FAKE NERD

FAKE NERD
Bersama kita kuat


__ADS_3

Beberapa jam pun sudah terlewatkan sekarang rombongan Alvarez sudah kembali melangkah, di sepanjang perjalanan ada saja tingkah-tingkah mereka yang usil padahal Alvano sudah mengingatkan mereka untuk tidak melakukan hal yang berlebihan.


Namun, mereka semakin diingatkan malah semakin menjadi-jadi apakah mereka tidak tahu kalau hutan itu banyak pantang, Alvano memilih diam saja tidak ingin menegur lagi kalau nanti antara mereka ada yang tersadar jangan salahkan Alvano.


"Kalau semisal gue hilang lu pada nyariin gue nggak," kata Evan tiba-tiba.


Orang-orang tersebut langsung saja mengarah padanya dengan alis mengkerut. Setelah itu mereka mengacuhkan Evan, Evan yang mendapatkan reaksi seperti itu kecewa dia pikir dia berharga ternyata tidak. Ya, sudah untuk apa Evan hidup! Emang melangkah meninggalkan barisan.


Evan dengan bersedih hati mulai melangkah berjauhan dengan kelompoknya, namun ketika beberapa langkah saja cowok itu sudah kembali lagi pada barisan. Evin dan Elang temannya tertawa dengan tingkah gabut temanya ini, ternyata orang ganteng gabut itu sangat membingungkan.


"Jangan sok kecakapan deh di sini, nggak bakal ada cewek yang lihatin lu ...." Alvarez melirik Lisa sedikit lalu kembali melangkah.


"Oh, gue lupa ternyata ada satu di sini, tapi yang gue lihat bukan cewek melainkan nenek lampir," tambahnya dengan begitu gampang.


Lisa langsung saja tidak terima akan perkataan dari Alvarez, disikutnya pinggang cowok itu dengan kakinya. Orang lain sikut pakai siku berbeda dengan Lisa dia sikut Alvarez dengan ujung kaki. Dan, hal tersebut berhasil membuat pertahanan Alvarez roboh sampai cowok itu terjatuh dengan gaya.


Walaupun sikutan dari Lisa pelan tetap saja dirinya belum siap sampailah dia sekarang sudah seperti Superhero. Dengan menggerutu Alvarez kembali berdiri dan melihat baju belangnya takut ada cap kaki cewek lampir itu tertinggal.


Sedang Lisa cewek itu tersenyum kemenangan seharusnya dia lebih menekan kakinya biar sekalian tuh cowok encok gara-gara sikutan maut Lisa, salah sendiri cari gara-gara dengannya.


Alvarez langsung membalik badan. "Lu bisa enteng nggak?! Lihat tuh Bang Alvano nggak kecacingan kayak lu!" bilang Alvarez menunjuk-nunjuk wajah Lisa membuat gadis itu juga ikut geram.


Krek!


Dengan sekali tarikan tangan Lisa mere'mas tangan cowok itu kuat sampai membuat Alvarez meminta ampun padanya untuk segera dilepaskan. Namun, jangankan melepaskan mengendurkan barang sedikit aja dia engan.


"Ulang lagi sebut gue kayak apa?!" marah Lisa, pegangan di tangan Alvarez semakin kuat dia re'mas.

__ADS_1


"Lepasin gue, tuh tangan bukan gabus lu re'mas-re'mas. Kalau lu emang mau re'mes, tuh re'mes aja yang bawah," sahut Alvarez melihat ke bawahannya.


Lisa juga mengikuti arah gerak mata Alvarez, wajahnya langsung mengeluarkan seringai menakutkan. Alvarez yang melihat itu sudah tahu akan apa yang ingin diperbuat gadis gila di depannya ini.


Brung!


"Awk ... pecah Juno gue," ringgis Alvarez memegang cepat Juno-nya, rasanya sakit plus ngilu-ngilu.


Orang-orang yang melihat ikutan meringis mereka juga memegangi Juno masing-masing takut hilang atau di tendang oleh Lisa, sedang Lisa sudah memundurkan tubuhnya dengan wajah yang sangat puas.


"Itu pasti sakit," celutuk Evan.


"Pasti merah-merah tuh di Juno ya," sahut Elvin juga.


"Pasti nanti kualitas benih-benih si Juno nggak mantul lagi," tambah Elang yang juga ikut mengompori.


Korban malah mundur beberapa langkah kemudian berjongkok sambil memegangi sih Juno, mungkin ingin menetralkan sih Juno dari kesakitan. Sedangkan yang lain hanya menatap bingung kelakuan Alvarez.


Cowok-cowok menatap kasihan Alvarez, berusaha menguatkan cowok itu dengan tatapan iba. Alvarez yang mengerti kembali mengulurkan tangan di depan wajahnya seperti mengatakan tidak apa-apa. Dia baik-baik saja, cuma sih Juno-nya yang koma.


"Eh kok kalian ada di sini?" tanya Queen yang datang bersama anggotanya.


Queen langsung saja melihat ka arah Alvarez yang berjongkok kemudian mengerutkan keningnya, dia mendekati Alvarez untuk memastikan apa yang terjadi pada temannya ini sekarang.


"Lu kenapa duduk di sini, Bang?" tanya Queen dengan polosnya.


Alvarez mengibas-ngibaskan tangannya meminta Queen agar lebih dekat dengannya lagi, setelah mendekati Alvarez cowok itu menarik bahu Queen agar dia bisa membisikan pada telinganya Queen yang paham ikut menundukkan kepala.

__ADS_1


Dan, terjadilah ....


"TELUR KEBANGGAAN GUE DITENDANG SAMA SIH LISA LAMPIR!" teriak Alvarez kencang di telinga Queen.


Plak...


Spontan saja tangan Queen melayang ke bibir Alvarez, membuat wajah cowok itu terpelanting ke samping. Queen yang sudah sadar membenarkan kembali wajah Alvarez yang sok dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar.


Queen tidak bermaksud untuk melakukan itu pada Alvarez, ini murni kecelakaan. Queen mengamati semua permukaan wajah Alvarez mencari barang saja ada luka, setelah selesai mencari ternyata tidak ada luka atau memar sedikitpun Queen melepas wajah Alvarez dengan dorongan kuat ke belakang.


"Kalian ada dendam apa sama gue sebenernya? kenapa kompak bangat hari ini nyiksa gue?!" ucapnya dengan wajah yang masih dibuat menyedihkan.


Queen yang tidak mengerti mengacuhkan ucapan Alvarez dia kembali berdiri, sedangkan yang lain yang menyaksikan menahan tawa diam-diam. Terutama trio E yang sudah tertawa ngakak tanpa bisa menahan lagi, sungguh menurut mereka ini hiburan menarik.


"Gimana kalau kita kerja sama cari petunjuknya?" bilang Aska yang tiba-tiba buka suara, beberapa menatap padanya.


"Kita nggak se-tujuan, sejalan, searah, jadi nggak bisa!" ucap Albani cepat.


"Tapi, gue nggak masalah kalau kita carinya berbarengan," katanya lagi.


"Oke." Tiba-tiba Alvano yang sedari tadi diam buka suara, jika Alvano sudah buka suara berarti dunia sedang tidak baik-baik saja.


"Ayo, kalau mau cari sekarang. Keburu malam kalau kalian masih sibuk di sini," katanya lalu melanjutkan terlebih dahulu.


Orang-orang itu langsung saja mengikuti Alvano dari belakang, mereka saling bahu membahu seperti trio E, Lisa bersama dengan Bunga, sedangkan yang lain bersama teman sepermainannya sendiri. Begitu pula Queen bersama Alvarez.


Queen membantu Alvarez untuk berdiri dengan menyeret tangan cowok itu sembarangan membuat Alvarez tertarik-tarik. Memang benar katanya, tadi Lisa yang menyiksanya sekarang gantian Queen. Oh! Lengkap sudah penderitaan Alvarez sekarang. Bertambah beban hidupnya.

__ADS_1


Alvarez berjalan malas-malasan, bahkan ini saja yang memaksanya berjalan kerena tarikan Queen di tangannya. Queen juga harus sabar menghadapi Alvarez, sudah biasa bagiannya menghadapi Alvarez setiap harinya. Dia masih setia menyeret Alvarez agar bergerak kalau saja dia lepas pasti tuh cowok tumbang dan kembali duduk.


"Queen! Kira-kira Juno gue pecah nggak, ya?


__ADS_2