
POV di dalam pesawat
"Ayoo semuanya mari kita masuk ke Pesawat" manager mengajak para member. jadwal keberangkatan pesawat menuju Soekarno-Hatta Jakarta di perkirakan akan tiba di lokasi pada malam hari. di dalam pesawat mereka layaknya bintang profesional tidak ada keributan sama sekali.
Semua sudah di urus oleh perusahaan dan manager mereka. Kenny Lin duduk di kursi nomer 2 sedangkan Lin Qian duduk di kursi nomer 21 bersebelahan dengan Fei Shuang, ia duduk terpisah dengan Yuxie ketika di dalam pesawat.
Kenny Lin tidak sanggup menahan perasaan sebalnya dan kecuekan Lin Qian. tetapi jika ia mendatangi Lin Qian, ada Fei Shuang duduk bersebelahan dengannya. hubungan mereka mulai renggang sebab kejadian kemarin di asrama. Kenny Lin masih sakit hati terhadap Lin Qian atas ucapannya itu. sedangkan Lin Qian hampir setiap malam dia menangis tanpa ada yang tahu, sesungguhnya di hatinya yang paling dalam sangat menyesalkan ucapannya pada Kenny Lin. tetapi apalah daya posisinya sekarang harus mengambil langkah tersebut. kerinduan, kejengkelan dan kekecewaan bercampur menjadi satu bersarang di hatinya.
Tiba-tiba Lin Qian ingin buang air kecil, dia berjalan menuju toilet yang berada persis di depan di dekat kabin serta tempat duduk Kenny Lin. rekan yang duduk di sebelah Kenny Lin masih di dalam toilet, Lin Qian harus mengantri untuk masuk. Kenny Lin dengan cepat tanggap mempersilahkan Qiqi duduk sebentar di kursi sebelahnya agar tak lelah berdiri terus di depan pintu toilet.
"Qiqi duduklah sebentar, sini!!" ajak Kenny Lin dengan suara yang agak di pelankan.
"Tak apa biar aku berdiri saja" ucapnya dengan tenang.
"Hei... kenapa kamu keras kepala sekali?? duduklah sebentar di dekatku!! lagi pula aku tidak akan memakanmu" ucap Kenny Lin dengan nada kesal.
__ADS_1
"Hhuuuff... maafkan aku atas apa yang terjadi kemarin di asrama" menghela nafas sembari berjalan untuk duduk sebelah Kenny Lin dikursi samping jendela Lin Qian mencoba mulai mengawali obrolannya.
"Sebenarnya aku tidak terlalu tersinggung dengan kata-katamu kemarin. aku tahu itu adalah komitmen kita sejak mengawali hubungan ini. tapi keberpihakanmu itu membuatku kesal" sahut Kenny Lin memandangi Qiqi.
"Tentu aku akan berpihak padanya, kamu tidak lihat betapa sedihnya Fei Shuang ketika kamu memakinya di hadapan semua orang Gege!! kamu tidak layak bicara kasar pada wanita, aku pun sedih jika hal itu terjadi padaku suatu hari ataupun suatu saat kelak, aku tak berani membayangkan betapa malangnya diriku" Lin Qian mulai sedih dan memelankan suaranya.
"Tapi semua itu ku lakukan demi dirimu seorang karena kamu kekasihku Qiqi, lagi pula dulu aku pernah menjanjikan hal ini padamu sebelumnya kan, kamu pun pasti mengingatnya juga" ucap Kenny Lin mulai membuat pembelaan untuk dirinya sendiri.
"Lupakan janji yang pernah kamu lontarkan padaku. aku tidak ingin kamu mengasari temanku. apalagi sampai salah satu di antara kami di keluarkan dari girlband ini, tak semua orang bisa masuk dengan mudah di perusahaan lebel musik kita banyak ujian yang harus kami hadapi di awal karir kami, kamu tidak bisa merasakan apa yang kami rasakan, kami memiliki kelebihan dalam tarik suara sebagai modal utama kami bekerja, dulunya kami hanya orang biasa yang bermimpi akan memiliki kehidupan yang indah dan layak dengan usaha kami, kami jauh-jauh kemari ingin mengadu nasib di kota hanya untuk mewujudkan impian-impian kami" ucap Qiqi panjang lebar.
Lin Qian menyadari akan suatu hal akibat pembicaraan ini mereka berdua menjadi sorotan perhatian penumpang yang lain. terlebih dengan nada Kenny Lin yang mulai bicara kasar padanya.
"Jadi sekarang kamu memarahiku atas keberpihakanku pada dia??" Qiqi mulai menunjukkan raut wajah sedihnya di hadapan Kenny Lin.
"Jika aku boleh mengatakan hal yang sejujurnya padamu, belakangan ini aku hampir setiap malam menangisimu, aku membencimu tapi aku pun merindukanmu. sekarang kamu sudah berani bicara kasar padaku, apa kamu tidak bisa mengerti akan posisiku??" Lin Qian langsung menghapus air matanya yang sudah menetes membasahi kedua pipinya.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu toilet terbuka menandakan sang penghuni sudah selesai dengan hajatnya hehe... Qiqi langsung bergegas masuk meninggalkan Kenny Lin dalam keadaan gundah gulana.
Sambil beranjak bangun dari kursi Qiqi sempat berpesan pada Kenny Lin "Ku harap kamu bisa menjaga sikapmu, apalagi di depan banyak orang. aku mau kita menjalankan pekerjaan kita dengan profesional dan tidak mencampurkan urusan pribadi kita" Qiqi langsung pergi ke toilet menghindari obrolan yang sudah tidak penting lagi untuk dia dengarkan.
Lin Qian menangis di dalam toilet ia tak pernah berfikir jika hubungannya dengan Kenny Lin akan sesulit ini. entah sampai kapan ia akan bertahan dengan keadaan seperti ini, dulu ia mendambakan bisa berpacaran dengan orang yang ia cintai tanpa adanya hambatan tapi pada kenyataannya tak semudah itu. ia terikat dengan profesinya sekarang dan mengesampingkan kesenangan pribadinya jika orang tahu hal ini adalah sebuah tekanan besar. tapi Qiqi pandai menyembunyikannya dari orang lain.
Setelah di rasa cukup menangisnya, Lin Qian pergi membasuh wajahnya di wastafel toilet tempat mencuci tangan, sambil berkaca memandangi pantulannya di cermin kecil toilet, ia memberikan semangat untuk dirinya sendiri agar ia harus kuat dalam menghadapi segala hal dengan kehidupannya, hidupnya memang sudah di takdirkan seperti ini, dia hanya bisa pasrah dan mengikuti alur ceritanya. Qiqi menoleh kanan dan kiri memastikan bahwa wajahnya baik-baik saja jangan sampai terlihat kalau habis menangis karena jika hal itu terjadi banyak pasang mata yang akan kepo padanya. Qiqi menarik handle pintu toilet, keluar berjalan santai tanpa menoleh kanan kiri penumpang.
"Jiejie kenapa lama sekali di toiletnya??" tanya Fei Shuang.
"Ahh...meiyou, aku lama karena aku harus menunggu antrian disana, ternyata ketika aku mau ke toilet pintunya terkunci dari dalam itu berarti ada orang lain yang masih di toilet. akhirnya aku menunggu sampai orang lain itu keluar" Qiqi mencari alasan yang masuk akal.
Qiqi kemudian duduk kembali ke kursi penumpang dan membuka-buka buku panduan keamanan yang sebenarnya dia sudah tahu isinya, hanya saja dia ingin mengalihkan perhatian Fei Shuang agar tak banyak bicara.
POV tiba di Indonesia
__ADS_1
Pesawat yang membawa mereka akan mendarat. akhirnya Kenny Lin dan teman-teman telah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. mereka semua kemudian langsung turun keluar melalui pintu VIP terminal 1.ribuan fans mereka sudah menanti di pintu kedatangan akhirnya di buat kecewa. banyak dari mereka yang kecewa dan menangis serta marah-marah tak jelas sebab seharian mereka menunggu di Bandara untuk melihat kedatangan idolanya malah tak satupun personil yang terlihat disana. sementara anggota Girl generation masih melanjutkan perjalanan menuju Bandara internasional Ngurah Rai Bali. mereka terpisah di jakarta saja karena Boy generation akan konser disini.