Fate Of Love

Fate Of Love
Part 56


__ADS_3

Setelah selesai makan, Lin Qian membereskan ruang makan tersebut sampai bersih. Kenny Lin tak bergeming dari duduknya, tak ada niatan sedikitpun ia membantu Qiqi, ditatapnya wanita di depannya itu yang bergerak kesana kemari.


"Qiqi apakah kamu letih seharian ini" tanya Kenny Lin sembari menyeruput kopi yang ia buat setelah makan tadi.


"Shi...." ucapnya singkat, tangannya tak berhenti kesana kemari membereskan peralatan dapur.


"Bagaimana jika aku memijatmu setelah ini, apakah kamu mau??" tanya Kenny Lin memancingnya.


" Jika kamu tidak keberatan, aku tak akan menolak hehe..." sembari cengar cengir menoleh ke arah Kenny Lin sekilas.


"Hao ba ku tunggu di kamar yaa, cepat selesaikan ini, jangan lama-lama membereskannya nanti aku ketiduran menunggumu" ucap Kenny Lin pergi ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian Lin Qian sudah selesai dengan pekerjaannya, ia menyusul suaminya ke kamar.


"Gege...dimana kamu" tanya Lin Qian setelah masuk kamar mendapati ruangan tersebut kosong tak ada orang, namun saat ia mencari-cari suaminya terdengar gemericik air didalam bathroom, langsung saja ia berjalan mendekati bathroomnya.


"Gege...apakah kamu didalam??" tanya Lin Qian spontan.


"Shi Qiqi...duibuqi aku sedang menyelesaikan urusanku disini" ucap Kenny Lin tanpa memberitahu apa yang sedang ia kerjakan di dalam sana.


"Oh begitu...Qilai ba Gege..bukankah katamu ingin memijatku, aku sudah lelah" ucap Lin Qian menepuk-nepuk bahu dan menggelengkan kepalanya.


"Pianke...aku akan segera ke sana" ucap Kenny Lin setelah dirasa cukup apa yang ia lakukan didalam sana (hayo tebak lagi ngapain ya dia).


POV Rasa tak tenang bersamanya.


Kenny Lin keluar dari bathroom hanya menggunakan celana pendek saja, dia berjalan mendekati Lin Qian yang sedang membuka-buka weibo, mencari berita-berita yang menurutnya penting baginya. Lin Qian tak sadar bahwa suaminya sudah berada disampingnya, ia baru menyadari setelah Kenny Lin mencuri-curi ciuman darinya.

__ADS_1


"Ah Gege, kamu nakal sekali" ucap Lin Qian manja lalu ia letakkan ponsel miliknya keatas nakas disamping ranjangnya.


"Lagian kamu aneh sekali punya suami ganteng kaya begini di anggurin, ya aku jahili saja" ucap Kenny Lin cengar cengir.


"Hao laiba...tolong pijat bahuku Gege" suruh Qiqi, menuntun kedua tangan suaminya menyentuh bahunya, posisi Qiqi pun kini berubah, ia duduk membelakangi Kenny Lin dan rambutnya ia cepol hingga terlihat tengkuk leher yang sangat putih mulus disana, Kenny Lin hanya menelan salivanya.


"Qiqi apakah kamu ingin menggodaku" tanya Kenny Lin tanpa mengalihkan pandangannya dari tengkuk leher Lin Qian sejak tadi.


"Meiyou...untuk apa aku menggodamu, aku tak memakai pakaian yang aneh-aneh didepanmu Gege" ucap Lin Qian masih santai saja.


"Gege kenapa bengong katanya mau memijatku??" tanya Lin Qian membuyarkan lamunan Kenny Lin.


"Oh hao hao aku lupa" Kenny Lin lalu memijat bahu Lin Qian pelan-pelan sembari ia hayati tiap tekanan pijatan yang ia berikan dibahu tersebut.


Awalnya Lin Qian biasa-biasa saja, namun beberapa detik kemudian ia menyadari bahwa ada yang aneh dengan suaminya, ia menoleh sebentar kebelakang, didapatinya Kenny Lin sedang menggigit bibir bawahnya dengan mata terpejam, Qiqi merasa aneh sekali dengan hal tersebut, apa yang suaminya bayangkan saat ini.


"Hah apa sayang, aku tak mendengarnya" ucap Kenny Lin dengan nada seksi sekali membuat kulit Lin Qian meremang seketika. Sepertinya suaminya sedang membayangkan hal-hal yang berbau mesum di pikirannya sekarang.


"Meiyou...cepat Gege selesaikan pijatanmu" ucap Lin Qian tak sabar dengan pijatan Kenny Lin.


Namun bukannya memijat Lin Qian justru sekarang Kenny Lin memeluknya dari belakang, tangannya sudah menyusup kedalam baju istrinya dan bermain-main disana. Lin Qian kaget bukan main bukannya menolak kenakalan suaminya justru ia terbuai dengan sentuhan lembut suaminya. Kenny Lin mulai menciumi tengkuk leher istrinya dan menyesapnya meninggalkan jejak kepemilikannya.


"Ahh Gege kamu...kamu..." Lin Qian tak sanggup melanjutkan perkataannya.


Kenny Lin membalikkan tubuh istrinya dan mendorongnya kekasur ia kunci pergerakan istrinya, Lin Qian hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya pada tubuhnya, ia pun tak bisa menetralkan fikirannya. Kenny Lin sangat senang karena istrinya tak menolak apapun yang ia lakukan.


"Wo de qizi bolehkah aku memintanya??" tanya Kenny Lin yang sudah diselimuti kabut gairah.

__ADS_1


"Shi Gege lakukan lah apa yang ingin kamu lakukan padaku" ucap Qiqi yang sudah pasrah. Kenny Lin sudah melucuti semua pakaian istrinya sejak tadi.


Kenny Lin lalu memulai ciumannya dari mulut, turun ke leher hingga turun ke kedua gundukan himalaya, ia mainkan gundukan tersebut bergantian. Setelah dirasa cukup ia beralih turun lagi kebawah, jarinya mencoba menelusup kedasar jurang kenikmatan, ia mainkan ritme yang beraturan dibawah sana hingga lawan mainnya puas dengan permainannya.


"Gege akh nikmat sekali, sayang, lakukan lebih cepat" pinta Lin Qian dengan seksi.


"Sesuai permintaanmu sayang, bersiap-siaplah milikku akan mengambil alih permainan ini" ucap Kenny Lin, ia buka celana yang masih menempel ditubuhnya, mereka berdua full naked sekarang.


"Gege kamu harus melakukannya dengan pelan-pelan aku takut jika itu menyakitkan" pinta Qiqi agak memelas.


"Hao ba sayang, nikmati saja biarkan aku yang mengaturnya" ucap Kenny Lin menerobos pelan-pelan serabi lepit itu.


"Akh Gege sakit" ucap Lin Qian dengan *******.


Kenny Lin terus berusaha memasukkan senjatanya sampai benar-benar masuk sepenuhnya kedalam. Setelah itu ia mainkan goyangan mautnya perlahan namun pasti, permainan tersebut semakin lama semakin liar sebab serabi lepit Qiqi menjempitnya dengan kuat, sesuatu didalam sana ingin cepat-cepat keluar, akhirnya ritme yang dimainkan pun lebih cepat dari sebelumnya, Lin Qian ternyata sudah lebih dulu mencapai klimaksnya.


"Akh akh akh" suara erangan mereka berdua menggema diseluruh ruangan ini, betapa dahsyatnya malam pergumulan yang mereka lalui dengan tetesan peluh disekujur tubuh.


"Qiqi aku akan mengeluarkannya, terimalah ini" ucap Kenny Lin mempercepat ritme goyangannya, selang beberapa detik kemudian ia sudah melepaskan pelepasan pertamanya, Setelah itu ia ambruk diatas tubuh istrinya.


"Gege bisakah kamu cabut milikmu itu, rasanya perih sekali" ucap Qiqi meringis kesakitan dan menahan kenikmatan.


"Meiyou sayang, milikmu sudah menjempitnya lagi, aku sudah tak tahan ingin mengeluarkannya lagi, bersiap-siaplah terima lagi milikku" Kenny Lin bangkit lalu menggoyangnya lagi dan lagi.


"Akh akh akh" Kenny Lin menyesap gundukan himalaya tersebut bergantian sembari menggoyangkan pinggulnya dibawah sana, akhirnya pelepasan kedua ini berjalan dengan lancar. Ia rebahkan tubuhnya selepas pergumulan panas itu, rasanya lega bercampur bahagia pikir Kenny Lin.


"Qiqi xiexie kamu telah mengizinkanku menyentuhmu, memilikimu seutuhnya, aku sangat bahagia, semoga rumah tangga kita selalu harmonis dan abadi sampai kita menutup usia, aku sangat mencintaimu" ungkap Kenny Lin lalu mencium kening istrinya.

__ADS_1


"Mei wenti Gege..ini sudah kewajibanku menyerahkan apa yang seharusnya kamu miliki, aku tak sepenuhnya bisa mengendalikan tubuhku, tubuh ini pun milikmu juga" ucap Lin Qian memasrahkan apa yang ia miliki.


__ADS_2