Fate Of Love

Fate Of Love
Part 26


__ADS_3

Ketika Kenny Lin kembali dari kantin hospital ternyata Yanzhi sudah di tempatkan di ruang operasi oleh dokter spesialis disana, lalu Kenny Lin mencari suster hospital menanyakan ruang operasi dimana letaknya, tak berapa lama Kenny Lin menemukan ruangan itu sekaligus orang tua Yanzhi, kemudian dia menyusul mereka dan duduk di samping ibunya Yanzhi.


Kira-kira 6 jam Qiu Yanzhi berada di dalam ruang operasi. kemudian dokter keluar dari ruang operasi dan memberikan kabar baik pada kedua orang tua Yanzhi bahwa luka di kepala putrinya adalah luka luar yang tidak terlalu berbahaya. Qiu Yanzhi mendapat 18 jahitan di kepalanya. tetapi itu baru bagian kepala ternyata Yanzhi juga mendapat cidera di bagian kakinya.


Kecelakaan yang dialami Yanzhi dari posisi depan sampai membuat sebelah kakinya lumpuh total. luka di bagian kaki terlalu parah dan kemungkinan besar kakinya yang lumpuh itu harus segera di amputasi agar tidak terjadi pembusukan pada sekitar kakinya. tak ada yang sanggup membayangkan kalau Yanzhi sampai harus kehilangan sebelah kakinya. hal ini merupakan pukulan keras bagi keluarga tuan He. pasca operasi luka di kepalanya sampai hari ini Qiu Yanzhi masih belum sadarkan diri dari masa kritisnya.


Entah kenapa tuan dan nyonya He tak mau kehilangan Kenny Lin walau sebentar. setidaknya mereka sedikit terhibur dengan kehadiran Kenny Lin di tengah-tengah petaka yang menimpa putrinya. sesekali Kenny Lin memegang tangan Qiu Yanzhi yang pucat dan dingin, lalu memegang wajahnya, pemandangan seperti ini saja sudah sedikit menghibur tuan dan nyonya He.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian berdua?? kenapa kalian meninggalkan kami di restaurant itu tanpa pesan??" tuan Michael He baru mau angkat bicara.


Sejak kemarin tuan He hanya terdiam kaku tak mampu memandang ke arah Kenny Lin. apalagi sekedar untuk bertanya. perasaan sedih yang teramat mendalam membuat seluruh tubuhnya menjadi kaku.


Kenny Lin bingung harus menjawab apa. orang tua yang ada dihadapannya ini begitu ia segani.tak hanya pengaruhnya yang kuat di perusahaan, tetapi wibawa dan kelembutan kata-katanya membuat Kenny Lin tak mampu berkutik lagi. apalagi di saat-saat seperti ini, tuan He tampak lemah dan tak berdaya.


"Duibuqi..sebenarnya..sebenarnya kami bertengkar" suaranya sangat di pelankan. karena ia ragu menjawab kejadian yang sebenarnya.


"Sebenarnya apa...saya kurang dengar apa yang kamu ucapkan" sahut tuan He.


Akhirnya Kenny Lin terpaksa berbohong lagi, dia takut kalau tuan He sampai menyalahkannya karena pertengkarannya kemarin dengan putrinya.

__ADS_1


"Sebenarnya saya tidak tahu kalau Yanzhi mengajak tuan He ke Bali. kami terlalu asyik mengobrol sampai saya lupa bahwa saya ada jadwal pemotretan kemarin sore. lalu saya buru-buru kembali pulang ke hotel menggunakan taksi, tapi..." sambil menangis dan menghapus air matanya yang telah jatuh.


"Tapi Qiu Yanzhi mengejar saya, saya tak tahu jika Yanzhi menyusul di belakang taksi yang saya tumpangi. mungkin dia ingin mengatakan kalau tuan dan nyonya He ingin menemui saya, sungguh saya menyesali hal ini karena saya tidak tahu semuanya" Kenny Lin kembali menangis dan menghapus air matanya.


Nyonya He yang kebetulan juga berada disitu langsung membujuk Kenny Lin agar berhenti bersedih "Sudahlah nak, tak usah di tangisi lagi, kamu jangan bersedih, mungkin ini sudah takdirnya putri kami yang malang".


Tuan Michael He dan nyonya He memang sangat baik dan ramah terhadap Kenny Lin. mereka berdua tidak tahu kejadian yang sebenarnya terjadi, hal ini sengaja ditutupi oleh Kenny Lin, tapi jika Qiu Yanzhi sadar ia tak bisa menutupi kebohongannya lagi selamanya, suatu saat pasti akan cepat terungkap oleh kedua orang tua Yanzhi. hanya menunggu waktu yang tepat untuk membuktikan segalanya.


"Apakah kalian berdua benar-benar saling mencintai??" tiba-tiba tuan He menanyakan hal yang tak mampu Kenny Lin menjawabnya.


Kenny Lin merasa sangat bersalah pada Qiu Yanzhi dan kedua orang tuanya, ia tak bisa menutupi perasaan gugupnya terhadap seorang pemilik saham terbesar di perusahaannya, akhirnya Kenny Lin langsung menjawab "Yaaa" sejenak kemudian dia menyesali jawabannya itu.


"Pasti Qiu Yanzhi akan sangat bahagia mendengar kabar ini" kata tuan He tanpa menunggu jawaban dari Kenny Lin.


Jika kata-kata seperti ini keluar dari mulut tuan He sendiri siapa yang akan berani menolaknya apalagi dalam keadaan yang tak menguntungkan Kenny Lin. sebenarnya ia tak tertarik sama sekali tentang menikahi Yanzhi.


"Bagaimana kalau nanti putriku sudah sadar, kamu langsung melamarnya saja di hadapan kami" Kenny Lin menjadi terdiam membisu seribu bahasa.


"Berita ini tak perlu sampai di ketahui banyak orang. ini hanya upaya kita untuk menghibur hatinya ketika putriku sudah sadar. agar ia semangat kembali pulih menjalani kehidupannya dan dia bisa segera sembuh" tuan He terus saja menyerang Kenny Lin dengan keinginannya.

__ADS_1


"Saya sudah bicara dengan manager Jun Syeok, kamu diberikan izin merawat Qiu Yanzhi sampai sembuh. teman-temanmu besok sudah akan kembali ke Shanghai. tapi kamu tetap disini bersama kami menemani Yanzhi putriku. kamu akan kembali ke Shanghai 2 hari lagi karena luka Yanzhi masih butuh perawatan sementara. nanti saya akan membawanya berobat ke jepang, disana ada saudara Dokter Yin yang ahli dalam menangani masalah pencangkokan tulang kaki. kita semua akan berjuang untuk kesembuhan Qiu Yanzhi" tak terasa air mata tuan He sudah jatuh di kedua pipinya.


Kenny Lin bingung sekali, hubungan cintanya dengan Lin Qian benar-benar sedang kacau seperti keadaan Yanzhi yang tengah kritis ini. ingin sekali dia berbicara dengan Lin Qian walau hanya sebentar. tapi Kenny Lin tak tahu harus menghubunginya dengan nomer siapa dan akan bicara apa. semua yang terjadi di luar kehendaknya tanpa terduga.


POV paksaan lamaran untuk Kenny Lin


Tiba-tiba manager Jun Syeok datang dan membawa karangan bunga untuk Qiu Yanzhi. managernya akan berpamitan dengan tuan Michael He dan nyonya He karena mereka akan kembali ke Shanghai.


Manager Jun menghampiri tuan He "Saya turut berduka atas kejadian yang menimpa putri anda tuan dan nyonya" sambil menundukkan sedikit tubuhnya tanda hormat.


"Goule manager, xiexie atas kepedulianmu, sudahkah kamu bawakan pesananku tempo hari??" tanya tuan He menepuk bahu manager Jun.


"Tentu saja tuan. ini cincin berlian yang dilapisi emas murni pesananmu" sembari menunjukkan cincinnya kepada tuan He.


"Saya turut bahagia atas rencana lamaran yang akan kamu lakukan hari ini " ucap Jun Syeok pandangannya mengarah pada Kenny Lin.


"Semua ini sudah kami bicarakan sebelumnya manager Jun. karena Kenny Lin juga sudah mengucapkan bahwa mereka berdua saling mencintai, untuk apa menundanya lagi. kita tunggu saja sampai Yanzhi putriku sadar. nanti kamu harus melamarnya di hadapan kami nak Kenny Lin" tuan He begitu bersemangat dengan rencananya itu.


Kenny Lin tak bisa berbicara apa-apa lagi dia hanya terdiam membayangkan hal ini. akankah ia sanggup mengkhianati cintanya dengan Lin Qian yang sudah mulai tumbuh di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2