
POV Korea
Setibanya di Korea, mereka semua langsung mencari tempat menginap sementara selama Qiu Yanzhi menjalani pengobatan. Jadwal operasi akan dilaksanakan satu minggu lagi, Yanzhi harus mempersiapkan segala hal dengan matang dari mental, tubuh maupun pikirannya. Rambutnya pun sudah digunduli, berbagai pengarahan untuk keluarga Tuan Michael He sudah diberikan oleh dokter ahli.
POV Detik-detik ajal menjemputnya
Tapi waktu menjelang pagi ada hal yang terjadi diluar dugaan, penyakit Qiu Yanzhi kambuh tak ada seorang pun yang bisa di mintai tolong, dokter belum datang bahkan suster pun masih tidur. Jadwal kerja dokter yang menanganinya jam 10.00 sedangkan Qiu Yanzhi kambuh di jam 04.00.
Semua anggota keluarga yang menemaninya di ruang rawat panik seketika, hanya Kenny Lin yang sanggup mengatasinya. Sampai suster yang setengah mengantuk itu datang dengan wajah kesalnya. Seperti biasa suster tersebut membawakan obat bius untuk menenangkannya. Ketika obat tersebut disuntikkan pada Yanzhi ia langsung tertidur dengan tenang.
Lama sekali Yanzhi tertidur, sampai dokter Yin datang dan memegang tubuhnya. waktu itu hanya dokter Yin yang masih hadir, wajahnya langsung berubah ketika mengetahui tubuh Qiu Yanzhi yang tak baik-baik saja.
"Ada apa dokter Yin??" tanya Kenny Lin yang mulai ketakutan bercampur penasaran.
Lalu pandangan dokter Yin ia alihkan lagi ke tubuh Yanzhi, ia memeriksa denyut nadinya, meletakkan dua jari dibawah hidungnya, serta membuka-buka dua kelopak mata milik Yanzhi menggunakan senter kecil. dengan wajah yang pucat ia mundur perlahan dan mengatakan sesuatu dengan nada yang amat pelan di hadapan keluarga Qiu Yanzhi.
__ADS_1
"Duibuqi..kedatanganku ternyata sudah terlambat, nona Qiu Yanzhi sudah tak bernafas lagi" ujar dokter Yin.
Tuan dan nyonya He yang tak tidur semalaman langsung tersentak kaget mendengar ucapan dokter Yin. mereka semua tak percaya sampai melongo benarkah putri kesayangan mereka telah pergi untuk selama-lamanya meninggalkan mereka berdua.
"Bu..bu keneng de dokter, kamu pasti berbohong pada kami kan?? coba katakan lagi!!" nyonya He langsung beranjak berdiri dari duduknya.
"Duibuqi..tapi tuan dan nyonya He harus kuat dan tegar, inilah kenyataannya bahwa nona Yanzhi sudah tak bernafas lagi" ucap dokter Yin mengelus punggung tuan Michael He mencoba menenangkannya.
Tuan He yang mencoba berdiri akhirnya tak kuasa menahan kesedihannya yang mendalam hingga ia menjatuhkan tubuhnya ke lantai dengan tangan dan kaki yang diselonjorkan begitu saja, orang tua itu tak dapat berkata apapun lagi. dia hanya bisa meneteskan air matanya dan menangis terisak-isak.
"Meiyou..meiyou..putriku Yanzhi jangan tinggalkan kami sayang kenapa kamu pergi begitu cepat dari kami, kami sangat menyayangimu Yanzhi putriku.." nyonya He langsung mendekati tubuh Yanzhi dan menciumi seluruh wajah putrinya.
Kenny Lin menatap kedua orang tua Qiu Yanzhi yang amat terpukul dengan musibah ini akhirnya ia pun ikut larut dalam kesedihan mereka, dia mendekati nyonya He dan memeluknya seperti ibunya sendiri agar suasana hatinya tenang. nyonya He merasa sangat bersyukur karena di detik-detik kematian Yanzhi si Kenny Lin mau mendampingi, ikut mengurus segala hal tentang putrinya dan selalu menyemangati Yanzhi jika putrinya ini ingin cepat sembuh, berbagai macam cara yang sudah mereka lakukan untuk kesembuhan Qiu Yanzhi tapi takdir berkata lain mereka tak bisa mengubah jalan takdir Qiu Yanzhi.
Seluruh keluarga dan kerabat hadir ke pemakaman setelah sebelumnya ajudan Tuan Michael He menghubungi mereka atas musibah meninggalnya Nona Qiu Yanzhi. ratusan karangan bunga duka cita dikirimkan dari berbagai orang, disela-sela prosesi pemakaman Nyonya He sesekali menangis ia tak sanggup melihat pusara putrinya hingga jatuh pingsan.
__ADS_1
"Tuan Michael He saya turut berduka cita atas meninggalnya Qiu Yanzhi, saya sangat menyesali musibah ini namun semua telah terjadi, sebaiknya Tuan He selalu menjaga kesehatan jangan terlalu berlarut dalam kesedihan, semua orang yang hidup pasti suatu saat akan mengalaminya kita hanya menunggu waktunya tiba, bersabarlah Tuan ikhlaskan kepergian putri anda" Kenny Lin mencoba mendekati laki-laki tua ini yang sedang patah arang.
"Sebaiknya kamu diam, semua ini gara-gara ulahmu anak muda" dengan wajah yang marah tuan He mencoba menatap Kenny Lin dan mengarahkan telunjuknya ke arah pemuda itu.
Kenny Lin benar-benar sangat kaget dengan hal ini, ia tak pernah menyangka Tuan Michael He akan berbicara kasar padanya. ternyata pasca meninggalnya Qiu Yanzhi kini tuan He sikapnya sangat berubah drastis dari yang dulunya ramah dan familiar kini menjadi orang yang pendiam dan kejam.
"Tuan He saya pun merasa kehilangan putri anda, anda pun tahu saya juga mencintai Qiu Yanzhi, bukankah anda sudah melihat pengorbanan yang saya lakukan selama ini demi putri anda, bagaimana bisa anda berkata seperti itu seolah-olah ini ulah saya, darimana buktinya??" ujar Kenny Lin tak terima dengan tuduhan yang ia terima.
"Jika dia tidak mengejarmu saat itu mana mungkin kecelakaan ini bisa terjadi, sebelumnya pasti diantara kalian ada masalah yang serius sampai putriku mau mengejar mobil taksi yang kamu tumpangi" ucap Tuan Michael He.
"Tapi yang membunuh Qiu Yanzhi bukanlah aku melainkan penyakit kanker yang dia derita selama ini bukan sebab dari kecelakaan itu juga tuan" Kenny Lin benar-benar sudah kehilangan kesabarannya, musibah ini telah menguras tenaga dan emosinya.
"Dokter Yin sudah menjelaskan semuanya padaku, bahwa kecelakaan itulah penyebabnya sehingga putriku tak terselamatkan nyawanya" ujar tuan He tak mau kalah.
"Lalu tuan Michael He saya harus bagaimana lagi?? saya pun sangat menyayangi Qiu Yanzhi bahkan saya pun akan menikahinya. apa semua itu belum cukup bagi tuan untuk membuktikan bahwa saya pun sangat kehilangan dirinya??" jelas Kenny Lin dengan nada keras dan kasar.
__ADS_1
Seketika itu pula tuan Michael He menangis sejadi-jadinya, semua orang yang turut hadir pun ikut menangis melihat kejadian ini. Tuan He yang selama ini tegar dan diam kini mulai mengeluarkan suara tangisannya. Kenny Lin memeluk tuan Michael He sebagai bakti terakhirnya. dalam hatinya ia ingin menyudahi semua pengorbanannya selama ini.
Semua orang yang hadir pun ikut menangis terharu dibuatnya ternyata Kenny Lin masih memiliki hormat pada Tuan Michael He walaupun sebelumnya terjadi perdebatan yang hebat diantara keduanya.