Fate Of Love

Fate Of Love
Part 43


__ADS_3

Setelah mengobrol lama dengan kedua orang tua Qiqi, Kenny Lin lega, ia sudah bisa merilekskan pikirannya, hal ini membuatnya tak tenang sejak kemarin, untung saja orang tua Qiqi tak seperti orang tua Yanzhi yang selalu menekan semua keinginannya, kebahagiaan ini memang datang tepat pada waktunya, ketika semua kerumitan itu terjadi akhirnya ada jalan keluar walaupun harus mengorbankan nyawa sekalipun. Di sisi lain ia masih mengingat Qiu Yanzhi yang sempat mengisi hatinya dan perasaan itu ia buang demi kebahagiaan baru yang menantinya sekarang, ia akan melupakan semua kenangannya bersama Qiu Yanzhi dan berbaik hati membalas semua jasa dan bantuan ayahnya Yanzhi yang mau mengangkat kesulitannya.


"Ba..Ma..lebih baik kalian istirahat saja dulu, kami akan melanjutkan rencana selanjutnya sebelum kami kembali ke kota lusa, bagaimana Gege??" tanya Qiqi meminta pendapat.


"Shi..." ucap Kenny Lin singkat.


"Hao..hao le, Baba dan Mama istirahat dulu kalian jangan terlalu malam yaa.." kedua orang tua Qiqi lalu pergi.


"Qiqi...apakah Baba masih menyimpan salinan Kartu Keluargamu?? sebaiknya kamu cari itu, eemmm..na.. menurutmu lebih baik disini atau di kota saja kita mendaftarkan nikahnya??" tanya Kenny Lin.


"Gege...lebih baik kita mendaftar disini saja, kalau di kota kita sudah tidak sempat karena bekerja" jawab Lin Qian.


"Hao de...aku akan menghubungi wo de mama dahulu" Kenny Lin mengeluarkan ponselnya.


"Ma...ini Kenny Lin, aku akan menikah besok" tanya Kenny Lin pada ibunya, Lin Qian mendengar dari loundspeaker ponsel Gege Kenny Lin.


"Duibuqi sayang...Mama tidak bisa menemanimu dihari bahagiamu, Mama akan merestui siapapun pilihanmu, cepat resmikan hubunganmu dan lekas berikan Mama cucu, Mama sudah tua entah sampai kapan Mama bisa melihat cucu-cucu Mama, jika kamu sudah resmi bawalah menantu Mama ke rumah sayang perkenalkan pada Mama, Mama ingin melihat pendamping hidupmu" ucap ibunya Kenny Lin.


"Hao..Ma..duibuqi Ma..Kenny Lin belum bisa pulang sementara ini, akan Kenny usahakan setelah ini pulang ke rumah, Mama jaga kesehatanmu disana, Kenny Lin sayang Mama" Kenny Lin menutup ponselnya.


"Hao...Gege..besok kita pergi mengurus surat-suratnya dan mengadakan pesta kecil-kecilan saja di rumah dengan keluarga Qiqi, Gege tak usah bersedih kami disini akan menjadi keluargamu juga" Lin Qian memeluk Kenny Lin yang tengah bersedih di hari bahagianya ia tak bisa ditemani ibunya karena jarak yang jauh.


"Shi...Qiqi, xiexie aku semakin sayang padamu" memeluk Lin Qian seperti anak yang merindukan ibunya, Lin Qian menarik kepala Kenny Lin dan diletakkan didepan dadanya sembari mengelus rambut Kenny Lin.


"Gege jika kamu sudah mengantuk lebih baik cepat tidur saja, pergilah ke kamarmu, aku masih harus mengurus ini" ucap Qiqi melepaskan pelukannya dan mulai membereskan sisa camilan dan minuman di meja.

__ADS_1


"Hao ba...belajarlah jadi istri yang baik mulai dari sekarang dengan membersihkan ini" ucap Kenny Lin sembari berdiri dan mencuri ciuman di pipi Lin Qian.


Lin Qian kaget bukan main ketika asyik membereskan meja tiba-tiba ada yang menempel di pipinya, ketika akan marah dengan si pencuri nakal malah Kenny Lin kabur, tetapi ia tak memungkiri di hatinya merasa senang dengan perlakuan Kenny Lin yang seperti itu, menandakan bahwa di hati kekasihnya hanya ada ia seorang, perhatian seperti itulah yang ingin selalu ia rasakan setiap hari, Kenny Lin lebih berani menunjukkan perhatiannya di rumah Lin Qian daripada sebelumnya, mungkinkah ia senang karena keinginannya sudah disetujui orang tua Lin Qian??? hanya Kenny Lin yang tahu.


POV Kantor catatan sipil


Keesokan harinya semua penghuni rumah sudah bangun dan melakukan aktifitas masing-masing, Kenny Lin dan Lin Qian sudah bersiap-siap di kamar masing-masing dengan merapihkan semua berkas dan persyaratan yang akan digunakan di kantor nanti, Kenny Lin sudah mempersiapkan sebelumnya dari kota, sedangkan Lin Qian baru mempersiapkan semua saat sudah sampai dirumah kemarin.


"Gege...Qilai ba, kita berangkat sekarang nanti kesiangan" ajak Lin Qian.


"Hao ba, eh kita kan tidak ada kendaraan lalu bagaimana kita akan ke kantor catatan sipil??" ucap Kenny Lin.


"Oh...shi...sebentar aku akan meminjam motor celine saja, apakah kamu bisa menyetir motor Gege??" tanya Lin Qian.


"Shi...kenapa aku tidak bisa, aku ini jago mengendarai kendaraan apa pun, goule...cepat sana ambil motornya aku tunggu di depan" suruh Kenny Lin.


"Celine...Jiejie pinjam motornya sebentar dan mana kuncinya??" tanya Lin Qian pada adiknya.


"Zhe Jiejie...cieee...mau menikah" ledek Celine.


"Huuustt...ni...ni caoza Celine, goule...xiexie" Lin Qian mengambil kunci motor lalu pergi menahan malu akibat ledekan adiknya.


"Hahaha....Jiejie...Jiejie..." Celine menertawakan tingkah kakaknya yang malu-malu.


"Gege...Qilai ba..lai ba kita berangkat" ajak Lin Qian, lalu mereka berdua naik motor bersama.

__ADS_1


Qiqi duduk di belakang Kenny Lin sembari memeluk Kenny Lin dari belakang, Qiqi menjelaskan setiap tempat yang mereka jumpai di jalan serta memberikan arahan dimana letak kantor yang akan mereka tuju sekarang.


"Gege...itu tempatnya mari kita kesana semoga sepi tak banyak orang hari ini" ajak Lin Qian.


"Hao...Laiba" ucap Kenny Lin singkat.


Beberapa menit kemudian mereka sampai, keduanya turun dari motor dan masuk ke kantor dengan bergandengan tangan.


"Duibuqi Xiansheng...dimanakah tempat pembuatan akta nikah, kami ingin mendaftar" ucap Lin Qian sopan setelah bertemu seseorang di depan kantor.


"Qing jinlai cuoguo, cuoguo bisa tanya langsung dengan pegawainya di dalam" orang itu menunjuk ke arah dalam kantor.


Setelah perbincangan yang amat membosankan dengan segala macam pertanyaan akhirnya akta nikah mereka pun sudah jadi, lalu mereka pergi dari kantor tersebut.


"Qiqi apakah kamu lapar??? Lai ba kita makan dulu saja" ajak Kenny Lin.


"Hao Gege.." ucap Lin Qian.


Lin Qian lalu naik ke atas motor dan memeluk Kenny Lin lebih erat lagi dari sebelumnya, maklum lah yaa kan mereka sekarang udah sah.


"Gege...sepertinya disana enak, kita kesana saja yaa kebetulan aku ingin makan mie biang-biang, oh yaa ngomong-ngomong bukankah dulu kita membuat candaan saat kencan di gudang waktu itu" ucap Lin Qian mengingat sesuatu.


"Shi...akhirnya kita akan merealisasikan candaan kita itu bedanya kita ini membeli sedangkan waktu itu hanya permainan konyol saja, hao le kita akan makan mie biang-biang" ucap Kenny Lin semangat.


Lin Qian pun ikut senang sembari melebarkan kedua tangannya di udara seperti orang yang sedang terbang saja hihi...

__ADS_1


Cast Mom Kenny Lin versi muda



__ADS_2