FAKE NERD

FAKE NERD
Perdebatan dua kutup


__ADS_3

Malam pun berganti siang semua murid-murid sudah berkumpul pada kelompok masing-masing, begitu juga dengan Queen sudah berkumpul dengan kelompoknya. Gadis itu memakai pakaian lengkap sama seperti yang lain.


"Baiklah kita akan segera memulai acara pagi ini, setiap kelompok yang telah dibagi akan saling merebutkan hadiah pertama ...." Bapak pembina mengangkat sesuatu di tangan kanannya tinggi-tinggi.


"Tentu saja kalian semuanya tidak akan mendapatkannya dengan cuma-cuma, akan ada permainan seru yang namanya 'Cari aku jika kau bisa' di mana permainan akan mencari sebuah boneka kuno yang telah disembunyikan, dengan perantaraan pentunjuk dari pembina masing-masing!"


"Baik, kalian nanti boleh meminta petunjuk nomor satu pada pembina dan segera mencari petunjuk yang lain untuk menemukan boneka yang disembunyikan ... semuanya silakan bergerak!"


Semua ketua kelompok langsung mengarah pada pembina masing-masing untuk mendapatkan petunjuk nomor satu, di kelompok Lisa ada Alvano yang maju untuk mengambil petunjuk, sedangkan pada kelompok Queen ada Vegas yang maju.


Setelah Vegas dan Alvano mendapatkan petunjuk mereka kembali ke kelompok masing-masing, Vegas membuka kertas itu di depan semua anggota pesertanya dan mendapatkan gambar sungai, sedang Alvano menyerahkan kertas pada Lisa, gadis itu langsung membuka dan mendapatkan sebuah barang-barang pohon yang tampaknya sangat unik.


Semuanya langsung mencari pada petunjuk masing-masing, kerena tidak hati-hati dalam melangkah Queen menabrak punggung besar Albani membuat cowok itu kesakitan.


Brung!


Dengan wajah sedikit kesal Albani berbalik badan. "Lihat jalan yang benar, nggak buta 'kan?" ucapnya dengan ketus dan mendorong kecil Queen.


"Sorry," ucap Queen singkat lalu tidak menghiraukan lagi Albani.


Brung!


Tubuh Queen didorong kencang oleh Albani saat tepat melewati cowok itu sampai-sampai membuat Queen menabrak Vegas yang ada di depannya, laki-laki itu berbalik untuk memastikan orang yang menabrak punggung ya cukup kuat.

__ADS_1


Sedangkan Albani tersenyum sinis dalam hatinya, dan sangat disayangi ada Vegas di depan kalau saja tidak ada sudah dipastikan itu gadis akan terjatuh terlungkup di tanah dan akan menjadi bahan tawaan dari beberapa murid-murid yang masih ada di sini.


Vegas menaikkan satu alisnya bingung akan yang terjadi barusan. "Lu baik-baik saja?" tanyanya tepat setelah Queen sudah berdiri dengan benar di hadapan Vegas.


Queen mengangguk. "Aku baik-baik saja, Kak, maaf tadi kesandung," terangnya berbohong.


"Hati-hati," bilang Vegas mengangguk pertanda paham lalu kembali menjalankan kakinya setelah membalik badan.


Albani yang menyaksikan itu sedikit kecewa dia pikir Vegas akan marah-marah pada Queen, ternyata cowok itu malah menanyakan apakah Queen baik-baik saja.


"Wajah lu kenapa kayak lap becek begitu?" tanya Alaska melirik temanya itu tampak bermuka masam.


"Walaupun kayak lap becek, ketampanan gue nggak bakal luntur," tuturnya dengan nada sangat sombong.


Gadis itu berlari ke arah Albani dan Alaska duo cowok itu menatap bingung pada Bunga, sebelum sampai pada Albani dan Alaska tubuh Bunga oleng dan seketika terjatuh tepat di depan Albani sedikit agak jauh.


Albani sebenarnya ingin tertawa melihat kejadian yang ada di depan matanya, namun dirinya harus mempertahankan image di manapun berada jadilah sekarang Albani hanya menampilkan wajah datar berbeda dengan Alaska yang sudah tertawa ngakak.


Queen yang juga masih ada dan melihat kejadiannya segara membantu Bunga. Namun, uluran tangannya tidak dihiraukan oleh gadis itu membuat Queen menarik kembali tangannya.


"Gue nggak butuh bantuan lu," kata Bunga ketus pada Queen.


Queen langsung saja paham dan memilih untuk memundurkan tubuhnya dari Bunga. Semuanya kembali jalan dengan jalan masing-masing yaitu menuju cahaya.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain ada Lisa dan Alvarez yang terus berdebat, kerena Alvarez lah yang memegang peta jadilah dia yang memimpin jalan.


"Seharusnya ke kanan bukan lurus!" bilang Lisa saat ada simpang menghadang, Alvarez melirik Lisa dengan ekor mata.


Namun, perkataan Lisa tidak Alvarez dengan dia tetap saja berjalan lurus dan tentunya diikuti beberapa anggota kelompok, begitu juga dengan Lisa meskipun sempat membantah tetap mengikuti langkah Alvarez.


"Jalan kita salah ini, seharusnya tadi ke kanan!" kesal Lisa saat melihat jalan yang mereka lewatkan sangat penuh dengan rintangan.


Alvarez tetap tidak mendengarkan ucapan Laras dia tetap saja melangkah meski harus melewati batang-batang pohon yang tumbang. Cowok itu masih fokus membaca peta di tangannya.


"Ayok putar balik!" ajak Lisa pada yang lainnya, barulah Alvarez berputar tubuh untuk memperingati Lisa.


Alvano dan yang lain hanya menyaksikan keduanya berdebat tanpa ingin ikut campur dalam perdebatan mereka.


"Ais ... bawel banget sih! Tenang saja gue tahu semua jalan di hutan ini, bahkan gue tahu janda-jandanya juga di mana," bilang Alvarez asal. "Terus maju, pantang mundur," tambahnya lagi sambil mengangkat tangan.


"Awas ya, kalau sampai tersesat gue jual ginjal lu!" ancamnya yang langsung diangguki oleh Alvarez.


Setelah perdebatan itu mereka kembali melangkah mengikuti langkah Alvarez, meski masih terdengar oleh Alvarez kicauan Lisa di belakangnya. Jalanan yang mereka lewati semakin penuh dengan rintangan, sekarang semak belukar kiri kanan yang cukup tajam.


Bahkan ada di antara mereka yang terluka kerena tergores lalang tajam. Meskipun itu goresan kecil tetap saja sakit.


Dan, benar saja setelah beberapa melangkah mereka malah kembali pada tempat sembula di mana mereka menemukan persimpangan tadi, semuanya langsung menatap Alvarez tajam tidak termasuk Alvano cowok itu santai-santai saja di tempatnya berdiri.

__ADS_1


"Siap-siap ginjal lu gue bom!"


__ADS_2