
Setelah tiba di rumah mereka langsung masuk, Lin Qian mencari kedua orang tuanya, tak berapa lama kedua orang tuanya muncul dari kebun belakang rumah, Lin Qian lalu menghampiri mereka.
"Mama Baba aku mau berbicara pada kalian, mari masuk ke dalam rumah dulu dan berbicara dengan Gege Kenny Lin untuk rencana selanjutnya" kata Lin Qian.
"Hao tapi kami membersihkan diri dulu ya sayang, masih bau keringat setelah berkebun" ucap ibunya.
"Hao Mama, Qiqi akan menyiapkan sesuatu untuk menemani kita nanti di depan" ujar Qiqi lalu pergi ke dapur.
Dengan bahan seadanya Qiqi membuatkan dimsum makanan ringan yang di sukai Kenny Lin. ia cukup lihai jika membuat camilan karena dulu dia hobi sekali membuat kue apapun untuk sekedar menemaninya bersantai di kala ia ingin menyemil, lebih hemat jika di buat sendiri pikirnya.
POV Kesempatan yang menguntungkan.
"Huuuffttt...taraaa akhirnya jadi juga camilanku" ucapnya saat sedang asyik didapur, lalu tiba-tiba Kenny Lin memeluknya dari belakang dengan mengendap-endap agar Qiqi tak mendengar langkahnya.
"Haaah....Gege, kamu mengagetkanku saja, sana kamu pergi ke depan saja duduk santai jangan menggangguku disini" ucap Qiqi agak risih dipeluk Kenny Lin tiba-tiba.
"Meiyou...aku ingin menemanimu saja disini, bolehkan??" tanya Kenny Lin sambil meletakkan dagunya di bahu kanan Lin Qian. ia tak ingin melepas moment berdua mereka, tanpa ada yang sadar Celine tengah mengintip keseruan mereka di dapur dari balik pintu.
"Jiejie...ternyata kamu sangat bahagia sekali, semoga kebahagiaan ini selalu menyertaimu, aku turut senang melihat kalian seperti ini" Celine berucap dalam hatinya yang paling tulus.
Celine kemudian berlalu kembali ke kamarnya untuk menyelesaikan tugas sekolahnya, tadinya ia pergi ke dapur ingin mengambil air minum tapi detik kemudian ia urungkan, ia tak mau mengganggu kebersamaan sepasang suami istri yang baru saja menikah.
"Gege...menyingkirlah dari tubuhku, apakah kamu tidak risih dengan bau tubuhku yang bercampur dengan bau dapur, aku saja ingin cepat menyelesaikan ini dan mandi" ujar Lin Qian.
"Meiyou...aku ingin seperti ini saja" masih saja memeluk Lin Qian dan mengikuti langkah Lin Qian.
__ADS_1
"Huuuft...ada-ada saja sih kamu, tapi diam jangan menggangguku" ucap Lin Qian pasrah.
Entah sejak kapan kini Kenny Lin suka sekali dengan bau tubuh Lin Qian baik sudah mandi ataupun belum, bau tubuh Lin Qian sudah menjadi candunya, mau tak mau nanti malam ia akan mencari kesempatan untuk menggodanya, ia ingin lihat apakah Lin Qian ingin ia sentuh atau tidak malam ini.
Ketika Lin Qian sedang berjalan tiba-tiba ia tersandung, spontan Kenny Lin menangkapnya agar tak terjatuh hanya saja posisi mereka malah menguntungkan Kenny Lin karena Lin Qian jatuh di pelukan Kenny Lin dengan buah dada yang menempel tepat di depan hidung Kenny Lin.
"Aaaa...." teriak pelan Lin Qian saat tubuhnya memutar dan akan terjatuh.
"Awas Qiqi..." ucap Kenny Lin mencoba menangkap tubuh Lin Qian, "Bruuuuk...." bunyi tubuh mereka yang jatuh ke lantai dapur. Kenny Lin terdiam sesaat dan melongo dengan kejadian ini pasalnya hidungnya seolah-olah sengaja menempel di dada Lin Qian, mereka berdua sama-sama terkejut.
"Duibuqi...duibuqi...aku tak sengaja" ucap Lin Qian saat sudah sadar lalu ia ingin beranjak berdiri dari tubuh Kenny Lin.
"Me...meiyou..meiguanxi..seharusnya aku yang minta maaf karena hidungku sempat menempel disini" ucap Kenny Lin sembari menunjuk dada Lin Qian yang terasa kenyal di hidungnya.
Lin Qian melotot, ia baru sadar bahwa buah dadanya menempel di hidung Kenny Lin, lalu ia dengan secepat kilat berdiri, ia sangat malu sekali.
Ditengah jalan ia berfikir kenapa hatinya tadi ingin melakukan sesuatu pada Lin Qian saat tubuh Lin Qian berada diatasnya, bau buah dada Lin Qian membuat gairahnya muncul alhasil juniornya pun menegang hebat, dengan terpaksa ia tuntaskan hasratnya di kamar mandi mau tidak mau, karena Lin Qian belum memberi isyarat ingin disentuh.
Lin Qian sudah melupakan kejadian tadi, setelah semua beres Lin Qian pergi ke kamar lalu mandi, ia sudah sangat risih dengan bau tubuhnya. Sebelumnya ia menyimpan kue dimsum yang ia buat.
Mama, Baba, Kenny Lin kini sudah berada diruang tamu, mereka berbincang-bincang dengan asyik sekali, beberapa menit kemudian Lin Qian datang sembari membawa teh hangat dan dimsum yang ia buat.
"Waaah...ternyata putriku hebat sekali, hari ini kita akan mencicipi kue buatannya" ucap tuan Denglun ayah Qiqi.
"Babaaa..." ucap Qiqi malu-malu setelah meletakkan nampan berisi camilan itu.
__ADS_1
"Qiqi sayang kenapa harus malu-malu kalian ini sudah menjadi suami istri, sudah seharusnya suamimu tahu tentang kebiasaanmu" ucap ayah Lin Qian.
"Hao le Baba..." ucap Qiqi bergelayut manja di lengan ayahnya.
"Qing jinlai nak Kenny Lin, coba cicipi dimsum buatan putriku ini" ucap tuan Denglun menyodorkan piring kue.
"Emmm...ini enak sekali Baba, sepertinya aku akan ketagihan dengan dimsum ini" ucap Kenny Lin.
Kenny Lin memakannya dengan lahap, kue ini memang kue kesukaannya, sembari makan Kenny Lin berpikir keras kenapa hari ini Lin Qian mau sibuk di dapur membuat dimsum, apakah ia sengaja membuatnya karena ada aku disini, wahhh senang sekali rasanya ternyata Lin Qian sangat peduli padanya.
"Nak pelan-pelan saja makannya, nanti kamu malah tersedak" ucap ibunya Qiqi.
"Hao Mamaaa...aku sangat suka kue ini Mamaaa..." ucap Kenny Lin masih mengunyah dimsum tersebut.
Tak lama kemudian Kenny Lin berhenti makan dan ingin menelan sisa dimsum yang ada di mulutnya tetapi ia kesulitan sekali, lalu ia memberikan kode pada Kenny Lin bahwa ia butuh minum.
"Haah...apa Gege, aku tak mengerti, minum iya kamu butuh minum, sebentar" ucap Qiqi menuangkan air lalu ia berikan pada Kenny Lin.
Kenny Lin menerimanya dan menenggaknya hingga tandas.
"Sudah Mama bilang pelan-pelan saja makannya belum selesai bicara malah sudah terjadi, sekarang pelan-pelan saja makannya, apakah nak Kenny Lin masih ingin memakannya??" tanya Han Yuan ibu Qiqi.
"Duibuqi Maa...Kenny Lin tidak mengindahkan ucapanmu" ujar Kenny Lin.
"Hao le hao le...apa yang akan kita bahas kali ini, apakah berkaitan dengan kalian atau ada yang lain" tanya Denglun ayah Qiqi, sembari menyeruput kopinya dan menengahi perbincangan mereka.
__ADS_1
"Emmm...kami ingin merencanakan pesta kecil-kecilan di rumah ini Mama Baba, hanya kita dan beberapa orang saja yang ikut hadir, waktu kami tidak banyak disini, lusa kami harus kembali ke kota, Kenny Lin tidak enak hati jika terlalu lama cuti" ujar Kenny Lin menjelaskan keinginan mereka berdua.