
setelah sopir datang mereka pulang ke rumah untuk mengganti pakaian dan setelah selesai ganti mereka lagsung ke mall
cila tidak pulang ke rumah oma dan opa nya di ke mansion milik nya
mansion nya cukup besar dia sengaja membeli nya untuk berkumpul bersama teman-teman nya
saat sampai di mansion nya ia di sambut hormat oleh satpam dan bibik di mansion nya
"non,akhir nya pulang juga ke indo" ucap bik ina semangat
bik ina adalah pembantu di mansion nya cila
"iya,selamat datang non" guman pak anton
"iya,yaudah cila mau masuk dulu ganti pakaian cila mau pergi ke mall ama temen" ucap cila sopan
cila pun langsung masuk mansion dan menuju kamarnya
setelah sampai di kamar ia mengganti pakaian nya cila menggunakan hoddie kuning dan jeans hitam panjang di padukan dengan rambut warna coklat sebahu ia terlihat sangat cantik sangat berbeda dengan penampilan di sekolah
setelah selesai bersiap-siap ia turun ke bawah dan lagsung ke garasi ia memakai mobil putih miliknya
setelah beberapa menit di perjalanan ia sampai di mall dan lagsung menuju kafe tempat mereka akan bertemu
di cafe sudah ada eci dan liy terlihat eci memakai kaos gucci dan hot pants sedangka liy memakai kaos putih dilapisi jaket denim dan sweet pant abu-abu mereka terlihat cantik sama seperti cila
cila pun masuk cafe wajah eci dan liy seperti suntuk karena lama menunggu cila
"hay gaes" ucap cila nyengir
"lama amet mbak" guman eci sambil menaikkan alis nya sebelah
"maaf" guman cila watados
"yaudah makan dulu yok laper" ucap liy sambil meringuk
mereka pun memangil pelayan cafe
"mbak!" ucap cila agak keras
pelayan tersebut langsung mendekati mereka
"pesen apa mbak?" guman pelayan
"chess cake1, avocado choclate1" guman eci
__ADS_1
"bluberry cake1, mocca late1" guman cila
"choclate cake2,chess cake1, vanilla cream1" ucap liy sambil nyengir
"baiklah saya ulangi chess cake2,avocado choclate1,bluberry cake1,mocca late1,choclate cake2,dan vanilla cream1" dan setelah itu pelayan pergi
eci pun bertanya kepada liy
"banyak banget emang abis" ucap eci sambil geleng-geleng
"katanya mau diet" ucap cila
"ntar aja diet lagi laper nih" guman liy sambil nyengir kuda
sekitar 15 menit..
akhirnya makanan mereka datang dengan lahap mereka memakanya setelah makan mereka bermain di tamezone
di depan tamezone terlihat fanny,devano,bara,,gevan,aurora,nela,dan lisa
bara dan gevan adalah teman devano mereka juga sama seperti devano orang yang famous di sma itu
wajah devano,bara,dan gevan seperti malas
cila,eci, dan liy tidak meghiraukan nya mereka ingin masuk tapi di hadang oleh fanny
"maksud lo apa hah!!" ucap cila membentak
"emang dia siapa lo fan?" guman aurora
"mantan adik gue!" ucap fanny dengan lagak sok jijik
"ayo cil kita pergi dari sini" ucap eci takut jika nanti terjadi keributan
cila yang mendengar itu ingin pergi dia tidak mau bertengkar di depan umum tapi fanny menahan nya
"urusan kita belum selesai" ucap fanny
cila menepis tangan fanny dia ingin pergi lagi-lagi fanny meneriaki nya
"anak pembawa sial!!ups..." guman fanny membuat aurora,lisa,dan nela tertawa sombong
cila sudah sangat kesal dengan fanny dengan amarah yang sudah tak tertahan ia menghampiri fanny dan
plak....
__ADS_1
tamparan melayang ke pipi fanny semua orang tercengang
"magkannya punya mulut jaga" ucap cila garang
fanny terdiam menahan pedih di pipi nya
"lu nggak usah kasar dong!" ucap devano menasehati cila
"lu nggak usah ikut-ikut devano" guman cila tegas
"lu tau nama gue dari mana?" guman devano bingung
"ya iyalah gue tau kita kan se-" guman cila yang lagsung di potong oleh liy
"stt...cil" guman liy gemes
"*****..ampir keceplos" guman batin cila
"ng..gak gue cuma ne...bak" ucap cila salting
"ayok cil kita pulang" guman eci
mereka pun pergi saat punggung mereka tidak terlihat lagi bara bertanya
"wajah mereka kayak familiar ya?" ucap bara dengan wajah bingung
"kalo nggak salah temen nya si cila itu model dan selebgram" guman lisa apa adanya
"dan siapa tadi nama nya fricila kalo kayak nya dia pemilik perusahaan terbesar di dunia foto nya mirip banget sama si fricila" ucap nesa sambil menaikkan bahu nya
fanny,devano,aurora,dan gevan hanya memcerna apa yang terjadi
"berarti mereka orang-orang yang cukup terkenal" ucap gevan
"yok kita pulang gev,bar" ucap vano
mereka bertiga pulang di sana hanya ada fanny,aurora,nesa,dan lisa mereka wajah fanny nampak tidak percaya dengan apa yang di bilang oleh nesa
hallo guys tinggalin jejak
-like
-comen
-vote
__ADS_1
see you next time