FAKE NERD

FAKE NERD
Flashback [1]


__ADS_3

Queen kecil berlari-lari ke sana ke mari, di tangannya terdapat tas Albani yang gadis itu ambil diam-diam dari kamar abangnya itu. Queen sangat suka dengan tas yang baru dibeli Albani, tasnya begitu menarik dan unik menurut Queen.


Alvano yang melihat hanya acuh tak acuh, pemuda tampan itu lebih tertarik pada es krim vanilla yang sedang dijilat pemuda itu. Alvano hanya menyaksikan aksi kejar mengejar antara Albani dan Queen, sedangkan Mama dan papanya lagi membereskan pakaian yang akan mereka bawah libur.


Ya, mereka akan berlibur ke Bali, sudah lama mereka tidak libur keluarga. Biasanya mereka melakukan liburan diwaktu kenaikan kelas anak-anak, atau pas mempunyai waktu senggang. Maklum Mama dan papa Queen termasuk orang sibuk, yah memang sibuk di ranjang ... canda.


"Queen jangan lari, kembalikan tas, Abang!" Suara cempreng Albani seperti hendak memecah gendang telinga Alvano yang berada di sana.


Sedangkan Queen tetap saja berlari terus tanpa menghiraukan teriakan Albani, Queen menghindari kejaran Albani.


"Bagi Queen, Bang. Jangan pelit sama adik sendiri!" kata Queen yang ikut berteriak tidak kalah kencang dari Albani.


Di dalam kamar Valen dan Edgar sedang berdebat, di mana Valen yang tidak setujuh mengenai liburan ini, sedang Edgar tetap pada pendiriannya.


"Pa! Sebaiknya libur kali ini kita undur aja, bulan besok 'kan bisa, Pa. Anak-anak juga liburnya masih lama kenapa harus terburu-buru," bujuk Valen pada suaminya supaya berubah pikiran, entah mengapa perasaannya sekarang menjadi tidak enak.


"Mami 'kan tahu anak-anak udah rencanain liburan dari beberapa Minggu yang lalu, jangan buat mereka kecewa sama kita, Mi." Edgar masih kekeuh dengan pendiriannya, yang terutama bagi Edgar adalah kebahagiaan anak-anaknya.


"Tapi, Pa—"


"Queen mau liburnya sekarang, pokonya kita berangkat hari ini! Kalau nggak Queen ngambek, nggak mau makan, nggak mau mandi juga," ucap Queen kecil muncul dari balik pintu bersama tas di belakang punggungnya.


Valen mendekati Queen, berjongkok di depan anaknya itu. Queen kecil yang memasang wajah cemberut memalingkan wajah dari Valen sang Mama.

__ADS_1


"Saya—"


"Queen mau liburan sekarang, titik nggak pakai koma!" kata Queen setengah meninggikan ucapannya pada Valen.


"Kamu dengar sendiri-kan, apa yang anakmu mau?!" ucap Edgar pada Valen, Valen menghembuskan napas pasrah. Dia mengalah!


Setelah perdebatan itu, Edgar keluar dengan satu koper, dibantu juga oleh Valen yang membawa barang-barang ringan lainnya. Rencananya mereka akan menginap di sana beberapa Minggu, sekalian berlibur ke rumah sanak saudara Valen yang ada di Bali.


"Yeh! Akhirnya kita libur juga!" teriak Queen yang duduk di depan bersama Edgar. Queen bersih keras tidak mau duduk barang Albani dan Alvano. Terpaksalah Valen mengalah lagi pada putrinya itu.


"Bisa diam nggak kamu, mau Abang kasih cabe mulut kamu?" ancam Albani pada Queen.


Queen membalikan tubuhnya menghadap kebelakang, lalu menjulurkan lidah pada Albani. Albani berdecak kesal kerena diledekin Queen. Sedikit kemudian mereka tertawa berbarengan.


Edgar menatap pada jalanan, meski sesekali melirik pada anak-anak. Rasanya begitu bahagia melihat mereka tertawa terbahak-bahak begitu. Bahkan Alvano kecil pun ikut tersenyum, sangat jarang anak laki-lakinya itu tertawa apa lagi tersenyum dan sekarang dia tersenyum melihat perdebatan Queen dan Albani bukankah itu sesuatu yang mengagumkan?


"Pa, Lihat!" Queen melibatkan ponsel milik Valen pada Edgar, di sana terdapat tempat wisata terkenal di Bali. "Nanti kita ke sini, yah," tambah Queen menunjuk salah satu wisata tersebut, Edgar menatap putrinya itu.


"Apapun buat putri kesayangan Papa," bilang Edgar tersenyum pada putrinya.


"Buat Bani nggak, Pa?" sahut Albani dari belakang, Edgar melirik kacang, lalu mengangguk.


"Buat Bani dan Vano juga," ujar Papa menatap kedua putrinya saling bergantian.

__ADS_1


"Ih, 'kan tadi Queen yang minta! Bang Bani, sama Bang Vano nggak diajak," kata Queen menatap Albani sinis, yang dibalas tatapan sinis juga oleh Albani.


"Udah ... udah, udah. Jangan ganggu Papa kalian sedang nyetir!" peringat Valen pada kedua anaknya itu, Queen dan Albani menutup mulut diam setelah mendapatkan peringatan dari sang Mama.


"Pa! Mama galak, yah," kata Queen berbisik pada Edgar, posisi Queen sekarang sedang mencondong menghadap sang Papa.


Edgar mencondongkan tubuhnya pada Queen, lalu berbisik pada telingah putrinya.


"Biasa Sayang, Mama mu belum dapat uang bulanan dari Papa makanya kerjaan Mama mu marah terus," bisik Edgar pada putrinya.


"Pantasan Mama nggak keluar kemarin pas diajak shoping sama kawan-kawannya, Pa. Ternyata ini alasannya," bisik Queen setengah tertawa menatap sang Mama dari celah-celah tempat ia duduk.


Edgar kembali menegakan tubuhnya.


"Pa!" panggil Queen lagi, membuat Edgar kembali mencondongkan tubuhnya pada Queen


"Awas, Pa!"


Teriakan kencang Valen dari belakang, membuat Edgar kembali menegakkan tubuh, Edgar berusaha memutar mobilnya. Namun, sangat disayangi posisi mobil di depannya yang terlampau kencang dan sudah berjarak sangat dekat dengan mobil Edgar.


Brang!


Tabrakan tidak bisa dihindarkan lagi, Edgar langsung memeluk Queen, menyembunyikan putrinya itu dengan tubuhnya. Dan ....

__ADS_1


__ADS_2