
Mobil yang di kendarai Kenny Lin perlahan mulai melaju pelan sepertinya perjalanan hampir sampai pada tujuan. Qiqi menebak-nebak kemana Kenny Lin mengajaknya pergi saat ini tempat yang ia tuju terasa sunyi jauh dari keramaian orang-orang. Benar saja dugaannya tempat yang di tuju sangat sepi sekali tidak ada seorang pun disana kecuali mereka berdua dan lampu-lampu jalanan untuk menerangi.
Kenny Lin menghentikan laju mobilnya di sebuah bukit yang merupakan jalan alternatif menuju lokasi pemandian air panas. bukit ini jauh dari kota sepertinya tidak ada siapa pun disana. mereka berdua turun dari mobil dan Kenny Lin mengajak Qiqi duduk di sebuah taman yang biasanya dijadikan tempat untuk orang-orang pejalan kaki di pagi hari. taman di atas bukit ini sangatlah indah pemandangannya di malam hari dari atas jelas terlihat lampu-lampu berkilauan di bawah sana bagaikan bintang yang berkelap kelip memancarkan sinarnya di malam yang panjang.
Lin Qian tahu tempat ini, dulu sewaktu masih kecil ayahnya sering mengajaknya kemari. tapi karena ini malam hari Qiqi sudah lama tidak pernah melihat tempat ini, makanya ia sedikit asing saat tiba. sembari memegang tangan Qiqi, Kenny Lin mengajaknya duduk di bawah pohon rindang dekat dengan mobil yang mereka parkir barusan.
"Aku baru tahu kalau di kampungmu ada tempat seindah ini Qiqi" kata Kenny Lin tanpa melepas genggamannya.
"Lalu kamu tahu dari siapa bahwa ada tempat seperti ini disi**ni??" tanya Qiqi.
"Jimi de" Kenny Lin mulai candaannya. Qiqi sejak tadi banyak menunduk kini mulai mengangkat wajahnya. tapi sejauh ini dia masih belum berani menatap wajah Kenny Lin.
"Bolehkah aku melihat wajahmu Qiq**i??" Kenny Lin meminta Lin Qian mengangkat wajahnya dengan sopan agar komunikasi mereka dapat berjalan lancar jika saling melihat satu sama lain. dalam hatinya Kenny Lin tahu kalau Qiqi mulai sedikit risih atau malu, disentuhnya dagu Qiqi di angkatnya sedikit ke atas agar wajah Qiqi dapat terlihat jelas.
Qiqi yang gugup tapi senang bercampur nervous harus bagaimana, berbuat apa, bicara apa, dan ...??? "Hei kamu cantik sekali memakai lipstik merah ini" dasar Kenny si playboy pintar sekali membuat wanita salah tingkah saja.
"Ehmm...wo, wo daoqian Gege sebelumnya atas pemberitaan yang melibatkanmu" ucap Qiqi.
"Meiyou meiyou lagipula ini bukan salahmu Qiqi kejadian ini justru membuatku mengkhawatirkanmu" Kenny Lin mulai melepaskan genggaman tangannya. dia kini menatap wajah Qiqi yang mulai tidak bisa menahan perasaaan sedih dan jengkel akhirnya Kenny Lin memeluk Lin Qian. lama mereka saling berbagi rasa dari kesedihan Qiqi sampai kemarahan Kenny semua itu tertuju pada satu permasalahan yang sama melibatkan nama mereka.
Qiqi tak menyangka Kenny Lin begitu perhatian padanya, ditampungnya segala keluh kesah Qiqi malam ini dari kekecewaan terhadap isu yang beredar, kekesalan pada Fei Shuang, kekhawatirannya yang ia anggap tak mampu menjadi seorang leader bagi membernya dan masih banyak lagi.
__ADS_1
Belum pernah mereka sedekat ini sebelumnya, Qiqi berharap malam yang panjang ini tidak akan cepat usai, agar dia bisa berlama-lama berduaan bersama Kenny Lin sang pangeran yang ia impikan sedangkan Kenny sengaja memberi waktu malamnya special untuk Lin Qian yang sedang di rundung berbagai masalah. Tentu saja Kenny Lin ingin meringankan beban yang di tanggung Qiqi sendirian. kini kepala Qiqi di sandarkan dibahu Kenny Lin bila ada yang melihat mereka pasti di sangka sepasang kekasih sedang berpacaran. Qiqi mulai berbicara dari hati ke hati dengan Kenny Lin.
"Gege..apa menurutmu aku terlalu buruk menjadi seorang leader??" Qiqi ingin bertanya tentang pandangan Kenny Lin terhadapnya.
"Bu.., kamu benar-benar-benar seorang leader yang hebat dan baik, jangan pernah berkecil hati semua orang pasti ada titik jenuh ketika menjalani hal yang sama sepertimu contohnya saja aku, sebenarnya jika boleh memilih aku ingin hidup sederhana dan biasa saja melakukan segala hal yang aku sukai menikmati kebebasanku tapi kenyataannya berbeda Qiqi kita harus menjalani kehidupan seperti ini" ungkap Kenny Lin.
"Tapi Gege aku sering kesulitan mengendalikan emosi dan kekesalanku" ucap Qiqi dengan manja.
"Itu mungkin dialami juga oleh banyak wanita selain dirimu, aku percaya kamu wanita yang special karena kamu seorang leader" Kenny Lin tak henti-hentinya memberi pujian pada Qiqi sampai dia benar tersanjung.
"Apa Gege tidak mencurigaiku sama sekali tentang blog yang sudah beredar it**u??" Lin Qian memancing lagi.
"Apa yang baru saja kamu katakan Gege?? aku sungguh tak mengerti*" Sebenarnya Qiqi ingin Kenny Lin mengulangi lagi yang ia katakan tadi.
"Sesungguhnya aku pun menyukaimu Lin Qian" Kenny Lin mengungkapkannya di hadapan Qiqi dengan jelas tanpa diduga sebelumnya.
Kini Qiqi yang kebingungan dibuatnya "Apa Gege sengaja ingin mempermainkan perasaanku??" Qiqi bertanya menyelidik melihat dari sorotan matanya apakah ada kebohongan disana.
"Aku bersungguh-sungguh, sebenarnya tulisan di Blog itu juga menjelaskan hal yang sama tentang perasaanku padamu, kamu mau tahu sejujurnya aku berharap kalau tulisan itu benar-benar darimu Qiqi" Ucapan yang tak terduga terjadi begitu saja dari mulut Kenny Lin.
"Jadi dari awal Gege sudah mencurigaiku sebelumnya bahwa tulisan itu benar-benar dariku untukmu??" Qiqi tidak tahu lagi harus bagaimana sekarang. dia putuskan untuk berpura-pura tersinggung dengan ucapan Kenny Lin.
__ADS_1
"Meiyou.. meiyou, jangan salah faham dulu, aku tahu itu bukan kamu yang menulis. mana mungkin kamu melakukan hal bodoh seperti itu, bukankah lebih baik jika kamu mengatakannya langsung padaku??" mereka saling memandang satu sama lain sangat lama.
Keduanya terdiam tak lama kemudian Kenny Lin bicara kembali "Apakah kamu terkejut dengan ucapanku tadi??" Kenny Lin mulai ragu dengan dirinya sendiri.
Qiqi menganggukkan kepala menyatakan bahwa ia terkejut dan sangat terkejut. ingin rasanya untuk mengatakan juga hal yang sama tapi lidahnya serasa kaku dan jari jemarinya menjadi dingin semua.
"Apakah Gege yakin tidak ada siapa pun disini yang melihat kita ??" Qiqi mengalihkan pembicaraan sebentar.
"Meiyou Qiqi, bukit disini memang terlihat sepi, memang ada apa??" Kenny Lin menoleh kanan kiri, tanpa aba-aba lagi Qiqi menarik kerah jas Kenny Lin langsung mengarahkan bibirnya mencium bibir Kenny Lin dengan nakal.
Awalnya Kenny Lin terkejut lalu tanpa berpikir lagi Kenny Lin justru menyukai permainan bibir Qiqi, mereka saling berciuman mesra di atas bukit di sinari bintang di langit. malam itu sangat sunyi Qiqi berciuman dengan Kenny Lin sangat lama sekali hingga berkali-kali. mereka menikmatinya tak ingin menyudahi sebelum mereka puas karena hanya malam ini mereka bisa bersama layaknya kekasih.
"Gege sudah..sudah.. aku tak bisa bernafas lagi..??" Qiqi memberi jeda ciuman panasnya untuk mengambil nafas.
"Qiqi aku masih menginginkannya biarkan seperti ini dulu lebih lama lagi" Kenny Lin ******* bibir Lin Qian lagi mereka berdua saling bertukar saliva. setelah di rasa cukup Kenny Lin pun menyudahinyanya sembari mengelap saliva yang tersisa.
"Qiqi permainan bibirmu lumayan juga, oh yaa kamu harus merahasiakan pertemuan kita malam ini jangan sampai ada yang tahu, tentang ucapanku tadi itu sungguhan padamu aku benar-benar menyukaimu, maaf ciumanku tadi kurang lembut padamu karena aku terpancing hasratku,, aku heran kenapa tumben sekali kamu berani memancingku untuk menciummu juga apakah kamu pikir aku tak tertarik dengan hal itu heemm..." Kenny Lin mencubit hidung Qiqi lembut.
"Yuanliang wo Gege, itu sebagai ungkapan trima kasihku karena Gege percaya padaku tak mencurigaiku sedikit pun" Qiqi memberi alasan sekenanya.
Padahal dalam hatinya bukan itu alasannya melainkan Qiqi sangat bahagia karena Kenny Lin jujur padanya tentang perasaan yang ia miliki pada Qiqi. ternyata berita ini membawa keuntungan juga baginya jika tidak begini Qiqi tidak tahu perasaan sukanya akan terbalaskan atau tidak, tidak ada yang tahu perasaan Qiqi pada Kenny kecuali hatinya sendiri. Qiqi tidak akan memberi tahu siapa pun sampai waktunya datang. biarkanlah hal ini terjadi begitu saja. Qiqi akan menyimpan peristiwa yang ia alami malam ini di hati dan benaknya seorang diri. ia tersenyum-senyum menatap Kenny Lin dan menyandarkan kepalanya di dada Kenny Lin sembari melihat langit.
__ADS_1