
POV Pertemuan kedua di desa
Beberapa hari kemudian Lin Qian tiba didesa Niujie kampung halamannya. sesuai keinginan Kenny Lin, setibanya di desa Lin Qian pergi ke bukit taman kota tempat awal pertemuannya dengan sang kekasih.
Kenny Lin menunggu Lin Qian di lokasi seperti sebelumnya, Lin Qian kemudian duduk disamping Kenny Lin sembari melihat pemandangan yang indah didepannya. angin semilir menggoyahkan rambut indahnya. mereka berdua menikmati alam sekitar dengan sunggingan senyum sekilas saja. hingga Kenny Lin memecahkan keheningan suasana saat memulai obrolan.
"Duibuqi..." ucap Kenny Lin di awal pertemuan.
"Untuk apa kamu meminta maaf padaku" jawab Lin Qian.
"Entah untuk apa, setidaknya aku selalu harus minta maaf padamu. rasanya belakangan ini aku sering menjadi orang yang bersalah dalam segala hal" jelas Kenny Lin.
"Sekarang apa yang kamu inginkan??" tanya Lin Qian dengan nada juteknya.
"Aku hanya ingin tahu apakah kamu tak mencintaiku lagi??" Kenny Lin menatap mata Lin Qian mencari secercah harapan untuknya.
"Untuk apa kamu tanyakan hal itu??" Lin Qian menghindari tatapan mata dari Kenny Lin.
"Karena sekarang tak ada lagi yang menghalangi kita, tapi kamu malah menjauh dariku. coba kamu lihat aku sekarang, aku juga sedang sekarat" Kenny Lin menarik tangan Lin Qian membawa kepelukannya.
"I miss you Gege..I miss you soo much" menangis terisak-isak di dekapan Kenny Lin, seluruh kekesalannya ia tumpahkan hari ini.
Sungguh menahan rindu pada Kenny Lin itu berat sekali bagi Lin Qian, apalagi hubungan ini sangat sulit dijalani, banyak sekali cobaan yang menghalangi kisah cinta mereka. Lama mereka berpelukan, Kenny Lin kemudian mengajak Lin Qian pergi dari sana.
__ADS_1
Lin Qian menurut saja "Kemana kita akan pergi Kenny Gege?? kamu akan membawaku kemana??" tanya Lin Qian yang pasrah tangannya di tarik oleh Kenny Lin.
Kenny Lin hanya diam saja, sepanjang jalan mereka hanya diam tanpa bicara sepatah kata pun. sekitar 3 jam perjalanan mereka sudah sampai ke kota. mereka berjalan sembari bergandengan tangan, dimulai dari pergi ke mall, restaurant, dan masih banyak lagi tanpa mereka harus sembunyi-sembunyi.
Para fans banyak yang mengikuti langkah mereka dan meminta tanda tangan. semua pertanyaan yang diajukan penggemarnya tak satupun di jawab selain berswafoto dan tanda tangan saja.
"Gege aksi apa lagi ini??apa yang kamu lakukan??kenapa kita malah menampakkan diri di publik sekarang?? apa maumu Gege??" Lin Qian terheran-heran.
"Biarkan saja, aku ingin hubungan kita diketahui banyak orang, say good bye dengan backstreet, aku sudah lelah menjalani kisah cinta kita dengan sembunyi-sembunyi mulai sekarang kita akan begini seterusnya, sudah kuputuskan resiko akan ku ambil setelah aksiku ini, jangan khawatir kita akan baik-baik saja, tenanglah" ucapnya yakin.
Seharian mereka berdua sibuk menghabiskan waktu bersama, foto-foto mereka berdua sudah tersebar di jejaring sosial, tiba-tiba tanpa diduga keduanya manager Jun Syeok datang menjemput mereka untuk diajak ke rumah Tuan Michael He.
POV Kediaman Tuan Michael He
"Beginikah kelakuanmu yang sebenarnya?? kamu bilang menyayangi putriku, tapi kamu malah berduaan dengan wanita ini hah.." tuan He sangat murka pada Kenny Lin.
Kenny Lin masih terdiam menyaksikan kemarahan Tuan Michael He, dia tak berbicara sedikitpun, tak menangis dan tak merespon apapun, yang ia lakukan hanya diam dan menunduk.
"Putriku mati karenamu, aku sudah tahu hal itu, kecelakaan itu pasti berawal dari ulahmu sebelumnya" ucap Tuan Michael He dengan emosi dan kemarahan yang masih membara.
"Duibuqi Tuan Michael He, sudah lama saya memendam sendiri semua perasaan saya yang sebenarnya, semua itu karena rasa kasih dan sayang saya terhadap Lin Qian" jawab Kenny Lin.
"Ya katakan saja, kamu mencintai wanita ini kan?? kamu sebenarnya tidak mencintai putriku Yanzhi kan??" jelas Tuan He.
__ADS_1
"Putri tuan memang cantik tapi saya sudah lama menjalin hubungan dengan Lin Qian terlebih dulu ketika dia menyatakan cintanya pada saya, itulah sebabnya saya pergi dan tak ingin diperkenalkan dengan orang tuanya, waktu itu saya belum tahu kalau tuan He Fuqinnya Yanzhi" Kenny Lin menjelaskan asal muasal hubungannya.
"Kenny Lin" Lin Qian tak ingin dia melanjutkan ceritanya.
"Biar...biarkan aku lanjutkan ceritaku Qiqi, biar tuan He tahu yang sebenarnya, rasanya aku sudah pernah mati sekali dan sekarang aku ingin memulai kehidupan keduaku" Kenny Lin tak ingin dihentikan Lin Qian.
Kenny Lin berjalan mendekati tuan Michael He "Tuan He, aku sudah berfikir akan menjadi menantumu walaupun aku tak pernah menginginkannya, tapi semua hidupku kujalani seperti kehendakmu, itu semua untuk kebahagiaan Qiu Yanzhi. aku juga ingin melihatnya bahagia, sekarang aku mohon padamu biarkanlah aku bebas menjalani hidupku sendiri, lagipula Qiu Yanzhi sudah benar-benar tak mungkin menjadi istriku" Kenny Lin menangis sembari memegang kedua tangan tuan Michael He.
Tuan Michael He membalikkan badannya menghindari tatapan mata Kenny Lin, disitu dia ikut menangis dengan sedih "Pergilah" ucapnya singkat.
"Apa aku harus pergi dengan membawa kemarahanmu??" Kenny Lin menjawab dengan sopan.
"Meiyou...kamu pergilah dengan restuku, lanjutkanlah hidupmu. aku dan istriku juga akan melanjutkan sisa-sisa hidup kami" tuan He langsung pergi meninggalkan ruangan nya menuju taman belakang rumah. sebelum pergi tuan He menghampiri Lin Qian.
"Kamu cantik seperti putriku, hatimu pun pasti baik. jalani hari-harimu dengan bahagia, aku hanya ingin istirahat" ucap Tuan He lalu pergi.
"Tuan Michael He" Lin Qian masih tak mengerti dengan beberapa ucapan dari Tuan He tadi, apa maksudnya pikirnya.
Sebelum pergi Tuan He melihat mereka berdua dan berucap "Kalian tak perlu sembunyi-sembunyi lagi dari siapapun. tak ada yang melarang kalian untuk saling menyayangi, anak muda lebih tahu cara mengungkapkan sayangnya daripada orang tua" Tuan He segera berlalu, sembari berjalan pergi hatinya merasa sedih sekali dengan kejadian yang menimpa keluarganya.
"Putriku Yanzhi maafkan Fuqin nak, yang tak bisa memberikan kebahagiaan untukmu, semoga kamu tenang disana sayang Fuqin sangat menyayangimu, hiks..." batinnya serasa ingin menjerit, air matanya tak kuasa ia tahan lagi hingga menetes membasahi kedua pipinya, ia sangat terpukul atas meninggalnya Qiu Yanzhi.
Kenny Lin memandangi Lin Qian, disaat bersamaan Lin Qian pun menatap wajah Kenny Lin, mereka menyatukan kedua tangannya dengan erat sekali, keduanya tersenyum haru dan menangis bahagia. kini kisah cinta mereka tak terhalangi, mereka berpelukan menumpahkan semua tangisan yang sebelumnya menyesakkan dada, perjuangan ini tak berakhir sia-sia inilah hasilnya kegigihan cinta mereka. akhirnya dengan sendirinya Tuan Michael He pasrah dan merestui hubungan mereka. pasti putrinya Qiu Yanzhi senang melihatnya di atas sana, kini Fuqinnya tak lagi terbebani dengan masalah ini. ia sudah rela melepaskan Kenny Lin untuk menjalani hidup barunya bersama kekasihnya.
__ADS_1