Fate Of Love

Fate Of Love
Part 24


__ADS_3

Kenny Lin terdiam sejenak, di saat dia diam Qiu Yanzhi memandangnya dengan pandangan menelisik dari kedua bola matanya yang tak berkedip seolah-olah ingin tahu apa yang di pikirkan Kenny Lin sejak tadi.


"Kamu tahu Yanzhi aku terikat kontrak yang tak mungkin bisa ku langgar. ambisiku saat ini adalah terus bertahan dan mempertahankan Boyband yang ku ikuti sejak dulu, impianku ada disini lagipula aku mana mungkin bisa menikah dalam waktu dekat ini, seharusnya masalah seperti pernikahan kita bahas lebih dalam di lain waktu bukan sekarang, kita harus memikirkannya dengan matang karena kita yang akan menjalani bukan orang tua kita, mereka hanya bisa melihat saja dan memberikan restu kepada kita jika kita berdua sudah sepakat menuju ke jenjang tersebut, aku belum siap dari segala hal Yanzhi, kedekatan kita baru kita alami beberapa hari ini kan, kamu belum tahu bagaimana diriku dan begitupun sebaliknya akupun belum tahu banyak tentang dirimu, dulu kita saling mengenal hanya lewat online" Kenny Lin menjelaskan dengan hati-hati, dia mulai risih dan panik takutnya kalau orang tua Qiu Yanzhi cepat datang ke restaurant ini.


"Kenny Gege, kamu tak perlu takut dengan kedua orang tuaku, mereka sangat baik dan penuh toleransi, tujuan hidup mereka sekarang adalah hanya untuk melihatku bahagia. begitu pun aku Gege aku ingin melihat mereka bahagia di usianya yang sudah tua, mereka pasti ingin cepat menimang cucu dariku sebagai hiburan mereka di kala kesepian, selama ini aku jarang di rumah hidupku lebih banyak ku gunakan untuk belajar dan belajar di luar negeri mereka pasti selalu kesepian, aku anak satu-satunya di keluargaku harapan mereka sangat besar padaku, hanya aku yang bisa mewujudkan impian dan keinginan mereka" Yanzhi tidak kalah banyak penjelasannya, ia ingin Kenny Lin mengerti keadaannya sekarang. ia mulai sedih dan menangis sambil mengatakan semuanya pada Kenny Lin.


"Tapi kamu juga harus mengerti aku, lihatlah aku ini aku juga memiliki tujuan hidupku sendiri" sahut Kenny Lin dengan nada ketus.


"Kamu tak perlu panik Gege, orang tuaku pun tak akan langsung menyuruhmu segera menikahiku, tapi setidaknya mereka ingin berkenalan dulu denganmu Gege" Yanzhi masih terus menangis. wajahnya yang putih terlihat merah ketika ia menangis seperti ini.


Sebenarnya Kenny Lin masih ingin berlama-lama dengan Qiu Yanzhi, tetapi dia tidak menyetujui acara perkenalan dengan keluarga Yanzhi di saat-saat seperti ini. dia harus masih menyelesaikan banyak agenda. apalagi nanti sore dia harus memenuhi jadwal pemotretan iklan pakaian. dan lagi sebetulnya dia tidak ingin menjalin hubungan yang lebih jauh dengan Qiu Yanzhi, cintanya masih separuh-separuh.

__ADS_1


"Duibuqi, aku harus cepat pergi" Kenny Lin sudah berdiri dari kursinya ingin pergi begitu saja.


"Kenapa kamu begitu tega Gege, kami jauh-jauh datang kemari hanya ingin bertemu denganmu dan sekarang kamu akan meninggalkanku disini begitu saja, Fuqin sudah hampir sampai ke restaurant ini. tunggulah sebentar sampai dia melihat wajahmu langsung dan menjabat tanganmu" pinta Qiu Yanzhi sambil tetap menangis, sambil memegangi tangan Kenny Lin agar tidak pergi.


"Tidak bisa, sebenarnya aku sangat menyukaimu tapi aku belum mampu untuk menjalin hubungan lebih serius denganmu, aku belum bisa menjanjikan apapun padamu untuk sekarang" Kenny Lin langsung pergi keluar dari restaurant dan mencari taksi.


"Tunggu Gege kamu jangan pergi" teriak Qiu Yanzhi membuat semua pengunjung yang lain menoleh padanya dan Kenny Lin


POV kecelakaan Qiu Yanzhi


Qiu Yanzhi begitu panik, dia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Muqin dan Fuqin sampai datang dan Kenny Lin malah sudah pergi. Qiu Yanzhi langsung berlari ke belakang dan menyusul Kenny Lin. dia mengambil kunci mobil dan mengikuti taksi Kenny Lin dari belakang. setidaknya sebelum dia pergi kembali ke Shanghai China dan meninggalkan Bali, Qiu Yanzhi tak ingin hubungannya berakhir begini saja tanpa ada kepastian yang jelas ke depannya.

__ADS_1


Taksi yang di tumpangi Kenny Lin melaju dengan cepat, sementara Yanzhi masih terus mengikutinya di belakang dan terus menambah kecepatan mobilnya. perjalanan dari Restaurant B'Couple menuju hotel Paradise lumayan jauh. di tengah perjalanan ponsel Qiu Yanzhi berdering, padahal dia ingin fokus agar taksi yang di tumpangi Kenny Lin tidak hilang dari pandangan matanya. apalagi taksi di Bali banyak yang sama bila berpapasan pasti akan kebingungan taksi mana yang sudah di tumpangi Kenny Lin sebelumnya.


Awalnya dia ingin mengabaikan ponselnya yang berdering sejak tadi tapi itu dari Fuqin, Yanzhi hanya ingin mengatakan kata 'TUNGGU', akhirnya dia membuka tasnya sembari mengemudi dan menjelajahi tasnya dengan tangan kirinya yang mengobrak abrik isi tasnya mencari ponsel tersebut. tapi sialnya kancing tas harus di buka dengan dua tangannya entah sadar ataupun tidak, Yanzhi memalingkan kepalanya menoleh pada tas tangannya tempat menaruh ponselnya. sedangkan mobil masih melaju dengan kecepatan penuh. sebuah mobil hitam tiba-tiba berhenti karena lampu merah menyala, mobil itu langsung menjadi sasaran Qiu Yanzhi karena kecerobohannya dan tabrakan pun terjadi peristiwa tersebut tak bisa di hindari lagi.


Dalam keadaan setengah sadar Qiu Yanzhi masih mencari-cari ponselnya di dalam tas tangan berwarna hitam yang dari tadi di pakainya. darah di keningnya mengucur deras tak ia hiraukan lalu mengangkat telpon dari ayahnya dan berbicara "Fuqin aku kecelakaan"


Kata-kata itulah yang masih sanggup ia ucapkan dalam keadaan pendarahan di bagian kepala dan keningnya akibat dirinya terbanting dari setir kemudi dan kursi kemudinya, kecelakaan tragis ini membuat Qiu Yanzhi pingsan di tempat setelah sebelumnya ia melihat darah yang mengalir banyak dan sempat menjawab telpon dari sang ayah.


Mobil hitam yang menjadi sasaran kecelakaan ini terseret melewati lampu merah. sementara dari sisi kanan lampu hijau sudah menyala dan akhirnya tabrakan beruntun pun terjadi dalam satu waktu yang bersamaan di lokasi tersebut.


Taksi yang ditumpangi Kenny Lin pun sudah sampai ke seberang jalan. suara dari tabrakan beruntun itu terdengar oleh semua orang yang berada di sekitar jalan raya tersebut, tanpa terkecuali Kenny Lin. semua kegiatan jalan raya di sekitaran lokasi kecelakaan berhenti sejenak. semua orang ingin menyaksikan langsung kejadian tragis itu. supir taksi yang di tumpangi Kenny Lin pun ikut berhenti dan turun ikut membantu bila ada yang membutuhkan bantuan.

__ADS_1


Awalnya Kenny Lin tak mau turun dari mobil taksi. dia khawatir jika ada yang melihatnya dan mengenalinya. tapi ternyata tanpa di duga oleh Kenny Lin supir taksi itu malah merelakan taksinya untuk di tumpangi oleh korban kecelakaan yang sudah sangat kritis dan membutuhkan pertolongan dengan segera. tak butuh banyak waktu menunggu ambulance tiba, beberapa korban yang terlampau parah segera dilarikan ke hospital dengan pertolongan dari tumpangan-tumpangan mobil pribadi dan kendaraan umum lainnya di sekitar lokasi.


__ADS_2