Fate Of Love

Fate Of Love
Part 58


__ADS_3

Setelah selesai ritual mandinya Kenny Lin lalu menggendong Qiqi kembali kedalam kamar, ia letakkan istrinya pelan-pelan diatas ranjang.


"Gege biarkan aku mengganti pakaianku sendiri kamu cepatlah kedapur saja perutku sudah keroncongan minta diisi hehe..." ucap Qiqi cengengesan.


"Hao apa kamu yakin aku tak membantumu lagi??" tanya Kenny Lin mengambil pakaian gantinya dari walk in closet dan mengenakannya.


"Shenxin bu yi Gege..." ujar Qiqi meyakinkan suaminya.


"Hao ba aku tidak akan mengganggumu lagi, jangan lama-lama sayang, aku akan siapkan sarapannya" ucap Kenny Lin lalu pergi keluar menuju dapur.


POV Aku menggerutu dengan kelakuannya.


"Huuufft...akhirnya aku bisa lepas dari terkaman singa jantanku, tubuhku serasa tak bisa menyatu lagi, lelah sekali rasanya, ku akui memang dia sangat ganas dan liar tapi mungkinkah ini pertama kalinya dia melakukan hal tersebut, bukankah dia sering berkencan dengan banyak wanita sebelumnya??" ucap Qiqi heran, namun detik kemudian dia buang jauh-jauh pikiran tak baiknya itu.


Qiqi mencoba berjalan perlahan demi perlahan sampai akhirnya cara jalannya sudah tak kaku lagi ia berlenggok kesana kemari memastikan cara berjalannya, ia sangat senang ternyata sakitnya tak memakan waktu lama untuk memulihkan lagi, ia pun berjalan ke lemari pakaiannya dan mengambil pakaian kasual, hari ini ia berniat pergi ke Gaman Cafe, sudah lama ia mengambil cuti sejak pulang ke kampung halamannya, lalu ia keluar kamar menemui suaminya yang sedang sibuk membuatkan sarapan.


"Gege...hari ini aku ingin kembali bekerja di cafe bolehkan??" tanya Qiqi pada suaminya sembari meminum air putih karena tenggorokannya kering.


"Hao sayang aku pun ingin bekerja hari ini, aku tak enak hati jika terlalu lama cuti, kasihan Liu Yucha pasti dia sudah sangat pusing mengurus semuanya" jawab Kenny Lin sembari meletakkan piring berisi pasta buatannya.


"Hao le akan ku pesankan taksi online saja untuk kesana" ucap Qiqi mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sesuatu.


"Hao terserah padamu sayang, ini makanlah nanti dingin tidak enak" ucap Kenny Lin menyodorkan piring tersebut pada istrinya.


"Xiexie baobei" ucap Qiqi menerima piring tersebut lalu memakannya dalam tenang.


Kenny Lin tersenyum-senyum melihat cara makan istrinya sepertinya sangat nikmat sekali sampai-sampai tak sadar jika di bibirnya ada sisa saos yang berantakan, spontan Kenny Lin mendekat dan menjilat saos tersebut.

__ADS_1


"Gege...kamu kenapa menjilatiku??" tanya Qiqi bingung.


"Aku tak menjilatimu tapi mengambil cipratan saos yang kamu makan secara berantakan tadi, kamu lucu sangat lucu sayang makanlah pelan-pelan jika kurang milikku masih ada hihihi..." ucap Kenny Lin tersenyum.


"Zhen de ma...apakah masih ada Gege??" ucap Qiqi lalu mengambil tissue dari dari meja di usapnya pelan bibir dan juga pipinya yang mungkin terkena saos.


"Ting xialai sayang sudah tak ada lagi, nanti hilang make up mu" ucap Kenny Lin memberhentikan tangan istrinya yang terus mengusap dan mengelap bibir juga pipinya.


Mereka berdua akhirnya sudah selesai, rasanya perut Qiqi sudah sangat kekenyangan pasalnya Kenny Lin memberikan separoh jatah sarapannya pada istrinya ini.


"Gege sepertinya kita harus cepat berangkat sekarang, ini sopir taksinya sudah menunggu di bawah" ucap Qiqi meletakkan kedua piring tersebut lalu mencucinya dan pergi dari wastafel.


"Hao qilai ba sayang" ucap Kenny Lin menarik tangan istrinya.


"Pianke pianke..." ucap Qiqi kembali ke meja makan dan mengambil tas slempangnya yang sempat tertinggal.


"Gege yang mana yaa mobilnya, disini ada banyak taksinya??" tanya Qiqi kebingungan saking paniknya mencari taksi pesanannya yang memarkir di pinggir gedung apartemen.


"Lebih baik kamu telpon saja orangnya daripada kamu bingung seperti ini" ucap Kenny Lin memberikan sarannya.


"Hao ba aku akan mencobanya" jawab Lin Qian lalu menelpon sopir tersebut.


"Hallo emm duibuqi siji xiansheng, dimanakah anda memarkirkan mobilnya kami kurang tau, disini banyak sekali mobil yang serupa??" tanya Qiqi celingukan.


"Oh cuoguo saya ada di depan cafe samping apartemen anda karena saya sedang memesan coffee, saya memakai topi hitam anda bisa lihat kemari" ucap sang sopir yang melihat layar ponsel si penerima disana terlihat jelas wajah Lin Qian yang dibuat untuk foto profil aplikasi tersebut.


"Shi xiansheng, tolong lambaikan tangan jika anda melihat saya" ucap Qiqi kemudian mengakhiri percakapan tersebut.

__ADS_1


" Hao..." jawab si sopir singkat.


Sang sopir pun menelisik wajah yang ada di aplikasi yang sempat mereka gunakan untuk menelpon barusan. Ia lalu menoleh kanan kiri dan menemukan penumpangnya spontan ia pun melambaikan satu tangannya sesuai instruksi sang nona tadi.


" Gege lihatlah itu sepertinya sopir yang mengantarkan kita, Qilai ba kita kesana!!" ajak Lin Qian menarik tangan suaminya ini.


"Hao hao ba laiba" Kenny Lin menurut dan mengikuti istrinya dari belakang.


Saat mereka berjalan dengan buru-buru tiba-tiba kaki Qiqi tersandung sesuatu sehingga tubuhnya melayang seakan-akan seperti terjatuh dengan ritme yang pelan sekali, Kenny Lin mengetahui hal itu spontan ia pun langsung menangkap tubuh istrinya yang sudah mulai terjatuh ke bawah (bayangin kalau kalian jatuh mendadak terus ada yang nangkep badan kalian sembari liat mukanya pasti bakal dag dig dug hehe..)


"Qiqi apa kamu baik-baik saja??" tanya Kenny Lin memandang kedua mata istrinya.


"Meiguanxi Gege, aku tak apa hanya sedikit terkilir saja kakiku" jawab Lin Qian yang langsung memposisikan tubuhnya dengan normal lagi dan memperlihatkan kulit kakinya yang lecet akibat gesekan sepatu high heels nya saat tersandung.


Kenny Lin langsung duduk jongkok menarik kaki sebelah istrinya yang tengah terluka itu, ia usap-usap kaki itu namun Qiqi justru merasa perih dan kesakitan, akhirnya ia gendonh istrinya untuk masuk ke mobil taksi yang sempat terparkir tak jauh dari tempat mereka ini.


"Laiba aku gendong saja" tanpa meminta persetujuan dari istrinya lagi lalu ia angkat.


" Gege...tapi" ucap Lin Qian tak bisa meneruskan ucapannya.


"Hao ba kamu diam saja, menurutlah sayang, jangan banyak bicara lagi" ucap Kenny Lin sembari berjalan.


"S...sh...shi...Gege" ucap Qiqi gugup dengan keadaan yang terjadi. Ternyata banyak pasang mata yang telah memperhatikan kejadian mereka sejak tadi, mereka pun yang melihat membicarakan Kenny Lin dan Lin Qian di belakangnya, seperti ada yang aneh mungkin dengan penglihatan mereka. Sampai ada yang mengambil gambar mereka tadi saat adegan Kenny Lin menangkap Lin Qian.


"Gege aku malu ternyata mereka membicarakan kita" ucap Qiqi menutupi wajahnya.


" Biarkan saja, anggap tak terjadi apa-apa tutup saja mata mu dan dekatkan pada dadaku jangan menatap mereka" suruh Kenny Lin halus pada istrinya.

__ADS_1


__ADS_2