergian Alvin.


Andai saja laki-laki itu masih ada di sini sudah dipastikan tinjunya akan melayang pada wajah Alvin. Sebegitu ya, Alvin ingin menyingkirkan Vegas sampai-sampai orang yang ingin berteman dengan cowok itu diusili olehnya. Untung saja dia bukan termasuk orang-orang lemah itu.


Tanpa Alvarez sadari Queen menatap dirinya menyelidik, bahkan gadis itu sudah mengitar-ngitari tubuh Alvarez untuk mencari sesuatu yang aneh pada temannya itu.


"Nggak ada yang aneh," gumam Queen setelah mengelilingi Alvarez.


Tag!


Tiba-tiba saja Queen menjitak kepala Alvarez membuat cowok itu mengadu kesakitan. Padahal dia sedang asik-asiknya melamun malah kena jitakan Queen. Apa kesalahan ya?


Alvarez menatap Queen protes sedangkan yang ditatap malah balik menatap tak kalah sinis-nya. Queen mengangkat kedua tangan cowok itu dan kembali menyelidiki Alvarez, tetap saja dia tidak menemukan apa-apa.


"Ayok bilang sama gue, Bang, lu lagi nyembuyiin apa dari gue?" paksa Queen menunjuk-nunjukin tangan tepat di depan wajah Alvarez.


"Apa sih, Queen! Gue nggak nyembuyiin apa-apa dari lu!" kesal Alvarez menurunkan jari tunjuk Queen di hadapannya.

__ADS_1


"Ah, masak. Lu pasti bohong 'kan? Ayok jujur sama gue, Bang," paksa Queen lagi dia rasa Alvarez sedang menyembunyikan sesuatu darinya, entah itu apa.


"Jangan ngawur deh, nyembuyiin apaan coba! Gue aja jarang bahkan hampir nggak pernah ketemu Vegas cowok lu itu!" kekueh Alvarez padahal dalam hati sedang berdisko hebat.


Memang dia menyembunyikan sesuatu dari Queen, akan tetapi itupun nggak penting-penting amat. Kenapa juga Queen harus kepo, ini 'kan tentang laki-laki sesama laki-laki. Ah, memang gadis kepoan sih Queen ini dari dulunya.


Alvarez merangkul pundak Queen. "Udahlah, mending masuk kelas dari pada berdiri di depan pintu gini," ajak Alvarez menyeret Queen ikut masuk dengannya, Queen yang diserat cuma pasrah.


"Benarkan lu nggak bohong?" Queen masih berusaha membuat Alvarez berdecak sedikit.


"Nggak Queen cantik," jawab Alvarez putus asah akan kekepoan Queen yang sudah level maksimal ini.


Setelahnya Queen tidak bertanya lagi, dia duduk di samping Alvarez dan mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing meskipun Alvarez diam-diam melirik Queen.


Lu nggak perlu tahu, Alvin!


***


"Lu kalau mau lihatin gue ya, lihat aja jangan malu-malu begitu," kata Vegas, namun matanya tertuju pada spion motornya.


Queen yang tertangkap basah curi pandang lewat spion menundukkan wajahnya malu, kenapa dia harus ketahuan segala! Queen 'kan jadinya malu sendiri. Tanpa sadar pegangan di pinggang Vegas terlepas, Vegas yang menyadari menarik tangan Queen agar kembali memeluknya.


"E—eh, Kak ...." Queen deg-degan saat tubuhnya yang tadi memeluk biasa sekarang malah semakin erat memeluk Vegas.


"Pegangan nanti lu jatuh, gue nggak mau tanggung jawab kalau lu luka!" kata Vegas dengan alasannya.


Setelah itu tidak ada lagi percakapan antara mereka, Queen sibuk dengan acara curi pandangnya dan Vegas yang sibuk menertawakan tingkah lucu gadis itu di belakang tubuhnya.


Entah datang dari mana tiba-tiba saja perdebatan Alvarez dan Alvin tadi di sekolah terlintas begitu saja, memang dasarnya Queen yang kepoan memberanikan diri untuk bertanya dari pada mati penasaran.

__ADS_1


"Hem, Kak ... Queen boleh nanya gak?" tanya Queen tampak ragu-ragu saat berbicara.


Vegas melirik gadis itu dari kaca spion, lalu menarik satu alisnya cool. Queen yang melihat itu ingin menfoto dan mengabadikan ke dalam beberapa album dalam ponselnya. Ah! Dia sangat terpesona sekali dengan karismatik calon suaminya ini.


"Emangnya lu mau nanya apa?" Vegas malah balik bertanya padanya.


Queen menyengir kemudian mengaruk belakang kepalanya jadi bleng begitu Vegas bertanya padanya. Queen berusaha mengumpulkan semua ingatannya, setelah beberapa lama akhirnya dia ingat apa yang akan ditanyakan pada Vegas.


"E—eh, itu ... Kakak kemarin ketemu Kak Varez, ya?" tanya Queen memberanikan diri.


Tiba-tiba saja tubuh Vegas sedikit kaget, namun detik berikutnya dia kembali memasang wajah biasa-biasa saja. Vegas berusaha agar Queen tidak mencurigainya.


Vegas mengigit bibir bawah. "Cuma gobrol biasa aja kok, emang kenapa?" Vegas tidak ingin membahas ini pada siapapun.


Queen kesal, kenapa calon suaminya ini setiap menjawab pertanyaan tentang dirinya dan Alvarez temanya itu selalu menyelipkan pertanyaan membuat Queen harus berpikir untuk menjawabnya.


"Nggak, Kak, cuma nanya aja!" balas Queen dan tidak bertanya lagi takut malah ditanya balik dan Queen tidak tahu harus menjawab apa, takut Vegas risih padanya yang banyak berbicara atau ikut urusannya.


"Sekarang gantian gue yang nanya sama lu," ujar Vegas melirik Queen yang agak sedikit melamun entah melamun apa.


Queen mendongkakkan kepala untuk melihat Vegas. "Mau tanya apa, Kak?" ucap Queen melirik Vegas juga dari spion motor membuat tatapan mereka saling bertemu.


"Lu sama Alvarez pacaran?" tanya cowok itu tampak serius memandang Queen lewat spion motornya.


Queen tanpa gelagapan ingin menjawab, bagaimana Vegas berpikiran kalau dia dan Alvarez pacaran. Cowok somplak begitu bukan tipe Queen meskipun Alvarez itu tak kalah capek dibandingkan Vegas, tapi tetap Vegas lah pemenang.


Mungkin saja Vegas bertanya begitu kerena dia yang selalu berdekatan dengan Alvarez. Ya, memang mereka sudah seperti perangko yang ke mana-mana selalu bersama.


"Kak Varez sama Queen itu sahabat udah lama bangat Kak, udah kayak Abang sendiri buat Queen Kak Varez itu, mana mungkin kita pacaran. Mustahil!" jelas Queen panjang.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu."


__ADS_2