
Setelah penjelasan yang amat sangat panjang akhirnya He Chul bisa lega, kini Yue Ran bisa mengerti alasan dan penyebab ia merusak tubuhnya sendiri karena depresi penolakan cintanya, dengan begitu He Chul berharap untuk kehidupan selanjutnya Yue Ran mau mengerti dan selalu peduli padanya. ia berjanji dalam hatinya jika dalam kehidupan keduanya kali ini bila banyak perubahan yang positif maka ia akan berterima kasih dengan caranya sendiri pada orang yang sudah membuat hidupnya jauh lebih baik dan berwarna.
"Gege...yiqi qu chi, aku sudah lapar" ucap Yue Ran memegang perutnya yang sedang berbunyi karena cacing dalam perutnya sudah minta makan.
"Hao laiba" ucap He Chul melajukan mobilnya ke restaurant favorit Yue Ran.
POV Permintaan yang aneh.
Lin Qian merasa pusing mendengar alarm ponsel yang memekakkan telinga mereka, ia meraba semua sisi ranjang dengan mata masih terpejam tak juga menemukan ponsel tersebut hingga matanya terpaksa dibuka, Qiqi baru ingat jika ponselnya di letakkan ke dalam laci meja di raihnya laci tersebut dan mematikan alarm ponsel.
"Gege Qilai ba...apakah kamu akan tidur terus sepanjang hari, masih banyak yang harus kita lakukan" ucap Qiqi sembari mengikat rambutnya, tapi Kenny Lin tak mendengarnya karena masih tidur. kemudian Qiqi keluar kamar.
"Ma..Mama...ada apa di depan kenapa berisik sekali?" tanya Qiqi saat sampai di dapur lalu menuangkan air mineral, sudah menjadi kebiasaannya jika bangun tidur ia akan minum.
"Oh itu ada orang-orang yang akan mengurus acaramu besok, Yue Ran sudah memberitahu Mama saat kamu mengantarkan camilan tadi pada suamimu" ucap nyonya Han Yuan.
"Zhen de...hao...aku akan mandi dulu baru menemui mereka" ucap Qiqi setelah meminum segelas air mineral, lalu pergi dari hadapan ibunya.
Qiqi kembali ke kamar dan masuk ke bathroom,saat akan menyelesaikan ritual mandinya yaitu membilas tubuh yang di penuhi busa ia baru teringat sesuatu bahwa ia tak membawa handuk saat masuk bathroom, ia bingung ingin meminta tolong Kenny Lin tapi ia malu sekali, jika tidak meminta bantuan tak mungkin pula dia akan keluar kamar mandi dengan keadaan naked, akhirnya ia beranikan diri memanggil Kenny Lin.
"Gege Kenny Lin...Gege...apakah kamu masih disini??" tanya Qiqi dari dalam bathroom.
"Shi Qiqi, ada apa" Kenny Lin spontan menjawab pertanyaan Qiqi sembari berjalan ke arah pintu bathroom.
"Gege aku minta tolong boleh tidak??" tanya Lin Qian sembari berjalan di balik pintu.
__ADS_1
" Katakan Qiqi apa yang harus kubantu??" tanya Kenny Lin balik, kini percakapan mereka terhalang oleh pintu bathroom.
"Gege tolong ambilkan handuk ku yang bersih di dalam lemari" ucap Qiqi sembari mengeluarkan tangan kanannya di pintu.
"Hao le...pianke.." ucap Kenny Lin yang melihat tangan Qiqi menjulur keluar.
"Qiqi ini handuknya" Kenny Lin mengulurkan handuknya.
Beberapa menit kemudian Lin Qian keluar bathroom dengan mengenakan handuk. Kenny Lin lalu menengok kearah bathroom dilihatnya Qiqi yang sedang berjalan menuju lemari pakaian, ia akan berganti baju ala rumahan.
"Ah...Gege kamu mengagetkanku saja, kukira kamu sudah keluar kamar" ucap Qiqi yang memang sejak keluar bathroom tak memperhatikan isi ruangan.
"Apakah sejak tadi kamu tak memperhatikanku disini??" tanya Kenny Lin.
"Bu...aku tadi berjalan menuju lemari ini tak menoleh kanan kiri, jadi aku tak memperhatikan dirimu" ucap Qiqi yang sedang memilah memilih pakaian.
"Gege...pianke, aku ingin mengambil baju dulu" ucap Qiqi melepaskan pelukan suaminya.
"Meiyou...aku ingin memelukmu seperti ini dan tak akan kulepaskan" Kenny Lin menciumi tengkuk leher Lin Qian.
"Haiyaah...Gege, bagaimana bisa aku berganti pakaian??" tanya Qiqi berusaha melepaskan pelukan tersebut.
"Qiqi tubuhmu indah sekali ingin rasanya aku menyentuhmu" bisik Kenny Lin ditelinga Qiqi.
"Meiyou Gege, jangan sekarang ini masih dirumah Mama Baba, tidak enak jika ada yang mendengarnya" ucap Qiqi membalikkan badannya, kini pandangan mata mereka saling beradu satu sama lain.
__ADS_1
"Hao le lalu kapan aku boleh menyentuhmu??" tanya Kenny Lin sembari menempelkan keningnya ke kening Qiqi.
" Emmm...saat kita sudah kembali ke kota saja, kamu boleh melakukan apapun padaku, bagaimana??" jawab Qiqi, ia masih ingin menghindari niat Kenny Lin untuk menyentuhnya.
"Hao...aku akan menagihnya saat kita kembali dari sini" ucap Kenny Lin semangat.
"Tapi Qiqi untuk sekarang bolehkah aku menyentuh ini lagi, aku sudah tak melakukannya" ucap Kenny Lin menunjuk bibir Lin Qian yang mungil nan menggoda.
"Heeemmm..." jawab Qiqi dengan anggukan kepala.
Lalu Kenny Lin ********** tanpa henti dan mengabsen setiap inci rongga mulut Qiqi, ciuman itu merangsang nafsunya, tanpa ia sadari senjatanya sudah mengembang di bawah sana. Qiqi merasakan ada yang tergesek di bawah sana ia tahu milik Kenny Lin sudah menegang tapi ia berpura-pura tak mengetahuinya.
Qiqi memukul pelan dada Kenny Lin ia memberikan isyarat bahwa ia kehabisan oksigen, Kenny Lin kemudian melepaskan ciuman panasnya. lalu pergi begitu saja ke bathroom sembari membawa handuk, ia ingin menuntaskan hasratnya disana, ia sudah tak tahan lagi karena ciuman itu membuat birahinya naik seketika.
"Aneh kenapa dia pergi begitu saja dari hadapanku, apakah jangan-jangan ia terpancing oleh ciuman ini sehingga ia melampiaskannya disana hihi..." Lin Qian heran detik kemudian ia tertawa geli karena melihat reaksi suaminya yang tak bisa berbuat apa-apa saat ingin melakukan sesuatu padanya tapi ia tahan sampai ditunda pula, alhasil Kenny Lin harus solo di dalam bathroom untuk menuntaskannya.
"Heeh...Goule, biarkan dia menahannya untuk sementara waktu sampai aku benar-benar siap melakukannya dengan dirimu Gege" batinnya berucap.
Lin Qian kemudian berganti baju dan keluar dari kamarnya menuju ruang tamu melihat pekerjaan WO yang ia sewa.
"Ahh nikmat sekali, sayangnya aku tak bisa melakukannya bersama Qiqi ahh" gerutu Kenny Lin didalam sana sembari memainkan senjatanya setelah hasratnya ia tuntaskan kemudian ia membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian ia keluar dari bathroom, saat ia ingin mengambil pakaian dilihatnya pakaian yang sudah tertata rapih diatas ranjang tidur.
"Ini pasti dia yang sudah menyiapkannya, hao ba aku akan mengenakan pakaian yang dia pilih" ucap Kenny Lin meraih pakaian yang tergeletak diatas sana.
__ADS_1
"Wahh...ternyata dia pintar sekali memilihkannya dan baju ini adalah pakaian kesukaanku" ucap Kenny Lin sembari memandangi dirinya didepan cermin lemari.
"Hao aku sudah selesai, oh yaa aku melupakan sesuatu" diraihnya sisir untuk menata rambutnya agar terlihat rapi dan ia semprotkan parfum tersebut ke setiap sisi pakaiannya. setelah semua nya selesai ia menyusul keluar dari kamar.