Fate Of Love

Fate Of Love
Part 31


__ADS_3

POV IFC Mall


"Apakah benar ini salam terakhirmu Gege??" Lin Qian memulai pembicaraan.


"Aku harap ada kehidupan kedua atau kemungkinan lain selain yang kamu ucapkan tadi" jawab Kenny Lin.


"Aku mendoakan keselamatannya" ujar Lin Qian.


Kenny Lin memegang jemari Lin Qian seperti biasanya "Hatimu sangat mulia sungguh beruntung laki-laki yang bisa mendapatkanmu" ujar Kenny Lin.


"Jika kamu anggap beruntung lantas kenapa kamu melepaskannku?? mungkin lebih beruntung lagi wanita yang bisa mendapatkanmu" Lin Qian menoleh ke kanan wajahnya didongakkan ke atas untuk menahan air mata agar tak sampai jatuh keluar lagi.


"Aku adalah laki-laki yang tak beruntung, mungkin malah yang paling sial. Sudah kudapatkan orang yang kuimpikan malah kulepaskan begitu saja" Kenny Lin menyentuh pipi Lin Qian dan menghapus air matanya yang sudah sempat menetes keluar.


"Wo ai ni Gege, wo ai ni Kenny Lin" Lin Qian langsung memeluk Kenny Lin serta mengucapkan kata-kata tersebut dengan keras.


Beberapa orang yang ada di IFC mall mendengarnya dan langsung menoleh kearah mereka berdua. Kenny Lin yang sudah sadar dengan keadaan sekitar langsung mengencangkan tangan Lin Qian dalam genggamannya.


"Kenny Lin!!! ternyata pria dengan dandanan aneh itu Kenny Lin" jerit para gadis-gadis yang melihatnya sambil berlarian bagaikan mengejar tikus putih.


"Yi.. er.. san.. laiba run" pinta Kenny Lin dengan cepat menarik tangan Lin Qian agar ikut berlari bersamanya.


Lin Qian langsung lari mengikuti Kenny Lin. Lalu ditengah pelariannya topi Lady Day milik Lin Qian terjatuh.


"Kenny Lin!!!" hei lihatlah itu, bukankah yang lari bersamanya itu Lin Qian??" salah satu fans mengenali Lin Qian.

__ADS_1


"Tungguuu... jangan lari.. Lin Qian... tungguuu kami" jeritan-jeritan gadis-gadis itu sangat memekakkan telinga mereka berdua. Bagaimana bisa suara para fans itu begitu nyaring walau tanpa memakai pengeras suara. Kenny Lin berdecak dalam hatinya.


"Kenny Lin kita mau kemana??" tanya Lin Qian sambil sesekali menoleh ke belakang memperhatikan orang-orang yang sedang mengejar mereka berdua.


"Tentu saja bersembunyi, kamu mau menjadi sasaran empuk mereka??" Kenny Lin malah balik menanyainya.


Tanpa mempedulikan tatapan aneh dari orang-orang yang di jumpainya sambil terus berlari, Kenny Lin terus menarik tangan Lin Qian untuk cepat berlari mengikutinya. Beberapa fans sempat merekam aksi pelarian mereka berdua dan ada juga yang mengambil foto mereka.


Kenny Lin nekad sampai lari ke kolong jembatan bersama Lin Qian. Didalam sana sangat gelap dan bau, banyak sekali kecoak dan tikus got yang berkeliaran kesana kemari.


Para fans sangat terkejut melihat aksi dua idolanya, sekitar 15 menit mereka berdua tak kunjung keluar dari dalam sana, saat didalam jembatan Lin Qian sangat jijik dan ketakutan namun Kenny Lin justru biasa saja malah ia mengambil kesempatan memegang tangan Lin Qian dengan erat dan hangat.


"Bagaimana mungkin kita bisa sampai kesini?? hei lihatlah petualangan kita sangat seru sekali bukan" Kenny Lin tertawa sambil menggelengkan kepalanya serasa tak percaya dengan apa yang telah terjadi dan mencoba mengajak Lin Qian agar ikut tertawa bersamanya.


"Goule goule.. jangan bercanda lagi, ini tidak lucu bagiku. Seumur hidup aku tak pernah membayangkan akan sampai ditempat seburuk ini, kita harus keluar sekarang juga" Lin Qian menarik tangan Kenny Lin namun yang ditarik tangannya bersikeras tak mau berjalan keluar.


"Jangan bercanda aku sudah tak tahan berada disini Gege, bisa-bisa bau tubuhku tidak akan hilang sampai seminggu dengan tempat seburuk ini, ayo kita kembali dan pulang, lagipula manager Jisyo hanya memberikan waktu kepadaku 1 jam saja" Lin Qian masih merasa jijik didalam kolong jembatan itu sedangkan Kenny Lin justru merasa nyaman dengan situasi ini.


"Zhen de ma, tapi setidaknya disini kita bisa berduaan saja tanpa ada orang lain yang mengganggu lagi" ucap Kenny Lin.


"Saat kita berlari dari mall itu, semua orang melihat kita, lihat saja nanti, sebentar lagi kita buka wechat dan weibo pasti banyak netizen yang sudah tahu berita kita ini" ujar Lin Qian kesal.


"Yaa.. tentu saja, beberapa majalah dan televisi pasti akan memberitakan kita, ini akan menjadi gosip terhangat dalam minggu-minggu ini, tamat sudah riwayat backstreet kita" jawab Kenny Lin dengan mantap.


"Lalu bagaimana denganmu jika berita ini sampai ke telinga tuan Michael He dan juga putri kesayangannya itu??" Lin Qian mulai meresahkan akibat yang akan muncul setelah kejadian ini.

__ADS_1


"Biarkan saja biar mereka tahu keadaanku yang sebenarnya sekarang" Kenny Lin mendekati Lin Qian dan memepetnya ke dinding lorong dan mencium bibir ranum milik Lin Qian dengan menekan kedua tangan Lin Qian ke tembok tersebut.


Lin Qian kaget tiba-tiba bibirnya di ***** lembut oleh Kenny Lin, tak lama kemudian Qiqi pun ikut terbuai dengan permainan dari Kenny Lin mereka berdua menikmatinya.


"Heeemppt..." Lin Qian memukul-mukul dada Kenny Lin agar ia menghentikan ciuman panas tersebut, Qiqi sudah kehabisan oksigen dari ciuman ini.


"Hahh...bibirmu manis sekali sayang" Kenny Lin menyudahi aksinya.


"Hahh..apa, kamu ini enak sekali mengambil kesempatan dalam kesempitan Gege" ujar Lin Qian kesal pasalnya Kenny Lin memuji bibir ranum miliknya yang terasa manis bila dicium oleh Kenny Lin tadi.


"Hahaha...Yaa sayang bibirmu itu membuatku candu ingin menyentuhnya lagi dan lagi" goda Kenny Lin.


"Meiyou..ciumanmu kali ini terasa bernafsu Gege, aku tak ingin mengulanginya lagi" Lin Qian menolaknya.


"Bukankah tadi kamu pun menikmatinya??" tanya Kenny Lin sembari mengusap bibir Qiqi.


"Meiyou..itu karena aku terlena dengan sentuhanmu, hingga aku tak sadar setelahnya kau pandai sekali melakukan hal ini jangan-jangan kamu sudah sering dengan wanita lain" Lin Qian malu bukan main memang dia pun menikmati sentuhan tadi tapi dia gengsi untuk mengakuinya.


"Ahh..sudahlah kenapa jadi membahas yang lain" ucap Kenny Lin.


Sekitar 15 menit mereka terjebak dalam kolong jembatan itu lalu Kenny Lin mengintip keluar.


"Sudah tak ada orang lagi ayo kita keluar" ajak Kenny Lin menggandeng tangan kekasihnya, mereka berdua mengendap-endap menuju parkiran mobil dan menaiki mobil masing-masing. mereka pulang kearah yang berbeda.


"Hahh..akhirnya aku bisa lepas dari pelarian ini, Kenny Gege sepertinya lihai sekali memainkan setiap inci pada bibirku" didalam mobil Lin Qian menyeringai dengan menyunggingkan senyum nakalnya, ia akui jika Kenny Lin memang benar-benar pintar mengambil kesempatan darinya.

__ADS_1


Mereka berdua kembali ke asrama dengan lega, menyetir mobil pun dengan perasaan hati yang senang karena keduanya melewati petualangan yang tak terduga diselingi ciuman yang menjadi penyemangat hidup bagi mereka.


__ADS_2